• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Konsep tentang National Interest

internasional, Indonesia akan terus aktif berkontribusi dalam kegiatan pemeliharaan perdamaian dunia.

25

A new, broader definition of national interest is needed in the new century, which would induce states to find greater unity in the pursuit of common goals and values. In the context of many of the challenges facing humanity today, the collective interest is the national interest (Annan, 1999).

Lebih lanjut menurutnya, ‗kepentingan nasional‘ adalah Inklusifitas kebalikan dari Eksklusifitas Menurutnya, sirkumstansi dewasa ini merujuk kepada peningkatan kerjasama sebagai dampak dari globalisasi sehingga kepentingan nasional seharusnya tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai kepentingan negara secara individual. Konkretnya, ia menuntut setiap negara memasukkan kepentingan internasional ke dalam konsepsi kepentingan nasionalnya. Jadi di samping mengejar apa yang menjadi cita-cita dan tujuannya, negara sebagai anggota dari masyarakat internasional juga menanggung kewajiban untuk mewujudkan kepentingan bersama (collective of Interest). Thomas W Robinson mengemukakan bahwa kepentingan nasional terdiri atas beberapa kategori dan tipe, diantaranya;

Primary interest, there are vital interests of nation like security and survival, includes preservation of physical, political, and cultural identity of the state agains the possible enroachment from outside power, secondary interest, these are less significant than the first category but quite important to the existence of the state, include the protection of the citizens abroad, protection of diplomatic immunities..., permanent interest, These refers to relatively the long term interests of the state which rarely changes, variable interest, Refers to those interests of a nation which are considered vital for national good in a given set of circumstance, besides, General interest, these refers to those positive conditions which apply to a large number of nations or in several specified fields such as economics, trade, diplomatic intercourse, etc, Spesific Interest, it is the logical outcome of the general interest but are defined in terms of time or space, Identical Interest, These refers to interests which are held in common by a number of states, Complementary Interest, These are not identical interests but form some kind of basis for agreements & compromise, Conflicting Interest, These are opposed

Interests. These Conflicting interests some times becomes complimentary interests or identical interest (Robinson, 2000).

Dari uraian tersebut diatas, Thomas W. Robinson mengklasifikasikan tipe-tipe kepentingan nasional / National Interest, menjadi enam kategori, diantaranya;

Primary interest, sebagai kepentingan vital suatu negara yang terdiri atas penjagaan fisik / kemanan, politik, identitas budaya terhadap kekuatan dari luar, Secondary Interest, meski dipandang tidak begitu penting dibanding yang pertama, tap ini penting untuk tetap menjaga eksistensi suatu negara dalam hal penjagaan kepada rakyat dan menjamin imunitas diplomatik bagi pekerja diplomatik, permanent Interest, ini merujuk kepada kepentingan jangka panjang dan kepentingan konstan, Variable Interest, yang merujuk kepada kepentingan sebuah negara yang dianggap vital bagi kebaikan nasional. General Interest, yang merujuk kepada kondisi positif suatu bangsa di beberapa bidang yang spesifik, seperti ekonomi, perdagangan, dan sebagainya. Specific Interest, yang didefinisikan dalam hal ruang dan waktu. Lebih lanjut, Robinson menambahkan tiga kepentingan sebagai national interest. Identical Interest, kepentingan yang sama, Complementary Interest, yang memungkinkan walau suatu kepentingan berbeda dapat menjadi basis suatu persetujuan, dan Conflicting Interest, yang sering mengalami perubahan dan dapat berubah menjadi Complementary Interest pada suatu saaat nanti.

Alhasil, dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa national interest sangat penting bagi suatu negara karena mencerminkan karakter dan identitas Negara-bangsa dalam panggung dunia internasional. Menurut Jospeh Samuel Nye Jr, bahwa;

27

In a Democracy, the National Interest is simply the set of shared priorities regarding relations with the rest of the world. It is broader than strategic interest, though they are part of it. It can include values such as human rights and democracy, if the public feels that those values are so important to its identify that it is willing to pay a price to promote them...A democratic definition of the national interest does not accept the distinction between a morality-based and an interest intangible interests. Leaders and experts may point out the costs of indulging these values. But if an informed public disagrees, experts cannot deny the legitimacy o public opinion...(Jr, 1999).

Dari uraian diatas, Nye mengatakan bahwa, nilai-nilai, moral merupakan bagian dari kepentingan nasional, lebih lanjut nilai-nilai yang dimaksudnya adalah seperti hak asasi manusia dan demokrasi sedangkan nilai moralitas dipahami secara sederhana sebagai kepentingan yang berharga atau tak ternilai harganya.

Lebih lanjut, untuk menjamin eksistensi negara secara holistik, maka diperlukan indikator atau variabel-variabel yang dapat mengukur secara tepat kebijakan dan pencapaian pemerintah sebagai pelaksana hubungan luar negeri. Beberapa variable tersebut, diantaranya (Colombus, 1990, p. 110):

1. Kualitas, kepribadian, dan cita-cita para pengambil keputusan;

2. Tipe filosofi struktur dan proses pemerintah;

3. Adat istiadat dan gaya kultur masyarakat;

4. Lokasi geopolitik dan kapabilitas berbagai negara;

5. Jenis-jenis tantangan dan tekanan yang dihadapi oleh setiap negara tetangganya, negara-negara besar dan organisasi internasional.

Kualitas kepribadian atau karakteristik aktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan sangat berpengaruh pada hasil keputusan kepentingan nasional. Latar belakang pendidikan dan pandangan politik aktor akan berpengaruh secara tidak langsung pada hasil keputusan. Komponen ini

berpengaruh lebih kuat dibandingkan elemen lainnya dalam pengambilan keputusan. Kelompok-kelompok kepentingan seperti organisasi internasional, MNC dan individu yang memliki akses pada pembuat kebijakan.

Kepentingan nasional dipandang sebagai cerminan kondisi domestik negara dan menyiratkan keterkaitan internasional dari keberadaan suatu negara.

Di satu sisi, kepentingan nasional merupakan rumusan mengenai kebutuhan-kebutuhan dalam negara yang diharapkan terpenuhi melalui berbagai bentuk hubungan luar negeri. Sementara disisi lain, konsep ini juga diarahkan pada tanggungjawab internasional dari setiap negara di dunia. Namun, kedua sisi tersebut harus menggambarkan suatu kondisi yang berimbang dan memiliki keuntungan baik terhadap kondisi dalam negeri serta citra yang baik dihadapan dunia internasional.

Indonesia secara de facto dan de jure telah memproklamirkan kebijakan luar negeri Bebas Aktif yang dirumuskan dan dijalankan untuk mampu mempertemukan kepentingan Nasional / National Interest dengan lingkungan Internasional yang selalu berubah. Sesuai dalam landasan Konstitusional yaitu Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, bahwa;

―...melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia...‖.

Dalam isu kemanusiaan di rakhine state, dalam perspektif sebagai bagian dari international society, Indonesia bisa Menjadikan kepentingan nasional sebagai alat berarti negara menggunakan norma-norma domestik suatu negara

29

sebagai alat justifikasi melakukan operasi kemanusiaan khususnya dalam konteks krisis kemanusiaan yang menimpa etnis muslim rohingya di Myanmar.

Kepentingan nasional tidak selalu berkaitan dengan tujuan yang sifatnya material seperti mendapatkan akses terhadap kekayaan alam dan letak geografis.

Akan tetapi, kepentingan nasional juga termasuk tujuan yang bersifat non-material seperti mempromosikan nilai-nilai misalnya demokrasi dan hak asasi manusia.

Sebagai contohnya, Amerika Serikat (USA) merupakan negara kuat yang memiliki kepentingan nasional menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Sedangkan dalam konteks Indonesia, memiliki konstitusi yang membebankan kewajiban untuk berpartisipasi dalam menciptakan perdamaian dunia yang diatur dalam (Alinea ke-4 UUD 1945). Artinya apa bahwa, disini Indonesia dalam keikutsertaan dalam menciptakan perdamaian dunia merupakan bagian integral dari kepentingan nasional Indonesia sebagai moral imperative untuk menjalankan misi-misi kemanusiaan di luar wilayah kedaulatannya sendiri (Sugiono & Rosyidin, n.d., p. 17). Oleh karena itu, setiap negara dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional negara-bangsanya, tidak bisa menghiraukan dari sisi kepentingan nasional. Lebih lanjut, konsep kepentingan nasional juga merupakan konsep umum yang dapat dirumuskan secara luas sehingga biasa juga memasukkan pertimbangan-pertimbangan moral, agama, kesejahteraan dan hal-hal yang bersifat altruistik (kepentingan orang lain).

Sebagaimana yang pada umumnya, dipahami bahwa langkah konkrit kebijakan luar negeri yang digunakan untuk mencapai kepentingan nasional suatu negara ialah perang atau diplomasi maka Morghenthau menekankan bahwa

strategi diplomasi harus dimotivasi oleh kepentingan nasional. Eksistensi suatu negara akan senantiasa tetap berlangsung bilamana tercapai kepentingan-kepentingan negaranya. Kepentingan-kepentingan-kepentingan negara tersebut tidak hanya dapat dipenuhi dalam satu lingkup domestik saja, akan tetapi melalui kerangka dalam hal hubungannya antarnegara. Alhasil, kepentingan nasional merupakan sebuah dasar pokok dalam menentukan suatu kebijakan serta merupakan kriteria dalam hal upaya menentukan langkah dan tindakan yang akan diambil oleh suatu negara baik dalam skop dalam negari domestik / nasional ataupun luar negeri / internasional.

Suatu negara dalam melakukan diplomasi tentunya diiringi dengan kepentingan nasionalnya. Hal ini merupakan sebuah trend dari negara dalam menjalankan perannya untuk kemudian tetap menjaga agar negara tetap eksis khususnya pada ranah domestik. Kepentingan nasional (National Interest) adalah adanya tujuan – tujuan atau visi dari suatu negara yang berhubungan dengan kebutuhan dalam negara – bangsanya atau berhubungan dengan hal – hal yang dicita – citakan.

31

Dokumen terkait