Konteks Situas

Dalam dokumen makalah folklore persepsi pengobatan dal (Halaman 105-110)

harapan manusia (kepada Tuhan) untuk sembuh dan sehat atas penderitaan yang dialam

2.3 Konteks Penuturan

2.3.1 Konteks Situas

2.3.1.1 Waktu Penuturan

Penuturan Jampi Raheut dilakukan ketika ada pasien yang datang meminta untuk di jampean (di beri jampi-jampi). Tidak terbatas waktu 24 jam penutur siap melayani.

2.3.1.2 Tujuan Penuturan

Tujuan penuturan ini sudah pasti untuk pengobatan. Mengobati luka seperti ada teks dimulai dari bagian terdalam tubuh yaitu sumsum kemudian tulang lalu urat setelah itu daging, sebelum kulit bulu terlebih dahulu di sebutkan kemudian ditutup dengan pengharapan atau perasaan yang bahagia. Hal ini membuat perasaan pasien tenang.

2.3.1.3 Peralatan Penunjang Penuturan

Peralatan penunjang penuturan jampi raheut ini di sesuaikan dengan kebutuhan pasien. Peralatan ini sebagai obat yang akan di berikan kepada pasien. Berikut uraian peralatan penunjang penuturan sesuai dengan luka yang di derita.

2.3.1.3.1 Pengobatan Patah Tulang

Peralatan yang di gunakan dalam mengobati patah tulang adalah

lakop kai (kulit kayu). Informan berkomat-kamit membaca jampi raheut

dahulu kemudian membungkus bagian tubuh yang patah tersebut dengan kulit kayu ‘di lakop ku kulit kai’. Kulit kayu mempunyai tekstur yang

keras dan kokoh ini berfungsi sebagai gips. Fungsi gips adalah untuk mencegah pergeseran tulang yang mungkin memicu kerusakan yang lebih parah.

2.3.1.3.2 Pengobatan Keseleo dan memar

Peralatan yang digunakan untuk pengobatan keseleo dan memar adalah kain, ketan hitam dan parutan kencur. Informan berkomat-kamit membaca jampi raheut kemudian memberikan ketan hitam yang di campur parutan kencur lalu di bungkuskan pada bagian tubuh yang keseleo menggunakan kain. Hal ini di yakini secara turun-temurun.

Ketan hitam dan kencur merupakan dua tanaman yang tidak sulit untuk di temukan di Kampung Sekejengkol. Beberapa orang menanamnya untuk di jual kepasar. Ketan hitam dan kencur ini di jadikan obat mungkin mengalami sejarah yang panjang. Namun dalam dunia medis ketan hitam dan kencur memiliki keistimewaan yang dapat menyembuhkan keseleo.

Antosianin pada beras hitam terdiri dari cyanidin-3-glucoside (Cy- 3-glu) dan cyanidin. Jenis antosianin ini ditemukan memiliki kemampuan antioksidan yang kuat yang dapat melawan ROS (reactive oxygen species; sejenis radikal bebas) dan mengurangi kerusakan sel yang terpapar oleh sinar UV ( JOURNAL OF HEALTH SCIENCE Vol. 52 (2006), No. 5 495- 511)Hasil penelitian Jung Yun Kim, Min Hee Do, Sang Sun Lee menunjukkan bahwa beras hitam memiliki efek cardioprotektif. (Annals of Nutrition and Metabolism 2006;50:347-353). Antosianin juga dikatakan mempunyai sifat antikarsinogenik, memberi perlindungan kepada sistem kardiovaskular, menjaga kadar gula dalam darah, khususnya bagi penderita kencing manis, mencegah penyakit saluran kencing dan menghambat serangan bakteria Helicobacter pylori yang menyebabkan masalah lambung, kanker perut dan radang usus. Selain aspek kesehatan,

antosianin digunakan secara luas untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini dengan membentuk kolagen baru karena pada saat yang sama ia juga mampu meningkatkan efek vitamin C dan E untuk mengembalikan keremajaan kulit. (Harian Metro Online Jumat, 08 Jun 2007)

Kencur adalah tanaman yang tumbuh pada daerah dataran rendah atau daerah pegunungan yang tidak terlalu banyak air tetapi subur dan sedikit teduh. Kencur tergolong tanaman rimpang dan memiliki kerabat dekat dengan jahe,kunci, kunyit dan sebagainya. Tanaman ini dapat ditanam di pot atau tanah asalkan cukup sinar matahari dan tidak terlalu basah. Biasanya kencur tumbuh dan berkembang pada musim hujan.

Secara medis tanaman kencur ini memang banyak khasiatnya, Kandungan kimia yang terdapat di dalam rimpang kencur adalah pati (4,14%), mineral (13,73%), dan minyak astiri (0,02%) berupa sineol, asam metal kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid, dan gom. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin dan sakit perut. Fungsi kencur untuk mengobati keseleo adalah infeksi bakteri.

Dapat disimpulkan ternyata kepercayaan masyarakat dapat teruji secara medis

2.3.1.3.3 Pengobatan Borok

Peralatan yang digunakan untuk pengobatan borok adalah lengkuas dan bawang putih. Informan berkomat-kamit membaca jampi raheut

kemudian menempelkan tumbukan lengkuas dan bawang putih pada area sekitar yang borok (tidak pada area boroknya). Tumbukan kedua bahan

tersebut di yakini sebagai obat paling mujarab untuk menyembuhkan borok.

Menurut hasil analisis para ahli dapat dibuktikan bahwa bawang putih dan lengkuas adalah antibiotic yang bagus.

Bawang putih mempunyai khasiat sebagai antibiotik alami di dalam tubuh manusia.Tanaman dengan nama latin “Allium sativum” ini termasuk bumbu dapur yang sangat popular di Asia..

Kandungan Kimia dan Kegunaannya Senyawa yang ada pada bawang putih adalah aliin. Ketika bawang putih dimemarkan/dihaluskan, zat aliin yang sebenarnya tidak berbau akan terurai. Dengan dorongan enzim alinase, aliin terpecah menjadi alisin, amonia, dan asam piruvat. Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang. Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang (sulfur) dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara, sebab ammonia mudah menguap. Senyawa alisin berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan mengurangi tekanan darah.

Selain alisin, bawang putih juga memiliki senyawa lain yang berkhasiat obat, yaitu alil. Senyawa alil paling banyak terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru.

Sementara Lengkuas (Alpinia galanga L. Swartz) merupakan salah satu tanaman dari famili Zingiberaceae yang rimpangnya dapat dimanfaatkan sebagai obat. Secara tradisional, lengkuas sering digunakan sebagai obat sakit perut, karminatif, anti jamur, anti gatal, bengkak, anti allergi, dan anti hipoglikemik (Kubo et al. 1991; Akhtar et al. 2002; Matsuda et al. 2003).

Luka terjatuh – Informan memberikan getah tanaman pisang ½ cangkir (tergantung seberapa besar lukanya) kemudian di oleskan pada bagian yang sakit. Sambil membacakan jampi raheut.

kandungan pada getah pisang adalah zat antrakuinon, saponin, flavonoid dan asam askorbat. Zat antrakuinon bermanfaat untuk menumbuhkan rambut. saponin manfaatnya meningkatkan pembuluh darah baru pada luka. Flavonoid manfaatnya untuk memperpendek waktu peradangan/inflamasi asam askorbat manfaatnya untuk memperkuat dan mempercepat pertumbuhan jaringan ikat/kolagen baru.

Luka teriris pisau Informan memberikan daun kirinyuh dan daun jarong yang telah di tumbuk, kemudian menempelkan di sekeliling luka sambil melantunkan jampi raheut.

Belum ada riset lebih jauh mengenai khasiat dari daun jarong ataupun daun kirinyuh. Masyarakat percaya bahwa pemberian daun kirinyuh dan daun jarong akan mempercepat proses penyembuhan luka.

2.3.1.4 Teknik Penuturan

Teknik penuturan jampi raheut ini diawali dengan dialog antara penutur dan pasien, tanya jawab mengenai luka atau musibah yang menimpa pasien. Penutur berlaku seperti halnya dokter, terlebih dahulu menanyakan apa yang menjadi keluhan, apa sebab terjadinya luka itu, sebelah mana luka itu berada, sudah berapa hari merasakan sakitnya dan lain-lain. Sang pasien tentulah menjawab setiap pertanyaan penutur. Setelah penutur mengetahui asal-muasal luka penutur biasanya menyuruh istrinya untuk menyiapkan peralatan penuturan seperti yang telah dijelaskan pada bagian peralatan penunjang penuturan.

Setelah peralatan sudah tersedia barulah penutur meracik bahan-bahan kemudian menuturkan jampi raheut secara monolog yaitu berbicara pelan dengan

nada cepat dengan posisi tangan kanan memegang bagian yang luka pada tubuh pasien sementara tangan kiri memegang peralatan penunjang (jika dibutuhkan) kemudian setelah jampi selesai dituturkan penutur memberi obat-obatan tradisional yang telah diracik (biasanya hanya di haluskan). Penuturpun akan kembali bertanya kepada pasien bagaimana sekarang keadaannya, memberi nasihat, dan dilanjutkan percakapan-percakapan lain untuk menambah kehangatan dan kedekatan antara penutur dan pasien atau audiens yang lain.

Pada saat dilakukan wawancara, penutur membacakan jampi tanpa ada pasien terlihat seperti mengingat-ngitan terlebih dahulu dengan memejamkan mata dan mengatur nafas. Setelah beberapa saat penutur kemudian membacakan jampi raheut dengan lancer. Tetapi ketika menghadapi pasien, penutur langsung saja membacakan tanpa memejamkan mata dan mengatur nafas.

2.3.2 Konteks Budaya

Dalam dokumen makalah folklore persepsi pengobatan dal (Halaman 105-110)