• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN

STRATEGI W-T Strategi yang

2. Korea Selatan

Korea Selatan merupakan negara yang berbentuk Republik. Luas area negara Korea Selatan adalah 99.274 km2. Pendapatan per kapita negara Korea Selatan tahun 2006 adalah US$ 24.200 dan jumlah penduduk negara tersebut yaitu 48,45 juta jiwa. Mata uang negara Korea Selatan adalah Won. Nilai tukar mata uang negara Korea Selatan terhadap Dollar Amerika tahun 2006 adalah sebesar 954,79 per Dollar Amerika. Berdasarkan BPS (2006), produk kertas yang diekspor Korea Selatan diantaranya yaitu newsprint paper (12.066.932 kg), tissue paper (131.381 kg) dan sack kraft paper (5.961.075 kg).

Tabel 7. GDP Per Kapita, Populasi, Nilai Tukar serta Volume dan Nilai Ekspor Kertas Indonesia ke Korea Selatan Tahun 1997-2006

Tahun GDP Per Kapita (US$) Populasi (Jiwa) Nilai Tukar (Won/US$) Volume (Ton) Nilai (000 US$) 1997 10.725 45,41 951,29 246.690 106.245 1998 11.392 46,15 1401,44 195.700 82.371 1999 12.369 46,48 1188,82 195.700 157.535 2000 13.225 46,78 1130,96 353.767 197.487 2001 14.475 47,04 1290,99 335.781 175.793 2002 15.269 47,27 1251,09 440.325 267.632 2003 17.700 47,46 1191,61 672.326 257.053 2004 19.200 47,64 1145,32 635.299 175.272 2005 22.543 47,82 1024,12 426.629 317.463 2006 24.200 48,45 954,79 807.221 308.585 Sumber :Bank Indonesia, 2007 ; BPS, 2007

Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa pendapatan per kapita dan populasi negara Korea Selatan selama 10 tahun terkahir cenderung meningkat. Jika pendapatan naik, sementara tingkat harga relatif tetap, maka berimplikasi pada peningkatan permintaan terhadap suatu barang. Peningkatan pendapatan

13

per kapita tersebut diperkirakan berpotensi untuk menciptakan suatu permintaan terhadap suatu produk. Selain itu, nilai tukar mata uang negara Korea Selatan terhadap Dollar Amerika pun terapresiasi pada beberapa tahun terakhir. Hal ini berarti bahwa kemampuan perekonomian negara Korea Selatan terus mengalami perkembangan yang semakin baik.

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang mencapai pertumbuhan perekonomian sangat cepat dengan urutan ke-12 di seluruh dunia. Walaupun sempat mengalami penurunan perekonomian, namun negara ini dapat dengan cepat menstabilkannya. Pertumbuhan tersebut mengalami penurunan sebesar 3,3 persen pada tahun 2001. Hal ini terjadi karena perekonomian dunia yang melambat, ekspor yang menurun dan adanya persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Pada tahun 2005, pertumbuhan yang menurun tersebut pun cepat mengalami perbaikan melalui industri dan konstruksi sebesar 5,8 persen. Pada tahun tersebut, Korea Selatan menjadi pemimpin dalam akses internet kecepatan tinggi, semikonduktor memori, monitor layar datar dan telepon genggam, pembuatan kapal, baja, produksi ban serat sintetis serta otomotif14.

Volume ekspor kertas Indonesia ke negara Korea Selatan cenderung berfluktuatif selama 10 tahun (Tabel 7). Meskipun demikian, Korea Selatan adalah negara dengan volume ekspor kertas Indonesia terbesar kedua selama dua tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa selera negara tersebut akan produk kertas Indonesia tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, Korea Selatan akan menjadi salah satu potensi utama ekspor kertas Indonesia yang permintaannya mengalami peningkatan setiap tahunnya.

14

3. Jepang

Negara Jepang adalah negara yang berbentuk Kekaisaran. Luas area negara Jepang adalah 377.837 km2. Pendapatan per kapita negara Jepang tahun 2006 adalah US$ 33.100 dengan populasi sebesar 128,05 juta jiwa. Mata uang negara Jepang adalah Yen. Nilai tukar mata uang negara Jepang terhadap Dollar Amerika tahun 2006 adalah sebesar 116,3 per Dollar Amerika. Produk kertas yang diekspor Jepang tahun 2006 (BPS 2006), mencakup diantaranya writing printing paper (57.285 kg), cigarette paper (2458 kg), newsprint paper (111.830 kg) dan tissue paper (1.894.397 kg).

Tabel 8. GDP Per Kapita, Populasi, Nilai Tukar serta Volume dan Nilai Ekspor Kertas Indonesia ke Jepang Tahun 1997-2006

Tahun GDP Per Kapita (US$) Populasi (Jiwa) Nilai Tukar (Yen/US$) Volume (Ton) Nilai (000 US$) 1997 20.904 125,81 120,99 105.128 68.569 1998 22.010 126,14 130,91 200.592 118.772 1999 23.976 126,46 113,91 228.449 126.700 2000 24.138 126,76 107,77 370.270 296.248 2001 25.962 127,03 121,53 451.870 322.763 2002 27.916 127,29 125,39 484.572 332.214 2003 28.700 127,53 115,93 519.547 357.295 2004 29.400 127,71 108,19 486.642 367.675 2005 31.384 127,92 110,22 501.758 362.923 2006 33.100 128,05 116,30 515.737 380.410 Sumber : Bank Indonesia, 2007 ; BPS, 2007

Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat perkembangan pendapatan per kapita dan populasi negara Jepang selama 10 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Perkembangan ini telah mendorong kesejahteraan dan kemakmuran bagi penduduknya. Dalam hal nilai tukar, perubahannya terhadap Dollar Amerika cenderung berfluktuatif. Namun demikian, Jepang telah menjadi sebuah pasar ekspor besar dan sumber investasi asing bagi perekonomian di

negara Asia. Selain itu, negara Jepang juga telah menjadi sumber bantuan utama di dunia dan tertinggi di negara Asia15.

Jepang adalah salah satu negara dengan volume ekspor kertas Indonesia terbesar ketiga pada tahun 2005-2006. Volume ekspor kertas Indonesia ke negara Jepang cenderung meningkat setiap tahunnya (Tabel 8). Walaupun sempat terjadi penurunan ekspor kertas pada tahun 2004, namun penurunan tersebut tidak terlalu signifikan. Dengan demikian, Jepang akan menjadi potensi pasar dan permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya terhadap ekspor kertas Indonesia yang didukung oleh kemampuan perekonomian yang semakin makmur dari negara tersebut.

4. Malaysia

Malaysia merupakan negara dengan bentuk Kerajaan Konstitusional. Luas area kawasan Malaysia adalah 329.847 km2. Pendapatan per kapita negara Malaysia tahun 2006 adalah sebesar US$ 12.700. Jumlah penduduk negara Malaysia adalah 26,64 juta jiwa. Mata uang negara Malaysia adalah ringgit, dengan nilai tukar ringgit 3,67 per US$. Berdasarkan BPS (2006), produk kertas utama yang diekspor Malaysia tahun 2006 diantaranya tissue paper (9.957.319 kg), writing printing paper (4.614.708 kg) dan newsprint paper (40.800.213 kg).

Tabel 9 dapat dilihat bahwa pendapatan per kapita dan jumlah penduduk negara Malaysia terus meningkat setiap tahunnya (1997-2006). Hal ini diikuti pula oleh kestabilan nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap Dollar Amerika Serikat selama 10 tahun terakhir. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa perekonomian negara Malaysia semakin maju.

15

Tantangan dan Prospek Ekonomi ASEAN dan Jepang, www.perbendaharaan.go.id [01 Desember 2007]

Tabel 9. GDP Per Kapita, Populasi, Nilai Tukar serta Volume dan Nilai Ekspor Kertas Indonesia ke Malaysia Tahun 1997-2006

Tahun GDP Per Kapita (US$) Populasi (Jiwa) Nilai Tukar (Ringgit/US$) Volume (Ton) Nilai (000 US$) 1997 2.318 21,43 2,81 133.465 78.807 1998 3.948 21,96 3,92 148.058 134.883 1999 4.300 22,49 3,80 283.706 71.659 2000 5.100 23,00 3,80 260.754 164.099 2001 6.030 23,49 3,80 307.889 170.574 2002 7.730 23,97 3,80 296.461 159.146 2003 8.615 24,44 3,80 286.976 161.283 2004 9.700 24,89 3,80 318.414 196.165 2005 11.850 25,35 3,79 338.767 213.204 2006 12.700 26,64 3,67 378.092 259.006 Sumber :Bank Indonesia, 2007 ; BPS, 2007

Sistem perekonomian yang dijalankan negara Malaysia adalah sistem perekonomian terbuka. Dalam sistem perekonomiannya, Malaysia berusaha menghilangkan hambatan dan masalah termasuk proses ekspor-impor. Namun demikian, Malaysia tetap memberlakukan beberapa aturan pelaksanaan impor yang sering dianggap menghambat oleh para eksportir luar negeri. Aturan tersebut diantaranya yaitu adanya suatu persyaratan bahwa produk lokal harus dapat bersaing dengan produk impor terutama dalam segi kualitas. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi produsen dalam negeri, keamanan lingkungan serta kesehatan masyarakatnya16.

Perkembangan volume ekspor kertas Indonesia di negara tersebut selama 10 tahun terakhir cenderung berfluktuatif (Tabel 9). Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Malaysia merupakan negara keempat terbesar terhadap ekspor kertas Indonesia dengan volume yang terus meningkat. Dengan demikian, Malaysia akan tetap menjadi potensi pasar negara terbesar yang mengimpor kertas dari Indonesia.

16

Dokumen terkait