BAB II Metodologi dan Deskripsi Lokasi Penelitian
2.2. l. Provinsi Sumatera Utara
2.2.3. Nanggroe Aceh Darussalam
2.2.3.1. Kota Lhokseumawe
Asal kata Lhokseumawe adalah ‘Lhok’ dan ‘Seumawe’ Lhok artinya dalam, teluk, palung laut dan Seumawe artinya air yang berputar-putar atau pusat dan mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan sekitarnya. Sebelum Abad ke XX negeri ini telah diperintah oleh Uleebalang Kutablang. Tahun 1903 setelah perlawanan pejuang aceh terhadap penjajah belanda melemah, Aceh mulai dikuasai.Lhoksemauwe menjadi daerah taklukan dan mulai saat itu status Lhokseumawe menjadi Bestuur Van Lhokseumawe dengan Zelf Bestuurder adalah Teuku Abdul Lhoksemauwe tunduk di bawah Aspiran Conroeleur dan di Lhokseumawe berkedudukan juga Weldana Serta Asisten Residen Bupati.
Pada dasawarsa kedua abad ke XX itu, diantaranya seluruh daratan aceh; salah satu pulau kecil luas sekitar 11 km2 yang dipisahkan Sungai Krueng Cunda diisi bangunan-bangunan Pemerintah Umum,Militer dan Perhubungan Kereta Api oleh Pemerintah Belanda. Pulau kecil dengan desa-desa Kampung Mon Keudong, Kampung Teumpok Teungoh, Kampung Hagu, Kampung Uteung Bayi, dan Kampung Ujong Blang yang keseluruhanya baru berpenduduk 5.500 jiwa secara jamak yang disebut Lhokseumawe. Bangunan demi bangunan mengisi daratan inisampai terwujud embrio kota yang memiliki pelabuhan, pasar,stasiun kereta api dan kantor-kantor lembaga pemerintahan.
Sejak Proklamsi Kemerdekaan, Pemerintah Negara Republik Indonesia belum berbentuk sistematik sampai kecamatan ini.Pada mulanya Lhokseumawe digabung dengan Bestuurder Van Cunda.Penduduk didataran ini makin ramai berdatangan dari daerah sekitarnya seperti Buloh Blang Ara,Matangkuli, Lhoksukon, Blang Jruen,Nisam, Cunda serta Pidie.
Pada thun 1956 dengan UU DRT nomor 7 tahun 195, terbentuk daerah-daerahotonom Kabupaten-kabupaten dalam lingkup daerah propinsi Sumatera Utara, dimana salah satu kabupaten diantaranya adalah Aceh Utara dengan ibukotanya Lhokseumawe.Kemudian pada tahun 1964 dengan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Aceh Nomor 24/G.A/1964 tanggal 30 November 1964, ditetapkan bahwa Kemukiman Banda Sakti dalam Kecamatan Muara Dua, dijadikan Kecamatan tersendiri dengan nama Kecamatan Banda Sakti.
Berdasarkan UU Nomor 5 Thun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, berpeluan meningkatkan status Lhokseumawe menjadi Kota Administratif. Pda tanggal 14Agustus 1986 Pembentukan Kota Administratif Lhokseumawe ditandatangani oleh Presiden Soeharto yang diresmikan oleh Mentri Dalam Negeri Soeparjo Roestam pada tanggal 31 Agustus 1987.Dengan adanya hal tersebut maka secara De Jure dan De Facto Lhokseumawe telah menjadi kota Administratif dengan luas wilayah 253,87 km2 yang meliputi 101 desa dan 6 kelurahan yang tersebar d 5 kecamatan yaitu Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, Kecamatan Dewantara,Kecamatan Muara Batu, dan Kecamatan Blang Manggat.
Sejak tahun 1988 gagasan peningkatan status Kotif Lhokseumawe menjad Kotamadya mulai diupayakan sehingga kemudian lahir UU No 2 tahun 2001 tentang pembentukan Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001 yang ditandatangani Presiden RI Abdurrahman Wahid, yang wilayahnya mencakup Tiga Kecamatan yaitu: Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, dan Kecamatan Blang Mangat. Banyaknya Gampong sebanyak 68 Gampong, dan banyaknya kecamatan sebanyak 4 Kecamatan.
Tabel 13
Banyaknya Gampong di Lokseumawe Tahun 2009
Luas penggunaan tanah di daerah Kota Lhokseumawe baik untuk pemukiman,industri, persawahan maupun pertanian dan lain-lain berjumlah 18.106 Ha. Yang terdiri atas pemukiman 10.877 Ha, industri 894 Ha, persawahan 3.747 Ha dan pertanian sebesar 308 Ha. Penggunaan tanah yang paling besar adalah pemukiman dan persawahan yaitu 10.877 Ha dan 3.747 Ha. Akan tetapi mata pencarian warga di Lhoksemauwe adalah wiraswasta dan pegawai negeri maupun swasta.
Tabel 14
Penggunaan Lahan di Kecamatan Muara Satu
No Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) Persentase(%)
1 Pemukiman 2.552 45,65
2 Induistri/Pabrik 894 15,99
3 Persawahan 270 4,83
4 Pertanian Lahan Semusim 381 6,82
5 Kebun 588 10,52
6 Perkebunan Rakyat 0 0,00
NO Kecamatan Jumlah Gampong
1 Blang Mangat 22
2 Muara Dua 17
3 Muara Satu 11
4 Banda Sakti 18
7 Alang-alang/semak 103 1,84
8 Hutan Belukar 25 0,54
9 Perairan Darat 433 7,74
10 Lain-lain 343 6,14
Jumlah 5.589 100
Kota Lhokseumawe memiliki 4 kecamatan, yaitu Blang Mangat, Muara Dua, Muara Satu, dan Banda Sakti. Kecamatan yang memiliki luas paling besar adalah Kecamatan Muara Dua dengan luas wilayah 57.80 Km2 atau sekitar 31,92 persen, dan kecamatan yang kedua adalah 56.12 Km2 atau 31,00 persen. Terdapat 68 Gampong di Lhokseumawe.
Masing-masing kecamatan di Kota Lhokseumawe memiliki jumlah gampong atau kelurahan yang berbeda-beda.Kecamatan Blang Mangat memiliki jumlah gampong yang paling banyak yaitu sekitar 22 gampong atau kelurahan. Diikuti dengan Kecamatan Banda Sakti dengan 18 gampong atau kelurahan. Terus diikuti oleh Kecamatan Muara Dua dan Muara Satu dengan masing-masing 17 dan 11 gampong atau kelurahan.
Tabel 15
Gampong dan Luasnya di Kota Lhokseumawe
No Gampong/Kelurahan Luas Gampong atau Kelurahan
(Km2) 1 Cot Trieng 6,50 2 Paloh Punti 6,00 3 MNS. Dayah 7,50 4 Blang Panyang 3,50 5 Meuria 3,50 6 Blang Pulo 5,00 7 Bhatupat Timur 3,00 8 Padang Sakti 2,70 9 Ujong Pacu 7,40
10 Blang Naleung Mameh 1,00
11 Bhatupat Barat 9,40
Jumlah 55,90
Kecamatan Bathupat Barat memiliki luas lahan seluas 5.589 Ha. Yng terdiri atas pemukiman, industri, persawahan dan pertanian, perkebunan dan
lain-Kecamatan Muara Satu. Tidak sama halnya tadi dengan Kota Lhokseumawe Yang Juga didalam penggunaan lahan juga pemukuman yang paling besar.
Luas Gampong di kecamatan Muara Satu seluas 55.90 Km2. Gampong Bhatupat Barat memiliki luas yang paling besar yaitu 9,40 km2 diikuti MNS Dayah dan Ujong Pacuh masing-masing 7,50 km2 dan 7,40 km2. Jumlah Penduuk Gampong di Kecamatan Muara Satu adalah 31.489 jiwa yang terdiri atas laki-laki 15.667 jiwa dan perempuan 15.812 jiwa.Bhatupat Barat memiliki jumlah penduduk yang paling besar sekitar 6.870 jiwa dan yang kedua adalah Bhatupat Timur dengan jumlah penduduk 6.595 jiwa. Dan gampong yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah gampong Cot Trieng dengan jumlah penduduk 629 jiwa.
Tabel 16
Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Tiap Gampong Kecamatan Muara Satu No Gampong/Kelurahan Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Cot Trieng 287 342 629 2 Paloh Punti 790 751 1.541 3 MNS.Dayah 476 436 912 4 Blang Panyang 909 918 1.827 5 Meuria 1.214 1.233 2.447 6. Blang Pulo 2.294 2.357 4.651 7 Bhatupat Timur 3.328 3.267 6.595 8 Padang Sakti 1.127 1.162 2.289 9 Ujong Pacu 624 631 1.255
10 Blang Naleung Mameh 1.236 1.237 2.437
11 Bhatupat Barat 3.392 3.478 6.870
Jumlah 15.677 15.812 31.489
Jumlah Perangkat Gampong di Kecamatan Muara Satu adalah 137 orang. Nama-nama Gampong di Kecamatan Muara Satu adalah: Cot Trieng, Paloh Punti, Padang Sakti, Meuria Paloh. Meunasah Dayah, Blang Panyang, Ujong Pacu, Blang Pulo, Blang Naleung Mameh, Batuphat Timur, Batuphat Barat.Gampong Batuphat Barat merupakan gampong yang terbarat di Kecamatan Muara Satu yang berbatasan dengan Kecamatan Nisam, Aceh Utara, luas Gampong ini adalah 9.80 km2, jumlah penduduknya pada tahun 2009 adalah 6.870 jiwa dengan mayoritas penduduk pegawai swasta, dan tidak ada lahan persawahan di daerah ini.
Tabel 17
Perangkat Gampong di Kecamatan Muara Satu NO Nama Gampong Nama Kepala
Gampong
Masa Jabatan
Jumlah Perangkat Gampong
1 Blang Pulo Syeh Ahmad HB 4 12
2 Batuphat Timur Abd. Karim Y,SE 3.4 13
3 Naleung Mameh Maksum 3.4 13
4 Cot Trieng Badaruddin 4 12
5 Padang Sakti Ali Murtala,A.Md 3.7 13
6 Blang Panyang HM Kasem Kader 1.9 12
7 Paloh Punti Musri 2.6 13
8 Meunasah Dayah Tgk. M Ali Ismail 2.6 11
9 Meuria Paloh Muhammad, S.Ag 2.6 13
10 Ujong Pacu Tarmizi Ismail 0.9 12
11 Batuphat Barat Sulaiman Hanafiah 0.9 13
Gampong Bathupat Barat adalah Gampong yang termuda di Kecamatan Muara Satu, dan baru beralih ke gampong dari kelurahan pada tahun 2010, yang saat ini dipimpin oleh Keuchik Sulaiman Hanafiah dan membawahi 13 aparat gampongnya. Selain daripada keuchik gampong juga dipimpin oleh lembaga Tuhapuet, yang dipimping oleh Drs.Hasbi dengan 12 anggotanya. Lembaga penting lainnya di gampong adalah Imam Meunasah yang dipimpin oleh Tgk. Zulkifli Djuned. Gampong Bathupat Barat terdiri dari 4 Dusun dan memiliki fasilitas Kantor Pemerintahan Gampong dan Balai Gampong.
Struktur Pemerintahan Gampong Batuphat Barat antara lain:
Keuchik : Sulaiman Hanafiah
Tuhapet : Drs. Hasbi
Imam Meunasah : Tgk. Zulkifli Djuned
Hakim Gampong : M Yusuf G
Tuha Adat : M. Yagog
Petua Seneubak : M.Nur B
Pawang Laot : Husni Ben
Sekretaris Gampong : Ismuhar
Kaur Pemerintahan : M.Yasin
Kaur Perc & Pemb : Hasbi
Kaur Keistimewaan & Kesus : T. Zulkifli HS
Ka. Dusun Makmur : Amiruddin
Ka.Dusun Damai : M.Yusuf
Ka.Dusun Setia : Zainal Abidin
Ka.Dusun Muzakkir Walad : Amiruddin Ka.Dusun Bunga Cempaka : T. Marbawi