Rancang bangun Kota Pasuruan sebagai kota perdagangan yang akan dikembangkan adalah:
a. Menjadikan pasar-pasar tradisional di Kota Pasuruan, sebagai sentra aktivitas perdagangan, sekaligus sebagai penyanggah utama bagi pemenuhan distribusi barang jasa di wilayah tetangga (terutama masyarakat Kabupaten Pasuruan bagian timur).
b. Menjadikan Pasar Mebel Kota Pasuruan sebagai pusat perdagangan mebel terkemuka di Jawa Timur.
c. Merancang struktur perdagangan yang mampu memberikan peran besar kepada pedagang pasar tradisional.
d. Mengembangkan jalinan kemitraan pasar modern dengan Usaha Kecil Menengah (UKM).
e. Menguatkan peran struktur perdagangan yang mampu menjadi penyedia lapangan kerja utama bagi masyarakat Kota Pasuruan. 3. Kota Pasuruan Sebagai Kota Jasa
Rancang bangun Kota Pasuruan sebagai kota jasa yang akan dikembangkan adalah:
a. Menjadikan Kota Pasuruan sebagai pusat layanan jasa, yang meliputi jasa pendidikan, kesehatan, perniagaan, keuangan, pemerintahan dan perumahan.
b. Merancang struktur jasa, khususnya keuangan, yang menunjang pengembangan sektor riil dan perdagangan.
c. Menyiapkan jasa pariwisata Kota Pasuruan sebagai “
the new
emerging sub sectors
” yang diharapkan terus meningkatkan kontribusinya terhadap kesejahteraan.4. Iman dan Taqwa
Nilai-nilai iman dan taqwa masyarakat, akan melandasi pelaksanaan pembangunan Kota Pasuruan. Upaya ini tercermin dari dinamika pembangunan kota yang mampu:
a. Menjaga predikat Kota Pasuruan sebagai kota yang bermasyarakat religi, yang dicirikan dengan kentalnya pengamalan nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat.
b. Memelihara nilai-nilai kearifan lokal sebagai kota yang bermasyarakat religi, dalam kehidupan masyarakat.
c. Memperkuat peran lembaga keagamaan, terutama pesantren, dalam membentuk karakter masyarakat yang religius.
5. Sejahtera
Pelaksanaan pembangunan di Kota Pasuruan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik secara material maupun spiritual. Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah antara lain memfasilitasi, mendorong dan menjamin keberlangsungan peningkatan kegiatan perekonomian kota melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Dalam konteks ini sejahtera berarti masyarakat telah berada dalam kondisi aman dan sentosa (terlepas dari segala gangguan dan kesulitan), makmur (telah terpenuhinya seluruh kebutuhan dasarnya sesuai dengan standar hidup yang layak bagi kemanusiaan) dan tentram.
Adapun rumusan misi pembangunan Kota Pembangunan berdasarkan visi diatas, dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pendidikan;
2. Meningkatkan cakupan layanan dan kualitas kesehatan masyarakat; 3. Menciptakan kesempatan kerja dan iklim usaha yang kondusif;
4. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat secara layak; 5. Menyediakan infrastruktur kota, sarana dan prasarana dasar, serta tata
ruang/lingkungan yang nyaman;
6. Mewujudkan pelayanan publik dan tata pemerintahan yang baik; serta 7. Meningkatkan kualitas iman dan taqwa.
4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan
Dari uraian visi dan misi pembangunan Kota Pasuruan seperti yang telah diuraikan sebelumnya, maka penjabaran tujuan pembangunan Kota Pasuruan selama lima tahun ke depan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, melalui peningkatan aksesbilitas dan kualitas layanan pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah;
2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan aksesbilitas dan kualitas layanan kesehatan terutama ibu dan anak; 3. Meningkatkan kesempatan kerja, melalui penguatan peran tradeable
sectors yang bertumpu pada insdustri kecil menengah ( IKM ) dan pedagang pasar tradisional;
4. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang ditandai dengan menurunnya jumlah masyarakat miskin dan indeks pembangunan manusia di Pasuruan;
5. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur perkotaan yang layak untuk mendukung pembangunan;
6. Meningkatkan ketaatan penataan ruang yang mendukung terwujudnya kelestarian fungsi lingkungan hidup, bagi pembangunan berkelanjutan; 7. Meningkatkan kapasitas pemerintah kota dalam menyelenggarakan
pemerintahan dan pelayanan publik, dengan mendorong peran serta masyarakat dan swasta dalam pembangunan;
8. Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam suasana kehidupan yang demokratis; serta
9. Meningkatkan aktualisasi nilai-nilai relegius dalam kehidupan bermasyarakat.
Dari tujuan pembangunan diatas, adapun sasaran-sasaran pembangunan daerah Kota Pasuruan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui aksesibilitas dan pelayanan kesehatan yang berkualitas;
2. Meningkatnya aksesibilitas dan kualitas pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
3. Semakin luasnya lapangan kerja, meningkatnya efektivitas penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat lokal;
4. Meningkatnya percepatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, terutama melalui penguatan ekonomi rakyat dan investasi;
5. Meningkatnya ketersediaan dan optimasi fungsi infrastruktur, serta ditunjang dengan pengelolaan tata ruang yang mampu memelihara kualitas dan fungsi pengelolaan lingkungan hidup;
6. Terwujudnya percepatan reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik;
7. Meningkatnya kualitas pembangunan di bidang keagamaan;
8. Meningkatnya kualitas harmonisasi sosial dan penanggulangan kemiskinan.
Adapun hubungan dari penjabaran visi-misi, tujuan dan sasaran pembangunan Kota Pasuruan dapat diuraikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.1
Hubungan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kota Pasuruan
Visi Misi Tujuan Sasaran
Kota Pasuruan sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Jasa yang dilandasi Iman dan Taqwa menuju Masyarakat Sejahtera Meningkatkan partisipasi dan kualitas pendidikan Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, melalui peningkatan aksesbilitas dan kualitas layanan pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui aksesibilitas dan pelayanan kesehatan yang berkualitas
Visi Misi Tujuan Sasaran cakupan layanan dan kualitas kesehatan masyarakat derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan aksesbilitas dan kualitas layanan kesehatan
terutama ibu dan anak aksesibilitas dan kualitas pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Menciptakan kesempatan kerja dan iklim usaha yang kondusif Meningkatkan kesempatan kerja, melalui penguatan peran
tradeable
sectors
yang bertumpu pada insdustri kecil menengah ( IKM ) dan pedagang pasar tradisional Semakin luasnya lapangan kerja, meningkatnya efektivitas penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat lokal Meningkatnya percepatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, terutama melalui penguatan ekonomi rakyat dan investasiVisi Misi Tujuan Sasaran Meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat secara layak Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang ditandai dengan menurunnya jumlah masyarakat miskin dan indeks pembangunan manusia di Pasuruan Meningkatnya kualitas harmonisasi sosial dan penanggulangan kemiskinan Menyediakan infrastruktur kota, sarana dan prasarana dasar, serta tata ruang/lingkungan yang nyaman Meningkatkan ketersediaan infrastruktur perkotaan yang layak untuk mendukung pembangunan Meningkatnya ketersediaan dan optimasi fungsi infrastruktur, serta ditunjang dengan pengelolaan tata ruang yang mampu memelihara kualitas dan fungsi pengelolaan lingkungan hidup Meningkatkan ketaatan penataan ruang yang mendukung terwujudnya kelestarian fungsi lingkungan hidup, bagi pembangunan berkelanjutan Mewujudkan pelayanan publik Meningkatkan kapasitas Terwujudnya percepatan
Visi Misi Tujuan Sasaran dan tata pemerintahan yang baik pemerintah kota dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan publik, dengan mendorong peran serta masyarakat dan swasta dalam pembangunan reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam suasana kehidupan yang demokratis Meningkatkan
kualitas iman dan taqwa Meningkatkan aktualisasi nilai-nilai relegius dalam kehidupan bermasyarakat Meningkatnya kualitas pembangunan di bidang keagamaan 4.2. Isu Strategis
Isu strategis yang saat ini dihadapi oleh Kota Pasuruan antara lain: 1. Tahun 2015 merupakan Tahun Perdagangan Bebas di Tingkat Asean
(AFTA), sehingga diperlukan upaya Pemerintah Kota Pasuruan sejak awal dalam memberikan perlindungan dan pembinaan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk peningkatan sumber daya manusianya, pembinaan manajemen usaha agar produk unggulan dapat bersaing.
2. Tumbuh pesatnya pembangunan Ruko dan Perumahan di berbagai sudut wilayah kota, dimana satu sisi menunjukkan bahwa kota Pasuruan memang mempunyai potensi pengembangan perdagangan dan jasa, satu sisi yang lain perlu adanya perlindungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah agar dapat tetap berusaha.
3. Belum optimalnya pemanfaatan potensi ekonomi wilayah, seperti pengembangan pelabuhan, revitalisasi RPH, optimalisasi terminal, pembangunan pasar di wilayah timur Kota Pasuruan.
4. Belum terpenuhinya secara optimal kebutuhan dasar masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta sanitasi sesuai yang ditargetkan dalam Millenium Development Goals (MDGs).
5. Pemantapan di bidang infrastruktur dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kota Pasuruan, khususnya di wilayah utara Kota Pasuruan dengan Pembangunan Jalan Lingkar Utara.
6. Permasalahan banjir yang perlu ditangani secara terpadu antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kota Pasuruan
4.3. Tema
Dari uraian visi dan misi diatas dan bertolak ukur dari tujuan dan sasaran pembangunan, berpedoman pada prioritas pembangunan Kota Pasuruan, berdasarkan isu strategis, serta sebagai kelanjutan dari RKPD tahun-tahun sebelumnya, RKPD Tahun 2015 ini mengambil tema, “
Pemantapan
Perekonomian Daerah melalui Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan dan
Jasa dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kota Pasuruan
”. Dengan tema ini, diharapkan rencana program dan kegiatan pembangunan yang telah dirancang mampu mengakomodir permasalahan-permasalahan yang saat ini dihadapi dalam pembangunan Kota Pasuruan. Dalam rangka mencapai tujuan masyarakat Kota Pasuruan yang sejahtera, pembangunan diprioritaskan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui beberapa sektor utama,4.4. Prioritas Pembangunan Tahun 2015
Prioritas pembangunan berdasarkan isu strategis pembangunan daerah Kota Pasuruan dan tema RKPD Kota Pasuruan Tahun 2015 yang telah diuraikan sebelumnya, maka prioritas pembangunan tahun 2015 diarahkan sebagai berikut:
1. Pemberdayaan usaha mikro, kecil & menengah serta peningkatan iklim investasi usaha;
Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi memiliki peran besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan. Sesuai dengan tema RKPD Kota Pasuruan Tahun 2015, pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu prioritas utama yang mendukung visi dan misi Walikota dalam mewujudkan masyarakat Kota Pasuruan yang sejahtera. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh beberapa faktor, antara lain faktor sumber daya manusia, sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya dan faktor modal.
Beberapa ahli ekonomi memandang bahwa pembentukan investasi merupakan faktor penting yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Sementara itu kondisinya, pelayanan perijinan investasi belum efisien dan biaya perijinan investasi masih tinggi dan terbatasnya infrastruktur pendukung.
2. Pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur;
Pembangunan infrastruktur adalah bagian integral dari pembangunan regional maupun nasional. Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi, baik barang maupun penumpang. Ketersediaan infrastruktur yang memadai dan berkesinambungan merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta untuk meningkatkan daya saing global.
3. Perluasan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan;
Perluasan lapangan kerja dengan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah dan mutu yang makin meningkat, merupakan sebuah keniscayaan
kebutuhan untuk menyerap angkatan kerja baru yang terus bertambah setiap tahun. Perluasan lapangan kerja di berbagai sektor, terutama sektor pertanian, industri dan jasa serta perlindungan tenaga kerja, diharapkan mampu mengurangi jumlah penganggur maupun setengah penganggur, dan kesenjangan produktivitas antar-sektor.
4. Peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat;
Seiring meningkatnya jumlah penduduk Kota Pasuruan dari tahun ke tahun, maka kompleksitas dan kuantitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) juga turut meningkat sejalan perkembangan dan perubahan kondisi sosial masyarakat. Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), khususnya fakir miskin, jika tidak dilakukan secara tepat akan berakibat pada kesenjangan sosial yang makin meluas dan berdampak pada melemahnya ketahanan sosial masyarakat, serta dapat mendorong terjadinya konflik sosial.
5. Peningkatan ketenteraman dan ketertiban, serta harmoni sosial;
Pergeseran sosial yang ekstrim, disebabkan oleh penetrasi budaya yang tinggi, ditandai oleh perubahan orientasi dan gaya hidup. Fenomena yang tampak adalah ketimpangan perilaku yang semakin permisif yang menimbulkan perilaku dekadensi moral. Hal ini dapat meningkatkan angka kriminalitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Gangguan keamanan dan ketertiban membutuhkan penanganan optimal agar kenyamanan dan ketertiban penduduk dapat terjaga.
6. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan pendidikan;
Pendidikan mempunyai peranan strategis dalam pembangunan baik itu nasional maupun pembangunan daerah Kota Pasuruan untuk mencapai bangsa yang maju, mandiri dan beradab. Oleh karena itu, Pemerintah telah menetapkan bahwa pembangunan pendidikan merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan daerah sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pasuruan 2010-2015. Pemerintah Kota Pasuruan terus berupaya memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan untuk meningkatkan
seluruh anak bangsa. Sebagaimana ditegaskan dalam UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan Pemerintah mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Pendidikan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam memasuki era persaingan global yang sarat dengan persaingan antarbangsa yang sangat ketat.
Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pembangunan pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan di tingkat lokal, nasional dan global.
Di lingkup internal, pembangunan pendidikan di Kota Pasuruan Tahun 2014 ini selain dititikberatkan pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung juga difokuskan dalam peningkatan layanan manajemen, peningkatan kualitas tenaga pendidik, evaluasi prestasi akademik dan penyusunan silabus kurikulum. Sementara itu, pengembangan Adiwiyata kini juga merambah ke lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
7. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan;
Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sangat penting untuk peningkatan produktivitas sumber daya manusia, sebab hanya sumber daya manusia yang sehat, yang dapat beraktivitas dan mengembangkan diri. Pembangunan kesehatan merupakan upaya memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak rakyat memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas. Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam kaitannya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Reformasi birokrasi merupakan salah satu agenda pokok yang tak terpisahkan dari otonomi daerah. Reformasi birokrasi merupakan sarana untuk membuat sistem administratif menjadi instrumen yang lebih efektif bagi perubahan sosial, serta instrumen yang lebih baik. Sementara itu, pelayanan publik dewasa ini menjadi isu yang kian strategis karena kualitas kinerja birokrasi pelayanan publik memiliki implikasi.
9. Peningkatan peran perempuan dan perlindungan anak;
Mengingat betapa pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan Kota Pasuruan, maka dituntut kepedulian konkret yang lebih besar dengan menempatkannya sebagai salah satu bidang program dengan tujuan kian mempercepat terciptanya kesetaraan gender dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat Kota Pasuruan, tidak terbatas dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kebijakan, program dan proyek pembangunan.Perluasan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan;
10. Peningkatan peran pemuda dan keolahragaan;
Pemuda sebagai bagian dari penduduk merupakan aset pembangunan bangsa, terutama dalam bidang ekonomi. Pembangunan kepemudaan dan keolahragaan merupakan mata rantai yang tak terpisahkan dari sasaran pembangunan manusia seutuhnya. Perkembangan organisasi kepemudaan di Kota Pasuruan dapat dikatakan mengalami peningkatan. Namun demikian, pembinaan olahraga belum tertata secara sistematis dan ketersediaan ruang publik dan fasilitas olahraga tidak bertambah bahkan cenderung menurun.
11. Pengelolaan lingkungan hidup dan penataan ruang;
Kerusakan lingkungan hidup akan membawa kerugian sosial ekonomi yang sangat besar bagi penduduk yang bermukim di wilayah itu khususnya, dan masyarakat secara keseluruhan. Karena itu, pembangunan ekonomi harus diarahkan pada kegiatan yang ramah lingkungan sehingga pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan dapat dikendalikan, serta diarahkan pula pada pengembangan ekonomi yang lebih memanfaatkan jasa lingkungan.
Derasnya arus globalisasi telah mengikis nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Kota Pasuruan. Pembangunan di bidang kebudayaan, diarahkan untuk mempertahankan eksistensi nilai-nilai kearifan lokal yang semakin
ter-marginal
-kan. Kota Pasuruan yang dikenal dengan julukan “Kota Santri” menimbulkan komitmen untuk senantiasa mengajarkan nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, melalui pembangunan bidang keagamaan inilah akan timbul peningkatan aktualisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Pasuruan, dalam bingkai kesalehan sosial.Tabel 4.2.
PRIORITAS PAGU ANGGARAN SKPD TAHUN 2014 MENURUT PRIORITAS PEMBANGUNAN
No Jenis Prioritas 2013 2014 2015
Nilai Prosentase Nilai Prosentase Nilai Prosentase 1 Peningkatan aksesibilitas dan kualitas
pelayanan pendidikan
24.348.435.525 11,23% 18.281.351.775 7,73% 26.350.121.000 6,11% 2 Peningkatan aksesibilitas dan kualitas
pelayanan kesehatan
56.055.565.480 25,84% 37.573.862.831 15,89% 53.129.414.008 12,32% 3 Perluasan lapangan kerja dan
penanggulangan kemiskinan
3.335.186.340 1,54% 4.630.081.795 1,96% 7.298.432.502 1,69% 4 Peningkatan kesejahteraan sosial
masyarakat
4.061.450.675 1,87% 3.147.056.485 1,33% 8.062.068.757 1,87% 5 Peningkatan peran perempuan dan
perlindungan anak
1.320.821.200 0,61% 1.680.427.700 0,71% 1.720.613.100 0,40% 6 Peningkatan peran pemuda dan
keolahragaan
1.083.700.000 0,50% 1.070.699.300 0,45% 1.845.000.000 0,43% 7 Pemberdayaan usaha mikro, kecil &
menengah serta peningkatan iklim investasi usaha
12.058.590.465 5,56% 11.288.117.362 4,77% 19.894.990.701 4,61%
8 Pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur
47.420.202.813 21,86% 104.102.944.500 44,01% 235.395.786.664 54,58% 9 Pengelolaan lingkungan hidup dan
penataan ruang
6.622.300.219 3,05% 5.635.199.965 2,38% 10.459.742.113 2,43% 10 Reformasi birokrasi dan peningkatan
pelayanan publik
47.902.689.377 22,09% 37.766.009.441 15,97% 47.960.188.083 11,12% 11 Peningkatan ketenteraman dan
ketertiban, serta harmoni sosial
7.647.699.475 3,53% 8.090.035.925 3,42% 11.334.588.570 2,63% 12 Peningkatan kearifan lokal dan kesalehan
sosial
5.044.805.100 2,33% 3.262.641.975 1,38% 7.865.863.675 1,82% Total 216.901.446.669 100,00% 236.528.429.054 100,00% 431.316.809.172 100,00%
BAB 5
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
Rencana program dan kegiatan prioritas daerah tahun 2015 yang akan diuraikan pada Bab V ini, merupakan formulasi dari rangkaian pembahasan substansi program dan kegiatan yang telah dibahas sebelumnya pada Bab II sampai dengan Bab IV. Adapun penjabarannya disajikan dalam bentuk uraian yang terdiri dari: Rencana Program dan Kegiatan Tematik; Rencana Program dan Kegiatan Non Tematik; serta Matrik Rencana Program dan Kegiatan.
Mengenai penyajian Matrik Rencana Program dan Kegiatan yang digunakan dalam Bab V ini adalah mengacu kepada: (i) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; (ii) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan.
Pelaksanaan pembangunan Kota Pasuruan diselenggarakan dalam 18 urusan wajib dan 7 urusan pilihan. Penyelenggaraan 18 urusan wajib dan 7 urusan pilihan tersebut akan diikuti dengan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan. Program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah input timbal-balik dari rencana strategis (renstra) SKPD yang disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari masing-masing SKPD dan ditunjang dengan hasil musyawarah rencana pembangunan daerah (musrenbangda), dimana secara vertikal menghubungkan proses perencanaan “
bottom-up
” dan “top-down
”.Melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan sampai tingkat Kota Pasuruan, dapat diidentifikasi berbagai usulan kegiatan tahun 2015 yang telah dipilah dan dipilih dalam rangka menjawab permasalahan dan pencapaian target pembangunan.
Patut disadari bahwa program/kegiatan pembangunan yang tercantum dalam RKPD ini, bukanlah domain tunggal yang menentukan keberhasilan pembangunan di Kota Pasuruan; namun hanya bersifat stimulan yang
karena itu sinergitas seluruh pemangkukepentingan pembangunan Kota Pasuruan diperlukan demi tercapainya kesatuan gerak dan langkah dalam mencapai sasaran-sasaran pembangunan Kota Pasuruan Tahun 2015.
BAB 6 PENUTUP
RKPD Kota Pasuruan Tahun 2015 memuat gambaran umum dan permasalahan pokok daerah , rancangan ekonomi makro, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaan yang bersifat indikatif. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, RKPD Kota Pasuruan Tahun 2014 ini merupakan pedoman untuk penyusunan rancangan APBD Kota Pasuruan Tahun 2015. Dokumen ini berfungsi sebagai acuan dan pedoman bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Pasuruan dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan umum, serta menjadi acuan bagi masyarakat untuk mewujudkan partisipasinya dalam pembangunan daerah
RKPD Tahun 2015 berlaku sejak tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan tanggal 31 Desember 2015. Langkah-langkah persiapan dimulai sejak tanggal
ditetapkan hingga pelaksanaannya. Penentu keberhasilan pelaksanaan RKPD Tahun 2015 adalah sikap mental, tekad, semangat, ketaatan dan disiplin dan dukungan dari seluruh subyek pelaksana pembangunan, baik itu para penyelenggara pemerintahan, masyarakat maupun swasta.
Oleh karena itu, seluruh penyelenggara pemerintahan, dengan dukungan masyarakat dan swasta, perlu secara bersungguh-sungguh melaksanakan Program dan Kegiatan Pembangunan yang sesuai dengan visi dan misi Kepala Daerah sebagaimana yang tertuang dalam RKPD Tahun 2015, agar mampu memberikan hasil pembangunan yang dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat Kota Pasuruan.
Walikota Pasuruan