LANDASAN TEORI
1. Kreativitas Belajar Siswa
a. Pengertian kreativitas belajar siswa 1) Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru disini bukan berarti harus sama sekali baru,tetapi dapat juga sebagai kombinasi dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya1. Kreativitas juga merupakan pengembangan dari kedua belahan otak, yaitu otak kanan dan belahan otak kiri2. Yang dimaksudkan dengan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada, dalam arti sudah ada sebelumnya, atau sudah dikenal sebelumnya. Adalah sebuah pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama hidupnya. Disini termasuk segala pengetahuan yang telah diperolahnya baik selama dibangku sekolah maupun diperolehnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian jelaslah bahwa semakin banyak pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki seseorang semakin banyak kemungkinan dia memanfaatkan dan menggunakan segala
1Mohammad Ali dan Mohammad Asrori,Psikologi Remaja,.(Jakarta:PT Bumi Aksara,2014)., hal...41
2Anas Salahudin dan Irwanto Alkrienciehie, pendidikan karakter pendidikan berbasis agama dan budaya bangsa, (Bandung:Pustaka Setia,2013) hal...304
12
pengalaman dan pengetahuan tersebut untuk bersibuk diri secara kreatif. Biasanya orang mengartikan kreativitas sebagai daya cipta, sebagai kemampuan unuk menciptakan hal-hal yang baru sama sekali tetapi merupakan gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.
Rhodes menganalisis lebih dari 40 definisi tentang kreativitas menyimpulkan bahwa pada umumnya kreativitas dirumuskan dalam istilah pribadi (person), proses (process), dorongan (press), dan produk (product)3. Rhodes menyebut keempat jenis definisi kreativitas ini sebagai Four P’s of Creativity. Berikut beberapa definisi tentang kreativitas menurut para pakar:
(1) Pribadi
Menurut Hulbeck “creativity is an imposing of one’s own whole personality on the environment in a unique and characteristic way”. Tindakan kreatif muncul dari keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi tentang kreativitas yang juga menekankan aspek pribadi diberikan Sternberg dalam
“three facet model of creativity”, yaitu “kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut
3Utami Munandar,Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat,(Jakarta:RinekaCipta, Cet.3 ,2009),hal...20
psikologis, yaitu intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian atau motivasi.
(2) Proses
Definisi tentang proses kreatif dari Torrance pada dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu: “The process of (1) sensing difficulties, problem, gaps in information, missing elements, something asked;
(2) making guesses and formulating hypotheses about these deficiencies; (3 )evaluating and testing these guesses and hypotheses; (4) possibly revising and retesting them; and finally (5) communicating the results”
Definisi Torrance ini meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil4. Wallas dalam Nana Syaodih mengemukakan ada 4 tahap perbuatan atau kegiatan kreatif, yaitu:
a. Tahap persiapan atau preparation, merupakan tahap awal berisi kegiatan pengenalan masalah, pengumpulan data informasi yang relevan, melihat hubungan antara hipotesis dengan kaidah-kaidah yang ada, tetapi belum sampai menemukan sesuatu, baru menjajagi kemungkinan-kemungkinan.
4ibid. ,hal...21
b. Tahap pematangan atau incubation, merupakan tahap menjelaskan, membatasi, membandingkan masalah.
Dengan proses inkubasi atau pematangan ini diharapkan ada pemisahan mana hal-hal yang benar-benar penting dan mana yang tidak, mana yang relevan dan mana yang tidak.
c. Tahap pemahaman atau illumination, merupakan tahap mencari dan menemukan kunci pemecahan, menghimpun informasi dari luar untuk dianalisis dan disintesiskan, kemudian merumuskan beberapa keputusan.
d. Tahap pengetesan atau verification, merupakan tahap mentes dan membuktikan hipotesis, apakah keputusan yang diambil itu tepat atau tidak.
(3) Produk
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan orisinalitas, seperti definisi dari Barron yang menyatakan bahwa “kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.” Begitu pula menurut Haefele “kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial.” Definisi Haefele ini menekankan bahwa suatu produk kreatif tidak hanya harus baru tetapi juga diakui
dan bermakna. Amabile mendefinisikan kreativitas sebagai produksi suatu respons atau karya yang baru dan sesuai dengan tugas yang dihadapi.
(4) Pendorong
Definisi keempat menekankan kreativitas pada faktor press atau dorongan, baik dorongan internal (dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk menciptakan dan bersibuk diri secara kreatif ) maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Definisi Simpson merujuk pada aspek dorongan internal, yaitu kemampuan kreatif yang dirumuskan sebagai “the initiative that one manifers by his power to break away from the usual sequence of thought”. Menurut Amabile kreativitas tidak hanya bergantung pada keterampilan dalam bidang dan berfikir kreatif, tetapi juga pada motivasi intrinsik (pendorong internal) untuk bersibuk diri dalam bekerja, dan pada lingkungan sosial yang kondusif (pendorong eksternal)5.
Kreativitas sebenarnya merupakan istilah umum untuk hal-hal yang berkaitan. Ada kretivitas artistik (artistic creativity) menulis buku, melukis atau mengubah musik yang memang dimiliki secara alamiiah. Ada kreativitas penemuan (creatvity of
5ibid.,hal...20-21
discovery), seperti Archimedes yang keluar dari kamar mandinya dan berteriak ‘Eureka’ atau lahirnya suatu konsep baru. Dan kreativitas humor(creativity of humor). Humor bersifat special karena memandang dunia ini dari sudut pandang yang berbeda, dan cara seperti itu penting dalam kreativitas6.
Karakteristik orang yang kreatif yaitu:
(1) Hendaknya kepekaannya terhadap berbagai permasalahan itu sangat besar. Dengan kesederhanaan yang dimiliki oleh orang yang kreatif itu dapat menjadikannya peka terhadap berbagai permasalahan, dan aktif dalam menyelesaikannya dengan menemukan gaya atau langkah-langkah yang baru.
(2) Hendaknya mampu memperluas jaringan pemikirannya dari yang biasa menjadi luar biasa, dan memiliki kemampuan yang besar dalam memberikan respon yang berbeda dalam menghadapi berbagai situasi, pemikiran, dan problematika.
(3) Peka terhadap keindahan. Keindahan ini terwujud dari berbagai keistimewaan yang agung dan faedah yang banyak.
Kepekaan terhadap keindahan itu merupakan cara penting untuk berfikir baik. Karena kepekaan ini mampu menggerakkan hati, dan memungkinkan untuk memunculkan
6Brian Clegg, Paul Birch. Instant Creativity cara instan meningkatkan kreativitas.
(London : Erlangga ,2006) hal...6
suatu kekuatan yang besar dari hati tersebut untuk berfikir baik dan berdaya cipta7.
Kreativitas sebagai suatu proses rasionalisasi maksudnya adalah bahwa kreativitas itu merupakan hasil dari pemikiran yang kreatif. Sebagian orang memiliki kemampuan yang sederhana untuk berfikir atau berkreasi. Sedangkan sebagian lainya memiliki kemampuan yang banyak untuk berkreativitas dan menciptakan hal-hal yang baru.
Seorang pribadi yang kreatif mampu untuk memberikan kita suatu pemikiran baru atas permasalahan-permasalahan yang kita hadapi, baik yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari atau berkaitan dengan kajian-kajian pratikum. Sedangkan bakat kreatif berarti proses rasionalisasi atau merupakan suatu produk akal.
Pemikiran yang kreatif itu merupakan perwujudan dari kemampuan akal yang dihasilkan melalui empat fase8:
a) Fase persiapan yakni menyiapkan suatu kehidupan yang kreatif untuk dapat menghasilkan suatu kreasi
b) Fase pengasuhan yaitu fase pertengahan antara kesiapan dan inspirasi untuk berfikir
7Syaikh Amal Abdus-Salam Al-khalili,Mengembangkan Kreativitas Anak, (Jakarta:Pustaka Al-kautsar cetakan pertama,2005) hal...53
8ibid., hal...30
c) Fase insipirasi fase ini diimplimentasikan dengan munculnya solusi yang kreatif dengan cara spontan d) Fase realisasi dalam fase ini diupayakan adanya
penjelasan mengenai kebenaran apa yang direalisasikan dari kreasi atau inovasinya dengan cara meletakkannya untuk diuji cobakan demi memperoleh keterangan mengenai kebenarannya.
2) Belajar
Belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. Kitapun hidup menurut hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari. Belajar itu bukan sekedar pengalaman. Belajar itu adalah suatu proses, dan bukan suatu hasil. Karena itu, belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan9. Dan belajar merupakan suatu usaha sadar individu untuk mencapai tujuan peningkatan diri atau perubahan diri melalui latihan-latihan dan pengulangan-pengulangan dan perubahan yang terjadi bukan karena peristiwa kebetulan. Belajar merupakan suatu kegiatan
9Abu Ahmad danWidodo Supriyono. Psikologi Belajar. (Jakarta: Rineka, Cipta Cet-kedua, 2008)hal...127
disengaja yang bertujuan mencapai suatu hasil belajar, kepandaian atau kemahiran baru yang dapat digunakan dalam kehidupan Mulyati . Belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan, yaitu memperoleh informasi baru, transformasi, dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. Informasi baru merupakan penghalusan informasi sebelumnya yang kemudian ditransformasikan.Pada tahap transformasi, seseorang memperlakukan pengetahuan agar cocok.
Menurut Dedi Supriadi, kemauan untuk belajar harus dikembangkan tanpa harus mutlak meniru atau sebaliknya.10 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan, perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak diketahui atau dikenalnya untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakan sampai pada suatu saat untuk dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu.
3) Siswa
Menurut kamus besar bahasa indonesia siswa adalah murid : pelajar11. Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan,
10Anas Salahudin dan Irwanto Alkrienciehie. op.cit., hal...296
11 Antom m.Moeliono,”Kamus Besar Bahasa Indonesia”,(Jakarta: Balai Pustaka) hal...1077
sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu komponen pendidikan, siswa dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan social, pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis.
Siswa digambarakan sebagai sosok yang membutuhkan bantuan orang lain untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Selain memperoleh ilmu pengetahuan siswa juga mengalami perkembangan serta pertumbuhan dari kegiatan pendidikan tersebut.
Menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional:
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.12
Berdasarkan uraian tentang kreativitas dan belajar siswa di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa kreativitas belajar siswa yang dimaksud adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh anak didik (siswa) dalam proses pembelajaran atau mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya baik dalam ranah kognitif, afektif, psikomotorik.
12Anas Salahudin dan Irwanto Alkrienciehie. op.cit., hal...41
Kreativitas belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan siswa dalam belajar dan memegang peranan penting dalam pencapaian keberhasilan pembelajaran. Menurut Usman siswa yang memiliki kreativitas dalam pembelajaran akan diketahui dengan menunjukkan tingkat kreativitasnya dalam berbagai kegiatan. Mereka selalu ingin memecahkan persolan-persoalan, berani menanggung resiko yang sulit sekalipun, kadang-kadang destruktif di samping konstruktif, lebih senang bekerja sendiri dan percaya pada diri sendiri.
b. Karakteristik kreativitas
Berbagai karakteristik atau ciri kreativitas seperti dibawah ini:
Menurut Utami munandar ciri-ciri kreativitas adalah:
1. Senang mencari pengalaman baru 2. Memiliki inisiatif
3. Memiliki ketekunan yang tinggi
4. Memiliki keasyikan dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit 5. Cenderung kritis terhadap orang lain
6. Berani menyatakan pendapat dan keyakinannya 7. Selalu ingin tahu
8. Peka atau perasa 9. Enerjik dan ulet
10. Menyukai tugas-tugas yang majemuk 11. Percaya kepada diri sendiri
12. Mempunyai rasa humor 13. Memiliki rasa keindahan
14. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi13
Adapun Torrance mengemukakan karakteristik kreativitas sebagai berikut:
1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar 2. Tekun dan tidak mudah bosan 3. Percaya diri dan mandiri
4. Merasa tertantang oleh kemajemukan atau kompleksitas 5. Berani mengambil resiko
6. Berfikir divergen14
Kreativitas sebagaimana yang didefenisikan Williams memiliki beberapa aspek mendasar yang menyusunnya, yaitu:
a. Ketangkasan yaitu kemampuan untuk menghasilkan pemikiran atau pertanyaan dalam jumlah yang banyak
b. Fleksibilitas yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak macam pemikiran dan mudah berpindah dari jenis pemikiran tertentu kepada jenis pemikiran lainnya
c. Orisinalitas yaitu kemampuan untuk berfikir dengan cara yang baru atau dengan ungkapan yang unik dan kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran jenius yang lebih banyak
13Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. op.cit., hal...52
14ibid., hal...53
daripada pemikiran yang telah menyebar atau telah jelas diketahui
d. Elaborasi yaitu kemampuan untuk menambah hal-hal yang detil dan baru atas pemikiran-pemikiran atau suatu hasil produk tertentu15
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas yaitu diungkapkan oleh beberapa ahli diantaranya menurut Utami Munandar:
1. Usia
2. Tingkat pendidikan orang tua 3. Tersedianya fasilitas
4. Penggunaan waktu luang16
Clark mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas :
1. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan 2. Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak
pertanyaan
3. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu 4. Situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian
5. Situasi yang menekankan inisiatif diri utuk menggali, mengamati, bertanya, merasa, mengklasifikasikan, mencatat,menerjemahkan, memperkirakan, menguji hasil perkiraan dan mengomunikasikan.
15Syaikh Amal Abdus-Salam Al-khalili. op.cit., hal...29
16Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. op.cit., hal...53
6. Perhatian dari orang tua terhadap minat anaknya ,stimulasi dari lingkungan sekolah dan motivasi17
d. Indikator Kreativitas belajar
Selanjutnya untuk melengkapi uraian mengenai faktor yang mempengaruhi kreativitas belajar siswa, perlu dikemukakan adanya beberapa indikator kreativitas sebagai berikut:
1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar 2. Mandiri
3. Mempunyai kemauan keras untuk menyelesaikan tugas 4. Mampu menyatakan sebuah pendapat
5. Menciptakan situasi belajar yang dapat menumbuhkan daya fikir 6. Memiliki daya imajinatif yang kuat
7. Mampu menerapkan suatu prinsip atau teori 8. Memiliki dan menghargai sebuah keindahan 1. Hasil Beajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan pencapaian tujuan belajar dan produk dari proses belajar. Menurut Anni hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Seseorang dapat dikatakan telah belajar sesuatu apabila dalam dirinya telah terjadi suatu perubahan. Akan tetapi tidak semua perubahan yang terjadi pada diri seseorang terjadi karena proses
17ibid., hal...54
belajar. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan seseorang tanpa melalui proses belajar, contohnya: perubahan akibat kematangan, perubahan kondisi fisik, mental dan perubahan yang tidak bertahan lama18.
b. Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli
Sebagai landasan penguraian megenai apa yang dimaksud dengan belajar, para ahli akan mengemukakan beberapa defenisi sebagai berikut:
i. Hilgard dan Bower, mengemukakan belajar adalah berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang
ii. Gagne, menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.
iii. Morgan mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman
iv. Witherington mengemukakan belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola dari
18Noor Lailatul Fajriyyah, Pengaruh Disiplin Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Hasil Belajar(2009)
pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan,kepandaian atau suatu pengertian.19
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
Menurut Slameto dan Suryabrata secara garis besarnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil (prestasi) belajar dapat dikelompokkan atas20:
a. Faktor Internal Faktor yang menyangkut seluruh pribadi termasuk kondisi fisik maupun mental atau psikis. Faktor internal ini sering disebut faktor instrinsik yang meliputi kondisi fisiologi dan kondisi psikologis yang mencakup minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan lain-lain.
b. Faktor Eksternal
Faktor yang bersumber dari luar diri individu yang bersangkutan. Faktor ini sering disebut dengan faktor ekstrinsik yang meliputi segala sesuatu yang berasal dari luar diri individu yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya baik itu di lingkungan sosial maupun lingkungan lain21
c. Faktor kelelahan.
a. Kelelahan Jasmani.
19M.Ngalim Purwanto,Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,cet.ke-23,2007), hal...84
20St. Hasmiah Mustamin, Sri Sulasteri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Alauddin Makassar,(Makasar: Vol. 1 No. 1,2013) hal...154-156
21ibid., hal...154-156
Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbulnya kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena terjadi kekacauan sisa pembakaran dalam tubuh, sehingga darah tidak atau kurang lancer pada bagian-bagian tertentu.
b. Kelelahan Rohani.
Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu. Hilang kelelahan itu sangat terasa pada bagian kepala dengan pusing-pusing sehingga sulit untuk berkonsentrasi, seolah-olah otak kehabisan daya untuk belajar.
Kelelahan jasmani dan rohani dapat dihilangkan dengan cara-cara:
1. Tidur 2. Istirahat.
3. Menggunakan variasi dalam belajar mengajar
4. Menggunakan obat-obatan yang bersifat melancarkan peredaran darah, misalnya obat gosok.
5. Rekreasi dan ibadah yang teratur.
6. Olahraga yang teratur.
7. Mengimbangi makan dengan makanan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.
8. Jika kelelahan sangat serius, cepat-cepat menghubungi seorang ahli.22
Menurut Syah faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni23:
1) Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni kondisi jasmani dan rohani siswa.
2) Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa.
3) Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
Dalyono mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut24:
a. Faktor internal (yang berasal dari dalam diri) 1) Kesehatan
2) Intelegensi dan bakat 3) Minat dan motivasi 4) Cara belajar
22Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, cet. Ke-4,2003) hal...58-59
23Ahmad Syarifuddin, Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Belajar Dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhinya,(Palembang: Vol. XVI, No. 01,2011),hal...124
24ibid., hal...124-125
b. Faktor eksternal (yang bersal dari luar diri) 1) Keluarga
2) Sekolah 3) Masyarakat
4) Lingkungan sekitar.
Menurut Djaali, ada banyak faktor yang mempengaruhi belajar antara lain25:
a) Motivasi b) Sikap c) Minat
d) Kebiasaan belajar e) Konsep diri.
Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, dibedakan menjadi dua golongan:
1) Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri atau yang kita sebut dengan faktor individual. Yang termasuk faktor individual antara lain faktor kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi.
2) Faktor yang ada diluar individu atau yang kita sebut faktor sosial. Yang termasuk faktor sosial antara lain: faktor
25Ahmad Syarifuddin. op.cit., hal...125
keluarga (rumah tangga), guru dan cara mengajarnya, alat alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia dan motivasi sosial.26
Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa tak dapat diragukan. Intelegensi sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Ini bermakna, semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa, maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi seorang siswa, maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses.27
Disamping faktor-faktor internal dan eksternal siswa, faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajarn siswa. Pendekatan belajar dapat dibagi menjadi 3 macam tingkatan, yaitu: pendekatan tinggi (speculative dan achaleving), pendekatan menengah (analytical dan deep), pendekatan rendah (reproductive dan survive). Seorang siswa yang terbiasa menerapkan pendekatan belajar speculative, mungkin sekali berpeluang untuk meraih hasil belajar yang bermutu daripada siswa yang menggunakan pendekatan reproductive.28
26ibid., hal...125
27Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, cet.ke-3, 1997) hal...132-133
28ibid., hal...138-141
2. Pemodelan Perangkat Lunak