• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.7 Kredibilitas Influencer

Perusahaan menggunakan cara lain dalam melakukan promosi dengan soft selling menggunakan influencer. Influencer umumnya memiliki followers yang banyak, dan target audience yang jelas, sehingga perusahaan dapat dengan mudah memilih influencer sesuai dengan passion mereka, dengan demikian target audience pun tepat sasaran. Hal tersebut membuat influencer sebagai salah satu pilihan yang digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produk atau jasa mereka (Shiya, 2019: 17-18).

Menurut Rong-Ho Lin et al., (2019: 35). kredibilitas influencer sangat penting karena dapat memelihara efektivitas dan meningkatkan merek. Sumber kredibilitas mengacu pada sejauh mana seseorang menganggap sumber atau orang tersebut kredibel dan merupakan kontributor signifikan terhadap efektivitas iklan. Kredibilitas influencer sangat penting untuk audience dapat menerima informasi yang diberikan oleh influencer sebagai sumber informasi kepada pengikutnya sebagai media komunikan (Michael Reivin et al., 2021:

145).

Menurut Schouten et al., (2019) dalam Nofiawaty et al., (2020: 21) penggunaan selebriti/influencer adalah cara populer bagi pemasar untuk mempromosikan merek, produk, dan layanan mereka. Dengan mentransfer citra dan karakteristik positif seorang selebriti/influencer ke dalam merek, pemasar bertujuan untuk memicu niat konsumen untuk membeli atau menggunakan produk atau layanan yang didukung.

Kredibilitas influencer dapat terlihat dari kepercayaan konsumen terhadap perkataan yang disampaikan oleh influencer tersebut seperti misalnya seseorang influencer mempromosikan produk dari suatu brand kemudian berdampak pada meningkatnya penjualan produk. Sehingga, dapat terlihat jika influencer memiliki kekuatan untuk memengaruhi pikiran konsumen untuk membeli produk yang dipromosikan dan konsumen pun memiliki kepercayaan terhadap influencer. Oleh karena itu, penggunaan influencer banyak digemari oleh berbagai brand atau perusahaan karena memang aktifitas public speaking ini dapat meningkatkan penjualan.

15 2.1.8 Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian, produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan segmentasi targeting dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. (Heri Sudarsono, 2020: 15).

Perilaku pembelian konsumen adalah hasil dari kebutuhan dan keinginan konsumen, dan mereka membeli untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan tersebut. Meski terdengar sederhana, kebutuhan ini bisa bermacam-macam tergantung pada faktor pribadi seperti usia, psikologi dan kepribadian. Selain itu, ada beberapa faktor eksternal lain yang luas dan di luar kendali konsumen (Vincenzo, 2019: 43).

Perilaku konsumen adalah hal yang berhubungan dengan berbagai tahapan yang dilalui konsumen sebelum membeli produk atau jasa untuk akhirnya dikonsumsi (Naliniben, 2013: 2). Dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen merupakan tindakan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan dengan melewati serangkaian proses dan faktor-faktor penentu.

2.1.9 Keputusan Pembelian

Menurut Dwi Rachmawati et al., (2019: 1342) pada dasarnya, keputusan pembelian adalah suatu tindakan atau perilaku pelanggan untuk melakukan pembelian atau transaksi. Saat melakukan pembelian, konsumen dihadapkan pada beberapa pilihan dari beberapa produk yang ada, sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Secara garis besar keputusan untuk membeli dapat mengarah pada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut (Bob, 2016: 4).

Menurut Tjiptono & Diana (2015) dalam Lina (2020: 15) keputusan pembelian adalah serangkaian proses yang dimulai ketika konsumen menyadari masalah, mencari informasi tentang produk atau merek tertentu, dan mengevaluasi produk atau merek, seberapa baik setiap alternatif dapat memecahkan masalah, yang kemudian merupakan serangkaian proses yang mengarah pada keputusan pembelian. Keputusan pembelian adalah proses integrasi yang menggabungkan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau

16 lebih perilaku alternatif dan memilih salah satunya. Ketika konsumen tidak memiliki pengalaman dengan produk, mereka cenderung percaya merek terkenal (Luh Gede et al., 2020: 2).

Menurut Jhanghiz & Andy (2018: 59) keputusan pembelian adalah proses yang dilalui pelanggan untuk memutuskan merek mana yang akan dibeli.

Keputusan pembelian merupakan tahap akhir dalam perilaku konsumen.

Keputusan pembelian dipahami sebagai tindakan membeli atau memutuskan untuk membeli tanpa ragu-ragu, hanya menunggu barang yang akan diterima dan dibayar (Thi Hong & Xuan Truong, 2020: 76). Disimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan aktivitas akhir konsumen untuk melakukan pembelian produk dari serangkaian proses yang dilalui terhadap segala pilihan yang dihadapkan pada konsumen.

2.1.10 Proses Keputusan Pembelian

Menurut Kotler & Armstrong (2012) dalam Jhanghiz & Andy (2018: 59-60) keputusan pembelian biasanya melibatkan lima tahap:

a. Pengenalan masalah, ketika pelanggan potensial menyadari bahwa dia memiliki kebutuhan untuk memuaskan atau masalah yang harus dipecahkan.

b. Pencarian informasi, ketika pelanggan potensial menggunakan pengalaman pribadinya atau bergantung pada eksternal sumber untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membangun opsi atau alternatif.

c. Evaluasi alternatif, ketika calon pelanggan mengevaluasi keuntungan dan kerugian dari setiap alternatif.

d. Keputusan pembelian, ketika pelanggan akhirnya memutuskan alternatif terakhir yang akan dibeli.

e. Perilaku pasca pembelian, ketika pelanggan mengevaluasi apakah pembeliannya mampu memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah yang dikenali pada tahap pertama dari keseluruhan proses.

Berikut merupakan lima tahap yang dilalui pembeli untuk membeli suatu produk atau jasa. Seorang penjual perlu menyadari tahapan-tahapan ini untuk secara tepat untuk dapat melakukan penjualan dan berkomunikasi dengan konsumen (Amira & Nermine, 2020: 123).

17 2.1.11 Brand

Brand atau merek merupakan struktur identitas dengan enam aspek diantaranya aspek fisik mewakili fitur produk, simbol & atribut; kepribadian mewakili karakter & sikap; hubungan mewakili keyakinan & asosiasi; budaya mewakili seperangkat nilai; refleksi mewakili pandangan pelanggan tentang merek (Upendra & Mishra, 2012: 125).

Brand atau merek berfungsi mengidentifikasikan penjual atau perusahaan yang menghasilkan produk tertentu yang membedakannya dengan penjual atau perusahaan lain yang memiliki nilai yang berbeda pada setiap merek-nya. Merek/brand dapat berbentuk logo, nama, trademark atau gabungan dari keseluruhannya (Rakhmita, 2018: 6). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa brand atau merek merupakan suatu identitas yang menjadi sebuah ciri khas dan pembeda antara satu merek dengan merek yang lain.

Dalam sebuah brand terdapat value-value tertentu yang dapat membuat orang loyal terhadap brand tersebut. Value-value itu timbul dan dipahami konsumen karena ada pergerakan yang dilakukan oleh setiap brand di mana pergerakan tersebut berdampak positif bagi banyak orang (Fernadi &

Hatane).

2.1.12 Brand Loyalty

Menurut Gunawardhane (2020: 563) loyalitas merek merupakan proses mengukur perasaan konsumen secara keseluruhan tentang produk atau merek tertentu serta terhadap minat beli. Loyalitas merek berfokus pada tanggapan terhadap stimulasi kegiatan promosi penjualan, yang dilakukan dengan tujuan untuk mendorong minat beli produk atau merek. Menurut Annisa (2016: 3) brand loyalty bersifat intangible dan akan menetap di benak konsumen.

Setiap konsumen mempunyai persepsi yang berbeda terhadap sebuah brand, sehingga upaya membangun brand loyalty yang kuat tidak cukup dengan melakukan kegiatan komunikasi, memasang iklan serta mengubah logo, melainkan jauh daripada itu yaitu dengan cara membuat experience kepada target konsumen. Sangat penting untuk memahami bagaimana nilai merek diciptakan di benak pelanggan dan bagaimana nilai ini diterjemahkan ke

18 dalam perilaku pelanggan dan loyalitas merek (Hwai-Shuh & Wei-Hsun, 2017: 62).

Menurut Broyles (2009) dalam Maria (2019) brand loyalty meliputi dua dimensi, yaitu:

a. Sikap, dimensi ini ditunjukkan dari respon konsumen untuk menerima dan bersikap positif terhadap sebuah merek.

b. Perilaku, dimensi ini ditunjukkan dari frekuensi penilaian yang dilakukan oleh konsumen.

Semakin positif sikap konsumen berarti brand loyalty dari perspektif sikap semakin tinggi, dan ketika konsumen memiliki konsistesi untuk melakukan pembelian terhadap merek tertentu dalam jangka waktu lama juga brand loyalty yang tinggi.

2.2 Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 1 Skripsi 1

Judul Pengaruh Event Marketing Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus PT Yamaha, 2020)

Nama Peneliti Lina Maharani

Tahun 2020

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Event Marketing Variabel dependen: Keputusan Pembelian Variabel intervening: -

Universitas Universitas Telkom

Hasil

Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 100 responden dengan variabel penelitian yang ditanyakan adalah Event Marketing dan Keputusan Pembelian, hasil kuesioner diolah dengan menggunakan regresi linier sederhana. Adapun hasil dari penelitian menunjukan bahwa Event Marketing mampu mempengaruhi Keputusan Pembelian sebesar 61,3%

sedangkan sisanya yaitu sebesar 38,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Sumber openlibrary.telkomuniversity.ac.id

Perbedaan Variabel X hanya 1, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 2 Skripsi 2

Judul Pengaruh Event Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion Lokal Dikalangan Pengunjung Kickfest

19 Bandung Tahun 2019

Nama Peneliti Vicha Tafeni Meitasari

Tahun 2019

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Event Marketing Variabel dependen: Keputusan Pembelian Variabel intervening: -

Universitas Universitas Telkom

Hasil

Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisi data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana.

Hasil penelitian menunjukan bahwa event marketing

berpengaruh signifikan terhadap keutusan pembelian dengan sebesar 0,727, artinya event marketing mempengaruhi keputusan pembeliam sebesar 52,85% sisanya 47, 15 dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak di teliti.

Sumber openlibrary.telkomuniversity.ac.id

Perbedaan Variabel X hanya 1, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 3 Skripsi 3

Judul

Pengaruh Kredibilitas Influencer Terhadap Sikap pada Merek (Studi pada Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Bisnis Univesitas Telkom)

Nama Peneliti Shiya Azi Sugiharto

Tahun 2019

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Kredibilitas Influencer Variabel dependen: Sikap pada Merek Variabel intervening: -

Universitas Universitas Telkom

Hasil

Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden. Pada penelitian ini memiliki pengaruh yang positif antara variabel kredibilitas influencer (X) terhadap variabel sikap pada merek (Y) pada brand Maybelline. Hal tersebut dibuktikan dengan pengujian hipotesis

menggunakan uji – t. Data tersebut menghasilkan bahwa nilai thitung (7.334) > ttabel (1.984).

Sumber openlibrary.telkomuniversity.ac.id

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 4 Skripsi 4

Judul Pengaruh Event Marketing Terhadap Brand Image Rokok Sampoerna A-Mild (Survei Pada Pengunjung Event

20 Soundsation Bandung 2018)

Nama Peneliti Nurul Rizkia Romadhona

Tahun 2018

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Event Marketing Variabel dependen: Brand Image Variabel intervening: -

Universitas Universitas Padjajaran

Hasil

Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara variabel Event marketing Soundsation Bandung 2018 terhadap Brand image Rokok Sampoerna A-Mild sebesar 59% sedangkan sisanya 41% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak peneliti libatkan dalam penelitian ini.

Sumber repository.unpad.ac.id

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 5 Jurnal Nasional 1

Judul

Event Marketing Urban Gigs Sebagai Bentuk Komunikasi Pemasaran dalam Membangun Brand Image Produk GG Mild di Pekan Baru

Nama Peneliti Tri Suci Nadilla Fitri

Tahun 2018

Teknik

Analisis Data Kualitatif Variabel

Variabel independen: Event Marketing Variabel dependen: Brand Image Variabel intervening: -

Universitas Universitas Riau

Hasil

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmentasi, targeting, positioning (STP) pemasaran PT. Surya Madistrindo, Tbk melalui event marketing Urban GiGs dalam membangun brand image produk GG Mild di Pekanbaru. Segmentasi adalah pria yang menyukai seni, fashion, perjalanan, dan musik.Targeting event Urban GiGs ada anak muda millenial berusia 18-25 tahun. Positioning adalah produk GG Mild yang dikonsumsi oleh generasi muda perokok generasi penerus. Penempatan acara Urban GiGs untuk menyentuh konsumen, menyadarkan konsumen, dan akhirnya mencoba menjadi perokok GG Mild.

Sumber jom.unri.ac.id

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian, teknik analisis data

Tabel 2. 6 Jurnal Nasional 2

21 Judul Pengaruh Kredibilitas Influencer di Media Sosial Terhadap

Keputusan Wisatawan Millenial ke Labuan Bajo Nama Peneliti Michael Reivin Limengka, N.M.S. Wijaya, Putu Agus

Wikanatha Sagita

Tahun 2021

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Kredibilitas Influencer Variabel dependen: Keputusan Wisatawan Variabel intervening: -

Universitas Universitas Udayana

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dimensi kredibilitas influencer berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan wisatawan milenial berkunjung ke Labuan Bajo. Adapun nilai signifikan masing-masing adalah sebagai berikut: Daya Tarik (X1) sebesar 0.043 < 0.05; Kepercayaan (X2) sebesar 0.047 <

0.05 dan Keahlian (X3) sebesar 0.000 < 0.05. Sedangkan secara simultan, terdapat pengaruh positif dan siginifikan antara dimensi kredibilitas Influencer di media sosial terhadap keputusan wisatawan milenial berkunjung ke Labuan Bajo, dengan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05.

Sumber garuda.ristekbrin.go.id

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 7 Jurnal Nasional 3

Judul Pengaruh Dimensi Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Kartu Perdana Telkomsel

Nama Peneliti M. Syarif Hidayatullah Elmas, Hermanto Hermanto, Agung Yatiningrum, Nurul Mega Rosita, Elok Mia Rianti

Tahun 2018

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Dimensi Bauran Promosi Variabel dependen: Keputusan Pembelian Variabel intervening: -

Universitas Universitas Telkom

Hasil

Hasil dari penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan alat kalkulator statistik yaitu SPSS 22. Bauran promosi yang berpengaruh paling signifikan adalah personal selling dan direct marketing. Selain itu, sekitar 42,4% variabel bebas (X) mempengaruhi variabel terikat (Y), sedangkan 57,6%

dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel.

Sumber ejournal.upm.ac.id

Perbedaan Variabel X, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

22 Tabel 2. 8 Jurnal Nasional 4

Judul

Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Accu Yuasa yang dipromosikan Distributor PT Riau Indotama Abadi di Batam

Nama Peneliti Yola Putri Ningsih, Shinta Wahyu Hati

Tahun 2017

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Bauran Promosi Variabel dependen: Keputusan Pembelian Variabel intervening: -

Universitas Politeknik Negeri Batam

Hasil

Dari hasil regresi berganda, menunjukan bahwa ada pengaruh secara parsial pada variabel sales promotion terhadap keputusan pembelian produk Accu Yuasa sebesar 0.345, ada pengaruh secara parsial pada variabel public relation terhadap keputusan pembelian produk Accu Yuasa sebesar 0.357, dan ada pengaruh secara parsial pada variabel direct marketing terhadap keputusan pembelian produk Accu Yuasa sebesar 0.364. Sedangkan untuk variabel advertising dan personal selling tidak ada pengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk Accu Yuasa. Ada pengaruh secara simultan pada variabel advertising, sales promotion, personal selling, public relation dan direct marketing terhadap keputusan pembelian produk Accu Yuasa.

Sumber jurnal.polibatam.ac.id

Perbedaan Variabel X, tidak memiliki variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 9 Jurnal Nasional 5

Judul Peran Brand Love Terhadap Brand Loyalty dan Willingnes To Pay Premium Price pada Pembeli Iphone di Surabaya Nama Peneliti Maria Gracella Lumba

Tahun 2019

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Brand Love Variabel dependen: Brand Loyalty Variabel intervening: -

Universitas Universitas Katolik Petra

Hasil

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa brand love berpengaruh terhadap brand loyalty, brand loyalty

berpengaruh terhadap willingness to pay price premium, dan brand love berpengaruh terhadap willingness to pay price premium dari para pelanggan Iphone di Surabaya.

Sumber media.neliti.com

Perbedaan Variabel X, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, objek

23 penelitian

Tabel 2. 10 Jurnal Nasional 6

Judul

Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Brand Loyalty dengan Brand Trust sebagai Variabel Intervening (Studi pada Followers Twitter Mizone @Mizoneid)

Nama Peneliti Annisa Amalina

Tahun 2016

Teknik

Analisis Data Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Social Media Marketing Variabel dependen: Brand Loyalty

Variabel intervening: Brand Trust Universitas Universitas Negeri Surabaya Hasil

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sosial media marketing pada twitter mizone terbukti berpengaruh positif terhadap brand loyalty dan brand trust.

Sumber jurnalmahasiswa.unesa.ac.id

Perbedaan Variabel X, variabel Y, variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 11 Jurnal Nasional 7

Judul Tinjauan Umum Perlindungan Merek Terkenal Sebagai Daya Pembeda Menurut Perspektif Hukum di Indonesia Nama Peneliti Rakhmita Desmayanti

Tahun 2018

Teknik

Analisis Data Deskriptif tipe normatif Variabel

Variabel independen: Perlindungan Merek Variabel dependen: Daya Pembeda

Variabel intervening: - Universitas Universitas Trisakti Jakarta

Hasil

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat

peraturan yang tidak jelas maka penerapan pada kasus-kasus merek terkenal yang ada berbeda-beda. Dalam sebuah kasus merek yang dikenal masyarakat dianggap merek terkenal tapi di kasus yang lain merek yang juga dikenal luas dan terdaftar diberbagai negara tidak dianggap sebagai merek terkenal

Sumber ejournal.upbatam.ac.id

Perbedaan Variabel X, variabel Y, variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 12 Jurnal Nasional 8

Judul Analisa Pengaruh Brand Identity Terhadap Brand Awareness dan Brand Satisfaction Brotherhood Decoration Surabaya Nama Peneliti Fernadi Hutomo Aji, Prof. Dr. Hatane Semuel, MS

24

Tahun -

Teknik

Analisis Data Kuesioner Variabel

Variabel independen: Brand Identity

Variabel dependen: Brand Awareness, Brand Satisfactio Variabel intervening: -

Universitas Universitas Kristen Petra Hasil

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh brand identity terhadap brand awareness dan brand satisfaction berpengaruh positif dan signifikan.

Sumber media.neliti.com

Perbedaan Variabel X, variabel Y, variabel Z, objek penelitian

Tabel 2. 13 Jurnal Internasional 1

Judul Creating an Image Transfer Trough Event Marketing:

Principles, Requirements and Consiquences Nama Peneliti Prof. Dr. Gerd Nufer

Tahun 2015

Teknik Analisis Data

Model yang digunakan yaitu struktur image transfer dalam event marketing dan diskusi serta analisis dampak kategori dari image trnsfer dalam event marketing

Variabel

Variabel independen: Event Marketing Variabel dependen: Image Transfer Variabel intervening: -

Universitas Reutlingen University, ESB Business School

Hasil

Melalui event marketing, dalam pendekatan komunikatif kepada kelompok sasaran, seseorang dapat berhasil menggantikan pengalaman langsung yang otentik dengan dunia buatan yang disampaikan oleh iklan klasik dengan melibatkan konsumen (penerima pesan). Transfer citra dari peristiwa yang bermuatan emosi ke merek atau perusahaan mewakili salah satu tujuan terpenting dari event marketing.

Pemikiran yang disajikan di atas telah menunjukkan bahwa mencapai transfer citra dengan event marketing pada dasarnya adalah mungkin. Penggunaan event marketing berusaha untuk memperpendek jarak antara citra aktual dan target dari suatu merek atau perusahaan dengan

mempengaruhi transfer emosi yang disampaikan oleh peristiwa tersebut kepada merek. Semakin baik kesesuaian acara dengan merek, semakin besar kemungkinan

keberhasilan memberikan citra khas (tidak salah lagi) pada merek atau perusahaan dengan mentransfer emosional.

Sumber core.ac.uk

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, teknik analisis data

Tabel 2. 14 Jurnal Internasional 2

25 Judul Event Marketing as an Effective Tool for Building

Long-Term Customer Relationships

Nama Peneliti N.S. Sharafutdinova, E.N. Novikova, E.S. Rolbina, N.G.

Xametova, Zh. P.Shnorr

Tahun 2020

Teknik Analisis Data

Survei dan teknik perhitungan berdasarkan beberapa indicator yang telah ditentukan

Variabel

Variabel independen: Event Marketing Variabel dependen: Customer Relationships Variabel intervening: -

Universitas Kazan Federal University

Hasil

Efektivitas event marketing ditujukan untuk menilai perubahan sikap konsumen terhadap merek dan produk.

Hubungan emosional yang terjalin membentuk persepsi yang stabil terhadap nilai merek, yang diekspresikan dalam

persepsi positif terhadap perusahaan, dalam pengakuannya.

Survei peserta dalam acara tersebut menghasilkan

kesimpulan bahwa acara tersebut meninggalkan kesan dan emosi positif di benak para peserta, dan perhitungan ekonomi menegaskan efisiensi ekonominya.

Sumber researchgate.net

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z Tabel 2. 15 Jurnal Internasional 3

Judul Influencer Marketing on Instagram

Nama Peneliti Rong-Ho Lin, Christine Jan, and Chun-Ling Chuang

Tahun 2019

Teknik

Analisis Data Survei responden Variabel

Variabel independen: Influencer Marketing Variabel dependen: -

Variabel intervening: -

Universitas National Taipei University, Kainan University

Hasil

Temuan terpenting adalah bahwa F/F-ratio influencer Instagram berdampak positif pada kredibilitas influencer.

Kredibilitas influencer merupakan faktor penting dalam penelitian ini karena secara positif mempengaruhi sikap terhadap UGC, yang berdampak positif pada sikap terhadap merek.

Sumber siim.org.tw

Perbedaan Variabel X hanya 1, tidak memiliki variabel Y, tidak memiliki variabel Z

Tabel 2. 16 Jurnal Internasional 4

Judul Impact of social media Influencer marketing on consumer at Ho Chi Minh City

26 Nama Peneliti Lê Giang Nam, Hoàng Thái Dân

Tahun 2018

Teknik

Analisis Data Kualitatif dan Kuantitatif Variabel

Variabel independen: Social Media Influencer Marketing Variabel dependen: Customer

Variabel intervening: -

Universitas Foreign Trade University HCM

Hasil

Temuan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan,

komunikasi, dan pemasar harus memahami wawasan tentang dampak dan pengaruh influencer terhadap keputusan

pembelian konsumen untuk menetapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan kecenderungan konsumsi serta

memanfaatkan pemasaran influencer secara efektif.

Sumber semanticscholar.org

Perbedaan Variabel X hanya 1, variabel Y, tidak memiliki variabel Z, menggunakan teknik kombinasi

Tabel 2. 17 Jurnal Internasional 5

Judul Social Media Influencer in Advertising: The Role of Attractiveness, Expertise and Trustworthiness

Nama Peneliti Brahim Chekima, Fatima Zohra Chekima, Azaze-Azizi Abdul Adis

Tahun 2020

Teknik

Analisis Data Kuesioner Variabel

Variabel independen: Attractiveness, Expertise and Trustworthiness

Variabel dependen: - Variabel intervening: - Universitas Universiti Malaysia Sabah

Hasil

Hasil ini memvalidasi kredibilitas sumber dari perspektif influencer media sosial dan kemampuannya untuk

memberikan hasil yang menguntungkan konsumen terhadap iklan. Penelitian ini menunjukkan bahwa responden lebih cenderung mempercayai influencer media sosial serta merasa senang dengan kesesuaian produk dan daya tarik mereka yang mereka anggap mirip dengan diri mereka sendiri.

Sumber papers.ssrn.com

Perbedaan Variabel X hanya 1, tidak memiliki variabel Y, tidak memiliki variabel Z

Tabel 2. 18 Jurnal Internasional 6

Judul The Impact of Electronic Word of Mouth (E-WoM) on Brand Equity of Imported Shoes: Does a Good Online Brand

27 Equity Result in High Customers’ Involvements in

Purchasing Decisions?

Nama Peneliti Jhanghiz Syahrivar, Andy Muhammad Ichlas

Tahun 2018

Teknik

Analisis Data Kuesioner

Variabel

Variabel independen: Electronic Word of Mouth (E-WoM, Brand Equity

Variabel dependen: Brand Equity, Involvements in Purchasing Decisions

Variabel intervening: -

Universitas Corvinus University of Budapest - Hungary, President

Universitas Corvinus University of Budapest - Hungary, President

Dokumen terkait