• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel

Menurut Sugiyono (2015), definisi operasional adalah segala sesuatu yang dibentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan variabel di atas maka variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen.

a. Variabel independen

Variabel independen (bebas) adalah variabel yang menentukan arah atau tertentu pada variabel tergantung. Variabel independen (bebas) dalam penelitian ini adalah:

1) Faktor internal nasabah (X1)

Faktor internal nasabah merupakan faktor-faktor yang ada di dalam nasabah sendiri. Faktor internal nasabah dalam penelitian ini seperti diungkapkan oleh Suyatno (2017: 118) meliputi:

a) Aspek pemasaran yaitu penawaran dari produk yang dihasilkan karena pemasaran bagi setiap kegiatan usaha merupakan faktor yang sangat penting untuk mencapai tujuannya dalam mendapatkan laba seperti yang direncanakan.

b) Aspek dana yaitu pemanfaatan dana sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

c) Aspek teknis merupakan proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen

d) Aspek manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu

2) Faktor eksternal nasabah (X2)

Faktor eksternal nasabah dalam penelitian ini adalah faktor yang menyebabkan terjadinya kredit macet yang berasal dari luar kemampuan nasabah dan diluar kendali nasabah. Faktor eksternal nasabah seperti diungkapkan oleh Suyatno (2017: 118) diantaranya:

a) Kebijakan pemerintah merupakan peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah seperti kebijakan pajak, kenaikan tarif dasar listrik, dan peraturan pemerintah.

b) Perkembangan teknologi sejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia. Manusia terus berusaha untuk mencipatakan mesin-mesin baru dan lebih canggih dengan maksud untuk meningkatkan efisensi.

b. Variabel dependen

Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependennya adalah kredit macet (Y).

Kredit macet merupakan kredit yang telah disalurkan oleh bank, dan nasabah tidak dapat melakukan pembayaran atau melakukan angsuran sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani oleh bank dan nasabah.

Indikatornya adalah:

1) Besarnya tunggakan pinjaman pokok.

2) Besarnya tunggakan bunga pinjaman.

2. Pengukuran Variabel

Menurut Sugiyono (2017: 133) pengukuran variabel merupakan skala pengukuran yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya yang ada dalam pengukuran dan mendapatkan data kuantitatif. Variabel diukur menggunakan data likert. Menurut Sugiyono

(2017: 134) Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial.

Skor skala likert yang digunakan untuk mengukur variabel adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Pedoman Pemberian Bobot

No Keterangan Skor

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Kurang Setuju (KS) 3

3 Tidak Setuju (TS) 2

4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Furchan (2004: 129) populasi adalah objek, seluruh anggota kelompok, atau peristiwa yang telah dirumuskan oleh para peneliti secara detail. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah kredit macet pada tahun 2020 di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar sebayak 174 nasabah.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2010) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel berdasarkan populasi yang mudah diakses untuk memperoleh informasi, dengan mengambil sampel nasabah yang berada di daerah penelitian yang mempunyai pinjaman kredit kupedes pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar tahun 2020.

Penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh peneliti ini adalah berdasarkan metode slovin, sebagai alat ukur untuk menghitung ukuran sampel karena jumlah populasi diketahui lebih dari 100 responden, maka peneliti menggunakan perhitungan rumus pendekatan slovin sebagai berikut :

𝒏 = 𝑁

1 + 𝑁. (𝑒)2 Dimana:

n = ukuran sampel N = ukuran populasi

e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat diinginkan penulis menggunakan 10%

Cara perhitungannya yaitu:

𝒏 = 𝑁

1+𝑁.(𝑒)2

𝒏 = 174

1 + 174 × (0,1)2

𝒏 = 174

1 + 174 × 0,01

𝒏 = 174

1 + 1,74

𝒏 = 174 2,74 𝒏 = 63,50 𝒏 = 64

Responden berdasarkan perhitungan di atas, sampel menjadi sebanyak 64 dari seluruh populasi. Teknik pengampilan sampel menggunakan incedental sampling, yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi yang mudah dijumpai atau diakses. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam mengolah data dan untuk hasil pengujian yang lebih baik.

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, dipergunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Observasi

Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan pengamatan langsung dan pencatatan secara sistematis terhadap objek yang akan diteliti, agar diperoleh hasil yang relevan.

2. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner tersebut menyediakan alternative jawaban-jawaban yang dapat mewakili keadaan yang sebenarya. Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan apabila jumlah responden cukup besar. Kuesioner dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup atau terbuka, yang dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui internet.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data melalui dokumen-dokumen perusahaan yang mempunyai kaitan erat dengan pokok masalah yang ditemukan.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Metode analisis data yang digunakan dalam analisis ini yaitu analisis regresi linear berganda.

1. Analisis Statistik Deskriptif

Menurut (Sugiyono, 2015) statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Statistik deskriptif adalah penyajian data melalui tabel grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean, perhitungan desi, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi dan perhitungan persentase.

2. Uji Kualitas Data

Uji kualitas data dilakukan untuk menguji kecukupan dan kelayakan data yang digunakan dalam penelitian. Kualitas data bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen sebab berpengaruh pada kualitas data.

a. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2016:121) “Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid”.

Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa

yang seharusnya diukur. Pengujian validitas tiap butir menggunakan analisis item, yaitu mengolerasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah dari keseluruhan skor tiap butir. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrumen dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila Corected Item-Total Correlation lebih besar 0,05.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2016: 131) “Instrumen yang reliable adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama”.

Reliabilitas diukur dengan uji statistik cronbach’s alpha. Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai cronbach’s alpha

> 0,60.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data kontinu berdistribusi normal sehingga analisis dengan validasi, reliabilitas, uji-t korelasi, regresi dapat dilaksanakan. Pengujian normalitas dlakukan dengan menggunakan analisis grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual.

b. Uji Multikolinieritas

Menurut Ghozali (2018: 107), uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai

VIF <10.00 maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian terhadap heteroskedastisitas dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap pola scatter plot yang dihasilkan melalui SPSS.

Apabila pola scatter plot membuat pola tertentu, maka model regresi memiliki gejala heteroskedastisitas. Munculnya gejala heteroskedastisitas menunjukkan bahwa penaksir dalam model regresi tidak efisien dalam sampel besar maupun kecil.

4. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen (x1 x2) dengan variabel dependen (Y). Untuk mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen digunakan model regresi linear berganda dengan persamaan sebagai berikut :

Keterangan :

Y = Kredit Macet a = Konstanta

X1 = Faktor Internal Nasabah X2 = Faktor Eksternal Nasabah b1b2 = Koefisien Regresi

e = Error, variabel gangguan

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

5. Uji Hipotesis a. Uji Parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat. Dimana Fhitung > Ftable , maka H1 diterima diterima atau secara bersama-sama variabel bebas dapat menerangkan variabel terikatnya secara serentak. Sebaliknya apabila Fhitung < Ftabel maka H0 diterima atau secara bersama-sama variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Untuk emengetahui signifikan atau tidak pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat maka digunakan probability sebesar 5% (α = 0,05).

- Jika sig > α (0,05) maka H0 diterima H1 ditolak.

- Jika sig < α (0,05) maka H0 ditolak H1 diterima b. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Niai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen dengan memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Imam Ghozali (2011: 97)).

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulpen Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 1967 tentang Undang-Undang Pokok Perbankan dan Undang-Undang No. 13 Tahun 1968 tentang Undang-Undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Indonesia.

Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia.

Pada tahun 2003 Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Panakkukang Makassar didirikan pada tahun 2008 bulan Mei pada tanggal 10 dan diresmikan oleh pimpinan kantor wilayah Makassar, dalam penyedia jasa BRI Cabang Panakkukang yang mempunyai unit-unit kerja di bawah naungan Bank Rakyat Indonesia Cabang Panakkukang Makassar.

Terdapat 12 unit Bank Rakyat Indonesia dan 4 teras pembantu yang dapat membantu kegiatan operasional di Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Panakkukang Makassar.

2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi

“Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah”.

b. Misi

1) Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

2) Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang professional dan teknologi informasi yang handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) yang sangat baik.

3) Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).

3. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

4. Job Description

a. Kepala Unit (KA UNIT)

1) Memimpin kantor unit dalam rangka menjamin kelancaran operasional BRI Unit.

MANTRI

TERAS KUPEDES KUR

TELLER CS

SATPAM CLEANING

SERVICEE KAUNIT

2) Melakukan pelayanan prima (baik pihak extern maupun inetrn) untuk mencapai kepuasan nasabah dan keamanan bank.

3) Mengendalikan dan memecahkan masalah sistem operasional BRI Unit agar tidak menghambat pelaksanaan operasional.

4) Mengendalikan sistem administrasi pembukuan BRI Unit untuk keamanan dan pelayanan operasional.

5) Memeriksa dan menyetujui transaksi pembukuan.

6) Memeriksa semua kelengkapan bukti kas & dokumen lainnya setiap akhir hari

7) Mengendalikan kualitas pelayanan kepada nasabah untuk meningkatkan kepuasan nasabah:

• Mengawasi kelancaran pelayanan kepada nasabah.

• Turut membantu menyelesaikan permasalahan keluhan nasabah.

• Secara aktif memantau kegiatan nasabah dan memastikan bahwa nasabah telah dilayani dengan baik.

8) Menjamin keamanan, ketertiban dan kebersihan kantor BRI Unit-nya untuk keUnit-nyamanan nasabah.

9) Memonitor dan menganalisis laporan-laporan BRI Unit untuk keperluan penentuan kebijakan manajemen yang disampaikan melalui AMBM.

b. Mantri

1) Menganalisa dan memeriksa permintaan pinjaman dan mengusulkan putusan pinjaman agar pinjaman yang dierikan layak dan aman bagi bank.

2) Melaksanakan pembinaan terhadap nasabah pinjaman dan simpanan dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan kualitas aset.

3) Memperkenalkan dan memasarkan produk-produk BRI Unit dan BRI untuk mencapai profit yang maksimal.

4) Melaksanakan pemberantasan tunggakan dan mengusulkan langkah-langkah penanggulangannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

c. Teller

1) Melakukan pelayanan kepada nasabah atau calon nasabah dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan BRI.

2) Memastikan kelancaran dan ketepatan pelayanan penerimaan setoran dan pembayaran dari dan ke nasabah untuk kepentingan bisnis BRI.

3) Memastikan keamanan dan kecocokan uang kas yang ada dalam ruang Teller untuk kelancaran pelayanan nasabah.

4) Memastikan kelengkapan bukti-bukti kas tunai dan OB yang berada dalam pengawasannya untuk menghindari penyimpangan kas Teller.

5) Menangani pelayanan langsung kepada nasabah seperti penyetoran dan pengambilan uang dari rekening, pembukaan dan penutupan rekening, dan administrasi peminjaman ataupun pembayaran hutang.

d. Customer Services (CS)

1) Memberikan pelayanan administrasi kepada nasabah atau calon nasabah, dan nasabah yang akan menggunakan jasa perbankan lainnya di BRI Unit dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

2) Menatausahakan register yang berkaitan dengan proses pelayanan pinjaman untuk kelancaran pengelolaan pinjaman.

3) Menatausahakan register pemberantasan tunggakan untuk mendukung kelancaran kegiatan pemberantasan tunggakan.

4) Membuat dan mengadministrasikan laporan-laporan BRI Unit untuk keperluan penentuan kebijakan manajemen yang disampaikan kepada Kaunit dan Kanca.

e. Cleaning Service

Petugas ini bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan kantor.

f. Satpam

Bertanggung jawab atas keamanan di sekitar kantor bank, mulai dari parkir, kenyamanan pelanggan dan keamanan gedung bank.

B. Analisis Karakteristik Responden

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis data yang berhubungan dengan identitas responden yang meliputi jenis kelamin, usia, jenis usaha dan tujuan mengajukan kredit.

1. Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penelitian dan data yang didapat dari penyebaran kuesioner, diperoleh data mengenai jenis kelamin responden sebagai berikut:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 23 36%

2 Perempuan 41 64%

Total 64 100%

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa sebagian besar debitur kredit macet di BRI Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar adalah perempuan (64%) dan sisanya debitur laki-laki (36%) dari total 64 debitur.

2. Usia

Menurut Rusdani (2011: 34) usia akan mempengaruhi keberanian pengusaha dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu diduga semakin tua usia seseorang maka semakin baik pula kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan serta lebih rasional.

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No. Usia Jumlah Persentase

1 21-30 Tahun 12 18,7%

2 31-40 Tahun 23 36%

3 >41 Tahun 29 45,3%

Total 64 100%

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021

Berdasarkan tabel 4.2 diperoleh data bahwa nasabah terbanyak yang melakukan pinjaman kredit yaitu pada usia >41 tahun sebanyak 29 orang.

3. Jenis Usaha

Jenis usaha/pekerjaan nasabah dapat menggambarkan bagaimana keseriusan nasabah dalam mengelola kredit yang telah diberikan dan kelancaran pembayaran angsuran dan/ atau bunga dari hasil pekerjaan/

usaha yang dijalankan. Untuk melihat jenis usaha yang digeluti oleh nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate yang berkategori kredit macet dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha

No. Keadaan Jumlah Persentase

1 Dagang/ warungan 16 25 %

2 Warung Makan 14 21,9%

2 Konter 9 14%

3 Bengkel 5 7.8%

4 Laundry 6 9,4%

5 Ojek 14 21,9%

Total 64 100%

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021

Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa sebagian besar nasabah yang melakukan pinjaman kredit di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar membuka usaha dagang/warungan yaitu sebesar 25%.

4. Tujuan Mengajukan Kredit

Untuk melihat tujuan nasabah mengajukan kredit di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Tujuan Mengajukan Kredit

No. Keadaan Jumlah Persentase

1 Menambah Modal Usaha 64 100%

Total 64 100%

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021

Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa karakteristik responden menurut tujuan mengajukan kredit menunjukkan seluruh nasabah mengajukan kredit untuk menambah modal usaha.

C. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif bertujuan untuk melihat distribusi data dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar.

Tabel 4.5

Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Sum Mean

Std.

Deviation Faktor Internal

Nasabah (X1)

64 24 30 1751 27.36 2.103

Faktor Eksternal Nasabah (X2)

64 24 30 1794 28.03 1.919

Kredit Macet (Y) 64 24 30 1723 26.92 2.088

Valid N (listwise) 64

Sumber: Hasil Data SPSS 28 2021

Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa N atau jumlah data responden yang valid yaitu sebanyak 64 responden dari nasabah kredit yang macet pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar, dengan variabel Faktor Internal Nasabah (X1) jawaban minimum sebanyak 24 dan maksimum sebesar 30 dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1751 dan rata-rata 27,36 dengan standar deviasai sebesar 2,103. Selanjutnya yaitu variabel Faktor Eksternal Nasabah (X2) dengan jawabanan minimum sebanyak 24 dan maksimum 30 dengan jumlah keseluruhan 1794 dan rata-rata sebesar 28,03 dengan standar deviasi sebesar 1,919. Sedangkan variabel Kredit Macet (Y) dengan jawaban minimum sebanyak 24 dan maksimum sebesar 30 dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1723 dan rata-rata 26,92 dengan standar deviasi sebesar 2,088.

D. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan dalam suatu penelitian untuk menguji absahan dari kuesioner penelitian. Uji validitas atau sering juga disebut dengan uji ketepatan atau ketelitian suatu alat ukur dalam mengukur apa yang sedang ingin diukur. Dalam penelitian ini dikatakan valid apabila memiliki nilai kolerasi > 0,246 atau nilai r hitung > dari nilai r tabel yang mana nilai df = N-2 dan pada penelitian ini N = 64 dan jika mengikuti rumus maka df = 64-2 = 62. Jadi nilai r tabel pada penelitian ini untuk df 62 = 0,246. Jika r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.

Untuk lebih jelasnya adalah data uji validitas.

Tabel 4.6 Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021

Berdasarkan tabel 4.6 terkait hasil pengujian validitas dengan seluruh indikator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Tamalate Cabang Panakkukang Makassar. Hasil yang diperoleh untuk keseluruhan nilai r hitung > dari nilai r

tabel yaitu sebesar 0,246. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa item pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari instrument penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,6 berarti reliabel tinggi dan di bawah 0,6 sampai 0,4 berada pada reliabel sedang.

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021

Berdasarkan tabel 4.7, maka diperoleh hasil bahwa keseluruhan dari item pernyataan yang tertuang dalam kuesioner memenuhi standar

No. Variabel Jumlah

konsisten dan handal atau reliabel karena seluruh pernyataan memiliki nilai > 0,6.

E. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Dalam hal ini uji normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual.

Hasil pengujian dengan menggunakan analisis grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai berikut:

Gambar 4.2

Hasil Uji Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 28 2021

Hasil pengujian dengan analisis grafik plot menunjukkan bahwa model regresi terdistribusi dengan normal, dikarenakan titik-titik yang menyebar disekitar diagonal serta penyebaran mengikuti arah diagonal.

2. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi yang digunakan terdapat kolerasi antara variabel independen. Untuk mengetahui bahwa apakah terjadi multikolonieritas pada suatu model yang dapat dilihat dari nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Suatu model regresi dapat dikatakan terbebas dari multikolonieritas adalah apabila nilai Tolerance > 0,05 dan VIF < 10.

Tabel 4.8

Hasil Uji Multikolonieritas

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 28 2021

Dari perhitungan Hasil Uji Multikolonieritas pada table 4.8 diatas dapat dilihat bahwa nilai Tolerance VIF variable Faktor Internal Nasabah (X1) dan variable Faktor Eksternal Nasabah (X2) adalah 0,617 > 0,05 dan nilai VIF 1,620 < 10 maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat multikolonieritas pada penelitian tersebut.

3. Uji Heteroskedastisitas

Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedasitas pada suatu model dapat dilihat pada pola grafik Scatterplot pada gambar 4.3 berikut ini:

a. Dependent Variable: Kredit Macet (Y)

Gambar 4.3

Hasil Grafik Scatterplot Heteroskedastisitas

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 28 2021

Pada gambar 4.3 dapat dilihat bahwa terdapat pola yang jelas serta titik-titik hasil perhitungan analisa regresi yang menyebar di atas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi tersebut.

F. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda adalah analisis tentang hubungan antara

Analisis regresi linear berganda adalah analisis tentang hubungan antara

Dokumen terkait