• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN TEORI

D. Punishment

4. Kriteria Punishment yang Baik

Terdapat beberapa prinsip dalam pengambilan tindakan untuk memberikan sanksi ataupun punishment kepada peserta didik yang melanggar aturan dan tata tertib, seperti halnya dikemukakan oleh beberapa pendapat dari para ahli.

Ornstien (1990); Eggen (1994) (dalam Rachman, 1998:227-228): 1) Hukuman diberikan secara hormat dan penuh pertimbangan; 2) Berikan kejelasan/ alasan mengapa hukuman diberikan;

3) Hindarkan pemberian hukuman pada saat marah atau emosional; 4) Hukuman diberikan pada awal kejadian daripada akhir kejadian; 5) Hindari hukuman yang bersifat badaniah/fisik;

6) Jangan menghukum kelompok/kelas apabila kesalahan dilakukan oleh seseorang;

7) Jangan memberi tugas tambahan sebagai hukuman; 8) Yakini bahwa hukuman sesuai dengan kesalahan; 9) Pelajari tipe hukuman yang diijinkan sekolah; 10) Jangan menggunakan standar hukuman ganda; 11) Jangan mendendam;

12) Konsisten dengan pemberian hukuman;

13) Jangan mengancam dengan ketidakmungkinan; 14) Jangan memberi hukuman berdasar selera

Siagian 2006 (dalam Octaviani, Tampubolon, & Sembiring. 2016:3-4) terdapat beberapa indikator punishment, yaitu:

1. Usaha meminimalisir kesalahan yang akan terjadi

Jika dalam suatu perusahaan atau organisasi, karyawan harus bisa meminimalisir kesalahan yang dibuat dalam pekerjaanya, karena jika

58

karyawan tersebut terus menerus melakukan kesalahan perusahaan tersebut akan memberikan punishment.

2. Adanya hukuman yang lebih berat bila kesalahan yang sama dilakukan

Hukuman yang diberikan semata-mata akan membuat jera untuk melakukan kesalahan, tetapi jika karyawan tersebut melakukan kesalahan yang sama berulang kali, maka atasan akan memberikan hukuman yang lebih berat.

3. Hukuman diberikan dengan adanya penjelasan

Seseorang karyawan perlu menanyakan kejelasan kepada atasannya, apa hukumannya jika karyawan tersebut melakukan kesalahan ringan, apa hukumannya jika karyawan melakukan kesalahan sedang, dan apa hukumanya jika karyawan melakukan kesalahan yang berat.

4. Hukuman segera diberikan setelah terbukti adanya penyimpangan Dengan adanya pengawasan kepada karyawan, atasan bisa memantau karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut, jika karyawan tersebut melakukan kesalahan dan telah terbukti maka atasan langsung memberikan hukuman yang sesuai dengan kesalahannya tersebut.

Sue Cowley (2010:112-113) menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan saat menerapkan sanksi atau hukuman, yaitu:

59

Jika penghargaan adalah sesuatu yang diinginkan, maka sanksi atau hukuman juga harus menjadi sesuatu yang ingin dihindari oleh siswa. Jika tidak, sanksi tersebut tidak akan berperan sebagai pencegah yang efektif. Jika siswa tidak peduli bahwa mereka akan dihukum, maka tidak ada gunanya memberikan mereka sanksi.

b. Memastikan sanksi tersebut sepadan

Jika seorang guru bereaksi terhadap pelanggaran sederhana saat itu juga mengeluarkan siswa dari kelas, hal ini mengindikasikan bahwa guru sedang mencari-cari alasan untuk menyingkirkan siswa tersebut. Jika perilaku buruk tersebut bukan pelanggaran yang benar-benar serius, berikanlah sanksi yang lebih ringan. Begitu pula jika siswa melakukan kesalahan yang serius, maka berikanlah sanksi yang berat.

c. Sesuaikan sanksi dengan “kejahatan”

Sanksi yang benar-benar tepat membuat guru dan siswa merasa bahwa hal itu memang hal yang seadil-adilnya. Jika seorang siswa mencoret-coret meja, hukuman yang paling sesuai adalah membersihkan meja tersebut. Atau jika seorang siswa mengotori kelas, hukuman yang paling sesuai adalah membersihkannya.

d. Sanksi harus berkelanjutan

Ketika memberikan sanksi, sanksi tersebut harus tepat, jika tidak, di kesempatan yang lain siswa akan tahu bahwa sanksi yang diberikan hanyalah ancaman kosong. Contohnya, tanpa lelah memperingatkan siswa

60

untuk menjalankan waktu hukuman mereka. Hal tersebut memang merepotkan tetapi benar-benar bernilai untuk dilakukan.

e. Jangan mengancam apa yang tidak dapat atau tidak akan anda lakukan Ketika merasa tertekan, kita dengan mudah memberikan ancaman tentang hal-hal buruk yang akan terjadi jika siswa tidak berhenti membuat kekacauan. Jangan memberikan ancaman yang tidak akan anda lakukan, karena jika hal tersebut tidak anda lakukan maka anda akan terlihat sebagai seseorang yang tidak dapat dipercaya.

f. Hindari ancaman “orang lain”

Kadang-kadang seorang guru mengancam untuk menyuruh seorang siswa menghadap “orang lain” (pada umumnya kepala sekolah). Sayangnya semua ini menunjukan bahwa guru tidak dapat menyelesaikan sendiri situasi tersebut. Sebagai langkah pertama usahakan untuk menyelesaikan sendiri masalah perilaku, dan menyuruh siswa menghadap orang lain hanya jika memang diperlukan.

James, H. Donnelly, Jr. et all., 2000 (dalam Norhanini, Djumlani, & Susilo. 2016:159-160) pemberian hukuman yang efektif, antara lain:

1) Waktu

Waktu untuk menyampaikan hukuman sangat penting. Penelitian menyampaikan bahwa efektivitas hukuman meningkat jika kondisi menekan diberikan segera setelah respon orang yang harus dihukum.

61

2) Intensitas

Hukuman mencapai efektivitas terbesar jika stimulus yang menentukan dilakukan terus menerus. Implikasi kondisi ini akan menjadi efektif jika hukuman mendapat perhatian segera dari orang yang dihukum. 3) Jadwal

Akibat hukuman tergantung dari jadwal penghukuman. Hukuman dapat disampaikan setelah respon yang tidak baik terjadi. Beberapa riset menunjukan bahwa hukuman menjadi lebih efektif jika dilakukan terus menerus. Konsistensi juga penting, menghukum perilaku masing-masing dengan cara yang sama untuk semua individu yang menunjukkan perilaku yang tidak diinginkan

4) Klarifikasi

Kesadaran memainkan peran yang penting dalam penyampaian hukuman dan memberikan alasan yang memperhatikan konsekuensi. 5) Impersonalitas

Hukuman sebaiknya berfokus pada respon spesifik, tidak pada orang dari pola perilaku umum. Semakin kurang seseorang yang dihukum mengalami akibat emosional yang tidak diinginkan.

Ametembun (1974:14) menjelaskan bahwa guru harus menyadari beberapa hal saat menggunakan hukuman, yaitu:

1) Hukuman tidak boleh diberikan dalam keadaan marah. 2) Hukuman tidak boleh diberikan sebagai pembalas dendam.

3) Hukuman itu akan memberikan efek positif terhadap perubahan tingkah laku anak.

62

Berdasarkan berbagai pendapat tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian punishment kepada siswa, peneliti mengambil beberapa kriteria dalam pemberian hukuman kepada siswa, yaitu:

a. Hukuman diberikan pada saat awal setelah kejadian b. Hukuman diberikan dengan adanya penjelasan c. Usaha meminimalisir kesalahan yang akan terjadi

d. Adanya hukuman yang lebih berat bila kesalahan yang sama dilakukan

e. Memberikan hukuman sesuai dengan kesalahan siswa f. Konsisten dalam memberikan hukuman

g. Memastikan bahwa hukuman yang akan diberikan tidak diinginkan Yang perlu diingat bahwa dalam pemberian hukuman, bukan pelaku yang dihukum melainkan perbuatannya, dalam hal ini adalah memberikan hukuman bukan berdasarkan siapa yang melakukan namun apa yang dilakukan. Dan bertujuan supaya perbuatan itu tidak lagi terulang kembali. Dan hukuman hendaknya relevan dengan pelanggaran yang ditimbulkan.

Dokumen terkait