BAB II PROFIL GEOPOLITIK SELAT MALAKA
B. Kritik dan Saran
Posisi Geopolitik Selat Malaka yang berada di Alur Laut Kepulauan
Indonesia memberi keuntungan bagi Negara Indonesia apabila Negara Indonesia
memiliki strategi politik dalam memanfaatkan posisi Selat Malaka untuk
pemenuhan Kepentingan Ekonomi Nasional Indonesia yang akan berpengaruh
kepada stabilitas politik dalam negeri. Negara Singapura dan Negara Malaysia
serta negara-negara maju seperti Jepang dan China dengan memiliki kecanggihan
teknologi justru memperoleh keuntungan atas wilayah perairan Indonesia di Selat
Namun, mengingat kurang memadainya infrastruktur (kondisi pelabuhan,
fasilitas, birokrasi Indonesia tumpang tidih, pelayanan dan mahalnya biaya di
pelabuhan) dan tidak didukung oleh kecanggihan teknologi Indonesia, maka
peneliti memberi beberapa saran berdasarkan hasil penelitian ini, antara lain :
1. Bangsa Indonesia masih perlu dibingkai dan dilandasi oleh ideologi yang kuat.
Agar bisa melandasi visi dan strategi pengelolaan seluruh unsur-unsur strategis
Indonesia yang bersifat implementatif.
2. Dengan memiliki ideologi yang kuat inilah seharusnya menjadi titik awal
pemikiran untuk selanjutnya diterjemahkan sebagai ketegasan secara konsisten,
sistematis dan terukur. Sehingga diperoleh bentuk strategi dasar guna
mempertahankan suatu ruang wilayah. Strategi dasar tersebut harus mampu
memberikan gambaran nyata bentuk rancangan strategi pertahanan yang
dimaksud, sehingga benar-benar dapat diaplikasikan terutama bila pilar politik
dan ekonomi negara serta komponen bangsa lainnya dapat memiliki
pemahaman tentang bagaimana pertahanan ruang laut Indonesia
diselenggarakan.
3. Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia, sistem pengangkutan
laut yang efesien dan terkelola dengan baik merupakan faktor yang penting
dalam persaingan ekonomi serta integritas nasional. Indonesia memerlukan
sektor pelabuhan yang berkembang dengan baik dan dikelola secara efisien.
distribusi internal dan yang lebih umum, kepaduan dan integritas ekonomi
nasional sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor pelabuhan.
4. Meskipun pelabuhan nyata-nyata memiliki peran yang sangat penting bagi
perekonomian nasional, Indonesia tidak memiliki sistem pelabuhan dengan
kinerja yang baik menurut sudut pandang para penggunanya. Pelabuhan tidak
lagi menjadi wadah untuk mendongkrak kemajuan di bidang ekonomi maupun
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Bakry, Umar Suryadi. 1987. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Jayabaya: University Press.
Bungin, Burhan. 2003. Analisa Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis Kearah Penguasaan Modal Aplikasi. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada.
Daldjoeni, N. 1991. Dasar-Dasar Geografi Politik. Bandung: Citra Aditya Bakti. Dam, Syamsumar. 2010. Politik Kelautan. Jakarta: Bumi Aksara.
Danusaputro, M. 1980. Tata Lautan Nusantara: Dalam Hukum dan Sejarahnya. Bandung: Binacipta.
Deliarnov. 2005. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik. Pekanbaru: Erlangga.
Diantha, I Made Pasek. 2002. Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, Berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB 1982 Denpasar: Mandar Maju.
Erani Yustika, Ahmad. 2009. Ekonomi: Politik Kajian Teoritis Analisis Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Finnemore, M. 1996. National Interest in International Society (terj). London: Cornell University Press.
Harsawaskita, A. 2007. Great Power Politics. Bandung: Graha Ilmu.
Kusumaatmadja, Mochtar. 1978. Bunga Rampai Hukum Laut. Bandung : Binacipta.
Morgenthau, H. J. 1951. In Defense of the National Interest: A Critical Examination of American Foreign Policy (terj). New York: University Press of America.
Muhjiddin, Atje Misbach. 1993. Status Hukum Perairan Kepulauan Indonesia dan Hak Lintas Kapal Asing. Bandung: Alumni.
Mulyadi. S. 2005. Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
Pandoyo, S. Toto. 1985. Wawasan Nusantara dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan Nasional, Jakarta: Bina Aksara.
Plano, C. Jack. 1992. The International relation Dictionary (terj), Santa Barbara: California Press.
Rudy, T. 2002. Study Strategis dalam transformasi sistem Internasional Pasca Perang dingin. Bandung: Refika Aditama.
Setyanta, Kurniawan. 2012. Kegagalan Formulasi kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia dan Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia Tahun 2002 dalam persfektif Geopolitik Negara Kepulauan. Jakarta: PPS Universitas Indonesia.
Sumarsono, S. dkk. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan, Gramedia Pustaka Utama.
Walton, Dale. 2007. Geopolitics and the Great Powers in the Twenty-First Century: Multipolarity and the Revolution in Strategic Perspective, London: Routledge.
Jurnal :
Dam, Syamsumar : Masalah Negara Kepulauan di Asia Tenggara, dalam Jurnal MIMK No. 10, LRKN-LIPI, Jakarta, 1981.
Djalal, Hasjim. Persoalan Selat Malaka – Singapura, Jurnal Negarawan no.01 Agustus 2006.
Rosalind, Mauludina. “Pengaturan Kerjasama, dan Tantangan Diplomasi Indonesia di Selat Malaka”. Jurnal Diplomasi. Edisi 2 No. 4 Tahun 2010. Solvay Gerke & Hans-Dieter Evers. “Selat Malaka: Jalur Sempit Perdagangan
Dunia”. Jurnal Akademika. Edisi 81(1) Tahun 2011.
Tumbelaka, R. Mengantisipasi kemungkinan Terorisme Maritim sebaga Kuda Troya Intervensi Asing di Selat Malaka, Jurnal Intelijen CSICI no. 36. 2011.
1998.“The Importance Of TheStraitsOf Malacca And Singapore”. Singapore Journal of International & Camparative Law. Ed 2 pp 301 – 322.
Surat Kabar dan Tesis :
Bakrie, Connie Rahakundini. Maritime Security & Safety di Selat Malaka Harian Seputar Indonesia, 3 November 2010.
Monika, Fika. ASPEK GEOSTRATEGIS SELAT MALAKA DALAM KONTEKS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA ABAD 21, FISIP UNIVERSITAS INDONESIA, 2011.
Selat Malaka Makin Dangkal, Banjarmasin Post 2003.
Tempo, Edisi 26 Februari – 4 Maret 2007 dalam tulisan Pemanfaatan di Selat Malaka.
Website :
ASI Global Response, Final Piracy Report 2010, available at
Bakrie, Conni Rahakundini. Maritime Security & Safety di Selat Malaka, dalam www. Uni Sosial Demokrat - Keadilan Sosial.html.
Djalal, Hasjim. 2006. Persoalan Selat Malaka. Dal
diakses pada 2 April 2014 pkl 11.52.
akses pada 26 Oktober 2013.
Ekonomi di Singapura dalam,
diakses pada 26 Mei 2014 pkl 17:05.
Geopolitik Indonesia, Malaysia, Singapura, dalam
diakses pada 2 April 2014 pkl 14:15.
Geopilitik dan Geostrategi Singapura dalam,
IMB Annual Piracy Report. [Online] Available a
22 April 2014 pkl 13:00.
IMO Reports on Acts of Piracy and Armed Robbery Against Ships, [Online]
Indonesia sebagai Negara Kepulauan, dalam
Johan, J. Brandon. Reducing Piracy in Southeast Asi diakses pada 10 Juni 2014, pkl 16:23.
diakses pada 22 April 2014 pkl 09:43.
Kerjasama Ekonomi Internasional Dengan Modus Segitiga Pertumbuhan, dalam http :// kerjasama-ekonomi-internasional-dengan.html
Keberadaan Singapura Sebagai Negara Pantai, dalam
, diakses pada 2 April 2014 pkl 10:00.
pada 27 Oktober 2013 pkl 15:42
Manajemen Pelabuhan: Harus Ada Transformasi dalam
Operasi Pelabuhan Singapura, dalam
China View
2014 pkl 11:20.
Pertahanan Laut Selat Malaka Oleh Indonesia, dalam
pada 12 Maret 2014 pkl 13:15.
Port Of Singapore dalam
pkl. 16:00.
Selat Malaka Potensi Yang Di Abaikan, dalam
Selat Malaka Rawan Konflik Energi Antar Negara. dalam
pkl 11:43.
Situs Kementrian Luar Negeri,
April 2014 pkl 09:15.
Transit minyak di Selat Malaka, dalam http.www.eia.doe.gov/emeu/cabs/choke.html. diakses pada 12 Februari
“worldOilTransitChokepoint,”http://www.eia.doe.gov/cabs/Wolrd Oil Transit Chokepoints/Background.html. diakses pada 12 Februari 2014 pkl 11:30.