• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Kerangka Teori

2. Teori Kepentingan Nasional

Kepentingan nasional adalah tujuan mendasar dan penentu utama yang

mendasari para pembuat keputusan dalam membuat sebuah kebijakan berupa

politik luar negeri. Kepentingan nasional suatu negara khas dengan konsep

umum yang di dalamnya terdapat bagian-bagian yang paling penting bagi

sebuah negara. Di dalamnya terdapat penjagaan terhadap diri sendiri,

kemerdekaan, integritas teritorial, keamanan militer dan kesejahteraan

ekonomi. Dikarenakan tidak adanya kepentingan tunggal yang mendominasi

pembuatan keputusan pemerintah, konsep tersebut mungkin lebih tepat disebut

secara jamak sebagai kepentingan nasional. Kebijakan luar negeri sebagai

dasar sebuah negara semata-mata berlandaskan kepentingan nasional dengan

sedikit perhatian atau tidak sama sekali untuk prinsip-prinsip universal. yang

bisa digambarkan melalui keadaan dimana ada pertentangan antara kebijakan

realis dan kebijakan idealis18

Konsep kepentingan nasional merupakan dasar untuk menjelaskan

perilaku luar negeri suatu negara. Para penganut realis menyamakan

kepentingan nasional sebagai upaya negara untuk mengejar kekuatan dimana

kekuatan adalah segala sesuatu yang dapat mengembangkan dan memelihara

kontrol atas suatu negara terhadap negara lain. Hubungan kekuasaan atau .

pengendalian ini dapat melalui teknik paksaan, atau kerjasama (cooperation).

Karena itu, kekuasaan nasional dan kepentingan nasional dianggap sebagai

sarana dan sekaligus tujuan dari tindakan suatu negara untuk bertahan hidup

dalam politik internasional19

Kepentingan nasional merupakan tujuan mendasar dan faktor paling

menentukan yang memandu para pembuat keputusan dalam merumuskan

politik luar negeri. Kepentingan nasional merupakan konsep yang sangat

umum, tetapi merupakan unsur yang menjadi kebutuhan sangat vital bagi

negara. Unsur tersebut menyangkut kelangsungan hidup bangsa dan negara,

kemerdekaan, keutuhan wilayah, keamanan bangsa dan negara, kemerdekaan,

keamanan militer dan kesejahteraan ekonomi. Karena tidak ada kepentingan

secara tunggal mendominasi fungsi pembuatan keputusan pemerintah, maka

konsep ini lebih menjadi akurat jika dianggap sebagai kepentingan nasional

(national interest). Manakala sebuah negara mendasarkan politik luar negeri

sepenuhnya pada kepentingan nasional secara kukuh dengan sedikit atau tidak .

Dalam teori ini menjelaskan bahwa untuk kelangsungan hidup suatu

negara maka negara harus memenuhi kebutuhan negaranya dengan kata lain

yaitu mencapai kepentingan nasionalnya. Dengan tercapainya kepentingan

nasional maka negara akan berjalan dengan stabil, baik dari segi politik,

ekonomi, sosial, maupun pertahanan keamanan dengan kata lain jika

kepentingan nasional terpenuhi maka negara akan tetap bertahan.

19M. Finnemore. 1996. National Interest in International Society (terj). London: Cornell University Press. hal.

menghiraukan prinsip-prinsip moral universal, maka negara tersebut dapat

dikatakan sebagai negara yang menjalankan kebijakan realistik, berlawanan

dengan kebijakan idealis yang memperlihatkan prinsip moral internasional.

Menurut Hans J. Morgenthau, kepentingan nasional (national interest)

merupakan pilar utama bagi teorinya tentang politik luar negeri dan politik

internasional yang realis. Pendekatan Morgenthau ini begitu terkenal sehingga

telah menjadi suatu paradigma dominan dalam studi politik internasional

sesudah Perang Dunia II. Pemikiran Morgenthau didasarkan pada premis

bahwa strategi diplomasi harus didasarkan pada kepentingan nasional, bukan

pada alasan-alasan moral, legal dan ideologi yang dianggapnya utopis dan

bahkan berbahaya. Ia menyatakan kepentingan nasional setiap negara adalah

mengejar kekuasaan, yaitu apa saja yang bisa membentuk dan

mempertahankan pengendalian suatu negara atas negara lain.

Hubungan kekuasaan atau pengendalian ini bisa diciptakan melalui

teknik-teknik paksaan maupun kerjasama. Demikianlan Morgenthau

membangun konsep abstrak yang artinya tidak mudah di definisikan, yaitu

kekuasaan (power) dan kepentingan (interest), yang dianggapnya sebagai

sarana dan sekaligus tujuan dari tindakan politik internasional. Para

pengkritiknya, terutama ilmuan dari aliran saintifik, menuntut definisi

Morgenthau tetap bertahan pada pendapatnya bahwa konsep-konsep

abstrak seperti kekuasaan dan kepentingan itu tidak dapat dan tidak boleh

dikuantifikasikan. Menurut Morgenthau:

”Kepentingan nasional adalah kemampuan minimum negara untuk melindungi, dan mempertahankan identitas fisik, politik, dan kultur dari gangguan negara lain. Dari tinjauan ini para pemimpin negara menurunkan kebijakan spesifik terhadap negara lain yang sifatnya kerjasama atau konflik”20

Kepentingan nasional sering dijadikan tolak ukur atau kriteria pokok

bagi para pengambil keputusan (decision makers) masing-masing negara

sebelum merumuskan dan menetapkan sikap atau tindakan. Bahkan setiap

langkah kebijakan luar negeri (foreign policy) perlu dilandaskan kepada

kepentingan nasional dan diarahkan untuk mencapai serta melindungi apa

yang dikategorikan atau ditetapkan sebagai ”Kepentingan Nasional” .

Tentang kaitan antara “Kepentingan Nasional” dengan “Kepentingan

Regional”. Sekali lagi Morgenthau menyatakan bahwa kepentingan nasional

mendahului kepentingan regional. Bagi teoritisi ini, aliansi yang bermanfaat

harus dilandasi oleh keuntungan dan keamanan timbal balik negara-negara

yang ikut serta, bukan pada ikatan-ikatan ideologis atau moral. Suatu aliansi

regional yang tidak betul-betul memenuhi kepentingan negara yang ikut serta,

tidak mungkin bertahan atau tidak akan efektif dalam jangka panjang.

21

20H.J. Morgenthau. 1951. In Defense of the National Interest: A Critical Examination of American Foreign

Policy (terj). New York: University Press of America. hal. 43.

21T. Rudy. 2002. Study Strategis dalam transformasi sistem Internasional Pasca Perang dingin. Bandung:

Refika Aditama. hal. 42.

a. Jenis-jenis Kepentingan Nasional

Adapun mengenai jenis-jenis kepentingan nasional juga terdapat

identifikasi yang beragam. Namun Donald E. Nuechterlin sedikitnya

menyebutkan 4 jenis kepentingan nasional. Dalam pada itu K.J Holsti

mengidentifikasikan kepentingan nasional dalam 3 klasifikasi yaitu22

Menurut Padelford dan Lincoln (1692) jenis-jenis kepentingan nasional

dapat terdiri dari

:

1. Core values atau sesuatu yang dianggap paling vital bagi negara dan

menyangkut eksistensi suatu negara.

2. Middle-range objectives, biasanya menyangkut kebutuhan memperbaiki

derajat perekonomian.

3. Long-range goals, merupakan sesuatu yang bersifat ideal, misalnya

keinginan mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia.

23

b. Fungsi Kepentingan Nasional :

1. Kepentingan keamanan nasional.

2. Kepentingan pengembangan ekonomi.

3. Kepentingan peningkatan kekuatan nasional.

4. Kepentingan prestise nasional.

1. Penggunaan oleh para politisi dalam mencari dukungan untuk tindakan

tertentu, terutama dalam kebijakan luar negeri. Mengingat lampiran

22Umar Suryadi Bakry. 1987. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Jayabaya: University Press. hal. 32. 23Ibid. hal 32.

luas kepada bangsa sebagai organisasi sosial dan politik, kepentingan

nasional adalah perangkat yang ampuh untuk memohon dukungan.

Istilah ini digunakan oleh politisi untuk mencari dukungan untuk

tujuan-tujuan kebijakan domestik, tapi di sini adalah kurang persuasif

mengingat perbedaan tingkat normal pada kebijakan domestik dan

dalam kebijakan luar negeri. Sebaliknya, istilah memanggil sebuah citra

bangsa, atau negara-bangsa, membela kepentingannya anarkis dalam

sistem internasional dimana bahaya berlimpah dan kepentingan bangsa

selalu beresiko24

2. Digunakan sebagai alat untuk menganalisis kebijakan luar negeri,

terutama oleh realis politik, seperti Hans Morgenthau. Disini

kepentingan nasional digunakan sebagai semacam kebijakan luar negeri

versi istilah 'kepentingan' publik yang menunjukkan apa yang terbaik

bagi bangsa dalam hubungannya dengan negara lain. Penggunaan

istilah bukan hanya menekankan ancaman terhadap bangsa dari anarki

internasional, tetapi juga kendala eksternal pada kebebasan manuver

negara dari perjanjian, kepentingan dan kekuatan negara-negara lain,

dan faktor lain di luar kendali dari bangsa seperti lokasi geografis dan

ketergantungan pada perdagangan luar negeri. Analisis ini terletak pada

penekanan peran negara sebagai perwujudan dari kepentingan bangsa.

Para realis menggunakan istilah kepentingan nasional dalam .

mengevaluasi kebijakan luar negeri telah memusatkan perhatian pada

keamanan nasional sebagai inti kepentingan nasional. 'Bunga negara'

dan 'kepentingan keamanan nasional' adalah istilah serumpun25

c. Motivasi Negara Menerapkan Kepentingan Nasional

.

Kesulitan dengan analisis penggunaan istilah adalah tidak adanya

metodologi disepakati dimana kepentingan terbaik bangsa dapat diuji.

Beberapa penulis berpendapat bahwa kepentingan terbaik, bagaimanapun

secara objektif ditentukan oleh situasi negara dalam sistem internasional dan

dapat disimpulkan dari suatu studi tentang sejarah dan keberhasilan atau

kegagalan kebijakan.

Motivasi negara dalam menerapkan kepentingan nasional itu sendiri

adalah tergantung dari kebutuhan negara tersebut dan posisi negara itu

sendiri. Kepentingan suatu negara tersebut juga adalah cara upaya suatu

negara untuk mendapatkan power. Dimana power adalah segala sesuatu yang

dapat mengembangkan dan memelihara kontrol suatu negara terhadap negara

lain. Contoh: Pada saat Jerman Perang Dunia ke II. Saat itu kepentingan

nasionalnya jelas berbeda dengan kepentingan nasional dari negara Inggris di

era yang sama.

Politik Jerman (Labensraum) penerapannya memakai expansionist. Jadi

kepentingan nasionalnya adalah wilayah, sehingga Jerman mengambil

wilayah negara lain akan tetapi masih di dalam Negara Eropa. Sedangkan

Inggris (imperialist) penerapannya memakai kolonialisme. Jadi kepentingan

nasionalnya adalah sumber daya alam, namun sumber daya alam tersebut

didapat dari luar negara Eropa26

d. Tipe-tipe Kepentingan Nasional .

Mula-mula tampaknya penggunaan istilah Morgenthau tentang

kepentingan nasional dalam berbagai cara untuk mencakup berbagai makna

mungkin membingungkan. Tampaknya ini dibuktikan dengan istilah

kepentingan umum dan kepentingan yang saling bertentangan, kepentingan

utama atau pelengkap, kepentingan belum lengkap, kepentingan masyarakat,

kepentingan identik dan saling melengkapi, kepentingan vital, kepentingan-

kepentingan yang sah, spesifik atau kepentingan terbatas, kepentingan-

kepentingan material diperlukan dan berharga. Setelah penyelidikan lebih

lanjut, istilah ini dapat jatuh ke dalam kategori umum.

a. Kepentingan utama meliputi perlindungan fisik bangsa, politik, dan

identitas budaya dan kelangsungan hidup terhadap bentuk pelanggaran di

luar. Kepentingan utama dapat dikompromikan atau diperdagangkan.

b. Kepentingan sekunder adalah mereka yang jatuh di luar sebuah tetapi

memberikan kontribusinya.

c. Kepentingan permanen adalah mereka yang relatif konstan selama jangka

waktu panjang yang bervariasi dengan waktu, tetapi hanya perlahan-lahan.

d. Kepentingan variabel adalah mereka yang fungsi dari "semua arus salib

kepribadian, opini publik, penampang kepentingan, partisan politik, dan

politik dan moral Folkways" dari suatu bangsa. Mereka adalah apa yang

diberikan negara pada waktu tertentu memilih untuk menganggap sebagai

kepentingan nasional.

e. Kepentingan umum adalah bangsa dapat menerapkan dalam cara yang

positif untuk wilayah geografis besar, untuk sejumlah besar negara, atau

dalam beberapa bidang tertentu seperti, ekonomi, perdagangan, hubungan

diplomatik, hukum internasional, dan lain-lain.

f. Kepentingan spesifik kepentingan positif yang tidak termasuk di dalamnya.

Kepentingan spesifik biasanya didefinisikan dalam waktu dekat dan atau

ruang dan logis sering adalah hasil dari kepentingan-kepentingan umum

misalnya historis Britania menganggap kemerdekaan tetap negara-negara

yang rendah sebagai prasyarat mutlak untuk memelihara keseimbangan

kekuasaan di Eropa27

e. Dimensi Kepentingan Nasional .

Menurut Donald E. Nuechterlin sedikitnya menyebutkan empat jenis

kepentingan nasional:

1. Kepentingan pertahanan, diantaranya menyangkut kepentingan untuk

melindungi warga negaranya serta wilayah dan sistem politik dari

ancaman negara lain.

2. Kepentingan ekonomi, yakni kepentingan pemerintah untuk meningkatkan

perekonomian negara melalui hubungan ekonomi dengan negara lain.

3. Kepentingan tata internasional, yaitu kepentingan untuk mewujudkan atau

mempertahankan sistem politik dan ekonomi internasional yang

menguntungkan bagi negaranya.

4. Kepentingan ideologi, yaitu kepentingan untuk mempertahankan atau

melindungi ideologi negaranya dari ancaman ideologi negara lain28

Dokumen terkait