• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL GEOPOLITIK SELAT MALAKA

A. Profil Selat Malaka

Selat dalam arti Geografis merupakan bagian dari laut yang menyempit

yang terletak diantara dua daratan yang menghubungkan laut yang lebih luas.

Dalam artian Yuridis, selat merupakan bagian dari laut yang digunakan untuk

pelayaran internasional antara satu bagian laut lepas dan bagian laut lepas dari

suatu negara laut atau teritorial suatu negara lain38. Selat Malaka berada di antara dua daratan besar yaitu Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Saat ini ada

tiga negara berdaulat yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka yaitu

Indonesia, Malaysia dan Singapura39

1. Jarak Pulau Perak (M) dan Titik Berlian (Indonesia=I) 91 mil; .

Panjang Selat Malaka adalah 600 mil dari Tanjung Jambuaye (Aceh)

sampai ke Tanjung Pergam di Pulau Bintan atau dari Pulau Perak (Malaysia=M)

sampai ke Taman Datok (M). Adapun lebarnya bervariasi mulai dari Utara,

Selatan sampai ke Timur sebagai berikut:

2. Jarak Ujung Tamiang (I) dengan Pulau Penang (M) 126 mil;

3. Jarak Pulau Berhala (I) dan Pulau Perak (M) 37,9 mil;

4. Jarak Ujung Timbun Tulang (I) dan Tanjung Beras Babah (M) 71,8 mil;

5. Jarak Pulau Rupat (I) dan Caoe Bechabo (M) 20,9 mil;

38 Iman Prihandono, Makalah Navigasi Departemen Hukum Internasional Universitas Airlangga. 39 S. Mulyadi. 2005. Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. hal. VI-VII.

6. Jarak Pulau Bengkalis (I) dan Tanjung Jambo (M) 24,8 mil;

7. Jarak Pulau Karimun Kecil Utara (I) dan Pulau Kukus (M) 8,4 mil;

8. Jarak Pulau Karimun Kecil Selatan (I) dan Tanjung Piai (M) 9,26 mil;

9. Jarak Pulau Nipah (I) dan Tanjung Gul (Singapura=S) 9,1 mil;

10. Jarak Pulau Takong Besar (I) dan Pulau Senang (S) 3,2 mil;

11. Jarak Pulau Sabar (I) dan Pulau Seburok (S) 6,1 mil;

12. Jarak Pulau Anak Sambu (I) dan P. St John (S) 3,8 mil;

13. Jarak Sikwang (I) dan Tanjung Bedok (S) 8,7 mil;

14. Jarak Tanjung Babi (I) dan Tanjung Siapa (M) 8,9 mil; dan

15. Jarak Tanjung Pergam (I) dan Tanjung Datok40

Dari gambaran di atas terlihat bahwa mulai dari Pulau Karimun Kecil di

Selat Malaka sampai ke Tanjung Pergam di Selat Singapura banyak terdapat

wilayah selat yang sempit. Meskipun sebagian besar Selat Malaka kedalamnya

rata-rata adalah 30 fathoms (55 meter), namun mulai dari lepas pantai Pulau

Rupat, Pulau Karimun Kecil sampai ke Selat Singapura banyak terdapat dasar laut

yang amat dangkal antara 5 fathoms (1,8 meter) .

41

Selat Malaka memiliki panjang 900 km atau 600 mil dengan lebar

bervariasi yaitu 65 km atau 40 mil di sisi Selatan dan semakin ke Utara semakin

melebar sekitar 250 km atau 155 mil, dasar laut di beberapa tempat hanya 23 km

bila laut surut dimana perubahan arus laut tidak teratur dengan kecepatan 3 mph .

40Syamsumar Dam. 2010. Politik Kelautan. Jakarta: Bumi Aksara. hal. 82.

Lihat juga dalam Chua Thia Eng et-al (eds): “Mallaca Straits: Environmental Profile”. hal. 1.

(Cleary & Chuan, 2000). Ekologi kondisi tanah dan lingkungan yang ada di

sekitar Selat Malaka memiliki banyak kesamaan42

Batas-batas Selat Malaka yaitu di sebelah Barat dibatasi atau sejajar

dengan bagian paling Utara Pulau Sumatera (5°40′LU 95°26′BT) dan Lem Voalan di bagian paling Selatan dari Goh Phuket (Pulau Phuket) di Thailand (7°45′LU 98°18′BT). Pada bagian Timur sejajar antara Tanjong Piai (Bulus), dan wilayah paling Selatan daripada Semenanjung Malaysia (1°16′LU 103°31′BT) dan kemudian ke arah Karimun (1°10′LU 103°23.5′BT). Di sisi Utara dibatasi oleh Pantai Barat Daya Semenanjung Malaysia dan dari Selatan dibatasi oleh pantai

bagian Timur Laut Pulau Sumatera ke arah Timur dari Tanjung Kedabu (1°06′N 102°58′BT) kemudian ke Pulau Karimun (Cleary dan Chuan, 2000)

. 43 42Ibid., hal. 83-84. 43Ibid., hal. 78-79. .

Selat Malaka suatu kawasan beriklim tropik. Keadaan ini berhubungan

dengan kedudukannya yang berada didekat garis khatulistiwa. Curah hujan

terutama di pesisir Timur dan Utara mencapai purata 1000 mm hingga 2000 mm

per tahun, sedangkan di bagian tengah, pesisir Barat dan Selatan curah hujannya

lebih tinggi yaitu mencapai 2000 mm hingga 3000 mm per tahun. Suhu

maksimum rata-rata mencapai 23° Celcius hingga 35° Celcius, dengan

kelembaban nisbi udara mencapai 65% hingga 75%. Secara umum kawasan Selat

Malaka memiliki ketinggian rata-rata 125 m di atas permukaan laut. Secara lebih

1. Kawasan dengan ketinggian 0-25 m di atas permukaan laut mencapai luas

1.297.895 accre atau 22.65 % dari seluruh luas kawasan Selat Malaka.

2. Kawasan dengan ketinggian 25–1000 m di atas permukaan laut mencapai luas

3.110.498 accre atau 54.22% dari seluruh luas kawasan Selat Malaka.

3. Kawasan dengan ketinggian diatas 1000 m di atas permukaan laut mencapai

luas 1.297.498 accre atau 23.16 % dari seluruh luas kawasan Selat Malaka44 Penduduk di sekitar kawasan Selat Malaka terdiri dari beragam suku yaitu

Melayu, Aceh, Tionghoa, Siam dan suku bangsa lainnya. Khusus untuk Melayu,

suku ini adalah suku mayoritas di kawasan Selat Malaka, dengan penyebarannya

yang sangat luas meliputi Malaysia, Singapura, Thailand Selatan, Indonesia (di

Sumatera, Kalimantan, dan untuk kawasan Sumatera suku bangsa Melayu tersebar

khususnya di wilayah Pantai Timur Sumatera) serta Brunei Darussalam.

.

Pulau Sumatera (Indonesia) yang kawasannya langsung berhadapan

dengan Selat Malaka adalah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera

Utara, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau, sedangkan negara bagian di Malaysia

yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka adalah Kedah, Perlis, Malaka,

Johor, Selangor, Negeri Sembilan, dan Perak yang keseluruhan dari negara bagian

ini terletak di Semenanjung Malaysia45

44Solvay Gerke & Hans-Dieter Evers. “Selat Malaka: Jalur Sempit Perdagangan Dunia”. Jurnal Akademika.

Edisi 81(1) Tahun 2011. hal. 10.

45S. Pandoyo Toto. 1985. Wawasan Nusantara dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan

Nasional. Jakarta: Bina Aksara. hal 3-4.

. Kabupaten atau Kota di Provinsi

Sumatera Utara yang berbatasan dengan Selat Malaka adalah Kabupaten Langkat,

Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Labuhan Batu

dan Kota Medan.

Pantai Timur Sumatera yang menghadap ke Selat Malaka banyak

ditumbuhi hutan mangrove, termasuk di Pantai Barat Semenjung Malaysia.

Namun, jumlah hutan mangrove semakin berkurang karena aktivitas

pembangunan yang dilakukan manusia. Di Pantai Barat Semenanjung Malaysia,

semenjak sekitar tahun 1965 hingga tahun 1985 sekitar 200 km lahan mangrove

telah diubah fungsinya sehingga kawasan hutan mangrove yang semula secara

keseluruhan seluas 1.184 km menjadi berkurang (Cleary & Chuan, 2000). Air

Selat Malaka dikenal cukup hangat dan iklim di sekitar Selat Malaka adalah iklim

tropis yang dipengaruhi dua angin musim. Kondisi iklim dan suhu air akan

mempengaruhi hasil tangkapan ikan bagi nelayan sekitar Selat Malaka.

Kandungan mineral dan potensi ikan sangat besar di perairan Selat Malaka46 Provinsi Riau adalah salah satu kawasan yang secara geografis berbatasan

langsung dengan Selat Malaka dan sangat dekat dengan negara tetangga, yaitu

Malaysia dan Singapura. Provinsi Riau menjadi pintu masuk ke wilayah Indonesia

(Sumatera) yang sangat strategis (M. Saeri, 20011). Ada enam titik terluar dari

Provinsi Riau yang dinilai berpotensi untuk menjadi gerbang keluar masuk dari

dan ke Riau yaitu daerah Panipahan, dan Sinaboi (berada di Kabupaten Rokan

Hilir), Tanjung Medang di Pulau Rupat (Kota Dumai), selat Baru (di Kabupaten

Bengkalis), Selat Panjang dan Tanjung Samak di Kabupaten Meranti. Kabupaten .

46S. Pandoyo Toto. 1985. Wawasan Nusantara dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan

atau kota di Provinsi Riau yang letaknya berbatasan dengan Selat Malaka adalah

Kabupaten Indragiri Hilir, Bengkalis, Rokan Hilir, Meranti, dan Kota Dumai.

Jalur Selat Malaka merupakan jalur terpendek dari Tanduk Afrika dan

Teluk Persia ke Asia Timur dan Samudera Pasifik. Selat Malaka tidak hanya

koridor bagi lalu lintas laut dari Timur ke Barat atau Barat ke Timur, tetapi

menjadi jalur komunikasi lintas selat dan mengintegrasikan provinsi dan negara

pada masing-masing kedua sisi selat. Sehingga perdamaian dan kestabilan di

wilayah Selat Malaka merupakan prasyarat bagi perkembangan pasukan energi

yang lancar dan perdagangan antarbangsa antara Kesatuan Eropa dan Asia Timur.

Gambar 1 Wilayah Selat Malaka

Sumber: Peta Wilayah Selat Malaka,

Selat Malaka menjadi jalur utama bagi lalu lintas kargo dan manusia

antara wilayah Indonesia-Eropa dan wilayah lainnya di Asia serta Australia. Ini

Makassar dan Selat Lombok di Indonesia. Setiap tahun, barang-barang dan jasa

bernilai jutaan Euro melewati wilayah Selat Malaka47

Terdapat lima buah pelabuhan penting antar bangsa, yakni Pelabuhan di

Singapura, Pelabuhan Klang (berdekatan dengan Kuala Lumpur), Pelabuhan

Johor, Pelabuhan Pulau Pinang dan Pelabuhan Belawan (Medan). Selain itu masih

ada sejumlah besar pelabuhan kecil dan terminal feri yang cukup penting bagi

kawasan setempat. Apabila Singapura dan pelabuhan utama lainnya yang

jumlahnya lebih sedikit, merupakan pusat pelayaran dunia, maka pelabuhan-

pelabuhan kecil merupakan tulang belakang perdagangan lokal dan migrasi tenaga

kerja

.

48

Sekitar 50.000 buah kapal yang setiap tahun berlayar, mengangkut

sepertiga daripada perdagangan dunia melewati Selat Malaka setelah angkutan

kargo umum, minyak dan komoditi terpenting di dunia. Oleh karena lebar Selat

Malaka adalah hanya sekitar 1,5 mil nautika (2,8 km) dan 0,6 mil nautika (1,1

km) .

49

, Phillips Channel di Selat Singapura dan kawasan terpanjang the One

Fathom Bank merupakan salah satu titik tersempit yang terpenting bagi lalu lintas

laut dunia50

47Lina Mauludina Rosalind. “Pengaturan Kerjasama, dan Tantangan Diplomasi Indonesia di Selat Malaka”.

Jurnal Diplomasi. Edisi 2 No. 4 Tahun 2010. hal. 77.

48Solvay Gerke & Hans-Dieter Evers. “Selat Malaka: Jalur Sempit Perdagangan Dunia”. Jurnal Akademika.

Edisi 81(1) Tahun 2011. hal. 9-10.

.

49Adalah suatu

bagian dari satuan SI. Mil laut digunakan di seluruh dunia untuk keperlua ini biasa digunakan pada Mil laut dikembangkan da

50Transit minyak di Selat Malaka, dalam http.www.eia.doe.gov/emeu/cabs/choke.html. diakses pada 12

Pada tahun 2003, sejumlah 19,154 buah tanker yang mengangkut lebih

daripada 10 juta barel minyak per hari melayari Selat Malaka kearah Timur

(negara-negara Teluk Persia–Asia Timur) (Zubir 2006:6)51. Pada tahun 2007, dari total 80 juta barel produksi minyak bumi yang diperdagangkan per hari, sekitar 15

juta barel per hari diangkut melalui Selat Malaka52

Perdagangan diduga akan meningkat disebabkan keperluan minyak yang

bertambah, terutama China. Kesibukan dan dampak keamanan yang terjadi di

Selat Malaka dapat dipantau dari data pergerakan kapal yang melintasi Selat

Malaka dari tahun 1999-2009 yang meningkat signifikan setiap tahunnya. Jenis

kapal yang melintas di Selat Malaka sepanjang periode tersebut sebanyak 228.506

kapal kontainer, 162.250 kapal tanker, 78.706 kapal bulk vessel, 76.273 kapal

cargo, disusul dengan jenis kapal ro–ro sebanyak 38.411, 27.234 kapal

penumpang, 11.133 kapal Armada Angkatan Laut, dan sisanya kapal penangkap

ikan

dan Selat Malaka menjadi

penghubung perdagangan minyak bumi antara negara-negara di Timur-Tengah

dan negara-negara di Asia, khususnya Jepang dan China.

53

Di penghujung tahun 2010 kapal yang melintas telah mencapai 71.359

kapal dari sebanyak 63.636 kapal di tahun 2004 yang awalnya hanya 43.965 di

tahun 1999. Kesibukan di Selat Malaka diperkirakan akan meningkat mencapai

angka 316.700 kapal di tahun 2024 dan akan mencapai angka 1.300.000 pada .

51Ibid.

52 “worldOilTransitChokepoint,”http://www.eia.doe.gov/cabs/Wolrd Oil Transit

Chokepoints/Background.html. diakses pada 12 Februari 2014 pkl 11:30.

53 Conni Rahakundini Bakrie. Maritime Security & Safety di Selat Malaka, dalam www. Uni Sosial Demokrat

tahun 208354. Saat ini lalu lintas minyak melalui Selat Malaka, jumlahnya adalah tiga kali lebih besar daripada lalu lintas minyak yang melewati Terusan Panama55

Perdagangan dunia termasuk khususnya sumber tenaga dunia seperti

minyak, Liquefied Natural Gas (LNG), dan bahan-bahan cargo bermuatan kering

maupun basah harus melewati jalur sempit tertentu antara kawasan pemasok

sumber tenaga dunia untuk sampai ke negara-negara yang menjadi tujuan

pengiriman minyak. Oleh karena jalur yang dapat dilayari di Selat Malaka pada

ruas tertentu lebarnya hanya kurang dari 1 mil nautika (1,5 km), maka ruas-ruas

tersebut menimbulkan sejumlah halangan atau gangguan yang penting bagi lalu

lintas antarbangsa

.

56

.

Selat Malaka memiliki peluang baik, tetapi juga menyimpan resiko tinggi

bagi perdagangan luar dan antarbangsa. Pencemaran, perompakan dan konflik

antarbangsa mungkin merupakan ancaman utama yang dapat menggangu

perdagangan dunia dan menimbulkan kerugian yang tidak dapat diduga

sebelumnya bagi ekonomi dunia. Apabila kapal tanker minyak diserang angin

laut, lalu terkandas, menyebabkan tumpahan minyak dan menghalangi kapal-

kapal lain yang melewati jalur sempit dan menimbulkan kerugian ekonomi dan

lingkungan. Misalnya, kerugian bagi nelayan-nelayan setempat, pencemaran di

pesisir pantai, penurunan perdagangan lokal dan pariwisata. Dalam jangka waktu

singkat, kerugian ekonomi mungkin akan mencapai jutaan Euro.

54 Ibid. 55 Ibid.

Gambar 2 Rute Minyak Dunia

Source: U.S. Government Accountability Office

Note: Circles represent millions of barrels per day transported through each chokepoint. Arrows represent common petroleum maritime routes.

Sumber : Rute Minyak Dunia,

Pada tahap awal dari negara-negara pesisir yang baru merdeka, seperti

Indonesia, Singapura, dan Malaysia hubungan lintas selat menurun, namun pada

tahun-tahun 1980-an mulai berkembang dengan lebih pesat bersamaan dengan

pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Sehubungan dengan itu, Selat Malaka

mempertahankan dan memperkuat posisinya sebagai jalur pelayaran terpenting di

dunia, lebih penting dari Terusan Panama atau Selat Gibraltar57

Selat Malaka terletak antara negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura

yang merupakan penghubung Samudera Hindia ke Laut Cina Selatan dan

Samudera Pasifik. Selat Malaka pemasok rute laut terpendek antara Teluk Persia .

dan Pasar Asia. Selat Malaka menjadi kunci chokepoint di Asia dengan aliran

minyak sebesar 13, 6 juta barel per hari (bbl/d) perkiraan tahun 200958

Sumber : EIA (data estimates based on APEX tanker data)

Pasar internasional bergantung pada transport yang handal. Penyumbatan

secara sementara chokepoints dapat menyebabkan gangguan besar di pasar energi

dunia. Penutupan beberapa chokepoints akan memerlukan lagi rute alternatif,

sehingga meningkatkan biaya transportasi.

Dokumen terkait