BAB II: DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM
A. Kronologis Dakwaan
Terdakwa Tua Anggiat Haris Maruli Simatupang, pada hari Minggu tanggal 10 Juli 2005 sekira pukul 10.30 Wib atau setidaknya pada waktu lain dalam bulan Juli 2005. Bertempat di Dusun IX Gang Darmo Ujung No. 2A Desa Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang atau setidaknya pada suatu tempat dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Korban Johan Riki Fernando Simatupang dan Terdakwa adalah anak dari pasangan saksi Surung Simatupang dan saksi Ruminta br Sihombing, dan mereka bertempat tinggal di Dusun IX Gang Darmo Ujung No. 2A Desa Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Terdakwa sudah lama menaruh dendam kepada adiknya yaitu korban Johan Riki Fernando Simatupang karena sering memaki-maki Terdakwa, mengucapkan kata-kata kotor kepada Terdakwa dan sering mengejek atau mencemooh Terdakwa dengan mengatakan “bodoh” dan “suka tinggal kelas”.
Selain hal tersebut juga karena perlakuan orang tua dan saudara-saudara Terdakwa yang berbeda, mereka memberikan kasih sayang yang berbeda antara Terdakwa dengan korban Johan Riki Fernando Simatupang. Kemudian pada hari
Minggu tanggal 10 Juli 2005 sekira pukul 10.30 Wib, Terdakwa bermaksud mengambil stiek bunga dari belakang rumahnya. Ketika itu korban Johan Riki Fernando Simatupang yang sedang merendam pakaian kotor melihat Terdakwa memakai celana pendek milik korban Johan Riki Fernando Simatupang lalu korban Johan Riki Fernando Simatupang marah-marah kepada Terdakwa dengan mengatakan “kenapa kau pakai celanaku, enggak usah lagi pakai celanaku, kalau kau pakai celanaku kau tak pernah cuci, memang anjing kau, babi kau, kau pikir celana ini celana murahan”.
Mendengar kata-kata yang diucapkan korban Johan Riki Fernando Simatupang, Terdakwa merasa emosi sehingga Terdakwa membentak kata yang diucapkan korban Johan Riki Fernando Simatupang dan mengatakan “kau pikir enggak bisa ku beli celana kayak gini”. Korban Johan Riki Fernando Simatupang kembali memaki-maki dengan mengatakan “pukimak kau, dipinjamkan celana enggak pernah kau cuci”. Terdakwa semakin emosi mendengar kata-kata makian yang diucapkan korban Johan Riki Fernando Simatupang dan juga selama ini korban Johan Riki Fernando Simatupang sering mengejek Terdakwa.
Kemudian Terdakwa mendekati korban Johan Riki Fernando Simatupang yang dalam posisi jongkok karena merendam pakaian kotor, lalu Terdakwa menendang tubuh korban Johan Riki Fernando Simatupang dari arah belakang dengan sekuat tenaga sebanyak 2 (dua) kali kena pada bagian rusuk sebelah kanan hingga korban Johan Riki Fernando Simatupang jatuh telungkup kedepan. Kemudian
Terdakwa menarik rambut belakang korban Johan Riki Fernando Simatupang dengan tangan kanannya lalu membenturkan kening korban Johan Riki Fernando Simatupang ke lantai kamar mandi. Selanjutnya Terdakwa menarik rambut depan korban Johan Riki Fernando Simatupang lalu ditarik Terdakwa ke belakang lalu membenturkan kepala bagian belakang korban Johan Riki Fernando Simatupang ke lantai kamar mandi sebanyak 1 (satu) kali.
Setelah itu, Terdakwa meninju dada korban Johan Riki Fernando Simatupang dengan tangan kanan terkepal hingga korban Johan Riki Fernando Simatupang pingsan. Korban Johan Riki Fernando Simatupang dalam keadaan tidak berdaya, diseret Terdakwa dari kamar mandi dengan cara Terdakwa meletakkan tangannya diketiak korban Johan Riki Fernando Simatupang, lalu membawanya ke tepi bak air comberan. Selanjutnya Terdakwa menegakkan tubuh korban Johan Riki Fernando Simatupang yang tidak berdaya hingga posisi berdiri lalu dimasukkan Terdakwa ke dalam bak tersebut. Karena tubuh korban Johan Riki Fernando Simatupang lebih tinggi dari bak tersebut lalu Terdakwa merenggangkan kedua kaki korban Johan Riki Fernando Simatupang pada sudut bak, lalu Terdakwa menginjak-injak bahu korban Johan Riki Fernando Simatupang hingga korban Johan Riki Fernando Simatupang tenggelam dan tidak kelihatan lagi.
Terdakwa membiarkan korban Johan Riki Fernando Simatupang terendam dalam bak berisi air beberapa menit untuk memastikan korban Johan Riki Fernando Simatupang tidak bernyawa lagi atau meningggal dunia. Terdakwa berpura-pura
memotong bunga didepan pintu rumahnya, padahal Terdakwa menunggu korban Johan Riki Fernando Simatupang terendam dalam air, dan setelah Terdakwa yakin bahwa korban Johan Riki Fernando Simatupang telah meninggal dunia, lalu Terdakwa masuk kedalam rumah seperti tidak ada kejadian.
Akibat perbuatan Terdakwa maka korban Johan Riki Fernando Simatupang seketika atau beberapa saat kemudian meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya sesuai dengan Visum et Repertum Nomor: 209/VII/LKK/VER/2005 tanggal 11 Juli 2005 atas nama Johan Riki Fernando Simatupang, yang dibuat dan ditandatangani dengan mengingat sumpah jabatan oleh Dr. Surjit Singh, SpF, DFM, Dokter pemerintah pada RSU. Dr. Pirngadi Medan, yang menyimpulkan dari hasil pemeriksaannya sebagai berikut:
1. Hasil pemeriksaan luar
a. Wajah:
1) Dijumpai luka lecet pada dahi diatas alis mata kanan, ukuran panjang 2 cm, lebar 1 cm, jarak dari garis tengah ke tubuh 2 cm, jarak dari alis mata kanan ke atas 2 cm;
2) Dijumpai luka lecet ke-2 pada dahi kiri, ukuran panjang 4 cm, lebar 1 cm, dan garis tengah tubuh 0,5 cm;
1) Dijumpai luka lecet pada kelopak mata bawah kanan, ukuran panjang 1,5 cm;
c. Hidung:
1) Dijumpai luka pada batang hidung, ukuran panjang 2 cm, lebar 1 m;
2) Dijumpai luka lecet dibawah hidung, ukuran panjang 2 cm, lebar jarak dari hidung 0,2 cm, jarak dari bibir atas 0,5 cm;
d. Mulut:
1) Terbuka 1 cm, luka lecet pada bibir bawah, ukuran panjang 2 cm, lebar 0,5 cm;
2) Bibir atas dan bawah bengkak;
3) Lidah tergigit 0,2 cm;
e. Anggota gerak atas:
1) Dijumpai luka lecet pada pergelangan tangan kanan sebelah dalam, ukuran panjang 2 cm, lebar 1 cm;
2) Dijumpai luka lecet pada punggung telapak tangan kanan dekat jari kelima ukuran panjang 3 cm, lebar 1 cm;
3) Dijumpai luka lecet pada punggung telapak tangan dekat jari manis, ukuran panjang 2 cm, lebar 0,8 cm pada tangan kanan;
f. Anggota gerak bawah:
1) Memar pada paha kiri dalam, ukuran panjang 15 cm, lebar jarak dari lutut 4 cm;
2) Memar pada tulang kering kanan, ukuran panjang 1 cm, lebar 0,8 cm jarak dari lutut 12 cm;
3) Dijumpai luka lecet pada pergelangan kaki kanan bagian dalam, ukuran panjang 0,8 cm, lebar 0,3 cm, jarak dari tumit 9,5 cm;
2. Hasil pemeriksaan dalam a. Kepala:
1) Dijumpai resapan darah ukuran panjang 7 cm, lebar 2 cm pada pembukaan kulit kepala bagian depan;
2) Dijumpai resapan darah ukuran panjang 6 cm, lebar 1 cm, pada pembukaan kulit kepala samping kanan;
3) Dijumpai resapan darah ukuran panjang 12 cm, lebar 6 cm, pada pembukaan kulit kepala bagian belakang;
4) Dijumpai resapan darah dan selaput otak ukuran panjang 9 cm, lebar 3 cm, pada pembukaan tulang tengkorak kepala;
b. Leher:
1) Dijumpai resapan darah dibawah kulit leher kiri, ukuran panjang, lebar 5 cm, dan resapan darah pada otot leher kanan;
c. Dada:
1) Patah tulang iga ke-5 (lima) dan iga ke-3 (tiga) kiri, pada pembukaan kulit dada;
2) Dijumpai resapan darah pada patah tulang iga ke-2 (dua) kiri, ukuran panjang, lebar 3 cm;
3) Dijumpai resapan darah pada celah tulang iga ke-2 (dua) sampai tulang iga ke-6 (enam) kanan, ukuran panjang 10 cm, lebar 3 cm;
d. Jantung:
1) Dijumpai cairan berwarna kuning pada pembukaan jantung;
e. Perut:
1) Dijumpai resapan darah pada otot lambung;
f. Usus:
Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam diambil kesimpulan bahwa penyebab kematian korban Johan Riki Fernando Simatupang karena perdarahan dijaringan otak serta patah tulang iga ke-5 (lima) kanan dan tulang iga ke-3 (tiga) kiri akibat ruda paksa.
Bahwa Terdakwa oleh Penuntut Umum telah didakwa sebagai berikut:
1. Primair : Pasal 340 KUHPidana;
2. Subsidair : Pasal 338 KUHPidana;
3. Lebih Subsidair : Pasal 338 KUHPidana;