BAB III METODE PENELITIAN
E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya
2. Kultur Keluarga
20 22 23 24
Masing-masing pertanyaan selanjutnya dinyatakan dalam 4 skala sikap dari Likert dan masing-masing opsi jawaban diberi skor dengan ketentuan sebagai berikut:
Skor untuk pernyataan
No Keterangan Positif Negatif
1 Sangat setuju 4 1
2 Setuju 3 2
3 Tidak setuju 2 3
4 Sangat tidak setuju 1 4
2. Kultur Keluarga
Yang dimaksud kultur keluarga adalah pandangan hidup yang mencakup cara berpikir, berperilaku, dan sikap nilai, yang diakui bersama dalam suatu kesatuan sosial yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak, yang dapat dijadikan tempat untuk membimbing anak-anak sekaligus sebagai
tempat untuk pemenuhan kebutuhan hidup, baik kebutuhan fisik maupun psikis.
Variabel kultur keluarga diukur berdasarkan indikator antara lain: kekuasaan orang tua atas aturan, kepatuhan/rasa hormat terhadap orang tua atau terhadap anggota keluarga lain yang lebih tua, kebiasaan dalam meminimalkan perbedaan status, ketergantungan pada orang tua, kebiasaan dalam meminimalkan perbedaan status, kebebasan untuk menyatakan pendapat, loyalitas kepada anggota keluarga lain, keleluasaan untuk mandiri, keterikatan sosial satu sama lain dalam keluarga, kebutuhan untuk berkomunikasi, perasaan yang muncul atas pelanggaran suatu aturan atau norma tertentu, ayah lebih dominan, perhatian yang lebih kepada anggota keluarga yang kuat, anggota keluarga (laki-laki atau perempuan) memiliki cita-cita yang tinggi, menghindari adanya perbedaan, sikap dalam menghadapi ketidakpastian hidup, dan penetapan aturan. Keseluruhan indikator tersebut dijabarkan dalam 18 item pertanyaan. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel kultur keluarga.
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel Kultur Keluarga
No. Dimensi Indikator Pertanyaan
No 1. Power
distance
a. Kekuasaan orang tua atas aturan
b. Kepatuhan atau rasa hormat terhadap orang tua atau terhadap anggota keluarga lain yang lebih tua.
c. Ketergantungan pada orang tua
d. Kebiasaan dalam meminimalkan perbedaan status 1 2 3 4 2. Individualism vs Collectivism
a. Kebebasan untuki menyatakan pendapat
b. Loyalitas kepada anggota keluarga lain
5 6 7
c. Keleluasan untuk mandiri
d. Keterikatan sosial satu sama lain dalam keluarga
e. Kebutuhan untuk berkomunikasi
f. Perasaan yang muncul atas pelanggaran suatu aturan atau norma tertentu 8 9 10,11 3. Femininity vs Masculinity
a. Peran ayah lebih dominan
b. Perhatian yang lebih kepada anggota keluarga yang kuat
c. Anggota keluarga (laki-laki atau perempuan) memiliki cita-cita yang tinggi
d. Menghindari adanya perbedaan
12 13 14 15 4. Uncertainty avoidance
a. Sikap dalam menghadapi ketidakpastian hidup
b. Penetapan aturan
16,17 18
Masing-masing pertanyaan selanjutnya dinyatakan dalam 4 skala sikap dari Likert dan masing-masing opsi jawaban diberi skor dengan ketentuan sebagai berikut:
Skor untuk pernyataan No. Keterangan
Positif Negatif
1 Sangat setuju 4 1
2 Setuju 3 2
3 Tidak setuju 2 3
4 Sangat tidak setuju 1 4
3. Kultur Lingkungan Kerja
Yang dimaksud kultur lingkungan kerja adalah pandangan hidup, mencakup cara berpikir, berperilaku, sikap nilai, yang diakui bersama dalam suatu lingkungan di sekitar pekerja yang mempengaruhi dirinya, baik secara emosional maupun intelektual, dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
Variabel kultur lingkungan kerja diukur berdasarkan indikator antara lain: perbedaan jarak kekuasaan antara atasan dan bawahan, tingkat
pengawasan, sistem penggajian, dasar hubungan atasan bawahan, dasar pemberian gaji, sistem manajemen kerja yang dianut, cara mengatasi masalah, filosofi kerja, sikap atasan dalam memimpin, orientasi kerja, budaya kerja keras, orientasi waktu dalam bekerja, kebebasan mengeluarkan ide, sumber motivasi dalam bekerja, dan dasar kedisiplinan kerja. Keseluruhan indikator tersebut dijabarkan dalam 16 item pertanyaan. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel kultur lingkungan kerja.
Tabel 3.3
Operasionalisasi Kultur Lingkungan Kerja
No. Dimensi Indikator Pertanyaan
No. 1. Power
distance
a. Perbedaan jarak kekuasaan antara atasan dan bawahan
b. Tingkat pengawasan c. Sistem penggajian 1,4 2 3 2. Individualism vs Collectivism
a. Dasar hubungan atasan bawahan b. Dasar pemberian gaji
c. Sistem manajemen kerja yang dianut
9 11 10 3. Femininity vs
Masculinity
a. Cara mengatasi masalah b. Filosofi kerja
c. Sikap atasan dalam memimpin d. Orientasi kerja 5 7 6 8 4. Uncertainty avoidance
a. Budaya kerja keras
b. Orientasi waktu dalam bekerja c. Kebebasan mengeluarkan ide d. Sumber motivasi dalam bekerja e. Dasar kedisiplinan kerja
12 13 14 15 16
Masing-masing pertanyaan selanjutnya dinyatakan dalam 4 skala sikap dari Likert dan masing-masing opsi jawaban diberi skor dengan ketentuan sebagai berikut:
Skor untuk pernyataan No. Keterangan Positif Negatif 1 Sangat setuju 4 1 2 Setuju 3 2 3 Tidak setuju 2 3
4 Sangat tidak setuju 1 4
4. Kultur Lingkungan Masyarakat
Yang dimaksud kultur lingkungan masyarakat adalah pandangan hidup, mencakup cara berpikir, berperilaku, sikap nilai, yang diakui bersama dalam sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial dimana didalamnya kehidupan individu dibentuk, saling mempengaruhi satu sama lain, terikat oleh tujuan bersama dengan batas-batas aturan yang dirumuskan dengan jelas.
Variabel kultur lingkungan masyarakat diukur berdasarkan indikator antara lain: kewenangan dalam penggunaan kekuasaan, kepemilikan hak, performance of powerfull people, dasar kekuasaan, fokus manajemen terhadap aturan, orientasi kepentingan dalam masyarakat, tingkat kepentingan kehidupan pribadi, penetapan pendapat atas kelompok, perbedaan pelaksanaan hukum dan hak, tujuan yang ingin dicapai, orientasi solidaritas, tingkat toleransi atas kesalahan, cara penyelesaian konflik, kuantitas wanita dalam menduduki jabatan politik, pengertian kebebasan wanita, perlakuan terhadap pelanggaran aturan, sikap atasan terhadap kritik bawahan, dan letak kepercayaan. Keseluruhan
indikator tersebut dijabarkan dalam 18 item pertanyaan. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel kultur lingkungan masyarakat.
Tabel 3.4
Operasionalisasi Kultur Lingkungan Masyarakat
No. Dimensi Indikator Pertanyaan
No. 1. Power
distance
a. Kewenangan dalam penggunaan kekuasaan
b. Kepemilikan hak
c. Performance of powerfull people d. Dasar kekuasaan
e. Fokus manajemen terhadap aturan
1 2 3 4 5 2. Individualism vs Collectivism
a. Orientasi kepentingan dalam masyarakat
b. Tingkat kepentingan kehidupan pribadi c. Penetapan pendapat atas kelompok d. Perbedaan pelaksanaan hukum dan hak e. Tujuan yang ingin dicapai
15 11 13 14 12 3. Femininity vs Masculinity a. Orientasi solidaritas
b. Tingkat toleransi atas kesalahan c. Cara penyelesaian konflik
d. Kuantitas wanita dalam menduduki jabatan politik
e. Pengertian kebebasan wanita
6 7 8 9 10 4. Uncertainty avoidance
a. Perlakuan terhadap pelanggaran aturan b. Sikap atasan terhadap kritik bawahan c. Letak kepercayaan
16 17 18 Masing-masing pertanyaan selanjutnya dinyatakan dalam 4 skala sikap dari Likert dan masing-masing opsi jawaban diberi skor dengan ketentuan sebagai berikut:
Skor untuk pernyataan No. Keterangan
Positif Negatif
1 Sangat setuju 4 1
2 Setuju 3 2
3 Tidak setuju 2 3