• Tidak ada hasil yang ditemukan

LABORATORIUM VIRTUAL PADA KONSEP LISTRIK DINAMIS

Muchamad Haikal Al Fajri1, Fathiah Alatas1, Daryono2 1Program Studi Pendidikan Fisika, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2SMAN 8 kota Tangerang Selatan

Email koresponden: [email protected], [email protected], [email protected]

Abstrak

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan pembelajaran dengan menggunakan media laboratorium virtual yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi listrik dinamis kelas X SMA Negeri 5 Tangerang Selatan. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 2 siklus, tiap siklus yang dilaksan terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sebagai subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Kota Tangerang Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, lembar observasi, tes, dan LKS pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain dan analisis deskriptif kualitatif. Data analisis peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas X-6 SMA N 5 Kota Tangerang Selatan menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan media laboratorium virtual meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik dinamis. Terbukti dengan adanya peningkatan nilai N-Gain pada siklus I sebesar 0,59 berubah menjadi 0,82 pada siklus 2.

Kata Kunci: media laboratorium virtual; listrik dinamis; hasil belajar

Abstract

The purpose of this action research is to determine the characteristics and capabilities of learning by using media virtual laboratory that can improve learning outcomes in a dynamic electrical material grade X SMAN 5 Tangerang. Research is a form of class action consisted of two cycles, each cycle dilaksan consists of four stages: planning, implementation, observation and reflection. As the subject of this research is class X-6 SMAN 5 Tangerang City. Data collection techniques used were interviews, tests, observation sheet, LKS learning and training evaluation sheet. Data were analyzed using the test N-Gain, non-test data analysis and descriptive qualitative analysis. Data analysis of the cognitive learning outcome-6 class X SMAN 5 Tangerang City stated that learning to use the virtual laboratory media improve student learning outcomes in a dynamic electrical material. Buoyed by the increase in the value of N-Gain in the first cycle of 0.59 to 0.82 change in cycle 2.

Keywords: virtual eksperiment media; learning outcome; dynamic electricity

PENDAHULUAN

Peranan dunia pendidikan menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan suatu sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam penguasaan sains dan teknologi sehingga dapat memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) menuntut guru untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas pembelajaran sehingga para siswa tidak merasa bosan dan diharapkan lebih memahami materi yang disampaikan (Retna Wuryaningsih dan Suharno, 2014).

Hasil tes kognitif ujian tengah semester (UTS) yang dilakukan pada bulan maret tahun

ajaran 2015/2016 di SMAN 5 Kota Tangerang Selatan dapat di katakan siswa dalam mata pelajaran fisika masih tergolong kategori rendah, hal tersebut dapat dilihat dari nilai ujian tengah semester yang umumnya masih di bawah KKM. Pembelajaran di kelas guru sering melakukan demonstrasi pada proses pembelajaran, namun dikarenakan keterbatasan alat, sehingga demonstrasi hanya dilakukan oleh guru yang mengakibatkan siswa hanya dapat melihat demonstrasi yang dilakukan oleh guru, yang mengakibatkan siswa cenderung pasif, tidak berkonsentrasi dan memiliki minat yang rendah dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil observasi langsung yang dilakukan peneliti, sekolah ini memiliki ruang laboratorium fisika sendiri, namun di karenakan keterbatasan alat dan bahan serta ruangan yang sedang di renovasi maka kegiatan praktikum dilakukan diruang terbuka dan sedikit menggunakan alat praktikum, sehingga tidak semua siswa dapat melakukan sendiri kegiatan praktikum. Menurut Rustaman, dalam melaksanakan kegiatan praktikum, tentu saja diperlukan sarana penunjang yang akan menjadikan kegiatan praktikum berjalan dengan baik. Sarana penunjang yang dimaksud adalah ruangan yang disebut sebagai laboratorium dan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan praktikum (Nuryani, 2005).

Mengatasi masalah yang ditemukan tersebut, maka salah satu usaha yang dapat dilakukan inovasi teknologi komunikasi pendidikan dalam mendayagunaan media, berupa penyajian praktikum secara virtual yang dioperasikan dengan komputer serta mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan- akan siswa berada dalam laboratorium sebenarnya sehingga akan memberikan arti tersendiri bagi proses pembelajaran untuk memberikan peningkatan secara signifikan dan pengalaman belajar yang efektif. Media pembelajaran interaktif yang dimaksud adalah

media laboratorium virtual (Eko Sumargo dan Leny Yuanita, 2014). Hal ini sejalan dengan penelitian Deni Holden Simbolon tahun 2015 dimana terdapat peningkatan hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis eksperimen riil dan laboratorium virtual diperoleh dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Model inkuiri terbimbing berbasis eksperimen riil dan laboratorium virtual lebih baik dari model direct instruction dalam meningkatkan gain hasil belajar siswa.

Laboratorium virtual adalah salah satu bentuk laboratorium dengan kegiatan

pengamatan atau eksperimen dengan

menggunakan software yang dijalankan oleh sebuah komputer, semua peralatan yang diperlukan oleh sebuah laboratorium terdapat di dalam software tersebut. Simulasi komputer memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar fisika secara dinamis dan interaktif. Simulasi yang berbentuk perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang dioperasikan dengan komputer dan dapat mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya ini disebut dengan laboratorium virtual.

Babateen menyatakan bahwa virtual experiment atau laboratorium virtual dapat didefinisikan sebagai pembelajaran virtual dan lingkungan belajar yang mensimulasikan atau menggambarkan laboratorium secara nyata. Laboratorium virtual menyediakan kepada siswa alat-alat, bahan, dan perlengkapan laboratorium dalam komputer untuk menampilkan eksperimen secara subjektif di mana saja dan kapan saja (Huda Mohammad Babateen, 2011).

Multimedia pembelajaran dalam bentuk

adalah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, eksperimen dapat dilakukan lebih cepat, kualitas belajar dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Selain itu, penggunaan laboratorium virtual lebih menghemat biaya, aman, bersih, dan eksperimen dapat dilakukan di kelas dan tidak memerlukan ruangan laboratorium khusus.

Laboratorium virtual memiliki keunggulan. Keunggulan itu antara lain adalah bisa menjelaskan konsep abstrak yang tidak bisa dijelaskan melalui penyampaian verbal. Laboratorium virtual bisa menjadi tempat melakukan eksperimen yang tidak bisa dilakukan di dalam laboratorium konvensional (Ariani, dkk 2010). Dengan penerapan pembelajaran menggunakan media laboratorium virtual diharapkan pembelajaran akan lebih menyenangkan, bermakna dan siswa dapat mengerti konsep-konsep fisika. Laboratorium visual yang digunakan dengan media simulasi Phet. Dimana telah dilakukan oleh Retna Wuryaningsih dan Suharno mengatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Fisika berbasis teknologi menggunakan media simulasi PhET ini, siswa lebih menikmati proses pembelajaran dan hasilnya menunjukkan ada peningkatan yang cukup baik. PhET (Physics Education Technology) merupakan salah satu contoh media pembelajaran berupa virtual lab yang dikembangkan oleh University of Colorado

Amerika Serikat dapat diakses di

http://phet.colorado.edu. Simulasi phet untuk membantu siswa memahami konsep-konsep secara visual.

Pembelajaran fisika tidak akan terpisahkan dari kegiatan praktikum. Selain membangkitkan motivasi belajar siswa, kegiatan praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen dan menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Selain itu, dalam pembelajaran fisika menuntut banyak dilakukan

eksperimen agar pembentukan konsep dalam diri siswa menjadi kuat dan tahan lama. Tetapi tidak semua konsep fisika dapat dieksperimenkan secara nyata di laboratorium, karena keterbatasan sarana dan juga konsep fisika yang bersifat abstrak.

Listrik dinamis adalah salah satu materi yang terdapat dalam fisika yang memiliki konsep yang abstrak dan membutuhkan praktikum dalam mempelajarinya. Berdasarkan observasi yang di lakukan peneliti, pada materi listrik dinamis siswa masih dapat dikatakan katagori rendah, hal tersebut di buktikan berdasarkan nilai hasil ulangan pada tahun ajaran 2014/2015, banyak siswa masih berada di bawah KKM. Oleh karena itu, bagaimanakah pembelajaran menggunakan media laboratorium virtual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik dinamis.

Listrik dinamis berkaitan dengan muatan listrik dalam keadaan bergerak. Arus listik adalah gerakan muatan (q) atau perpindahan jumlah muatan dalam sebuah penghantar atau konduktor selama selang waktu (t). Arus ini bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah, dari kutub positif ke kutub negatif, dari anoda ke katoda. Arah arus listrik ini berlawanan arah dengan arus elektron. Muatan listrik dapatberpindah apabila terjadi beda potensial. Beda potensial dihasilkan oleh sumber listrik, misalnya baterai atauakumulator. Setiap sumber listrik selalu mempunyai duakutub, yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (–) (Douglas, 2001).

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun komponen-komponen pokok yang dapat dijadikan sebagai langkah dalam penelitian yaitu perencanaan (planning), tindakan

(acting), pengamatan (observing), dan refleksi

(reflecting). Model yang digunakan adalah Model Kemmis dan Mc Taggart. Menurut model

Kemmis dan Mc Taggart, penelitian tindakan kelas ini berupa siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus akan berhenti apabila kriteria keberhasilan akan tercapai. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dalam tiap siklus sebanyak dua pertemuan. Subyek penelitian yang terlibat dalam penelitian ini adalah kelas X-6, sejumlah 40 siswa di sekolah SMA Negeri Kota Tangerang Selatan yang tercatat pada tahun ajaran 2015/2016. Hasil intervensi yang di harapkan adalah peningkatan hasil belajar siswa, dengan keberhasilan ketuntasan belajar mencapai 80% dengan nilai KKM 76 setelah siswa mengalami pembelajaran dengan menggunakan media laboratorium virtual pada materi listrik dinamis.

Data yang diperoleh berupa wawancara guru pembelajaran untuk observasi pendahuluan (penelitian pendahuluan), lembar observasi aktivitas guru dan siswa mengajar untuk menilai keterlaksanaan pembelajaran guru (ketika diterapkan media laboratorium virtual), tes hasil belajar (pretest&posttest) siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah di beri tindakan, Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk memberi petunjuk kepada siswa mengenai alur praktikum pembelajaran, dan nilai latihan soal pada tahap evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa pada setiap pertemuan.

Analisis data tes hasil belajar menggunakan N-Gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah mengalami pembelajaran dengan menggunakan media laboratorium. Lembar observasi untuk menilai tindakan guru dan aktifitas siswa yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan model skala Likert yang berbentuk ratting-scale.