1. Pengertian: Merupakan tatacara/urutan langkah dalam memulai pengobatan dan melakukan follow up pengobatan pasien TB MDR di fasyankes dan fasyankes RS Rujukan/Sub Rujukan TB MDR
2. Tujuan: Untuk memberikan pengobatan kepada pasien TB MDR sampai sembuh 3. Kebijakan
a. Penentuan regimen di RS Rujukan
b. Inisiasi pengobatan dapat dilakukan di RS Rujukan/Sub Rujukan
c. Desentralisasi pasien sesegera mungkin untuk melanjutkan pengobatan ke fasyankes satelit
d. Follow up pengobatan dilakukan di fasyankes Rujukan/Sub Rujukan
e. Tatalaksana efek samping obat ringan dilakukan di fasyankes satelit, tatalaksana efek samping obat ringan sampai berat dilakukan di fasyankes Rujukan/Sub Rujukan f. Menentukan konversi dan hasil pengobatan dilakukan di RS Rujukan/Sub Rujukan g. Koordinasi antar TAK dengan tim dokter di RS wilayah yang aksesnya sulit atau tidak
mempunyai RS Rujukan/Sub Rujukan jika ada kasus TB MDR
h. Dinkes tingkat Provinsi dan Kab/Kota merupakan penanggungjawab pelaksanaan program MTPTRO 4. Prosedur a. RS Rujukan/Sub Rujukan b. Fasyankes satelit c. Lab Rujukan
5. Alur
a. Alur Jejaring pengobatan pasien TB MDR di Provinsi yang sudah ada Pusat rujukan termasuk untuk pemeriksaan follow up nya.
Catatan:
Untuk RS sub rujukan yang sudah ada dokter spesialis pasien tidak perlu datang ke RS rujukan untuk konsultasi baseline
RS Rujukan PMDT Fasyankes Sub Rujukan PMDT Fasyankes Satelit − Penentuan Regimen − Menentukan tempat pengobatan − Inisiasi pengobatan
− FU pengobatan dan tatalaksana ESO
− Menentukan hasil pengobatan
− Inisiasi pengobatan sesuai dg instruksi dari RS Rujukan − FU pengobatan termasuk
penanganan ESO berkoordinasi dengan RS Rujukan
*jika sub rujukan memiliki TAK, bisa menentukan hasil pengobatan
− Melanjutkan pengobatan sesuai instruksi dr RS Rujukan / Fasyankes Sub Rujukan − Melakukan inisiasi pengobatan
berdasarkan pertimbangan dan persetujuan dari RS
Rujukan/Fasyankes Sub Rujukan − Tatalaksana ESO ringan dan
sedang Dinkes Propinsi/Kota/ Kab Catatan :
-‐. Untuk daerah dengan akses yang sulit, mempertimbangkan fasilitas yang tersedia. -‐. Sub rujukan dengan fasilitas yang lengkap, bisa melakukan pemeriksaan baseline
b. Jejaring Pasien/pengobatan berasal dari Provinsi yang belum ada fasyankes rujukan TB MDR, termasuk untuk pemeriksaan follow up nya
c. Alur Jejaring pengobatan pasien yang berasal dari daerah perbatasan antara 2 Provinsi yang sudah ada fasyankes rujukan TB MDR
-‐ Fasyankes Rujukan/Fasyankes Sub Rujukan menentukan tempat pengobatan pasien dengan mempertimbangkan keberlangsungan pengobatan sesuai pendekatan tanpa batas wilayah (borderless approach).
-‐ Koordinasi antar dinas kesehatan provinsi dilakukan secara intensif untuk menjamin keberlangsungan pengobatan pasien.
Langkah-langkah inisiasi pengobatan pasien :
a. Pasien memilih pengobatan di luar wilayah provinsi.
-‐ Fasyankes Rujukan memberi informasi ke dinkes provinsi fasyankes rujukan. -‐ Dinkes provinsi fasyankes Rujukan memberi informasi ke dinkes provinsi wilayah
pasien.
Fasyankes Sub Rujukan
Catatan :
Dinkes menyiapkan fasyankes Sub Rujukan di prioritaskan RSU untuk mempermudah tatalaksana ESO -‐ FU pengobatan dan satelit jika wilayah pasien jauh dari fa//syankes sub rujukan
Dinkes Kota/Kab Wilayah Pasien Dinkes Propinsi Wilayah Pasien Dinkes Propinsi RS Rujukan Fasyankes Rujukan TB MDR (luar provinsi ) − Inisiasi / melanjutkan pengobatan sesuai dg instruksi dr RS Rujukan
− FU pengobatan termasuk penangan ESO berkoordinasi dengan RS Rujukan
− jika sub rujukan memiliki TAK, bisa menentukan hasil pengobatan
* Untuk pasien yang tidak bisa dikirim ke RS rujukan pemeriksaan baseline di RS setempat yang ditunjuk dinkes provinsi. Koordinasi antar TAK dan Tim dokter di RS setempat
− melanjutkan pengobatan sesuai dg instruksi dr Fasyankes Sub Rujukan
− Penanganan ESO ringan dan sedang berkoordinasi dengan Fasyankes Sub Rujukan − Penentuan Regimen − Menentukan tempat pengobatan − Inisiasi pengobatan
− FU pengobatan dan tatalaksana ESO
− Menentukan Hasil pengobatan
b. Pasien memilih pengobatan di provinsi wilayah pasien.
-‐ Fasyankes Rujukan yang menemukan pasien berkoordinasi dengan fasyankes Rujukan yang menjadi tujuan.
-‐ Fasyankes Rujukan yg baru memberikan informasi ke dinas kesehatan provinsi yang bersangkutan
Langkah-langkah pindah pengobatan pasien :
a. Pasien pindah pengobatan ke fasyankes Rujukan luar wilayah :
-‐ Fasyankes Rujukan memberi informasi ke fasyankes Rujukan yg menjadi tujuan. -‐ Fotokopi kelengkapan dokumen dan surat rujukan diberikan pada pasien untuk di
serahkan ke RS Rujukan (obat tidak disertakan).
-‐ Frekuensi pengobatan menyesuaikan keputusan TAK setempat.
b. Alur Jejaring pasien yang datang langsung ke fasyankes rujukan tetapi berasal dari provinsi yang belum memiliki fasyankes rujukan maka alurnya sama dengan point b pada “Jejaring Pasien/pengobatan berasal dari Provinsi yang belum ada fasyankes rujukan TB MDR”
Lampiran 7. Jejaring lanjutan pengobatan TB MDR
3 (tiga) model Jejaring lanjutan pengobatan:
1. Jejaring lanjutan pengobatan pasien TB MDR di Provinsi yang sudah ada fasyankes rujukan/sub rujukan TB MDR
-‐ Fasyankes rujukan memberikan informasi perpindahan pasien ke fasyankes rujukan tujuan dan Dinas kesehatan provinsi tujuan dengan tembusan dinas kesehatan provinsi tempat fasyankes rujukan awal.
-‐ Fasyankes rujukan mempersiapkan perpindahan pasien (dokumen)
-‐ Fasyankes tujuan mempersiapkan penerimaan pasien dan berkoordinasi dengan Dinas kesehatan setempat untuk menentukan tempat pengobatan pasien selanjutnya (di fasyankes rujukan atau fasyankes satelit). Jika akan dilanjutkan di fasyankes satelit, maka TAK bersama dinas kesehatan setempat mempersiapkan fasyankes satelit.
-‐ Dokumen dibawakan ke pasien untuk diserahkan ke TAK di fasyankes tujuan. -‐ Obat disiapkan oleh fasyankes tujuan.
-‐ Pemantauan kemajuan pengobatan dilakukan oleh fasyankes rujukan tujuan. -‐ Pasien dicatat sebagai pasien pindahan pengobatan.
2. Jejaring lanjutan pengobatan pasien TB MDR di provinsi yang belum ada fasyankes rujukan/sub rujukan TB MDR
-‐ Fasyankes rujukan memberikan informasi rujukan lanjutan pengobatan pasien ke Dinas kesehatan provinsi wilayah fasyankes rujukan.
-‐ Dinas kesehatan provinsi melanjutkan informasi tersebut ke dinas kesehatan provinsi tujuan.
-‐ Dinas kesehatan provinsi tujuan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kab/kota sesuai wilayah tinggal pasien. Bersama-‐sama dengan Dinas kesehatan Kab/kota menunjuk dan mempersiapkan fasyankes sub rujukan/satelit TB MDR melalui pembekalan singkat. Diupayakan mempersiapkan RS daerah sebagai layanan efek samping dan pemantauan kemajuan pengobatan pasien
-‐ Setelah fasyankes sub rujukan/satelit siap, maka pasien bisa dipindahkan melalui proses serah terima di fasyankes rujukan.
-‐ Pada kondisi serah terima tidak dimungkinkan karena fasilitas terbatas, serah terima bisa disepakati antara fasyankes rujukan dan dinas kesehatan provinsi tujuan.
-‐ Fasyankes rujukan mempersiapkan perpindahan pasien (dokumen dan logistik OAT dan non OAT)
-‐ Pemeriksaan biakan dikirimkan ke fasyankes rujukan sesuai periode waktu
-‐ Tatalaksana efek samping dan kemajuan pengobatan dilakukan di RS daerah yang ditunjuk.
-‐ Koordinasi antara fasyankes rujukan dan RS daerah yang ditunjuk/ fasyankes satelit harus dilakukan secara intensif untuk menjamin keberlangsungan pengobatan pasien.