• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata kuliah kemuhammadiyahan merupakan mata kuliah ciri khusus bagi perguruaan tinggi muhammadiyah. Mata kuliah ini disajikan selama delapan semester, hal ini dilaksanakan karena perguruaan tinggi muhammadiyah disamping bercita-cita untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional juga ingin mencapai tujuan persyarikatan muhammadiyah. Untuk mencapai tujuan persyarikatan inilah perguruaan tinggi yang merupakan tumpuan harapan bagi muhammadiyah. Oleh karena misi perguruaan tinggi muhammadiyah terdiri dari dua yang disebut tadi diatas, maka diperlukan kearifan ilmiah dan kecerdasaan menangkap tanda-tanda zaman agar kedua

misi tadi dapat dipersandingkan dalam sebuah pesta yang anggun yakni pelaksanaan yang terintegritas.

Dalam pandangan Islam pendidikan dan pengajaran dalam rangka membumikan ajaran Islam baik dilingkup kampus maupun dimasyarakat adalah suatu kewajiban. Dikatakan suatu kewajiban karena agama ini merupakan kerinduan batin bagi umat Islam. Kemudian dalam tubuh amal usaha muhammadiyah dalam mengembangkan missinya agak dipaksa, kurang sistematis dan fungsional serta bersifat parsial. Gejala inipun nampaknya terjadi dilingkungan amal usaha muhammadiyah dalam bidang pendidikan, khususnya perguruaan tinggi muhammadiyah.

Gejala inilah yang membuat risau Munir Mulkhan dengan lontaran pertanyaan : apa bedanya lembaga pendidikan muhammadiyah dengan negeri dan swasta lainnya, pertanyaan lain yang senada cukup banyak dilontarkan kepada muhammadiyah. Akibatnya, muhammadiyah kurang berfungsi sebagai simbol yang menjadi bagian dari masyarakat.

Kritik dan kenyataan diatas mendorong perlunya peninjauan kembali yang menurut Munir Mulkhan ada tiga hal sebagai berikut :

1. Relevansi gagasan dan ide gerakkan yang tertuang dalam berbaga produk pemikiran muhammadiyah

2. Fungsi gerakkan dan amal usaha muhammadiyah dalam merealisasikan pesan islam dan dalam memecahkan berbagai persoaan umat secara medasar dan menyeluruh.

3. Dua tinjauan diatas menuntut peninjauan kembali terhadap pengembangan struktur kelembagaan dan organisasi yang merupakan wadah realisasi gagasan dan ide gerakkan muhammadiyah

Sejalan dengan permasalahan dan tinjauan diatas, peguruaan tinggi muhammadiyah memegang posisi kunci. Hal ini disebabkan :

1. Perguruaan tinggi muhammadiyah merupakan berkumpulnya kelompok intelektual.

2. Perguruaan tinggi muhammadiyaha juga bertujuan melahirkan kelompok tersebut.

3. Dari segi managerial dan pendanaan pengelolahan sebuah amal usaha yang memerlukan kemampuan dan sikap profesional.

Perguruaan tinggi muhammadiyah terkhusus fakultas agama Islam sebagai salah satu lembaga yang menjadi tempat pengembangan kreativitas intelektual dikalangan muhammadiyah dan sekaligus mencetak intelektul muslim, amatlah berkepentingan untuk menjelaskan dan menjawab berbagai masalah yang muncul dalam kritik diatas. Penjelasaan dan jawaban tersebut merupakan sebagai tanggung jawabnya sebagai amal usaha muhammadiyah.

Peninjauan kembali terhadap ide dasar gerakkan dan berbagai pengembangannya sejalan dengan pengembangan tata kehidupan sosial memberikan pengertian perlunya penyusunan kembali gagasan-gagasan operasional dalam kehidupan umat dan bangsa. Bahkan mungkin diperlukan rekonseptualisasi ide dan gagasan dasar gerakkan muhammadiyah. Untuk keperluan rekonsepualisasi gerakkan muhammadiyah sebagaimana yang disebutkan diatas sekali lagi perguruaan tinggi muhammadiyah memegang posisi kunci atau peranan vital.

Gagasan awal pengembangan perguruaan tinggi muhammadiyah berkaitan dengan posisi perguruaan tinggi muhammadiyah sebagai amal usaha muhammadiyah. Posisi ini secara fungsional menempatkan lembaga keagamaan diperguruaan tinggi muhammadiyah tidak hanya bertanggung jawab terhadap penyelengaraan mata kuliah kemuhammadiyahan sebagaimana terkesan selama ini berbagai kampus, akan tetapi juga bertanggung jawab realisasi pengembangan kehidupan islam dikampus perguruaan tinggi muhammadiyah. Oleh karena itu fungsi yang demikian itu maka penempatan lembaga tersebut dalam struktur perguruaan tinggi muhammadiyah perlu disesuaikan.

Paradigma pengembangan mata kuliah kemuhammadiyahan, seminar sehari yang diselenggarakan oleh majelis diktilitbang bulan maret 1987 dalam

rangka pengembangan kemuhammadiyahan memberikan rekomendasi yang menuntut penyajian materi mata kuliah kemuhammadiyahan secara integral sebagai satu kesatuan bahasa. Konsep tersebut dimaksudkan sebagai kerangka dasar pembentukkan pribadi muslim yang memiliki kemampuan berfikir akademisi dan rasional serta sadar atas eksistensi dan identitas keislamannya yang merupakan tugas umum perguruaan tinggi muhammadiyah.

Agaknya lebih jauh kita bisa telusuri bahwa landasan filosofis disajikannya mata kuliah kemuhammadiyahan diperguruaan tinggi muhammadiyah adalah sebagai berikut:

1. Kaidah perguruaan tinggi muhammadiyah BAB VI pasal 27 yakni :

a. Penyelanggaraan pendidikan tinggi dilaksanakan atas dasar kurikulum yang berlaku.

b. Disamping kurikulum yang berlaku secara nasional seperti tersebut pada ayat 1, pada setiap perguruaan tinggi muhammadiyah diberi kuliah wajib:

1. Al-Islam

2. Kemuhamamdiyahan 3. Bahasa Arab

2. Statuta universitas muhammadiyah makassar pasal 41.

3. Surat keputusan pimpinan pusat muhammadiyah nomor: E.5/321/1982 tentang kurikulum kemuhammadiyahan perguruaan tinggi muhammadiyah.

4. Buku pedoman penyelengraraan pendidkan kemuhammadiyahan diperguruaan tinggi muhammadiyah majelis pendidikan tinggi penelitiaan

dan pengembangan sulawesi selatan nomor : A-1/031/MTPPP/1411 H. II Pendidikan kemuhammadiyahan :

a) Pendidikan kemuhammadiyahan adalah salah satu ciri khas perguruaan tinggi muhammadiyah diberikan kepada seluruh mahasiswa. Kedudukannya sama dengan mata kuliah lainnya, disajikan dengan sistem tatap muka, terstruktur, dan mandiri.

b) pelaksanaan berpedoman kepada kurikulum dan silabus yang sudah tersedia, dimana kurikulum itu dapat dikembangkan sesuai dengan sifat ilmu yang dikelolah dimasing-masing fakultas/jurusan.

c) Mata kuliah kemuhammadiyahan sebagai salah satu mata kuliah wajib disajikan tidak secara dikotomis tetapi sebagai satu mata kuliah yang utuh dan datu kesatuaan. Materinya disusun secara sistematik terkonstruksi pada setiap satuaan pengajaran.

d) Studi tentang agama Islam dapat dilakukan dengan pendekatan berbagai aspek ilmu pengetahuan sehingga mahasiswa memperoleh kematangan keterkaitan antara Islam dengan ilmu yang dapat dihayatinya dengan sadar. Juga agar mahasiswa makin yakin, bahwa Islam mendorong umatnya menuntut ilmu dan pengembangannya secara terpadu untuk akhirnya menjadi jenis manusia khaerah ummah, mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

e) Pendidikan kemuhammadiyahan baik diberikan secara klasikal, juga dengan jalan bimbingan didalam kampus dan diluar kampus, menurut program fakultas atau jurusan masing-masing dibawah koordinasi kelembagan kemuhammadiyahan.

f) Studi tentang kemuhammadiyahan untuk mengantarkan mahasiswa:

1) Mengetahui sejarah perkembangan pemikiran islam dan penerapannya dalam masyarakat terutama di Indonesia.

2) Mengetahui muhammadiyah sebagai gerakkan islam dan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar beraqidah islam dan bersumber pada al-quran dan assunah

3) Mengetahui muhmmadiyah sebagai gerakkan tajdid dan kepribadiannya

4) Mengetahui muhammadiyah tentang : Maksud dan tujuannya, sektor usahanya dan sistem gerakkannya, dalam rangka partisipasinya secara aktif dalam pembangunann Indonesia.

4. Kurikulum dan Silabus Mata Kuliah Kemuhammadiyahan Menurut Irwan Akib (2013 : 4) bahwa :

“Setelah mengikuti pembinaan mata kuliah Al-Islam ke-Muhammadiyah-an, maka di harapkan mahasiswa Unismuh Makassar dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam meliputi aqidah, Ibadah, akhlak, mampu membaca Al-quran serta tumbuhnya semangat berorganisasi dan terbangunya kreativitas ilmiah.

Dalam kurikulum kemuhammadiyahan yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dijumpai pula tujuan pelaksanaan mata kuliah kemuhammadiyahan sebagai berikut :

“Untuk membentuk mahasiswa yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran islam dengan tepat baik sebagai pribadi muslim maupun sebagai angoota masyarakat, serta menggerakan muhammadiyah sebagai alat perjuangan islam”.

Dokumen terkait