• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I PERTEMUAN 1

G. Langkah-langkah Pembelajaran a.Kegiatan Awal (10 menit)

a. Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa dan menanyakan kabar mereka.

b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa menurut agama dan keyakinan masing-masing.

c. Guru mengecek kehadiran siswa (presensi).

d. Guru mengkondisikan siswa untuk menerima pelajaran.

e. Guru melakukan apresepsi dengan menyanyikan lagu “hari merdeka” bersama siswa.

f. Guru melakukan tanya jawab mengenai isi lagu dan mengaitkan dengan materi yang akan.

g. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. b. Kegiatan Inti (45 menit)

Eksplorasi (10 menit)

a. Guru menyampaikan materi tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

b. Guru menjelaskan peristiwa-peristiwa penting di sekitar proklamasi diantaranya pertemuan di dalat, berita kekalahan jepang, peristiwa rengasdengklok, perumusan teks proklamasi, dan detik-detik proklamasi kemerdekaan.

c. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya. d. Guru menjelaskan konsep model artikulasi.

e. Guru menampilkan beberapa gambar yang berkaitan dengan peristiwa di sekitar proklamasi.

Elaborasi (30 menit)

a. Guru membagikan LKS kepada siswa.

b. Siswa mengamati gambar yang ditampilkan oleh guru.

122

ditampilkan oleh guru.

d. Siswa berkelompok dengan teman sebangku.

e. Siswa bersama teman sekelompoknya secara bergantian menjelaskan kembali materi yang telah dijelaskan guru.

f. Siswa mencatat hasil penjelasan teman satu kelompoknya (merangkum) pada lembar kerja siswa.

g. Beberapa siswa mempresentasikan hasil rangkumannya di depan kelas.

Konfirmasi (5 menit)

a. Guru memberi penguatan pada siswa yang sudah mempresentasikan hasil rangkumannya.

b. Guru menanyakan apakah siswa sudah paham atau belum. c. Guru mengulas kembali materi yang belum dipahami siswa. 3. Kegiatan Akhir (15 menit)

a. Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitar proklamasi yaitu, pertemuan di Dalat, berita kekalahan jepang, peristiwa rengasdengklok, penyusunan naskah proklamasi, dan detik-detik proklamasi kemerdekaan.

b. Guru dan siswa melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

c. Guru memotivasi siswa agar lebih giat belajar.

d. Guru meminta ketua kelas untuk berdoa bersama menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk menutup kegiatan pembelajaran). H. Media dan Sumber Belajar

Media :

Gambar peristiwa di sekitar proklamasi kemerdekaan. Sumber Belajar :

1. Silabus Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V semester II

2. Susilaningsih, Endang dan Linda S. Limbong. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

123

I. Penilaian

1. Prosedur : tes dan non tes. 2. Bentuk :

a. Tes objektif berupa tes evaluasi.

b. Lembar pangamatan keaktifan siswa penilaian proses. 3. Kriteria Penilaian:

Apabila jawaban benar, maka nilai 1. Apabila jawaban salah, maka nilai 0. Nilai akhir (NA) siswa =

124 Materi Pembelajaran

Pertemuan di Dalat

Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Dr. Rajiman Wedyodiningrat, Ir. Soekarno, dan Drs. Mohammad Hatta memenuhi undangan Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi mengatakan pemerintahan Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang. Bom atom pertama dijatuhkan di kota Hirosima pada tanggal 6 Agustus 1945. Bom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibatnya, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.

Berita Kekalahan Jepang

Berita tentang kekalahan itu sangat dirahasiakan oleh Jepang. Semua radio disegel oleh pemerintahan Jepang. Namun demikian, ada juga tokoh-tokoh pergerakan yang dengan sembunyi-sembunyi mendengar berita tentang kekalahan Jepang tersebut. Diantaranya adalah Sutan Syahrir. Syahrir mendesak agar proklamasi jangan dilakukan oleh PPKI. Menurut Syahrir, negara Indonesia yang lahir dengan cara demikian akan dicap oleh sekutu sebagai negara buatan Jepang. Syahrir mengusulkan agar proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat, atas nama rakyat lewat siaran radio.

Peristiwa Rengasdengklok (Jawa Barat)

Pada tanggal 16 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh golongan muda dibawa ke Rengasdengklok. Tujuan mereka adalah mengamankan tokoh bangsa dari pengaruh Jepang. Mereka meyakinkan Soekarno bahwa jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun resikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Kemudian Yusuf Kunto diutus untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Subardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru

125

memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka langsung menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol No. 1 (sekarang gedung perpustakaan Nasional-Depdiknas) yang diperkirakan aman dari Jepang. Sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus.

Perumusan Teks Proklamasi

Naskah proklamasi disusun oleh tiga orang, yaitu Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Soebarjo. Teks proklamasi terdiri dari dua kalimat, yang ditulis oleh Bung Karno. Kalimat pertama dikutip oleh Mr. Ahmad Soebarjo dari piagam Jakarta, kemudian Bung Hatta menyempurnakan dengan kalimat kedua. Pada awalnya, para pemuda mengusulkan agar naskah proklamasi menyatakan semua aparat pemerintahan harus dikuasai oleh rakyat dari pihak yang masih menguasainya. Tetapi, mayoritas anggota PPKI tidak menyetujuinya. Pada akhirnya, disetujuilah naskah proklamasi seperti adanya hingga sekarang. Naskah teks proklamasi disepakati dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah tersebut diketik oleh Sayuti Melik. Penandatanganan teks proklamasi dilakukan oleh dua tokoh tersebut atas usul Sukarni. Tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Chairul Saleh, Sukarni, Sayuti Melik, B.M Diah, Sudiro, dan tokoh-tokoh tua yang lain.

Detik-Detik Proklamasi

Sesuai janji Ahmad Soebarjo, esok harinya Jumat 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, diadakan upacara bendera dan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Tepat pukul 10.00 WIB Ir. Soekarno berpidato singkat dan membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Acara selanjutnya upacara pengibaran bendera sang merah putih oleh S. Suhud dan Latief Hendraningrat yang diiringi dengan lagu Indonesia Raya. Bendera tersebut dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Tokoh yang hadir di antaranya adalah Ki Hajar Dewantara, Dr. Moewardi, A.A. Maramis, A.G. Pringgodigito dan tokoh-tokoh dari PPKI maupun para pemuda. Pada saat itu yang hadir lebih dari seribu orang. Guna mengenang jasanya maka Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dijuluki sebagai pahlawah proklamator Indonesia.

126

Media

128 Lampiran 15

LEMBAR KERJA SISWA Siklus I Pertemuan 1

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Materi Pokok : Peristiwa Sekitar Proklamasi Kelas/Semester : V / 2

Alokasi Waktu : 10 menit

Gambar-gambar di bawah ini berkaitan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Isilah kolom-kolom dibawah ini berdasarkan penjelasan dari temanmu!

No. Gambar Peristiwa Nama Peristiwa Keterangan

1

2

129 4

5

Nama : 1. 2.

130 Lampiran 16 SOAL EVALUASI SIKLUS I PERTEMUAN 1 Nama : Absen : Kerjakan soal di bawah ini!

1. Apa akibat yang ditimbulkan setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki dan Hirosima?

2. Dimana Ir. Soekarno dan Mohamad Hatta diculik? 3. Mengapa golongan muda menculik Soekarno-Hatta? 4. Siapa saja yang menyusun teks proklamasi!

Kunci jawaban:

a. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. b. Rengasdengklok.

c. Mengamankan tokoh bangsa dari pengaruh Jepang. d. Ir. Soekarno, Mohamad Hatta, dan Ahmad Subarjo.

131 Lampiran 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)