• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Langkah-Langkah Proses Pembelajaran

Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerjasama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana, dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu (Sanjaya, 2009).

Dalam suatu pembelajaran, pastinya ada beberapa langkah yang terjadi di dalamnya yang disebut proses pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi

serangkaian peristiwa atau kejadian yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal (Gagne and Briggs , 1979:3). Sedangkan sistem merupakan satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi untuk mencapai suatu tujuan (Sanjaya, 2009).

Pada dasarnya terdapat tiga tahapan pokok yang perlu diterapkan yaitu: (i) tahap pemula (prainstruksional), (ii) tahap pengajaran (instruksional), dan (iii) tahap penilaian serta tindak lanjut (Riyanto,2001). Dari ketiga tahapan tersebut akan lebih difokuskan pada tahap pengajaran dimana tahap pengajaran (instruksional), yaitu langkah-langkah yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Tahap ini merupakan tahapan inti dalam proses pembelajaran, guru menyajikan materi pelajaran yang telah disiapkan. Kegiatan yang dilakukan guru, antara lain:

1. Menjelaskan tujuan pengajaran siswa;

2. Menuliskan pokok-pokok materi yang akan dibahas; 3. Membahas pokok-pokok materi yang telah ditulis; 4. Menggunakan alat peraga;

5. Menyimpulkan hasil pembahasan dari semua pokok materi.

Dalam proses pembelajaran juga mencakup strategi pembelajaran sebagaimana yang dijelaskan oleh Dick and Carey (1990) bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Uno, 2007).

Proses pembelajaran memerlukan strategi pembelajaran karena kedua hal tersebur saling berkaitan. Proses pembelajaran bila tidak didukung dengan strategi pembelajaran yang jelas maka proses pembelajaran tersebut tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran akan sulit tercapai dengan kata lain pembelajaran tidak akan berjalan secara efektif dan efisien.

Terdapat berbagai tahapan atau langkah-langkah pembelajaran dalam dunia pendidikan salah satunya tahapan pembelajaran menurut strategi pembelajaran orang dewasa (Uno, 2007). Secara garis besar urutan kegiatan atau langkah-langkah pembelajaran orang dewasa mencakup tiga komponen yaitu :

1. Pendahuluan

Pendahuluan dalam hal ini berisi informasi-informasi yang bertujuan untuk menyiapkan mental atau motivasi peserta belajar sebelum membahas materi pelajaran atau pengalaman baru. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan penyiapan mental peserta belajar orang dewasa antara lain :

a. Menarik perhatian peserta belajar melalui gaya mengajar yang persuasif (mengajak), gunakan alat bantu dan pola interaksi (tanya jawab)

b. Menimbulkan motivasi peserta belajar dengan cara bersikap simpatik (menghargai setiap pengalaman peserta belajar), menimbulkan rasa ingin tahu, berikan hal-hal baru yang akan disampaikan, dan memperhatikan minat peserta belajar.

2. Penyajian Informasi

Penyajian informasi ini merupakan inti dari pembelajaran. Dalam kegiatan ini pengajar memberikan stimulus berkaitan dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan, sedangkan peserta belajar meresponsnya. Secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga langkah berikut :

a. Uraian : pengajar memberikan ide atau konsep baru, masalah dan lain-lain.

b. Contoh : melalui informasi pengalaman pengajar, pengalaman peserta belajar, dan lain-lain.

c. Latihan atau unjuk kerja : tujuan dalam latihan ini adalah untuk menimbulkan penampilan (unjuk kerja) atau menimbulkan partisipasi peserta belajar, yang tidak lain adalah agar pserta belajar dapat mengalami, memperoleh, menemukan pengalaman baru, atau meyakinkan pengalaman yang telah dimiliki.

3. Penutup

Untuk mengakhiri setiap materi pembelajaran, pengajar dapat :

a. Memberikan umpan balik dan atau memberikan penilaian kemampuan atas penampilan peserta belajar.

b. Menyimpulkan dan atau tindak lanjut (memberikan tugas).

Menurut Depdiknas (2005), pembelajaran kreatif-produktif merupakan strategi yang dikembangkan dengan mengacu pada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses belajar

mengajar. Tahapan pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran strategi kreatif-produktif terdapat 5 tahap yaitu: (i) orientasi, (ii) eksplorasi, (iii) interpretasi, (iv) re-kreasi, dan (v) evaluasi. Untuk evaluasi tidak akan dibahas lebih lanjut karena telah dibatasi pada pembatasan istilah.

1. Orientasi

Tahap ini diawali dengan orientasi untuk menyepakati tugas dan langkah pembelajaran. Dalam hal ini guru mengkomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah-langkah pembelajaran, hasil akhir yang diharapkan dari siswa, serta penilaian yang diterapkan. Menurut Borich (1988) tahap orientasi sangat penting dilakukan pada awal pembelajaran, karena dapat memberi arah dan petunjuk bagi siswa tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

2. Eksplorasi

Dalam tahap ini, siswa melakukan eksplorasi terhadap masalah atau konsep yang dikaji. Eksplorasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, melakukan observasi, wawancara, melakukan percobaa, browsing lewat internat, dan sebagainya. Melalui kegiatan eksplorasi siswa akan dirangsang untuk meningkatkan rasa ingin tahunya (curiousity) dan hal tersebut dapat memacu kegiatan belajar selanjutnya (Black, 2003). 3. Interpretasi

Dalam tahap ini hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan analisis, diskusi, Tanya jawab, atau bahkan berupa percobaan kembali, jika memang hal itu diperlukan kembali. Tahap interpretasi sangat penting

dilakukan dalam kegiatan pembelajaran karena melalui tahap interpretasi siswa didorong untuk berpikir tingkat tinggi (analisis, sintesis, dan evaluasi) sehingga terbiasa dalam memecahkan masalah meninjau dari berbagai aspek (Brooks & Brooks, 1993).

4. Re-kreasi

Dalam tahap ini siswa ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu yang mencerminkan pemahamannya terhadap konsep atau topik ataupun masalah yang dikaji menurut kreasinya masing-masing. Menurut Clegg & Berch (2001) pada setiap akhir suatu pembelajaran, sebaiknya siswa dituntut untuk mampu menghasilkan sesuatu sehingga apa yang telah dipelajarinya menjadi bermakna, lebih-lebih untuk memecahkan masalah yang sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari.