BAB V HASIL PENELITIAN
B. Sejauh Mana Prinsip-Prinsip Pembelajaran Diterapkan
1. Penerapan prinsip-prinsip standar proses pertemuan pertama
Penerapan prinsip-prinsip Standar Proses pada pertemuan pertama ini
terdapat tiga kegiatan meliputi : (i) Subjek guru melakukan kegiatan inti
pembelajaran, (ii) Subjek guru menggunakan metode yang sesuai karakteristik
subjek siswa, (iii) Subjek guru memfasilitasi subjek siswa memperoleh
pengalaman.
a. Subjek guru melakukan kegiatan inti pembelajaran
Pada kegiatan inti pembelajaran pertemuan pertama ini, subjek guru
memberikan tugas kepada subjek siswa secara berkelompok yang beranggotakan
dua orang tiap kelompoknya. Kemudian subjek siswa membentuk kelompok
seperti yang diminta oleh subjek guru. Tugas yang diberikan oleh subjek guru
yaitu subjek siswa diminta untuk melakukan percobaan dengan uang logam yang
telah disediakan oleh subjek guru. Subjek guru menjelaskan bagaimana proses
pelaksanaannya yaitu setiap kelompok nantinya akan diberikan sejumlah uang
logam yang berbeda-beda tiap kelompoknya, kemudian dengan uang logam
tersebut kelompok diminta untuk melakukan percobaan melempar uang logam
secara bersama-sama dan mencatat hasil pelemparan uang logam tersebut. Subjek
guru menuntut adanya kerjasama dalam melakukan percobaan tersebut, jadi salah
mencatat hasil percobaan. Setelah menjelaskan, subjek guru membagikan uang
logam ke tiap-tiap kelompok dengan jumlah yang berbeda-beda untuk setiap
kelompok.
Subjek siswa mulai melakukan percobaan bersama kelompoknya.
Beberapa kelompok melakukan percobaan di luar kelas dan beberapa kelompok
lainnya melakukan percobaan di dalam kelas. Subjek guru berkeliling
menghampiri tiap-tiap kelompok dan memantau kerja kelompok dengan melihat
bagaimana kelompok yang dihampiri tersebut melakukan percobaan. Salah satu
subjek siswa menghampiri subjek guru dan mengkonfirmasikan hasil percobaan
yang ditulisnya apakah telah sesuai dengan perintah subjek guru atau belum.
Subjek guru melihat hasil percobaan yang ditunjukkan padanya dan
menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia setuju dengan jawaban subjek siswa
tersebut. Subjek siswa tersebut kembali ke kelompoknya dan melanjutkan
percobaan mereka. Subjek guru menghampiri kelompok-kelompok yang telah
selesai melakukan percobaan dan mengambil uang logam yang telah selesai
digunakan oleh kelompok.
Subjek guru menanyakan kepada tiap-tiap kelompok mengenai jumlah
titik sampel yang mereka dapat setelah mereka melakukan percobaan tadi. Setiap
kelompok menjawab hasil jumlah titik sampel sesuai dengan jumlah uang logam
yang dimiliki oleh kelompok. Subjek guru mencocokkan jawaban salah satu
kelompok dengan jawaban kelompok lain yang sama jumlah uang logam yang
dimiliki. Seperti subjek guru menanyakan jumlah titik sampel pada kelompok
kelompok yang melakukan percobaan dengan empat mata uang logam dan lima
mata uang logam. Subjek guru mencatat hasil jawaban dari kelompok untuk setiap
mata uang logam yang berbeda di papan tulis, dapat dilihat pada kotak 5.1 hasil
titik sampel.
Subjek guru mengajak subjek siswa untuk mencari hubungan antara
jumlah uang logam dengan jumlah titik sampel yang didapat dari hasil percobaan
yang telah mereka lakukan. Salah satu subjek siswa mampu menemukan
hubungan yang ada pada jumlah mata uang logam dengan jumlah titik sampel
yaitu rumus dari ruang sampel. Subjek guru mengkonfirmasikan jawaban subjek
siswa tersebut dengan subjek siswa lainnya. Subjek guru mengajak subjek siswa
untuk bersama-sama mengecek jawaban subjek siswa tersebut apakah benar atau
tidak.
Kemudian subjek guru menyuruh subjek siswa untuk menyimpulkan
sendiri mengenai rumus ruang sampel, pengertian percobaan, ruang sampel, dan
titik sampel dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri. Semua subjek siswa
kembali dalam kelompoknya dan mencoba mengingat kembali mengenai
pengertian-pengertian berikut. Subjek guru menyuruh para subjek siswa
merangkum atau menyimpulkan dengan kata-kata sendiri agar lebih mudah
dipahami. Subjek guru menunjuk empat orang subjek siswa untuk membacakan
hasil kesimpulan yang dibuat oleh kelompoknya masing-masing. Hasil
kesimpulan tersebut dapat dilihat pada tabel 5.1. Subjek guru menyimak dan
mendengarkan hasil kesimpulan yang dibacakan subjek siswa. Kemudian subjek
subjek siswa dan menambahkan beberapa catatan untuk memperjelas hasil
rangkuman subjek siswa.
b. Subjek guru menggunakan metode yang sesuai karakteristik subjek siswa
Pada pertemuan pertama ini, subjek guru menyuruh subjek siswa
melakukan percobaan melempar sejumlah uang logam yang telah diberikan ke
tiap-tiap kelompok dengan jumlah yang berbeda-beda. Subjek guru membiarkan
mereka bekerja dalam kelompok dan melakukan percobaan tersebut secara
bersama-sama dengan kelompoknya masing-masing. Subjek guru memantau kerja
kelompok dengan berkeliling menghampiri tiap-tiap kelompok dan melihat
bagaimana mereka melakukan percobaan tersebut.
Kemudian setelah membahas hasil percobaan yang didapat, subjek guru
menuliskan hasil jumlah titik sampel yang didapat untuk tiap-tiap kelompok di
papan tulis. Subjek guru mengajak subjek siswa untuk mencari hubungan antara
jumlah uang logam dengan jumlah titik sampel yang didapat berdasar pada hasil
percobaan yang telah dilakukan sebelumnya. Semua subjek siswa mencoba untuk
mendiskusikannya pada kelompoknya masing-masing. Salah satu subjek siswa
mampu menemukan hubungannya yaitu dengan memangkatkan bilangan dua
dengan jumlah uang logam kemudian subjek guru mengkonfirmasikan bahwa
jawaban subjek siswa tersebut merupakan rumus dari ruang sampel. Subjek guru
mengajak subjek siswa untuk mengecek apakah hasilnya benar bila jumlah uang
logam dipangkatkan dua hasilnya sama dengan jumlah titik sampel. Semua subjek
hitungan para subjek siswa ternyata benar bahwa bila jumlah uang logam
dipangkatkan dua hasilnya sama dengan jumlah titik sampel.
Kemudian subjek guru juga menyuruh subjek siswa untuk menyimpulkan
sendiri mengenai materi yang telah diajarkan selama pelajaran berlangsung.
Subjek siswa diminta untuk merangkum sendiri catatan mereka dengan
menggunakan kata-kata atau kalimat mereka sendiri agar mudah dipahami. Subjek
siswa kembali dalam kelompok dan mendiskusikan kesimpulan serta merangkum
mengenai pengertian-pengertian yang ada selama pembelajaran berlangsung.
Hasil rangkuman kelompok tersebut dapat dilihat pada tabel 5.1.
c. Subjek guru memfasilitasi subjek siswa memperoleh pengalaman
Subjek guru mengawali pembelajaran dengan menceritakan suatu kisah
tentang seorang penjudi asal Perancis yang mencoba mencari peluang untuk
memenangkan suatu perjudian yang dia ikuti. Selain bercerita mengenai penjudi,
subjek guru juga memberikan contoh yang berkaitan dengan materi peluang yaitu
contoh-contoh yang ada di sekitar kita misalnya pengundian pada permainan
sepakbola ataupun badminton dengan menggunakan koin atau uang logam. Dalam
menjelaskan contoh pengundian sepakbola, subjek guru menggunakan koin atau
uang logam dan mempraktekkannya di depan kelas tetapi tanpa melibatkan subjek
siswa jadi subjek siswa hanya melihat subjek guru melakukan percobaan.
Kemudian subjek guru menjelaskan pengertian percobaan, ruang sampel, dan titik
Subjek guru memberikan contoh yang berkaitan dengan materi yang telah
dijelaskan yaitu contoh pelemparan uang logam atau koin. Dalam menjelaskan
pelemparan koin, subjek guru menyisipkan beberapa pertanyaan lisan yang dapat
dijadikan acuan subjek siswa agar lebih mudah memahami penjelasan dari subjek
guru. Contohnya tersebut seperti kemungkinan yang keluar jika satu mata uang
logam dilemparkan sekali. Subjek siswa menjawab bahwa yang keluar mungkin
gambar mungkin juga angka.
Saat subjek siswa sedang melakukan percobaan bersama kelompoknya,
salah satu subjek siswa menghampiri subjek guru dan mengkonfirmasikan apakah
jawabannya dalam menuliskan hasil percobaan sudah benar atau belum. Subjek
guru melihat ke arah kertas yang ditunjukkan oleh subjek siswa tersebut dan
menganggukkan kepalanya tanda bahwa subjek guru membenarkan atau setuju
dengan hasil jawaban yang dituliskan oleh subjek siswa tersebut. Subjek siswa
pun kembali ke kelompoknya dan melanjutkan melakukan percobaan.
Saat berkeliling memantau kerja kelompok, subjek guru menemukan satu
kelompok yang mengalami kesulitan karena subjek guru melihat lembar jawaban
mereka yang masih kosong. Subjek guru menanyakan apakah kesulitan mereka
dan mereka pun menjawab bahwa mereka belum memahami bagaimana cara
melakukan percobaan tersebut dan menuliskan hasilnya. Subjek guru menganggap
bahwa mereka tidak menyimak pada saat subjek guru menjelaskan sebelum
melakukan percobaan. Subjek guru menjelaskan kembali bagaimana cara
melakukan percobaan dan subjek siswa menyimak dengan baik apa yang
guru menyuruh subjek siswa untuk mencobanya terlebih dahulu sembari
diperhatikan oleh subjek guru. Setelah dianggap mengerti, subjek guru menyuruh
kelompok tersebut untuk melanjutkan percobaannya sendiri. Kelompok tersebut
melanjutkan melakukan percobaan sendiri dan subjek guru meninggalkan
kelompok mereka.