AnALISIS DAn PEMbAhASAn KInERJA KEUAnGAn
3. Laporan Arus Kas Arus Kas
a. Kas bersih digunakan untuk Aktivitas operasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi di tahun 2014 sebesar Rp1,15 triliun, naik 24,35% dari tahun 2013 sebesar Rp926,13 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kenaikan penerimaan pendapatan dari pembiayaan konsumen sebesar Rp2,9 triliun yang dikompensasi dengan kenaikan pembayaran kepada penyalur kendaraan sebesar Rp3,2 triliun.
Kenaikan kas yang digunakan tersebut dikontribusi juga oleh peningkatan pembayaran kepada perusahaan asuransi sebesar Rp468,88 miliar atau 112,5%.
b.Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi
Di tahun 2014, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp42,36 miliar naik 56,97% dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp26,98 miliar. Kas bersih ini
digunakan untuk aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap sehubungan dengan penambahan jaringan usaha baru terutama pada prasarana, kendaraan, perabotan dan peralatan kantor dan komputer.
c. Kas bersih diperoleh dari/digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
Di tahun 2014, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1,28 triliun, meningkat sebesar 30,41% dari tahun 2013 sebesar Rp978,59 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kenaikan penerimaan utang obligasi Rp600 miliar meningkat Rp100 miliar di mana tahun 2013 hanya Rp500 miliar dan peningkatan penerimaan pinjaman bank untuk pendanaan Consumer Finance dan Financial Lease.
Peningkatan penerimaan utang obligasi tersebut dikompensasi oleh pembayaran dividen kas sebesar Rp21,16 miliar pada 2014.
Tabel Arus Kas (dalam juta Rupiah)
Arus Kas 2013 2014 Perubahan
Arus Kas Bersih yang Dihasilkan Dari /(Digunakan)
untuk Aktivitas Operasi (926.133) (1.151.646) 24,35%
Arus Kas Bersih yang Dihasilkan Dari /(Digunakan)
untuk Aktivitas Investasi (26.984) (42.357) 56,97%
Arus Kas Bersih yang Dihasilkan Dari /(Digunakan)
untuk Aktivitas Pendanaan 978.586 1.276.213 30,41%
Rasio Keuangan a. Profitabilitas
Rasio imbal hasil rata-rata aset dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perseroan meraih laba dari seluruh aset yang diinvestasikan. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, rasio imbal hasil rata-rata aset adalah sebesar 4,74% dan 4,45%.
Jumlah pendapatan/jumlah aset tahun 2014 relatif stabil dari sebesar 20,68% pada 2013 menjadi 20,40% pada 2014.
b. Aset Produktif
Aset produktif Perseroan terdiri dari Piutang Pembiayaan Konsumen Kelolaan, Piutang Bermasalah (Non Performing Loan), Likuiditas dan Solvabilitas, serta informasi keuangan lainnya. Secara rinci, perolehan aset produktif adalah sebagai berikut:
• Komposisi piutang yang tergolong lancar terhadap total piutang per 31 Desember 2014 adalah sebesar 94,25%,
Analisis dan Pembahasan Manajemen
PT Mandiri Tunas Finance
114 Laporan Tahunan 2014
relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 93,91%. Perseroan senantiasa menjaga kualitas piutang dan melakukan seleksi yang ketat terhadap pembiayaan yang ada. Perseroan konsisten melakukan penanganan dalam pembiayaan yang bermasalah dengan lebih menitikberatkan
prinsip kehati-hatian atau prudent dan menjaga ketaatan konsumennya untuk melakukan pembayaran tepat waktu dengan cara mengingatkan, menagih, dan mitigasi risiko.
Berikut ini adalah tabel perkembangan piutang pembiayaan konsumen berdasarkan jumlah piutang Perseroan.
Tabel Perkembangan Umur Piutang Pembiayaan Konsumen berdasarkan Jumlah Angsuran Piutang Perseroan (dalam juta Rupiah)
Umur Piutang 2013 % 2014 %
Lancar 16.763.300 93,91% 23.285.103 94,25%
Tunggakan 1-30 hari 649.287 3,64% 802.292 3,25%
Tunggakan 31-60 hari 176.341 0,99% 270.187 1,09%
Tunggakan 61-90 hari 68.060 0,38% 99.477 0,40%
Tunggakan >90 hari 193.422 1,08% 249.445 1,01%
Total Piutang 17.850.410 100,00% 24.706.504 100,00%
• Perbandingan antara jumlah kewajiban dengan modal sendiri pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebesar 6,37x, dan 6,45x. Perbandingan antara jumlah kewajiban dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar 0,88x. Rasio ini relatif stabil untuk tahun 2014 dan 2013.
Informasi Keuangan Lainnya:
a. Rasio efisiensi biaya
Di tahun 2014, Cost Effiency Ratio (CER) tercatat sebesar 44,82% atau mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2013 yang tercatat sebesar 45,48%. Hal ini disebabkan pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya terutama terkait SDM, pengelolaan aset Perseroan dan biaya infrastruktur (sewa, dan lain-lain) sehubungan dengan ekspansi Perseroan di tahun 2014.
Tabel Rasio Efisiensi biaya
Rasio Efisiensi biaya 2013 2014 Perubahan
Rasio Efisiensi Biaya 45,48% 44,82% -0,66%
Rasio Biaya Overhead dibandingkan dengan pendapatan 28,17% 28,56% 0,39%
b. Komposisi beban Pembiayaan
Beban keuangan Perseroan pada 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp548,68 miliar, meningkat 23,72% atau meningkat sebesar Rp105,19 miliar dibandingkan dengan beban keuangan Perseroan pada tahun 2013 yang mencapai Rp443,49 miliar.
Hal ini menunjukkan dengan peningkatan pembiayaan sendiri, Perseroan tetap melakukan efisiensi dalam pengelolaan beban keuangan.
Analisis dan Pembahasan Manajemen
PT Mandiri Tunas Finance Laporan Tahunan 2014 115 Tabel Komposisi beban Pembiayaan (dalam juta Rupiah)
Komposisi beban Pembiayaan 2013 2014 Perubahan
Surat Berharga 94.951 127.011 33,76%
Bank Loan 315.523 382.744 21,30%
Administrasi dan Provisi Bank 29.822 33.205 11,34%
Amortisasi Biaya Emisi Surat Berharga 2.559 3.241 26,65%
Lain-lain 637 2.481 289,48%
Jumlah beban Keuangan 443.492 548.682 41,73%
c. Laba per saham
Perseroan mencatat laba per saham dari Rp71 per lembar saham pada 2013 menjadi Rp94 per lembar saham pada 2014. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya laba komprehensif tahun berjalan (Laba Bersih) Perseroan sebesar
Rp233,98 miliar pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 yang hanya sebesar Rp176,31 miliar, meningkat 32,71% atau sebesar Rp57,68 miliar.
Tabel Rasio Keuangan 3 tahun terakhir
Rasio Keuangan 2014 2013 2012
PRoFITAbILITAS
Imbal Hasil Aset 3,58% 3,52% 2,95%
Imbal Hasil Aset* 4,78% 4,73% 3,94%
Imbal Hasil rata-rata Aset* 4,74% 4,45% 4,27%
Imbal Hasil Ekuitas 29,46% 28,98% 24,76%
Imbal Hasil rata-rata Ekuitas 29,69% 29,13% 25,05%
Jumlah Pendapatan/Jumlah Aset 20,40% 20,68 % 19,17%
ASET PRoDUKTIF
Piutang Pembiayaan Bersih Kelolaan** 21.161.175 15.627.805 11.443.236
Piutang Pembiayaan-Pembiayaan Bersama ** 14.289.451 10.363.212 7.194.643
Piutang Bermasalah Kelolaan 1,15% 1,16% 1,23%
LIKUIDITAS
Jumlah Liabilitas/Jumlah Aset (kali) 0,88 0,88 0,88
Jumlah Liabilitas/Jumlah Ekuitas (kali) 7,24 7,20 7,30
Utang yang Berbunga/Jumlah Ekuitas*** (kali) 1,15% 1,16% 1,23%
Analisis dan Pembahasan Manajemen
PT Mandiri Tunas Finance
116 Laporan Tahunan 2014
Rasio Keuangan 2014 2013 2012
PERTUMbUhAn
Pertumbuhan Pendapatan 29,79% 38,66% 24,06%
Pertumbuhan Laba Tahun Berjalan 32,71% 51,28% 77,20%
Pertumbuhan Aset 31,57% 28,52% 24,79%
Pertumbuhan Liabilitas 31,66% 28,31% 24,33%
Pertumbuhan Ekuitas 30,94% 30,03% 28,26%
RASIo LAInnYA
Laba Sebelum Pajak Penghasilan/Pendapatan 20,63% 20,33% 18,49%
Laba Komprehensif Tahun Berjalan/ Pendapatan 15,46% 15,11% 13,86%
Rasio Efisiensi Biaya 44,82% 45,48% 45,73%
Keterangan:
* menggunakan perhitungan laba sebelum pajak
** dalam Jutaan Rupiah
*** Gearing Ratios
LIKUIDITAS DAn SoLVAbILITAS
Likuiditas Perseroan merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar (current ratio), yaitu perbandingan antara aset
lancar dengan liabilitas lancar. Aset lancar terdiri dari aset yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Di tahun 2014, likuiditas Perseroan tercatat sebesar 0,94 kali. Secara rinci, perhitungan likuiditas tersebut adalah:
Aset Lancar Rp3,1 triliun
Liabilitas Lancar X 100% Rp3,3 triliun X 100% = 0,94 kali
Sedangkan di tahun 2013 likuiditas Perseroan tercatat sebesar 1 kali. Perseroan berhasil menjaga likuiditas Perseroan yang tercermin dalam rasio lancar selama dua tahun terakhir. Hal ini menunjukan Perseroan berhasil menerapkan konsep miss match antara jangka waktu pembiayaan dengan jangka waktu sumber pendanaan.
Solvabilitas Perseroan merupakan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dan jangka panjangnya yang tercermin dari perbandingan antara jumlah liabilitas yang
mengandung beban bunga dengan modal sendiri dan juga perbandingan antara jumlah liabilitas yang mengandung beban bunga dengan total aset. Perbandingan antara jumlah liabilitas yang mengandung beban bunga dengan modal sendiri pada 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebesar 6,37 kali dan 6,45 kali. Penurunan rasio tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013 disebabkan kemampuan Perseroan mengelola aset yang dimiliki dan memperoleh sumber pendanaan yang lebih efisien untuk mendanai ekspansi dalam pembiayaan konsumen yang dilakukan Perseroan tahun 2014.
Analisis dan Pembahasan Manajemen
PT Mandiri Tunas Finance Laporan Tahunan 2014 117 Tabel Perkembangan Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas dan Solvabilitas 2013 2014 Perubahan
Rasio lancar 1,00x 0,94x 6%
Rasio liabilitas terhadap ekuitas 6,45x 6,37x 1,24%