• Tidak ada hasil yang ditemukan

Para Pemangku Kepentingan dan Pemegang Saham yang

Dalam dokumen Laporan Tahunan Bangga. Membangun Negeri (Halaman 31-34)

Terhormat

laporan Dewan Komisaris

Penilaian Kinerja manajemen

Sepanjang 2014, persaingan bisnis pembiayaan semakin ketat seiring dengan diterbitkannya beberapa regulasi di bidang industri pembiayaan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Di tengah persaingan bisnis dan pertumbuhan perekonomian yang cenderung melambat tersebut, Dewan Komisaris menilai Direksi beserta seluruh jajaran senior management Perseroan mampu memanfaatkan kondisi ini menjadi peluang bisnis sehingga kinerja Perseroan berhasil tumbuh 27,5% dari sisi new disbursement dan 32,7% dari sisi profitabilitas dibandingkan tahun 2013 yang lalu.

Dewan Komisaris mencatat beberapa pencapaian kinerja manajemen selama 2014 yang perlu mendapat apresiasi dimana hal ini dapat terlihat dari indikator kinerja keuangan Perseroan yang meliputi:

1. Neraca per 31 Desember 2014 ditutup dengan jumlah aset sebesar Rp7,4 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp1,8 triliun atau 32% dibandingkan dengan jumlah aset pada neraca akhir tahun 2013 dengan jumlah sebesar Rp5,6 triliun.

PT Mandiri Tunas Finance

30 Laporan Tahunan 2014

2. Nilai pembiayaan baru di tahun 2014 mencapai Rp14,8 triliun, tumbuh sebesar Rp3,2 triliun atau 27,5%

dibandingkan pembiayaan baru di tahun 2013 sebesar Rp11,6 triliun.

3. Dari pos Laba Rugi tahun 2014, Perseroan memperoleh laba setelah pajak sebesar Rp234 miliar, tumbuh sebesar Rp58 miliar atau 33% dibandingkan pencapaian laba setelah pajak tahun 2013 sebesar Rp176 miliar.

4. Piutang pembiayaan yang dikelola oleh Perseroan sepanjang tahun 2014 mencapai Rp21,2 triliun meningkat 36%

dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp15,6 triliun.

5. Pada akhir 2014, Perseroan berhasil menjaga tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan) pada tingkat yang terjaga yaitu sebesar 1,15%.

6. Debt to equity ratio (DER) dapat dipertahankan pada posisi 6,37 kali di tengah ketatnya likuiditas suku bunga perbankan sepanjang tahun 2014.

Dengan pencapaian indikator kinerja Perseroan tahun 2014 tersebut, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah menunjukkan kinerjanya yang cukup baik dengan melakukan berbagai strategi usaha yang mampu meningkatkan performa Perseroan, antara lain melalui pengembangan jaringan kantor pemasaran baru, memperluas kerja sama dengan dealer serta melakukan berbagai improvement, antara lain terkait perbaikan business process dan pengembangan struktur organisasi.

Dewan Komisaris juga memandang bahwa langkah Direksi melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 sebesar Rp600 miliar adalah sebagai salah satu langkah untuk memperkuat struktur pendanaan bagi modal kerja Perseroan di tahun 2014 di samping adanya dukungan pendanaan yang konsisten dalam bentuk joint financing dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai pemegang saham mayoritas.

Rekomendasi dan saran-saran perbaikan yang telah disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada Direksi juga telah dijalankan dengan cukup baik. Beberapa penghargaan yang telah diterima oleh Perseroan baik dari internal Grup Bank Mandiri maupun dari pihak eksternal sepanjang 2014 juga menjadi cerminan semakin baiknya kinerja Perseroan.

Tata Kelola Perusahaan

Pelaksanaan pengawasan Dewan Komisaris selama 2014 dilakukan sesuai dengan tugas, wewenang, kewajiban, dan tanggung jawab Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam ketentuan anggaran dasar serta peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Pengawasan Dewan Komisaris bertujuan untuk menciptakan keserasian, kesesuaian, dan konsistensi dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan dengan target-target yang telah ditetapkan dalam Business Plan tahun 2014, serta memastikan implementasi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik atau good corporate governance pada seluruh lini organisasi dalam menjalankan aktifitasnya, baik aktivitas yang dilakukan oleh unit-unit operasional maupun unit pendukung.

Di tahun 2014, dalam rangka pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa secara berkala telah melakukan pertemuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan, AR management maupun rencana-rencana strategis yang akan dijalankan oleh manajemen. Fokus pengawasan Dewan Komisaris terhadap Direksi dititikberatkan kepada 4 faktor, yaitu kinerja keuangan, strategi bisnis, internal control dan peningkatan kualitas dan integritas sumber daya manusia. Dalam setiap pelaksanaan evaluasi kinerja, Dewan Komisaris selalu menegaskan kepada manajemen untuk selalu mengutamakan kualitas kredit sehingga proses kredit sejak awal harus dijalankan sesuai

laporan Dewan Komisaris

PT Mandiri Tunas Finance Laporan Tahunan 2014 31 dengan prosedur yang berlaku. Di samping itu, Dewan

Komisaris juga selalu mengingatkan kepada Direksi agar tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance serta meningkatkan kapatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Selain melakukan pertemuan berkala dengan Direksi, Dewan Komisaris juga dibantu Komite Audit melakukan pertemuan secara rutin dengan Direksi dan jajaran manajemen untuk melakukan penelaahan laporan keuangan dan proses pengendalian internal yang dilakukan oleh Perseroan. Komite Audit telah memberikan catatan dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk selanjutnya disampaikan kepada Direksi untuk ditindaklanjuti.

Untuk meningkatkan implementasi good corporate governance, pada akhir tahun 2014 Dewan Komisaris telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi untuk membantu tugas Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi nominasi dan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Anggota Komite penunjang Dewan Komisaris.

Diharapkan dengan adanya Komite Nominasi dan Remunerasi ini, proses nominasi dan remunerasi pengurus Perseroan dan organ pelaksana Perseroan lainnya dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan perkembangan usaha Perseroan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan stakeholders lainnya terhadap pengelolaan Perseroan.

Selain itu, untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris setiap kuartal selama tahun 2014 telah membuat laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris untuk diserahkan kepada pemegang saham mayoritas.

Pandangan atas Prospek Usaha yang disusun manajemen Di tahun 2015, pertumbuhan industri otomotif diprediksi cenderung stagnan berdasarkan proyeksi dari GAIKINDO. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi dalam negeri masih akan dibayangi oleh tekanan inflasi, peningkatan nilai tukar dan suku bunga Bank Indonesia. Perkembangan pasar otomotif tentunya akan mempengaruhi bisnis Perseroan. Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi manajemen dalam menjalankan strategi bisnisnya.

Untuk menghadapi persaingan bisnis di tahun 2015 dan mencapai sustainable growth, Direksi telah menetapkan target dan strategi bisnis yang akan dicapai dan dilaksanakan di tahun 2015. Prospek usaha telah disusun oleh Direksi sebagaimana yang tertuang dalam target dan rencana bisnis Perseroan.

Fokus bisnis Perseroan tahun 2015 di pembiayaan mobil baru yang telah ditetapkan oleh Direksi dinilai tepat dengan kondisi perekonomian saat ini dan beberapa tahun ke depan.

Dengan adanya konsistensi fokus di pembiayaan mobil baru ini diharapkan akan dapat lebih meningkatkan market share Perseroan sehingga menjadi market leader di beberapa merek kendaraan tertentu. Secara garis besar, Dewan Komisaris berpandangan bahwa target dan prospek usaha yang telah disusun Direksi sudah cukup progresif dan mengharapkan Direksi dapat memanfaatkan setiap peluang bisnis untuk meningkatkan kinerja Perseroan.

Dewan Komisaris senantiasa mengingatkan kepada Direksi bahwa dalam menjalankan business plan agar tetap mempertimbangkan kondisi makro-ekonomi, pertumbuhan industri otomotif, kapasitas yang dimiliki oleh Perseroan, dan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian (prudent financing) dalam proses kredit agar mendapatkan kualitas pencairan kredit yang baik.

laporan Dewan Komisaris

PT Mandiri Tunas Finance

32 Laporan Tahunan 2014

Dalam dokumen Laporan Tahunan Bangga. Membangun Negeri (Halaman 31-34)