• Tidak ada hasil yang ditemukan

RAPAT UMUM PEMEGAnG SAhAM (RUPS)

Dalam dokumen Laporan Tahunan Bangga. Membangun Negeri (Halaman 144-148)

Tata Kelola Perusahaan

D. RAPAT UMUM PEMEGAnG SAhAM (RUPS)

Pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organ tata kelola Perseroan yang memiliki wewenang dan tidak diberikan kepada Dewan Komisaris maupun Direksi. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Sesuai dengan kewenangannya, RUPS dapat mengambil keputusan-keputusan, antara lain pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Dewan Komisaris, perubahan Anggaran Dasar Perseroan, mengesahkan kinerja tahunan Direksi, serta pengambilan keputusan strategis lainnya yang akan dijalankan oleh Direksi Perseroan. RUPS diadakan setiap tahunnya sesuai dengan UUPT, di mana RUPS Tahunan Perseroan diadakan sebelum batas waktu yang ditentukan oleh UUPT.

Keputusan RUPS

Perseroan menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS dan 1 (satu) kali Pengambilan Keputusan Pemegang Saham Sirkulasi. Berikut ini hasil-hasil keputusan RUPS dan pengambilan keputusan Pemegang Saham Sirkulasi di tahun 2014.

hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan telah mengadakan RUPS Tahunan pada 10 April 2014 di Jakarta yang dihadiri oleh seluruh Pemegang Saham Perseroan dengan hasil keputusan sebagai berikut:

1. Menyetujui dan menerima Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, serta mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan

Tata Kelola Perusahaan

PT Mandiri Tunas Finance Laporan Tahunan 2014 143 Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of

Ernst & Young, “EY”) sebagaimana ternyata dalam laporan Auditor Independen Nomor RPC-4726/PSS/2014 tertanggal 24 Januari 2014 dengan pendapat wajar dalam semua hal material, dengan demikian memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et decharge) kepada Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan, dan kepada Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan pelaksanaan kewenangan, yang telah dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam laporan tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013.

2. Menyetujui dan menetapkan Penggunanaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2013 sebesar Rp176.311.769.806,96 (seratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus sebelas juta tujuh ratus enam puluh sembilan ribu delapan ratus enam koma sembilan enam Rupiah) sebagai berikut :

a. Membagikan dividen final sebesar 12% dari jumlah laba bersih Perseroan yang akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Saham Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp21.157.412.376,84 (dua puluh satu miliar seratus lima puluh tujuh juta empat ratus dua belas ribu tiga ratus tujuh puluh enan koma delapan empat Rupiah) atau Rp8,46 (delapan koma empat enam Rupiah) per lembar saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham secara proporsional yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk.

b. Sisa laba bersih tahun 2013 sebesar Rp155.154.357.430,12 (seratus lima puluh lima miliar seratus lima puluh empat juta tiga ratus lima puluh tujuh ribu empat ratus tiga puluh koma satu dua Rupiah) atau sebesar 88% dari jumlah laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan (retained earning) yang akan digunakan untuk memperkuat permodalan Perseroan.

3. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman dan Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan

mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik tersebut, serta menetapkan Kantor Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman dan Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited) karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.

4. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan besarnya tantiem yang diberikan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2013.

5. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham mayoritas untuk menetapkan besarnya gaji dan honorarium bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2014 dan memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan besarnya fasilitas dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2014.

6. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan, dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan sejak penutupan rapat ini, untuk mengalihkan dan/atau menjadikan lebih dari 50% kekayaan bersih Perseroan sebagai jaminan utang atas nama Perseroan guna mendapatkan pendanaan baru yang berasal dari sumber perbankan dan penerbitan obligasi atau surat berharga dalam 1 transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak, sebesar Rp4.000.000.000.000 (empat triliun Rupiah) di tahun buku 2015. Di mana untuk setiap pengalihan dan atau penjaminan kekayaan bersih Perseroan dengan kelipatan sebesar Rp1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah) Direksi diwajibkan membuat laporan tertulis kepada Dewan Komisaris mengenai pelaksanaan tersebut.

7. Tidak ada keputusan dan menerima laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 sebagaimana yang telah disampaikan.

Tata Kelola Perusahaan

PT Mandiri Tunas Finance

144 Laporan Tahunan 2014

8. Dalam rangka konsolidasi Manajemen Risiko termasuk dalam rangka Menjaga Tingkat Kesehatan Perusahaan Anak, Rapat memberikan wewenang kepada Pemegang Saham atau pihak yang ditunjuk oleh Pemegang Saham untuk memperoleh data dan/atau melakukan kerja sama pengelolaan manajemen risiko, pelaksanaan Audit Perseroan maupun kegiatan lainnya yang terkait dengan pengelolaan Perseroan. Pelaksanaan asistensi, kerja sama pengelolaan manajemen risiko maupun pelaksanaan Audit Perseroan tidak mengenyampingkan tugas dan wewenang Direksi dalam melakukan tindakan pengurusan dan tugas Dewan Komisaris dalam melakukan tindakan pengawasan perseroan. Perseroan diwajibkan melaporkan setiap informasi yang relevan dan material kepada pemegang saham melalui pihak yang ditunjuk atau diberi kuasa oleh pemegang saham secara berkala serta menyusun subsidiary guideline principle bersama-sama pemegang saham.

Hasil RUPS Tahunan tersebut di atas telah dituangkan dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Mandiri Tunas Finance No 24 tanggal 10 April 2014 dibuat oleh Notaris Lenny Janis Ishak, SH, Notaris di Jakarta.

hasil Keputusan Pemegang Saham Perseroan secara Sirkulasi

Para Pemegang Saham Perseroan telah mengambil keputusan secara sirkulasi pada 24 Oktober 2014 dengan hasil keputusan sebagai berikut:

1. Menerima dan mengukuhkan pengunduran diri Bapak Anton Herdianto dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan terhitung sejak ditandatangani keputusan tersebut. Dengan demikian susunan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut :

Direktur Utama : Ignatius Susatyo Wijoyo Direktur : Harjanto Tjitohardjojo

2. Memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk melakukan tindakan-tindakan hukum yang diperlukan termasuk tetapi tidak terbatas pada menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka menjalankan keputusan Sirkulasi Pemegang saham Perseroan tersebut.

3. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menyatakan seluruh atau sebagian keputusan tersebut dalam suatu akta notaris tersendiri, apabila diperlukan dan untuk itu menghadap di mana perlu, membuat, suruh membuat dan menandatangani akta dan surat-surat diperlukan, singkatnya melakukan apapun juga untuk mencapai maksud tersebut tidak ada yang dikecualikan.

4. Keputusan tersebut mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditandatangani keputusan tersebut secara lengkap.

Hasil Keputusan Pemegang Saham Perseroan secara sirkulasi tersebut diatas telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Mandiri Tunas Finance No.

41 tanggal 28 Oktober 2014 dibuat oleh Notaris Ibu Lenny Janis Ishak,SH.

Tata Kelola Perusahaan

PT Mandiri Tunas Finance Laporan Tahunan 2014 145 InFoRMASI PEMEGAnG SAhAM DAn PEnGEnDALI

UTAMA

PT Mandiri Tunas Finance ny. Suliawati

Tjokro Jardine Strategic

holdings Ltd Jardine Matheson holdings Limited

bermuda

Public Public

Public Christian Milko

Setiawan Anton Setiawan

negara Republik

Indonesia Public PT Tunas Andalan

Pratama

Jardine Cycle &

Carriage, Ltd Public

PT Tunas Ridean Tbk PT bank Mandiri (Persero) Tbk

84%

8% 8% 27%

12,4%

43,8%

43,8%

60% 40%

51% 49%

73%

56%

17% 44%

83%

Tata Kelola Perusahaan

PT Mandiri Tunas Finance

146 Laporan Tahunan 2014

Perlindungan Pemegang Saham

Implementasi GCG di lingkungan Perseroan senantiasa melindungi hak-hak pemegang saham dan memfasilitasi pelaksanaan hak pemegang saham. Bagi Perseroan, hak-hak dasar Pemegang Saham yang dijunjung tinggi meliputi hak-hak untuk:

1) Mendapatkan metode pendaftaran kepemilikan;

2) Mengalihkan atau memindahkan saham;

3) Mendapatkan informasi yang relevan dan material tentang korporasi secara tepat waktu dan teratur;

4) Berpartisipasi dan memberikan suara dalam RUPS;

5) Mengangkat dan memberhentikan Direksi dan Dewan Komisaris; dan

6) Mendapatkan bagian dalam keuntungan bisnis Perusahaan.

Dengan memperhatikan hak Pemegang Saham tersebut, kerangka penerapan GCG di lingkungan Perseroan telah memberikan perlakuan yang setara dari semua pemegang saham, termasuk pemegang saham non pengendali. Selain itu, seluruh pemegang saham harus memiliki kesempatan untuk memperoleh ganti rugi apabila terjadi pelanggaran atas hak-hak mereka.

Dalam dokumen Laporan Tahunan Bangga. Membangun Negeri (Halaman 144-148)