• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Arus Kas Perusahaan

Dalam dokumen Analisis Rasio Keuangan First Task First (Halaman 72-128)

GAMBARAN UMUM INSTANSI

3.13 Laporan Arus Kas Perusahaan

Tabel 3. Laporan Arus Kas PT Toko Gunung Agung Tbk

2007 2008 2009 2010 2011 2012

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan kas dari pelanggan dan lainnya 1,122,845,429,288 1,414,211,948,598 1,401,536,092,589 1,588,621,238,054 1,831,781,384,146 1,881,955,137,520 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan laiinya

(1,107,144,304,860)

(1,400,623,597,976) (1,394,700,826,316) (1,584,963,859,277) (1,740,236,708,771) (1,789,463,233,723) Pembayaran sewa toko dan uang jaminan - neto (28,468,970,553) (29,233,418,075) Pembayaran tunai kepada karyawan dan lainnya (58,814,329,128) (57,624,334,116)

Kas dihasilkan dari operasi 15,701,124,428 13,588,350,622 6,835,266,273 3,657,378,777 4,261,375,694 5,634,151,606

Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak yang

mempunyai hubungan istimewa (16,092,090)

Pembayaran pajak penghasilan (612,328,618) (508,780,218) (2,296,764,309) (1,065,496,314) (807,791,665) (807,000,496) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi

15,088,795,810

13,063,478,314 4,538,501,964 2,591,882,463 3,453,584,039 4,827,151,110 Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penerimaan bunga 37,167,439 456,141,894 878,811,904 654,549,624 648,897,109 235,096,118 Hasil penjualan aset tetap 166,665,025 207,184,321 173,300,000 77,125,000 420,970,000 1,042,550,000 Perolehan aset tetap (2,056,828,504) (2,254,638,630) (2,967,320,141) (5,719,904,949) (5,443,646,287) (1,572,481,763)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1,852,996,040) (1,591,312,415) (1,915,208,237) (4,448,230,325) (4,373,779,178) (294,835,645)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Penambahan hutang bank 1,490,354,505 2,584,841,422 7,707,035,566

Pembayaran hutang bank (7,971,318,271) 5,001,483,843 (3,906,521,430) Pembayaran bunga dan beban keuangan lainnya (2,845,125,534) (2,239,036,223) (3,087,344,361) (3,434,106,671) (2,352,975,598) (5,353,628,583) Pembayaran kewajiban sewa pembiayaan (219,566,460) (64,880,340) (904,031,717) (225,135,328) (665,624,452) (469,621,704) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (11,036,010,265) (813,562,058) (1,406,534,656) 4,047,793,567 1,992,883,793 (9,729,771,717)

KENAIKAN BERSIH KAS dan SETARA KAS 2,199,789,505 10,658,603,841 1,216,759,071 2,191,445,705 1,072,688,654 (5,197,456,252) KAS dan SETARA KAS AWAL TAHUN 7,923,142,475 10,036,736,105 21,117,485,014 21,975,402,830 24,037,506,735 25,110,195,389 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (86,195,875) 422,145,068 (358,841,255) (129,341,800)

KAS dan SETARA KAS AKHIR TAHUN 10,036,736,105 21,117,485,014 21,975,402,830 24,037,506,735 25,110,195,389 19,912,739,137

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN

Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas :

Perolehan aset tetap melalui sewa pembiayaan 2,075,000,000 473,450,000

PT TOKO GUNUNG AGUNG Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2007 - 2012

56

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN UNTUK PERFORMANCE

APPRAISAL

4. Analisis Rasio

4.1.1 Analisis Rasio Likuiditas

Gambar 4. Grafik Rasio Likuiditas

Hasil Analisis Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas adalah bagaimana kemampuan perusahaan mengubah aktiva menjadi kas atau kemampuan perusahaan menjual aktiva guna mendapatkan kas dalam waktu yang singkat. Rasio likuiditas yang dimiliki PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan pada modal kerja bersih, rasio kas terhadap kewajiban lancar, rasio operasi, rasio modal kerja bersih terhadap aktiva, rasio arus kas terhadap penjualan, perioda penagihan piutang dan jumlah hari dalam piutang. Tetapi PT Toko Gunung Agung Tbk juga mengalami peningkatan

pada rasio lancar dan rasio cepat. Dari hasil yang didapatkan, rasio likuiditas yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikatakan baik dikarenakan rasio lancar dan rasio cepat yang dimiliki perusahaan cenderung meingkat dari tahun ke tahun. Rasio lancar dan rasio cepat membandingkan antara aset lancar yang dimiliki perusahaan dengan kewajiban lancarnya. Jika rasio lancar dan rasio cepat cenderung meningkat dari tahun ke tahun maka dapat dikatakan bahwa kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancar semakin meningkat. Akan tetapi rasio operasi perusahaan yang menurun dapat menunjukan kondisi yang buruk bagi perusahaan dimana arus kas bersih operasi lebih menurun dari kewajiban lancar yang dimiliki.

4.1.1.1 Analisis Rasio Modal Kerja Bersih

Tabel 4. Modal Kerja Bersih Tahun 2008 - 2012

(9,274,638,791)

(2,068,382,721) (24,801,175,185) (21,165,176,841) (2,568,566,611) Modal Kerja Bersih Aktiva lancar-Kewajiban Lancar

Gambar 5. Grafik Modal Kerja Bersih

Hasil Analisis Rasio Modal Kerja Bersih

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami peningkatan modal kerja bersih dari tahun 2008 hingga 2009, kemudian mengalami penurunan modal kerja bersih yang sangat drastis dari tahun 2009 hingga 2010. Namun setelah itu modal kerja bersih mengalami peningkatan sedikit demi sedikit namun angka masih tetap menunjukkan di bawah nol. Dalam grafik scatter

ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal ini menandakan bahwa modal kerja bersih secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan dan ini menandakan bahwa perusahaan masih belum mampu untuk meningkatkan aktiva lancarnya dari tahun ke tahun meskipun sempat mengalami peningkatan di tahun 2011.

4.1.1.2 Analisis Rasio Lancar

Tabel 5. Rasio Lancar Tahun 2008 - 2012

Aset Lancar 0.8621 0.9701 0.7327 0.7619 0.9747

Kewajiban Lancar Rasio Lancar

Gambar 6. Grafik Rasio Lancar

Hasil Analisis Rasio Lancar

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami kenaikan rasio lancar dari tahun ke tahun, dan hanya sekali mengalami penurunan secara signifikan di tahun 2010. Dalam grafik

scatter ditunjukkan adanya garis linear yang naik yang menandakan

bahwa rasio lancar secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami peningkatan, hal ini menandakan bahwa aset lancar yang dimiliki perusahaan makin meningkat atau kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan makin menurun. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat dengan lebih mudah untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya.

4.1.1.3 Analisis Rasio Cepat

Tabel 6. Rasio Cepat Tahun 2008-2012

Aktiva Lancar - Persediaan

0.4531

0.4691 0.3423 0.3648 0.9747 Kewajiban Lancar

Rasio Cepat

Gambar 7. Grafik Rasio Cepat

Hasil Analisis Rasio Cepat

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami kenaikan rasio cepat dari tahun 2008 hingga 2009, kemudian mengalami penurunan dari tahun 2009 ke 2010. Kemudian mengalami kenaikan lagi dari tahun 2010 ke 2011.Tahun 2012 perusahaan mengalami kenaikan rasio cepat secara signifikan. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang naik, menandakan bahwa rasio cepat secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami peningkatan. Hal ini juga menandakan bahwa aset lancar

(selain persediaan)yang dimiliki perusahaan makin meningkat atau kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan makin menurun. Kewajiban lancar yang semakin menurun atau aset lancar (selain persediaan) yang semakin meningkat membuat perusahaan dapat melunasi kewajiban jangka pendek dengan lancar.

4.1.1.4 Analisis Rasio Kas terhadap Kewajiban Lancar

Tabel 7. Rasio Kas terhadap Kewajiban Lancar Tahun 2008-2012

Kas

0.3139

0.3176 0.2590 0.2937 0.1961 Kewajiban Lancar

Rasio Kas terhadap Kewajiban Lancar

Gambar 8. Grafik Rasio Kas terhadap Kewajiban Lancar

Hasil Analisis Rasio Kas terhadap Kewajiban Lancar

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami peningkatan rasio kas terhadap kewajiban lancar dari tahun 2008

hingga 2009, mengalami penurunan dari tahun 2009 hingga tahun 2010,kemudian mengalami kenaikan dari tahun 2010 hingga 2011,dan mengalami penurunan kembali di tahun 2012. Dalam grafik scatter

ditunjukkan adanya garis linear yang turun, menandakan bahwa rasio kas terhadap kewajiban lancar secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Hal ini berarti peningkatan kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan lebih besar dibandingkan dengan peningkatan kas dari tahun ke tahun sehingga hal ini mengakibatkan perusahaan sulit untuk melunasi kewajiban jangka pendek.

4.1.1.5 Analisis Rasio Operasi

Tabel 8. Rasio Operasi Tahun 2008 – 2012

Arus Kas Operasi

0.1942

0.0656 0.0279 0.0389 0.0475 Total Kewajiban Lancar

Rasio Operasi

Hasil Analisis Rasio Operasi

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami kenaikan rasio operasi dari tahun 2008 hingga 2009, mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2009 hingga tahun 2010, kemudian mengalami kenaikan di tahun 2011 dan di tahun 2011. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, menandakan bahwa rasio operasi secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Hal tersebut juga menandakan bahwa peningkatan arus kas operasi yang dimiliki perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan peningkatan kewajiban lancar dari tahun ke tahun sehingga hal ini mengakibatkan perusahaan mudah untuk melunasi kewajiban jangka pendek.

4.1.1.6 Analisis Rasio Modal Kerja Bersih terhadap Aktiva

Tabel 9. Rasio Modal Kerja Bersih terhadap Aktiva Tahun 2008-2012

Modal Kerja Bersih

(0.0960)

(0.0203) (0.2371) (0.1887) (0.0249)

Total Aktiva Modal Kerja Bersih

Gambar 10. Grafik Rasio Modal Kerja Bersih terhadap Aktiva

Hasil Analisis Rasio Modal Kerja Bersih terhadap Aktiva

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan modal kerja bersih terhadap aktiva secara signifikan dari tahun 2008 hingga 2009, mengalami penurunan lagi dari tahun 2009 hingga tahun 2010 kemudian mengalami kenaikan sedikit di tahun 2011 dan penurunan di tahun 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa modal kerja bersih terhadap aktiva secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan, sehingga perusahaan memiliki total aktiva yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan total aktiva tidak menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi baik. Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan cenderung meningkat dari tahun ke tahun, kondisi seperti itu tidak begitu baik bagi perusahaan.

4.1.1.7 Analisis Rasio Arus Kas terhadap Penjualan

Tabel 10. Rasio Arus Kas terhadap Penjualan 2008-2012

Kas + Investasi Jangka Pendek

0.0151

0.0158 0.0152 0.0142 #DIV/0!

Pendapatan Arus Kas terhadap

Penjualan

Gambar 11. Grafik Rasio Arus Kas terhadap Penjualan

Hasil Analisis Rasio Arus Kas terhadap Penjualan

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami kenaikan arus kas terhadap penjualan dari tahun 2008 hingga 2009, mengalami penurunan dari tahun 2009 hingga tahun 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa arus kas terhadap penjualan secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Tren yang turun menunjukkan bahwa kas dan investasi jangka pendek dari tahun ke tahun mengalami penurunan dibandingkan dengan pendapatan.

4.1.1.8 Analisis Rasio Perioda Penagihan Piutang

Tabel 11. Rasio Perioda Penagihan Piutang Tahun 2008-2012

Rata-rata Piutang x 360 0.4451 0.2712 0.2163 0.2331 #DIV/0! Penjualan Perioda Penagihan Piutang

Gambar 12. Grafik Rasio Perioda Penagihan Piutang

Hasil Analisis Rasio Perioda Penagihan Piutang

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan perioda penagihan piutang secara signifikan dari tahun 2008 hingga 2010, kemudian mengalami kenaikan di tahun 2011 dan mengalami penurunan kembali pada tahun 2012. Dalam grafik scatter

ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa perioda penagihan piutang secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa rata-rata

piutang yang dimiliki perusahaan mengalami penurunan dibandingkan dengan penjualan yang dihasilkan.

4.1.1.9 Analisis Rasio Jumlah Hari dalam Piutang Tabel 12. Rasio Jumlah Hari dalam Piutang

Piutang Usaha

0.2883

0.2599 0.2102 0.2915 #DIV/0! Penjualan Bersih / 365

Jumlah Hari dalam Piutang

Gambar 13. Rasio Jumlah Hari dalam Piutang

Hasil Analisis Rasio Jumlah Hari dalam Piutang

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan jumlah hari dalam piutang dari tahun 2008 hingga 2010, kenaikan dari tahun 2010 hingga tahun 2011, kemudian mengalami penurunan di tahun 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa jumlah hari dalam

piutang secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Tren yang menurun menandakan bahwa perusahaan memiliki total piutang dari tahun ke tahun yang menurun dibandingkan dengan penjualan bersih dalam hari.

4.1.2 Analisis Rasio Profitabilitas

Gambar 14. Grafik Rasio Profitabilitas

Hasil Analisis Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk melihat keuntungan perusahaan di masa yang akan datang. Rasio profitabilitas yang dimiliki PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan pada margin laba kotor, margin laba operasi, margin laba bersih, margin laba sebelum pajak, kemampuan dasar menghasilkan laba dan rasio arus kas operasi terhadap laba, sedangkan peningkatan terjadi pada tingkat laba per ekuitas pemegang saham. Dari

data yang diperoleh didapatkan margin laba bersih yang menurun. Margin laba bersih merupakan tingkat pengembalian laba bersih setelah dikurangi beban pajak dan beban-beban lainnya. Margin laba bersih perusahaan yang menurun menandakan bahwa laba yang dihasilkan perusahaan rendah dan hal ini dapat berdampak buruk bagi perusahaan jika berlangsung dalam jangka waktu yang panjang karena akan mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian.

4.1.2.1 Analisis Rasio Margin Laba Kotor

Tabel 13. Rasio Margin Laba Kotor Tahun 2008 – 2012

Penjualan - Harga Pokok Penjualan

0.0610

0.0613 0.0488 0.0474 #DIV/0! Penjualan

Margin Laba Kotor

Hasil Analisis Rasio Margin Laba Kotor

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami kenaikan sedikit margin laba kotor dari tahun 2008 hingga 2009, penurunan terjadi dari tahun 2009 hingga tahun 2012. Dalam grafik

scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu

menandakan bahwa margin laba kotor secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan, sehingga hal ini menandakan bahwa perusahaan memiliki laba kotor dari tahun ke tahun cenderung menurun dibandingkan dengan penjualan bersih. Laba kotor yang menurun menunjukkan penurunan penjualan bersih perusahaan lebih besar dibandingkan dengan peningkatan harga pokok penjualan.

4.1.2.2 Analisis Rasio Margin Laba Operasi

Tabel 14. Margin Laba Operasi Tahun 2008 – 2012

Laba Operasi

0.0049

0.0026 (0.0018) - #DIV/0! Penjualan

Margin Laba Operasi

Hasil Analisis Rasio Margin Laba Operasi

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan margin laba operasi dari tahun 2008 hingga 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun yang menandakan bahwa margin laba operasi secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Margin laba operasi merupakan tingkat pengembalian laba terhadap beban-beban operasi. Tren yang menurun menandakan bahwa perusahaan memiliki laba operasi dari tahun ke tahun yang menurun dibandingkan dengan penjualan bersih, sehingga beban usaha, pendapatan operasi lainnya dan beban operasi lainnya yang dapat mengurangi laba kotor cenderung lebih besar dari laba kotor perusahaan yang berarti bahwa kinerja perusahaan menurun.

4.1.2.3 Analisis Rasio Margin Laba Bersih Tabel 15. Rasio Margin Laba Bersih

Laba Bersih

0.0006

0.0002 (0.0043) (0.0032) #DIV/0!

Penjualan Margin Laba Bersih

Gambar 17. Grafik Rasio Margin Laba Bersih

Hasil Analisis Rasio Margin Laba Bersih

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan margin laba bersih dari tahun 2008 hingga 2010 dan mengalami kenaikan dari tahun 2011. Dalam grafik scatter

ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa margin laba bersih secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Tren yang menurun menandakan bahwa perusahaan memiliki laba bersih dari tahun ke tahun yang menurun dibandingkan dengan penjualan bersih, sehingga jika margin laba bersih perusahaan terus menerus menurun dan tidak ada tindakan dari perusahaan untuk membuat peningkatan maka perusahaan akan mengalami kerugian.

4.1.2.4 Analisis Rasio Margin Laba sebelum Pajak Tabel 16. Rasio Margin Laba sebelum Pajak

Laba sebelum Pajak

0.0033

0.0009 (0.0051) (0.0039) #DIV/0! Penjualan

Margin Laba sebelum Pajak

Gambar 18. Grafik Rasio Margin Laba sebelum Pajak

Hasil Analisis Margin Laba sebelum Pajak

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan margin laba sebelum pajak dari tahun 2008 hingga 2010, dan mengalami kenaikan dari pada tahun 2011. Dalam grafik scatter

ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa margin laba sebelum pajak secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Margin laba sebelum pajak merupakan tingkat pengembalian laba kotor sebelum pajak terhadap penjualan, sehingga dalam hal ini jika penjualan mengalami penurunan dari

tahun ke tahun maka akan berpengaruh pada margin laba yang dihasilkan perusahaan.

4.1.2.5 Analisis Rasio Tingkat Laba per Ekuitas Pemegang Saham Tabel 17. Rasio Tingkat Laba per Ekuitas Pemegang Saham

Laba Bersih

0.2454

0.0641 (9.3404) 1.0407

-Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham Tingkat Laba per Ekuitas

Pemegang Saham

Gambar 19. Grafik Rasio Tingkat Laba per Ekuitas Pemegang Saham

Hasil Analisis Rasio Tingkat Laba per Ekuitas Pemegang Saham

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan tingkat laba per ekuitas pemegang saham dari tahun 2008 hingga 2010 dan mengalami kenaikan pada tahun 2011, kemudian mengalami penurunan di tahu 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang naik, hal itu menandakan bahwa tingkat laba

per ekuitas pemegang saham secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami kenaikan. Tingkat laba per ekuitas pemegang saham merupakan tingkat laba terhadap ekuitas pemegang saham, sehingga dalam hal ini laba bersih yang dimiliki perusahaan dari tahun 2008-2012 mengalami peningkatan.

4.1.2.6 Analisis Rasio Kemampuan Dasar menghasilkan Laba

Tabel 18. Rasio Kemampuan Dasar menghasilkan Laba Tahun 2008-2012 EBIT 0.0704 0.0355 (0.0268) - -Total Aktiva Kemampuan Dasar Menghasilkan Laba

Gambar 20. Grafik Rasio Kemampuan Dasar menghasilkan Laba

Hasil Analisis Rasio Kemampuan Dasar menghasilkan Laba

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami penurunan kemampuan dasar menghasilkan laba dari tahun 2008 hingga 2010 secara signifikan dan mengalami peningkatan dari tahun

2010 hingga tahun 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal ini menandakan bahwa kemampuan dasar menghasilkan laba secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Kemampuan dasar menghasilkan laba merupakan kemampuan suatu perusahaan menghasilkan menghasilkan laba dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan total aktiva, sehingga dalam hal ini kemampuan perusahaan menghasilkan laba mengalami penurunan.

4.1.2.7 Analisis Rasio Arus Kas Operasi terhadap Laba

Tabel 19. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Laba Tahun 2008-2012

Arus Kas Operasi

15.4396

17.7031 (0.3812) (0.5944) #DIV/0!

Laba Bersih Rasio Arus Kas Operasi

terhadap Laba

Hasil Analisis Rasio Arus Kas Operasi terhadap Laba

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami peningkatan rasio arus kas operasi terhadap laba dari tahun 2008 hingga 2009, kemudian mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2009 hingga tahun 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang turun, hal itu menandakan bahwa rasio arus kas operasi terhadap laba secara total dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami penurunan. Rasio arus kas operasi terhadap laba menggambarkan pengaruh antara arus kas operasi terhadap laba bersih. Sehingga tren yang menurun menandakan bahwa penurunan arus kas operasi yang dimiliki perusahaan dari tahun 2008 hingga 2012 lebih besar dibandingkan peningkatan laba bersih perusahaan.

4.1.3 Analisis Rasio Tingkat Pengembalian Atas Investasi

Hasil Analisis Rasio Tingkat Pengembalian atas Investasi

Rasio tingkat pengembalian atas investasi merupakan rasio yang digunakan untuk melihat tingkat pengembalian atas investasi pada perusahaan. Rasio tingkat pengembaian atas investasi dapat dilihat dari 3 rasio yaitu Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), dan Return

on Investment (ROI). PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan

memiliki nilai ROA yang menurun dan ROE dan ROI yang meningkat. Tingkat pengembalian atas investasi yang meningkat menandakan bahwa laba yang dimiliki perusahaan baik untuk ekuitas pemegang saham maupun laba bersih meningkat dan kondisi merupakan kondisi yang cukup baik bagi perusahaan.

4.1.3.1 Analisis Rasio Return on Equity

Tabel 20. Rasio Return on Equity Tahun 2008-2012

Laba Bersih

24.538% 6.410% -934.041% 104.074% 0.000%

Rata-rata Total Ekuitas Return on Equity

Hasil Analisis Rasio Return on Equity

Return on Equity (ROE) merupakan rasio antara laba bersih

terhadap modal sendiri (ekuitas). Rasio ini banyak diamati oleh pemegang saham maupun calon pemegang saham dan calon investor di pasar modal yang ingin membeli saham. Pada PT Toko Gunung Agung Tbk ROE terbesar terdapat pada tahun 2011 dan terkecil pada tahun 2010. ROE pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup tajam tetapi pada tahun 2008-2010 mengalami penurunan. Dalam grafik scatter ditunjukkan garis linear yang naik. ROE yang naik membuat pengembalian ekuitas pemegang saham dari tahun 2008-2012 meningkat.

4.1.3.2 Analisis Rasio Return on Asset

Tabel 21. Rasio Return on Asset Tahun 2008 - 2012

Laba Bersih + Beban Bunga

3.657% 3.216% -3.261% -1.866% 0.000%

Rata-rata Total Aktiva Return on Asset

Hasil Analisis Rasio Return on Asset

Return on Asset (ROA) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memeroleh keuntungan secara keseluruhan. ROA yang semakin besar maka rentabilitas perusahaan akan semakin baik. Pada PT Toko gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan ROA terbesar terdapat pada tahun 2008 dan terkecil pada tahun 2010. ROA pada tahun 2009 mengalami penurunan tetapi pada tahun 20010 mengalami penurunan yang cukup tajam, peningkatan terjadi pada tahun 2011 dan 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan garis linear yang menurun. ROA yang semakin menurun menandakan bahwa laba bersih yang dimiliki perusahaan semakin menurun.

4.1.3.3 Analisis Rasio Return on Investment

Tabel 22. Rasio Return on Investment Tahun 2008-2012

Laba Bersih yang Tersedia untuk Pemegang Saham

21.857% 6.211% 254.493% 68.405% 0.000% Total Investasi

Return on Investment

Hasil Analisis Rasio Return on Investment

Return on Investment (ROI) merupakan rasio antara laba bersih

yang tersedia untuk pemegang saham terhadap total investasi. Pada PT Toko Gunung Agung Tbk ROI terbesar terdapat pada tahun 2010 dan terkecil pada tahun 2012. ROI pada tahun 2009 mengalami penurunan tetapi pada tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup tajam, penurunan juga terjadi pada tahun 2011 dan di tahun 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan garis linear yang naik. ROI yang naik menandakan laba bersih yang tersedia untuk pemegang saham dibandingkan total investasi meningkat.

4.1.4 Analisis Rasio Leverage

Gambar 26. Grafik Rasio Leverage

Hasil Analisis Rasio Leverage

Rasio Leverage merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjang. Rasio leverage yang dimiliki PT Toko Gunung

Agung Tbk mengalami kenaikan pada rasio kewajiban utang jangka panjang dan rasio utang. Sedangkan penurunan terjadi pada aktiva tetap per utang jangka panjang, rasio ekuitas, kewajiban jangka panjang terhadap ekuitas, rasio total kewajiban terhadap ekuitas dan rasio pengungkit keuangan. Hasil yang diperoleh PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan berfluktuasi tetapi cenderung mengalami penurunan. Dapat disimpulkan bahwa rasio leverage yang dimiliki PT Toko gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan kurang baik terbukti dengan rasio aktiva tetap terhadap utang jangka panjang dan rasio total kewajiban terhadap ekuitas yang menunjukkan hasil yang buruk dimana hasil tersebut dapat menyulitkan perusahaan memeroleh pinjaman dari kreditor.

4.1.4.1 Analisis Rasio Kewajiban Utang Jangka Panjang

Tabel 23. Rasio Kewajiban Utang Jangka Panjang Tahun 2008-2012

Kewajiban Jangka Panjang

0.8677

0.8731 1.2259 1.3653 10.6644 Kewajiban Jangka Panjang + Ekuitas

Kewajiban Utang Jangka Panjang

Hasil Analisis Rasio Kewajiban Utang Jangka Panjang

PT Toko Gunung Agung Tbk dan Anak Perusahaan mengalami peningkatan kewajiban utang jangka panjang dari tahun 2008 hingga 2012. Dalam grafik scatter ditunjukkan adanya garis linear yang naik,

Dalam dokumen Analisis Rasio Keuangan First Task First (Halaman 72-128)

Dokumen terkait