• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pertaja Penyaluran Rastra

Dalam dokumen LAPORAN KEUANGAN BENDAHARA UMUM NEGARA (Halaman 92-105)

DAFTAR LAMPIRAN

BENDAHARA UMUM NEGARA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

A. PENJELASAN UMUM

B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN BUN

B.2.2. Belanja BUN

B.2.2.1. Belanja Pemerintah Pusat

B.2.2.1.4. Belanja Subsidi

3. Laporan Pertaja Penyaluran Rastra

Sampai dengan 31 Desember 2017 Perum BULOG menyampaikan laporan pertaja penyaluran sejumlah 2.542.405.485 Kg atau 99,38 persen dari Pagu Rastra Nasional 2017 sebesar 2.558.293.560 kg dengan rincian sebagai berikut.

URAIAN JUMLAH PERTAJA (KG) Tanggal Surat

Pertaja Pertaja 1 170.832.780 14-Jun-17 Pertaja 2 350.390.775 12-Jul-17 Pertaja 3 404.956.230 14-Agust-17 Pertaja 4 311.207.980 25-Sep-17 Pertaja 5 261.954.530 17-Okt-17 Pertaja 6 362.991.195 16-Nop-17 Pertaja 7 285.260.265 13-Des-17 Pertaja 8 394.811.730 22-Des-17 Total Pertaja 2.542.405.485

-Rincian pertanggungjawaban penyaluran beras raskin pada Divisi Regional (Divre) Perum BULOG di seluruh Indonesia dapat dilihat pada Tabel berikut.

No Di vre Pa gu KPM Kua ntum

Pa gu Perta ja TA 2017 % Si s a 1 NAD 381.450 68.661.000 68.661.000 100,00 0 2 SUMUT 632.755 113.895.900 113.895.900 100,00 0 3 RIAU 238.295 42.893.100 42.893.100 100,00 0 4 SUMBAR 220.991 39.778.380 39.778.380 100,00 0 5 JAMBI 134.605 24.228.900 24.228.900 100,00 0 6 SUMSEL 425.161 76.528.980 76.499.640 99,96 29.340 7 BENGKULU 132.645 23.876.100 23.876.100 100,00 0 8 LAMPUNG 553.512 99.632.160 99.632.160 100,00 0 9 DKI JAYA 391.405 70.452.900 70.135.485 99,55 317.415 10 JABAR 2.198.273 395.689.140 387.144.225 97,84 8.544.915 11 JATENG 2.440.902 439.362.360 439.362.360 100,00 0 12 JOGJA 299.596 53.927.280 53.927.280 100,00 0 13 JATIM 2.742.633 493.673.940 490.549.020 99,37 3.124.920 14 KALBAR 221.074 39.793.320 39.793.320 100,00 0 15 KALTIM 143.609 25.849.620 23.783.760 92,01 2.065.860 16 KALSEL 149.293 26.872.740 26.848.305 99,91 24.435 17 KALTENG 81.384 14.649.120 14.649.120 100,00 0 18 SULUT 236.101 42.498.180 42.498.180 100,00 0 19 SULTENG 201.887 36.339.660 36.339.660 100,00 0 20 SULTRA 154.675 27.841.500 27.841.500 100,00 0 21 SULSEL 479.844 86.371.920 86.371.920 100,00 0 22 BALI 133.582 24.044.760 23.344.020 97,09 700.740 23 NTB 447.369 80.526.420 80.526.420 100,00 0 24 NTT 451.371 81.246.780 81.246.780 100,00 0 25 MALUKU 175.911 31.663.980 31.653.540 99,97 10.440 26 PAPUA 544.419 97.995.420 96.925.410 98,91 1.070.010 14.212.742 2.558.293.560 2.542.405.485 99,38 15.888.075 JUMLAH

Catatan atas Laporan Keuangan 67 Adapun sebaran realisasi penyaluran beras subsidi per provinsi sampai dengan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut.

NO PROVINSI JUMLAH KPM PAGU RASTRA REALISASI SISA % REAL 1 ACEH 381.450 68.661.000 68.661.000 - 100,00 2 SUMUT 632.755 113.895.900 113.895.900 - 100,00 3 RIAU 209.516 37.712.880 37.712.880 - 100,00 4 KEPRI 28.779 5.180.220 5.180.220 - 100,00 5 SUMBAR 220.991 39.778.380 39.778.380 - 100,00 6 JAMBI 134.605 24.228.900 24.228.900 - 100,00 7 SUMSEL 382.142 68.785.560 68.785.560 - 100,00 8 BABEL 43.019 7.743.420 7.714.080 29.340 99,62 9 BENGKULU 132.645 23.876.100 23.876.100 - 100,00 10 LAMPUNG 553.512 99.632.160 99.632.160 - 100,00 11 DKI JAYA 1.301 234.180 234.180 - 100,00 12 BANTEN 390.104 70.218.720 69.901.305 317.415 99,55 13 JABAR 2.198.273 395.689.140 387.144.225 8.544.915 97,84 14 JATENG 2.440.902 439.362.360 439.362.360 - 100,00 15 DIY 299.596 53.927.280 53.927.280 - 100,00 16 JATIM 2.742.633 493.673.940 490.549.020 3.124.920 99,37 17 KALBAR 221.074 39.793.320 39.793.320 - 100,00 18 KALTIM 120.523 21.694.140 20.231.280 1.462.860 93,26 19 KALTARA 23.086 4.155.480 3.552.480 603.000 85,49 20 KALSEL 149.293 26.872.740 26.848.305 24.435 99,91 21 KALTENG 81.384 14.649.120 14.649.120 - 100,00 22 SULUT 146.428 26.357.040 26.357.040 - 100,00 23 GORONTALO 89.673 16.141.140 16.141.140 - 100,00 24 SULTENG 201.887 36.339.660 36.339.660 - 100,00 25 SULTRA 154.675 27.841.500 27.841.500 - 100,00 26 SULSEL 405.860 73.054.800 73.054.800 - 100,00 27 SULBAR 73.984 13.317.120 13.317.120 - 100,00 28 BALI 133.582 24.044.760 23.344.020 700.740 97,09 29 NTB 447.369 80.526.420 80.526.420 - 100,00 30 NTT 451.371 81.246.780 81.246.780 - 100,00 31 MALUKU 124.448 22.400.640 22.400.640 - 100,00 32 MALUKU UTARA 51.463 9.263.340 9.252.900 10.440 99,89 33 PAPUA 448.931 80.807.580 79.737.570 1.070.010 98,68 34 PAPUA BARAT 95.488 17.187.840 17.187.840 - 100,00 14.212.742 2.558.293.560 2.542.405.485 15.888.075 99,38 JUMLAH

g. Kementerian Koperasi dan UKM

Pada Tahun 2017 Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM menerima alokasi anggaran subsidi IJP KUR dan Bunga KUR sebesar Rp9.436.349.387.000 dengan realisasi sebesar Rp3.578.460.682.492 atau 37,92 persen dari pagu anggarannya. Realisasi penyerapan anggaran subsidi IJP KUR dan Bunga KUR dapat dilihat pada tabel berikut.

68 Catatan atas Laporan Keuangan

Uraian Anggaran Realisasi Persen

IJP KUR 414.349.387.000 414.349.387.000 100% Bunga KUR 9.022.000.000.000 3.164.111.295.492 35%

Jumlah 9.436.349.387.000 3.578.460.682.492 38%

Dari realisasi belanja subsidi sebesar Rp3.578.460.682.492, dapat dirinci sebagai berikut.

1. Pagu Anggaran Belanja Subsidi IJP KUR sebesar Rp414.349.387.000 terdapat realisasi belanja subsidi IJP KUR sebesar Rp414.349.387.000 atau 100 persen dari pagu anggaran, yang dapat dirinci sebagai berikut.

1) Belanja Subsidi IJP KUR PT. Askrindo terdiri dari :

Pembayaran atas IJP KUR Mikro Tahap I Tahun 2015 dan Tahap II Tahun 2016 sebesar Rp9.043.826.002

Pembayaran atas IJP KUR Ritel Tahap I Tahun 2015 dan Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp34.272.253.644

Pembayaran atas IJP KUR Ritel Tahap II Tahun 2015 dan Tahap II Tahun 2016 sebesar Rp135.593.553.371.

2) Belanja Subsidi IJP KUR Perum Jamkrindo terdiri dari :

Pembayaran atas IJP KUR Tahap II Tahun 2016 sebesar Rp22.839.183.332 Pembayaran atas IJP KUR Tahap I Tahun 2015 (Mikro dan Ritel) dan Tahap I Tahun 2016 (Ritel) sebesar Rp82.053.046.013

Pembayaran atas IJP KUR Ritel Tahap II Tahun 2015 dan Tahap II Tahun 2016 sebesar Rp130.547.524.638

2. Pagu Anggaran Belanja Subsidi Bunga KUR sebesar Rp9.022.000.000.000 terdapat realisasi belanja subsidi Bunga KUR sebesar Rp.3.164.111.295.492 atau 35,07 persen dari pagu anggaran. Realisasi Subsidi Bunga KUR dimaksud merupakan pembayaran atas Subsidi Bunga KUR Tahun 2017 sebesar Rp2.745.083.627.457 dan Tahun 2016 sebesar Rp833.377.055.035, dengan rincian sebagai berikut. 1) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Rakyat Indonesia ( persero), Tbk sebesar

Rp2.106.966.450.339 terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut : Periode Desember 2016 s.d Juli 2017 sebesar Rp1.192.840.250.291 Perhitungan Ulang Periode Desember 2016 s.d Juli 2017 sebesar Rp846.065.383.681

Periode Agustus 2017 sebesar Rp68.060.816.367

2) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Mandiri ( persero), Tbk sebesar Rp533.297.046.351 terdiri atas 5 (lima) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d Mei 2017 sebesar Rp127.953.447.159

Perhitungan Ulang Periode Desember 2016 s.d Mei 2017 sebesar Rp46.184.919.646

Periode Juni 2017 s.d September 2017 sebesar Rp96.117.981.637 Periode Oktober 2017 s.d November 2017 sebesar Rp85.651.152.916 Perhitungan Ulang Periode Juni 2017 s.d September 2017 sebesar Rp177.389.544.993

Catatan atas Laporan Keuangan 69 3) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Negara Indonesia ( persero), Tbk sebesar

Rp419.241.581.115 terdiri atas 4 (empat) tahap pembayaran sebagai berikut : Periode Desember 2016 s.d Juli 2017 sebesar Rp110.474.323.843 Periode Agustus 2017 s.d Oktober 2017 sebesar Rp112.125.695.735 Perhitungan Ulang Periode Desember 2016 s.d Juli 2017 sebesar Rp159.736.337.597

Periode November 2017 sebesar Rp36.905.223.940

4) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode September 2016 s.d Desember 2016 PT. Bank Bukopin Tbk sebesar Rp115.741.215

5) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank OCBC NISP, Tbk sebesar Rp281.851.436 terdiri atas 2 (dua) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d November 2017 sebesar Rp276.398.127 Perhitungan Ulang Periode September 2016 s.d November 2016 sebesar Rp5.453.309

6) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk sebesar Rp15.105.194.513 terdiri atas 4 (empat) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d Agustus 2017 sebesar Rp7.366.693.405 Periode September 2017 sebesar Rp1.716.602.334

Periode Oktober 2017 sebesar Rp2.574.971.440 Periode November 2017 sebesar Rp3.446.927.334

7) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Pembangunan Daerah Bali sebesar Rp14.558.945.595 terdiri atas 4 (empat) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d September 2017 sebesar Rp11.374.958.329 Perhitungan Ulang Periode Juni 2016 s.d November 2016 sebesar Rp126.082.273

Periode Oktober 2017 sebesar Rp1.522.453.760 Periode November 2017 sebesar Rp1.535.451.233

8) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank BPD DIY sebesar Rp8.609.463.090 terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Agustus 2016 s.d September 2017 sebesar Rp6.677.829.288 Periode Oktober 2017 sebesar Rp953.221.404

Periode November 2017 sebesar Rp978.412.398

9) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode Desember 2016 s.d Oktober 2017 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah sebesar Rp8.070.626.679

10) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Sumut sebesar Rp9.649.137.114 terdiri atas 2 (dua) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Juli 2016 sebesar Rp3.976.250

Periode Desember 2016 s.d September 2017 sebesar Rp9.645.160.864 11) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Riau Kepri sebesar Rp2.265.998.140

terdiri atas 2 (dua) tahap pembayaran sebagai berikut :

Perhitungan Ulang Periode Juni 2016 s.d November 2016 sebesar Rp131.866.166

70 Catatan atas Laporan Keuangan

12) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat sebesar Rp6.784.288.938 terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut :

Perhitungan Ulang Periode September 2016 s.d November 2016 sebesar Rp15.566.473

Periode Desember 2016 s.d Oktober 2017 sebesar Rp5.815.407.830 Periode November 2017 sebesar Rp953.314.635

13) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Sinarmas, Tbk sebesar Rp7.164.426.803 terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2015 s.d April 2017 sebesar Rp4.601.352.697 Periode Mei 2017 s.d September 2017 sebesar Rp1.787.659.077 Periode Oktober 2017 s.d November 2017 sebesar Rp775.415.029

14) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank NTB sebesar Rp2.014.973.630 terdiri atas 2 (dua) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d Oktober 2017 sebesar Rp1.683.480.505 Periode November 2017 sebesar Rp331.493.125

15) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode Desember 2016 s.d Juni 2017 PT. Bank Central Asia Tbk sebesar Rp748.411.211

16) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Permata, Tbk sebesar Rp159.361.808 terdiri atas 4 (empat) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d Agustus 2017 sebesar Rp103.625.006 Periode September 2017 sebesar Rp17.638.564

Periode Oktober 2017 sebesar Rp19.026.826 Periode November 2017 sebesar Rp19.071.412

17) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode Desember 2016 s.d Oktober 2017 PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk sebesar Rp942.634.672 18) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode Oktober 2017 s.d November 2017 PT. Bank

Pembangunan Daerah Papua sebesar Rp2.247.641

19) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode Desember 2016 s.d November 2017 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur sebesar Rp3.014.758.436 20) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Adira Dinamika Multifinance sebesar

Rp17.901.816 terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut : Periode November 2016 s.d Agustus 2017 sebesar Rp4.323.306 Periode September 2017 sebesar Rp2.860.599

Periode Oktober 2017 s.d November 2017 sebesar Rp10.717.911

21) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk sebesar Rp7.073.666 terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode September 2017 sebesar Rp106.250 Periode Oktober 2017 sebesar Rp1.392.418 Periode November 2017 sebesar Rp5.574.998

22) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode November 2016 s.d September 2017 PT. Mega Central Finance sebesar Rp7.951.930

Catatan atas Laporan Keuangan 71 23) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank BRI Syariah sebesar Rp16.170.873.173

terdiri atas 3 (tiga) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Februari 2017 s.d Agustus 2017 sebesar Rp5.306.117.723

Perhitungan Ulang Periode Februari 2017 s.d Agustus 2017 sebesar Rp3.476.800.938

Periode September 2017 s.d November 2017 sebesar Rp7.387.954.512 24) Belanja Subsidi Bunga KUR Periode Maret 2017 s.d Oktober 2017 Bank

Bengkulu sebesar Rp334.412.118

25) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. Bank CTBC Indonesia sebesar Rp1.757.950.722 terdiri atas 5 (lima) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Maret 2017 s.d Mei 2017 sebesar Rp115.440.149 Periode Juni 2017 s.d Agustus 2017 sebesar Rp550.023.195 Periode September 2017 sebesar Rp324.913.620

Periode Oktober 2017 sebesar Rp369.070.912 Periode November 2017 sebesar Rp398.502.846

26) Belanja Subsidi Bunga KUR Kospin Jasa sebesar Rp89.156.394 terdiri atas 4 (empat) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Juni 2017 s.d Agustus 2017 sebesar Rp7.551.057 Periode September 2017 sebesar Rp15.943.348

Periode Oktober 2017 sebesar Rp28.751.507 Periode November 2017 sebesar Rp36.910.482

27) Belanja Subsidi Bunga KUR PT. BPD Kalsel sebesar Rp1.520.702.844 terdiri atas 2 (dua) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode September 2016 s.d. Juli 2017 sebesar Rp1.254.662.700 Periode Agustus 2017 sebesar Rp266.040.144

28) Belanja Subsidi Bunga KUR Bank BTPN sebesar Rp5.212.134.103 terdiri atas 2 (dua) tahap pembayaran sebagai berikut :

Periode Desember 2016 s.d. September 2017 sebesar Rp4.407.849.972 Periode Oktober 2017 s.d. November 2017 sebesar Rp804.284.131,0

h. Kementerian Perindustrian

Pada Tahun 2017, Kementerian Perindustrian memperoleh alokasi anggaran belanja subsidi BM-DTP sebesar Rp454.068.500.000. Realisasi belanja subsidi BM-DTP Tahun 2017 sebesar Rp271.590.233.980 dan realisasi belanja subsidi BM-DTP Tahun 2016 sebesar Rp271.145.976.046 , sehingga apabila dibandingkan dengan Tahun 2016, realisasi belanja subsidi BMDTP Tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp444.257.934 (0,16 persen).

Uraian Anggaran Realisasi Persen

Direktorat Jenderal ILMATAE 259.632.000.000 150.379.081.980 57,92% Direktorat Jenderal IKTA 194.436.500.000 121.211.152.000 62,34% Jumlah 454.068.500.000 271.590.233.980 59,81% Kegiatan Belanja Subsidi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah ini dilaksanakan oleh unit Eselon I Kementerian Perindustrian dengan rincian sebagai berikut.

72 Catatan atas Laporan Keuangan

Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Alat Elektronika (ILMATAE)

Realisasi Belanja Subsidi BMDTP sebesar Rp150.379.081.980 dari pagu anggaran Rp259.632.000.000 untuk kegiatan sebagai berikut.

No. Uraian Anggaran

1 Pembuatan Bagian Tertentu Alat Besar dan/atau Perakitan Alat Besar 532.000.000 2 Pembuatan Alat Dan Mesin Pertanian 2.000.000.000 3 Pembuatan Peralatan Energi dan Ketenagalistrikan 10.000.000.000

4 Perkapalan 9.000.000.000

5 Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor 133.000.000.000

6 Pembuatan Sepeda 40.000.000.000

7 Pembuatan Komponen dan/atau Produk Elektronika 23.000.000.000

8 Pembuatan Kabel Serat Optik 3.500.000.000

9 Pembuatan Smart Card Berupa Kartu Plastik, Kartu Plastik Security,

Kartu Elektronik Dan Kartu Telepon Selular 9.300.000.000 10 Pembuatan Peralatan Telekomunikasi 3.500.000.000 11 Pembuatan Kemasan Kaleng dan Tutup Botol (Crown Cork) 20.000.000.000

12 Pembuatan dan Perbaikan Gerbong Barang, Kereta Penumpang, Kereta

Rel Listrik/Diesel, Bogie, dan Komponen Kereta Api 5.800.000.000 259.632.000.000

Jumlah

Rincian realisasi belanja subsidi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah adalah sebagai berikut.

Uraian Anggaran Realisasi %

Pembuatan Bagian Tertentu Alat Besar dan/atau

Perakitan Alat Besar 532.000.000 526.688.000 99% Pembuatan Alat Dan Mesin Pertanian 2.000.000.000 289.342.000 14% Pembuatan Peralatan Energi dan Ketenagalistrikan 10.000.000.000 3.118.363.000 31%

Perkapalan 9.000.000.000 157.762.980 2%

Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor 133.000.000.000 86.374.236.000 65%

Pembuatan Sepeda 40.000.000.000 38.662.954.000 97%

Pembuatan Komponen dan/atau Produk Elektronika 23.000.000.000 9.130.522.000 40% Pembuatan Kabel Serat Optik 3.500.000.000 2.413.653.000 69% Pembuatan Smart Card Berupa Kartu Plastik, Kartu

Plastik Security, Kartu Elektronik Dan Kartu Telepon Selular

9.300.000.000

5.656.733.000 61%

Pembuatan Peralatan Telekomunikasi 3.500.000.000 344.102.000 10% Pembuatan Kemasan Kaleng dan Tutup Botol (Crown

Cork) 20.000.000.000 2.506.731.000 13%

Pembuatan dan Perbaikan Gerbong Barang, Kereta Penumpang, Kereta Rel Listrik/Diesel, Bogie, dan Komponen Kereta Api

5.800.000.000

1.197.995.000 21%

Jumlah 259.632.000.000 150.379.081.980 58%

Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka

Realisasi Belanja Subsidi BMDTP Tahun 2017 sebesar Rp121.211.152.000 atau mencapai 62,34 persen dari pagu sebesar Rp194.436.500.000. Rincian Belanja Subsidi BMDTP Tahun 2017 sebagai berikut.

Catatan atas Laporan Keuangan 73

Sektor Industri Pagu Anggaran Realisasi Sisa Anggaran Industri Plastik Hilir 100.000.000.000 73.419.867.000 26.580.133.000 Pembuatan ampelas 306.500.000 87.900.000 218.600.000 Pembuatan polyester berlapis logam

dan kaca film 900.000.000 75.167.000 824.833.000 Pembuatan resin 15.000.000.000 2.928.836.000 12.071.164.000 Pembuatan Dikalsinasi Kokas

(Calcined Petroleum Coke) 2.500.000.000 1.647.971.000 852.029.000

Pembuatan bahan kimia khusus

berupa masterbach 11.000.000.000 5.018.176.000 5.981.824.000 Pembuatan pupuk borate 2.330.000.000 2.023.585.000 306.415.000 Pembuatan Karpet Permadani

dan/atau Sajadah, PU, PVC artificial 3.600.000.000 1.390.129.000 2.209.871.000 Industri Karpet Permadani dan/atau

Sajadah 40.000.000.000 33.582.165.000 6.417.835.000 Pembuatan serat/benang/strip

filamen buatan dan/atau serat stapel 16.000.000.000 334.367.000 15.665.633.000 Pembuatan mainan anak 2.800.000.000 702.989.000 2.097.011.000

194.436.500.000

121.211.152.000 73.225.348.000 Jumlah

i. BPOM

Pada Tahun 2017, BPOM memperoleh alokasi anggaran belanja subsidi BM-DTP sebesar Rp10.000.000.000. Realisasi belanja subsidi BM-DTP Tahun 2017 sebesar Rp9.355.979.748 dan realisasi belanja subsidi BM-DTP Tahun 2016 sebesar Rp8.855.793.000, sehingga apabila dibandingkan dengan Tahun 2016, realisasi belanja subsidi BMDTP Tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp500.186.748.

Komposisi realisasi Belanja Satker Badan Pengawas Obat dan Makanan menurut jenis belanja hanya terdiri dari belanja subsidi yang di gunakan untuk pembayaran Subsidi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk pembuatan Infus. Belanja subsidi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah merupakan belanja non kas.

Pagu yang disetujui Menteri Keuangan melalui PMK Nomor 64/PMK.10/2017 Tanggal 12 Mei 2017 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Sektor Industri Tertentu untuk Tahun Anggaran 2017 adalah sebesar Rp10.000.000.000 dengan rincian belanja subsidi BMDTP untuk 3 industri farmasi sebagai berikut.

No. Nama Industri Penerima BMDTP

PMK Nomor 64/PMK.10/2017

Rencana Impor Brang

(RIB) / SKEP Realisasi 1 PT. Otsuka Indonesia 1.407.711.748,00 1.407.711.748

2 PT. Widatra Bhakti 7.884.092.480,00 7.793.523.000

2 PT. Triyasa Nagamas Farma 305.721.380,00 154.745.000 9.597.525.608 9.355.979.748 Jumlah

10.000.000.000

Persen Realisasi dari PAGU : 93,56

Persen Realisasi dari RIB : 97,48

Belanja subsidi BMDTP diberikan melalui persetujuan Kepala Badan POM terhadap Rencana Impor Barang (RIB) atas barang dan bahan pada sektor industri farmasi untuk kebutuhan 12 bulan berupa Low Density Polyethylene (LDPE) pharmaceutical grade

74 Catatan atas Laporan Keuangan

(LDPE 3020D, LDPE 3220D), multilayer plastic film, aluminium caps, rubber stopper. Rincian Barang/Bahan sesuai persetujuan RIB dan Realisasi sebagai berikut berdasarkan Surat Keputusan Ditjen Bea Cukai (SKEP) sesuai persetujuan RIB adalah sebagai berikut.

PT. Widatra Bhakti SKEP No. 2070/KM.4/2017 tangal 28 Agustus 2017 senilai Rp7.884.092.480

PT. Otsuka Indonesia SKEP No. 2087/KM.4/2017 tangal 28 Agustus 2017 senilai Rp1.407.711.748

PT. Triyasa Nagamas farma SKEP No. 2057/KM.4/2017 tangal 28 Agustus 2017 senilai Rp305.721.380

persetujuan RIB dan Realisasi PT Widatra Bhakti

Telah disahkan sesuai dengan SPM No: 00003/BMDTP/2017 tanggal 31 Desember 2017 dan SP2D No.170190302000443 tanggal 31 Desember 2017 senilai Rp7.793523.000 (nihil) dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah Bea Masuk Jumlah Bea Masuk

1 PE 3220 3.489.750 7.776.100.695,83 3.345.825 7.685.075.000 98,83% 2 PE 3020 49.500 107.991.783,90 49.500 108.448.000 100,42% 7.884.092.479,73 7.793.523.000 98,85% Persen Realisasi Jumlah Total No. Jenis Barang dan Bahan

RIB

persetujuan RIB dan Realisasi PT. Otsuka Indonesia

Telah disahkan sesuai dengan SPM No: 00001/BMDTP/2017 tanggal 31 Desember 2017 dan SP2D No. 170190302000445 tanggal 31 Desember 2017 senilai Rp1.407.711.748 (nihil) dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah Bea Masuk Jumlah Bea Masuk

1 PE 3220 594.000,00 973.112.778,00 445.475,00 1.033.341.000,00 106,19% 2 PE 3020 198.000,00 313.822.278,00 123.750,00 273.513.000,00 87,16% 4 Film plastik single 200ml 33.500,00 3.569.492,00 31.524,00 4.305.000,00 120,61% 5 Film plastik single 500ml 800.000,00 117.207.200,00 779.996,00 96.552.748,00 82,38%

1.407.711.748 1.407.711.748 100,00%

Persen

Jumlah Total

Realisasi No. Jenis Barang dan Bahan RIB

persetujuan RIB dan Realisasi PT. Triyamas Nagamas farma

Telah disahkan sesuai dengan SPM No: 00002/BMDTP/2017 tanggal 31 Desember 2017 dan SP2D No.170190302000441 tanggal 31 Desember 2017 senilai Rp154.745.000 (nihil) dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah Bea Masuk Jumlah Bea Masuk

1 Alumunium Caps Orange 8.000.000 138.600.800 4.893.941 76.623.000 55,28% 2 Rubber Stopper 11.400.000 167.120.580 4.000.000 78.122.000 46,75% 305.721.380 154.745.000 50,62% Persen Realisasi

Jumlah Total

Catatan atas Laporan Keuangan 75 B.2.2.1.5. Belanja Hibah

Alokasi anggaran Belanja Hibah Tahun 2017 adalah sebesar Rp6.271.804.855.000, dengan rincian sebagai berikut.

1. Belanja Hibah Kepada Pemerintah Daerah yang Bersumber dari Pinjaman atau Hibah Luar Negeri (Satker 985251) yang dituangkan dalam DIPA BUN Pengelolaan Hibah TA 2017 Nomor DIPA- 999.02.1.985251/2017 Revisi ke-2 tanggal 16 Juni 2017 adalah sebesar Rp2.886.526.891.000. Revisi DIPA yang pertama dilakukan pada Hibah Biodiversity Conservation and Climate Protection inLeuserEcosystem, revisi tersebut terkait dengan perbaikan tata cara pembayaran yang semula tertulis pembayaran langsung diperbaiki sesuai dengan perjanjian menjadi pembiayaan pendahuluan. Sedangkan revisi yang kedua dilakukan pada Hibah Provincial Road Improvement and Maintenance (PRIM), hal ini dikarenakan anggaran untuk Hibah PRIM belum terakomodir dalam pagu APBN disebabkan perpanjangan perjanjian dari donor baru dilakukan pada akhir Desember 2016.

2. Belanja Hibah Kepada Pemerintah Daerah yang Bersumber dari Penerimaan Dalam Negeri/Rupiah Murni (Satker 985261) yang dituangkan dalam DIPA BUN Pengelolaan Hibah TA 2017 Nomor SP DIPA-999.02.1.985261/2017 Revisi Ke-1 tanggal 12 Desember 2017 adalah sebesar Rp3.358.223.491.000. Revisi DIPA dilakukan untuk mengakomodasi pemberian Hibah RR tahap yang kedua pada Semester II TA 2017. Sebagai catatan, sejak dilaksanakan pertama kali di Tahun 2015, baru di Tahun 2017 terdapat dua kali pengalokasian Hibah RR.

3. Belanja Hibah Kepada Pemerintah Luar Negeri pada satker 977263 yang dituangkan dalam DIPA BUN Pengelolaan Hibah TA 2017 Nomor SP DIPA-999.02.0.977263/2017 tanggal 28 Desember 2016 adalah sebesar Rp27.054.473.000.

Adapun realisasi Belanja Hibah selama Tahun 2017 sebesar Rp5.445.667.259.156 atau 86,83 persen dari anggaran sebesar Rp6.271.804.855.000. Belanja hibah tersebut terdiri dari belanja hibah kepada Pemerintah Luar Negeri neto sebesar Rp22.547.908.280, dan belanja hibah kepada Pemerintah Daerah neto sebesar Rp5.423.119.350.876. Adapun rincian realisasi belanja hibah adalah sebagai berikut.

No Proyek/Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi (Rp)

27.054.473.000 22.547.908.280 1 Dukungan Kegiatan Operasional kepada Sekretariat

Melanesian Spearhead Group (MSG)

27.054.473.000 22.547.908.280 6.244.750.382.000 5.423.119.350.876

2 Pembangunan MRT 2.122.865.814.000 1.941.456.252.148

3 Air Minum 136.198.600.000 35.133.000.000

4 Air Limbah 17.500.000.000 5.200.000.000

5 Water Resources and Irrigation Sector Management

Project-APL2 (WISMP-2) 352.764.275.000 293.502.070.558

6 Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan

Sanitasi (sAIIG) 77.341.000.000 17.238.000.000

7 Peningkatan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan

Minimal (PKP-SPM) Pendidikan Dasar 83.297.202.000 67.360.989.977 8 Hibah Biodiversity Conservation and Climate

Protection in Gunung Leuser Ecosystem 16.560.000.000 3.219.643.500

9 Provincial Road Improvement and Maintenance

(PRIM) 80.000.000.000 76.142.612.949

10 Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana 2.448.952.491.000 2.317.851.330.000 11 Nationwide Water Hibah Program 760.420.000.000 619.318.381.032 12 Hibah Pengelolaan Hibah Sanitasi 148.851.000.000 46.697.070.712 6.271.804.855.000 5.445.667.259.156 Total

Belanja Hibah kepada Organisasi Internasional

76 Catatan atas Laporan Keuangan

a. Belanja Hibah kepada Pemerintah Daerah Hibah Dalam Rangka Pembangunan MRT

Pagu anggaran Hibah dalam rangka Pembangunan MRT pada TA 2017 sebesar Rp2.122.865.814.000. Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut sudah disalurkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan total nilai sebesar Rp1.941.456.252.148 atau sebesar 91,45 persen dari pagu anggarannya. Realisasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak Hibah MRT pertama kali disalurkan pada tahun 2014. Selama tahun 2017, terjadi 8 (delapan) kali penyaluran, dan yang tertinggi adalah penyaluran pada bulan Desember sebesar Rp949,5 miliar.

Hibah Air Minum

Pagu anggaran Hibah Air Minum sebesar Rp136.198.600.000. Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut telah disalurkan kepada 14 Pemerintah Daerah dengan nilai sebesar Rp35.133.000.000 atau mencapai 25,80 persen dari pagu anggarannya. Realisasi tersebut merupakan realisasi terendah sejak Hibah Air Minum pertama kali disalurkan pada tahun 2014. Penyebab utama rendahnya penyerapan hibah ini dikarenakan terdapat beberapa daerah yang belum melengkapi dokumen persyaratan penyaluran dana hibah. Selama tahun 2017 terjadi 2 (dua) kali penyaluran Hibah Air Minum, dan penyaluran tertinggi terjadi di bulan Desember dengan nilai Rp34, 1 miliar.

Selanjutnya, tren penyerapan hibah jenis ini dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan jika dibanding dengan nilai penyaluran pada tahun 2014 sebesar Rp127,4 triliun, maka penyaluran pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 99,97 persen. Dan, seiring dengan nilai penyalurannya yang terus menurun, output hibah inipun pada tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup besar jika bandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 terdapat 46.707 sambungan rumah yang berhasil dibangun, sedangkan pada tahun 2017 hanya 12.445 sambungan rumah yang mampu disediakan, terjadi penurunan sebesar 73,36 persen.

Hibah Air Limbah

Pagu anggaran Hibah Air Limbah pada TA 2017 mencapai Rp17.500.000.000. Dan untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut baru disalurkan kepada 1 daerah, yaitu Kota Bandung, dengan nilai sebesar Rp5.200.000.000 atau sebesar 29,71 persen dari pagu anggarannya. Jika dibandingkan dengan realiasi tahun 2016 sebesar Rp15.500.000.000, persentase realisasi hibah air limbah mengalami penurunan sebesar 66,45 persen. Seiring dengan nilai penyalurannya yang terus menurun, output hibah inipun pada tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup besar jika bandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 terdapat 2.113 sambungan rumah yang berhasil dibangun, sedangkan pada tahun 2017 hanya 1.040 sambungan rumah yang mampu disediakan, terjadi penurunan sebesar 50,8 persen. Hal ini dikarenakan hanya Kota Bandung yang melakukan permintaan penyaluran, sedangkan Kota Surakarta dan Kota Banjarmasin belum mengajukan permintaan penyaluran meskipun sebagian dari total pekerjaan telah diselesaikan.

Hibah Water Resources and Irrigation Sector Management Project-APL2

(WISMP2)

Catatan atas Laporan Keuangan 77 (WISMP 2) pada TA 2017 mencapai Rp352.764.275.000. Dan pada tahun 2017, hibah tersebut sudah tersalurkan ke seluruh pemda penerima hibah WISMP-2 yaitu sebanyak 115 pemda dengan nilai sebesar Rp293.502.070.558 atau mencapai 83,20 persen dari pagu anggarannya. Realisasi tersebut mengalami kenaikan sangat signifikan yaitu sebesar 258,15 persen dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp81.947.313.083. Hal ini dikarenakan Tahun 2017 merupakan tahun terakhir pelaksanaan hibah WISMP-2. Selama tahun 2017 terjadi 9 (sembilan) kali penyaluran, dan penyaluran tertinggi terdapat pada bulan Desember dengan besaran Rp147,7 miliar.

Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (SAIIG)

Pagu anggaran Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi pada TA 2017 mencapai Rp77.341.000.000. Dan untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut telah disalurkan kepada 13 daerah kabupaten/kota sebesar Rp 17.238.000.000 atau mencapai 22,29 persen dari pagu anggarannya. Realisasi tersebut mengalami kenaikan sebesar 66,6 persen dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp10.345.000.000. Seiring dengan nilainya, output-nya pun mengalami kenaikan yang cukup besar, yakni sebesar 69,2 persen. Pada tahun 2016 terdapat 3.020 sambungan rumah yang berhasil dibangun, sedangkan pada tahun 2017 terdapat 5.110 sambungan rumah yang dihasilkan. Selama tahun 2017 terjadi 7 (tujuh) kali penyaluran, dan penyaluran tertinggi terdapat pada bulan November dengan besaran Rp3,6 miliar.

Hibah Peningkatan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal (PKP-SPM) Pendidikan Dasar

Pagu anggaran Hibah Australia-Indonesia untuk PKP-SPM pada TA 2017 sebesar Rp83.297.202.000. Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut telah disalurkan kepada 97 daerah kabupaten/kota dengan nilai sebesar Rp67.360.989.977 atau mencapai 80,87 persen dari pagu anggarannya. Realisasi tersebut mengalami penurunan sebesar 47,56 persen dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp128.443.199.555. Hal ini dikarenakan Program Hibah PKP-SPM memasuki tahun terakhir pelaksanaan sehingga Pemda melakukan optimalisasi pelaksanaan hibah yang menyebabkan tingginya penyerapan. Selama tahun 2017 terjadi 6 (enam) kali penyaluran, dan penyaluran tertinggi terdapat pada bulan November dengan besaran Rp37,8 miliar.

Hibah Biodiversity Conservation and Climate Protection in Gunung Leuser

Ecosystem

Pagu anggaran Hibah Leuser pada TA 2017 sebesar Rp16.560.000.000. Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut telah disalurkan kepada Prov. Aceh sebesar Rp 3.219.643.500 atau 19,44 persen dari pagu anggarannya. Realisasi ini baru terjadi di Bulan September Tahun 2017.

Provincial Road Improvement and Maintenance (PRIM)

Pagu anggaran Hibah PRIM pada TA 2017 sebesar Rp 80.000.000.000. Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017, hibah tersebut telah disalurkan kepada 2 Pemda penerima hibah PRIM yaitu Prov. NTB dan Kab. Lombok Tengah sebesar Rp76.142.612.949. Realisasi tersebut mengalami kenaikan sebesar 34,16 persen dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp56.753.905.170. Hal ini dikarenakan Hibah yang disalurkan meliputi penyerapan tambahan dari sisa dana dari tahun sebelumnya karena

Dalam dokumen LAPORAN KEUANGAN BENDAHARA UMUM NEGARA (Halaman 92-105)

Dokumen terkait