ANTARA DAKWAH DAN POLITIK
LATAR BELAKANG
Sejarah pergerakan Indonesia sebelum kemerdekaan, tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan mahasiswa sebagai intelektual-kritis. Hal ini digerakkan melalui peranan mahasiswa melalui pendidikan dan politik. Misalnya, lahirnya organisasi Budi Otomo tahun 1908, inspirasi awal gerakan mahasiswa yang terkelola melalui organisasi.15
Lebih lanjut, dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia, berdiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 5 Februari 1947, oleh lafran Pane sebagai pergerakan mahasiswa Muslim pasca kemerdekaan Indonesia.16 Perjalananan HMI
sebagai organisasi mahasiswa Muslim. Setelah itu, berdiri pula Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) 5 Februari 1954, pada Desember 1955 yang berubah nama dengan Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama (IMNU). Dekade selanjutnya, 17 April 1960 pergerakan mahasiswa Muslim dilanjutkan dengan berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang dominan dengan mahasiswa berlatar belakang NU. Muhamadiyah yang memiliki perguruan tinggi di Yogyakarta dan Jakarta tanggal 14 Maret 1964 mendirikan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) sebagai refresentatif perhimpunan mahasiswa.17.
Dinamika organisasi mahasiswa Muslim Indonesia pada Orde Lama, umumnya persoalan tradisionalis dengan reformis. Namun, era Orde Baru, gerakan mahasiswa terpecah dengan keluarnya kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK).
Kegiatan mahasiswa di perguruan tinggi era Orde Lama, dominan dengan organisasi mahasiswa seperti HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI dan IMM. Dilarangnya organisasi ini terlibat dalam aktivitas kemahasiswaan, bersamaan dengan tidak mendapatkan kesempatan Partai Masyumi pasca dibubarkan Orde Lama dan Orde Baru. Alasan inilah, berdirinya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), sebagai gerakan Partai Masyumi secara non-politik.18
15. Yudi Latif, Intelegensia Muslim dan Kuasa, Jakarta: Democracy Project, 2012, hlm, 3.
16. Hariqo Wibawa Satria, Lafran Pane: Jejak Hayat dan Pemikirannya, Jakarta: Lingkar, 2010, hlm. 51-66.
17. Dominannya kader Muhamadiyah yang bergabung dengan HMI sebelumnya menjadikan kader Muhamadiyah memiliki dua organisasi. Mahasiswa yang mendirikan IMM adalah kader HMI yang menganggab HMI tidak lagi reformis. Pada perkembangannya kader Muhamadiyah yang kuliah di Universitas Muhamadiyah memilih bergabung dengan IMM sedangkan kader Muhamadiyah yang diluar Universitas Muhamadiyah memilih bergabung dengan HMI. Ibid, hlm 471-472
18. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) adalah organisasi yang didirikan di Masjid Al-Munawarah, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aay Muhamad Furkon, Partai Keadilan Sejahtera: Ideologi dan Praksis Politik Kaum Muda Kontemporer, Jakarta: Teraju, 2004, hlm, 125
Pada saat keluarnya kebijakan NKK/BKK, asas tunggal dan dinamika mahasiswa internal kampus, berbarengan pula dengan peristiwa Revolusi Iran 11 Februari 1976, yang menjadikan negara ini inspirasi negara Muslim dunia, tidak terkecuali Indonesia.19 Persoalan ini dipertegas Fischer Michel MJ dalam Iran:From Relegius Dispute to Revolution, revolusi Iran memberikan impak dan inspirasi negara-negara Muslim lainnya, yang disisi lain menyebabkan pergolakan antara Iran dan Arab Saudi .20
Perkembangan kegiatan DDII awalnya dimulai dengan training kader-kader muda kampus yang dilaksanakan Perjalanan Haji Indonesia (PHI). Gerakan ini dikoordinatori Ahmad Sadali (almarhum), A.M Lutfi, Endang Syaifudin Anshari (almarhum) Rudy Syarif Sumadilaga, Yusuf Amier Faisal, Ahmad Noeman, Miftah Faridh, dan Imanudin Abdurahim.21 Selain itu Tokoh-tokoh DDII seperti Natsir, Prawoto Mangkusasmita, M. Rasjidi, dan Osman Raliby
tahun 1968 menyusun program-program pelatihan untuk kampus-kampus di Indonesia dengan mengumpulkan alumni-alumni Universitas Islam. Tokoh-tokoh seperti, Imanudin Abdul Rahim menjadi inisiator gerakan dakwah kampus di Masjid Salman ITB.22 Pada saat itu ITB menjadi cikal-bakal gerakan dakwah kampus di Indonesia yang
nantinya menyebar keperguruan tinggi lainnya di Indonesia seperti UI, UNPAD, UGM, IPB dan lain-lain. Pasca pulangnya kader DDII dari Arab Saudi berdampak terhadap penerjemahan karya-karya Ikwanul Muslimim (IM) kedalam bahasa Indonesia. Proses ini diawali dengan penerjemahan buku-buku karya tokoh Ikwanul Muslimin oleh Rahman Zainudin, karya Sayyid Quthb, Ma’alim Fi’atah Thariq menjadi Petunjuk Jalan. Momentum ini diyakini sebagai awal tranformasi tarbiyah di Indonesia, yang selanjutnya mengubah manhaj (metode) serta materi dakwah tarbiyah di kampus. Perkembangan penerjemahan buku-buku tokoh IM juga terjadi pada karya Hasan Al-Banna, Yusuf Al-Qardawi, Mustafa Masyur, Muhamad Al-Ghazali dan lain-lain. Selain penerjemahan buku-buku karya tokoh IM, Aktivis Dakwah Kampus (ADK)23 melalui tokoh-tokoh penggeraknya seperti Abu Ridho, Salim Al-Jufri
dan Helmi Aminudin secara langsung terlibat mendidik kader-kader dakwah kampus.24
Kehadiran alumnus Timur Tengah tahun 1983-1984 menyebabkan Gerakan Dakwah Kampus (GDK)25
mengalami pergeseran. Secara umum, hal yang membedakan Gerakan Dakwah Kampus Masjid Salam ITB dibandingkan dekade pulangnya alumnus Timur Tengah. Pertama, nama kegiatan dakwah berubah dari usroh
menjadi tarbiyah. Kedua, cakupan kegiatan berubah usroh (merupakan salah model kegiatan), liqo’ (pertemuaan),
daurahrihlah (berwisata), mabit (kegiatan malam), mukhoyam (perkemahan). Ketiga, sistematika materi lebih tertata dengan sentuhan alumnus Timur Tengah.26
Oleh karena itu, alumnus Timur Tengah terlibat mengelola dakwah di perguruan tinggi umum menjadikan aktivis dakwah berkembang pesat di perguruaan tinggi Indonesia yang ditunjukkan dengan Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) seluruh Indonesia tahun 1987.27 Pada 25-29 Maret 1998 diadakanlah pertemuan FS-LDK
seluruh Indonesia di Universitas Muhamadiyah, Malang. Pertemuan tersebut menyepakati mendirikan perhimpunan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang diketua Fahri Hamzah dari Universitas Indoensia.28
19. Muhamad Subhi Ibrahim, Ali Shariati Sang Idelog Islam. PT. Dian Rakyat, 2012, hlm 3
20. Keberhasilan Iran melakukan revolusi menyebabkan Iran bagi negara Muslim lainnya sebagai pusat rujukan, akibat dari itu pergolakan pun terjadi (kecemburuan) Arab Saudi sebagai negara Muslim pusat munculnya Agama Islam. Pergolakan Iran dan Arab Saudi pada dekade selanjutnya dan hingga hari ini niscaya tidak lepas pada pergolakan suni dan syiah.
21. Op.Cit, Aay Muhamad Furkon, hlm, 126
22. Burhanudin Muhtadi, Dilema PKS:Suara dan Syariah, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2012,hlm. 122
23. Aktivis Dakwah Kampus (ADK) adalah nama yang mendeskripsikan identitas aktivis dakwah yang ada di Universitas Andalas. Dalam hal ini penulis untuk selanjutnya akan menggunakan nama ini pada penelitian penulis.
24. Abu Ridho merupakan tokoh generasi pertama yang mengikuti Lembaga Mujahid Dakwah (LMD), secara pendidikan ia sama dengan Anwar Ibrahim saat berada di Arab Saudi. Dengan nama asli, Abdi Sumaithi, Abu Ridho merupakan nama populernya dikalangan ADK, bahkan di satu konteks kajian lain beberapa sarjana yang intens mengaji tentang PKS, menyebutnya sebagai ideolog Partai Keadilan Sejahtera.Op.Cit, Muhamad Imdadun Rahmat, hlm. 108-110
25. Gerakan Dakwah Kampus adalah istilah yang digunakan penulis pada penelitian ini dalam hal gerakan sosial melalui LDK, baiik secara aktor maupun agensi.
26. Ibid, hlm, 111
27. Perkenalan Islam sebagai Khittah (total) menjadi pembahasan FS-LDK dengan mewujudkan pemahaman “Islam sebagai solusi” 28. Gerakan ini terinspirasi pada Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1966, Ibid
Perkembangan aktivis dakwah di kampus-kampus besar Indonesia memengaruhi perguruan tinggi di luar Jawa seperti Universitas Andalas yang menjadi lokasi penelitian ini. Tahun 1980-an gerakan aktivis dakwah dimulai di Masjid Al Azhar, kampus Unand Air Tawar, yang saat ini ditempati Universitas Negeri Padang (UNP).29 Setelah
Unand pindah dari Air Tawar ke Limau Manih (Bukit Karimuntiang) kegiatan dakwah berpindah ke Masjid Nurul Ilmi. Perpindahan Unand dari Air Tawar ke Limau Manih, pergerakan aktivis dakwah berkembang ke UKM/UKMF yang memiliki jalur koordinasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) di masing-masing fakultas di Universitas Andalas. Keberadaan UKM/F dakwah kampus di Unand menjadikan gerakan keislaman berkembang pesat. RUMUSAN MASALAH
Fenomena aktivitas kemahasiswan di Unand yang berhaluan keagamaan seperti Pengelolan mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini merupakan kerjasama dosen dengan mentor yang diwadahi Lembaga Mentoring Agama Islam (LMAI). Aktivitas ini mendapatkan dukungan rektor Univeritas Anadalas30,
yang mendorong jalannya kegiatan mentoring.31
Kegiatan lain yang berhubungan dengan budaya relegius di Universitas Andalas, yakni program sholat berjama’ah mahasiswa asrama setiap paginya di Masjid Nurul Ilmi. Aktivitas ini umumnya, dihadiri sivitas akademika, penceramah atau pun pejabat-pejabat pemerintah yang memberikan kuliah. Selain, Aktivis dakwah berperan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Aktivis dakwah kampus juga berperan dalam konstelasi politik mahasiswa internal kampus (BEM KM Unand).
Misalnya, Presiden BEM KM Unand tahun 2011, Efri Yunaidi, merupakan kader ADK Fakultas Teknik Unand, mahasiswa angkatan 2007. Pada tahun tahun 2012, Azmy Uzandi, aktivis dakwah Fakultas Teknologi Hasil Pertanian mahasiswa angkatan 2009. Tahun 2013, Vicky Maldini, kader ADK dari fakultas yang sama dengan Azmy Uzandi, sebelumnya menjadi Menteri Sosial pemerintahan Azmy Uzandy. Tahun 2014, Muhamad Taufik mantan ketua Lembaga Pengkajian Islam (LPI) Fakultas Hukum Unand Presiden Mahasiswa pasca Vicky Maldini yang periode sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma). Selanjutnya tahun 2015, Reido Deskumar, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2011 periode Muhamad Taufik menjabat sebagai Menteri Kastrat BEM KM Unand .32
Selanjutnya, secara eksternal aktivis dakwah berperan sebagai aktor gerakan sosial, seperti gerakan anti Israel, tolak hari Valentine, ayo berhijab, penolakan pendirian rumah sakit Siloam, gerakan 20 Mei 2015 penurunan Jokowi, peduli Palestina, Mesir, Turki dan Rohingya.
Rumusan masalah penelitian ini penulis memaparkan beberapa contoh fenomena Gerakan Dakwah Kampus di internal dan eksternal Unand tahun 2011-2015, dari fenomena singkat Gerakan Dakwah Kampus diatas maka pertanyaan penelitian ini adalah:
a) Bagaimana kiprah Lembaga Dakwah Kampus dalam kegiatan internal Universitas Andalas? b) Bagaimana kiprah Lembaga Dakwah Kampus dalam kegiatan eksternal Universitas Andalas?
29. Adrian Petriskha. Sejarah Pergerakandan LDK. Ketua FKI Rabbani Unand Periode 2007/2008 (online) (http://slideplayer.info/ slide/3075175/), 1 Juni 2015
30. Pada objek penulitian ini yang diwartakan Genta Andalas periode Rektor Werry Darta Taifur.
31. Perhatian pimpinan Unand terhadap LMAI bisa dikatakan baik . Biasanya tiap tahun, sebelum proses mentoring Agama Islam berlangsung, akan ada pertemuaan bersama peserta mentoring dengan mentor dan pimpinan UNAND, misalnya, 04 Desember 2014, Rektor secara langsung membuka dan memberikan arahan kepada mentor, serta program mentoring berdampak menghasilkan mahasiwa atau alumni yang bersih, jujur, tanggungawab, ikhlas dan adil., lebih lengkapnya lihat Khalida Zia, Silaturrahim Antara Pimpinan dan Mentor Agama Islam, Universitas Andalas(http://www.portalrabbani.com/2014/12/silaturrahim-antara-pimpinan- dan-mentor.html), Portalrabbani.com, diakses 2 Juli 2015
32. Untuk lebih jauh tentang data lengkap hasil pemilihan Presiden Mahasiswa tahun 2015. Lihat, Genta Andalas.com Suara Capresma Dikurangi, Reido Tetap Pimpin KM Unand, (online) (http://www.gentaandalas.com/suara-capresma-dikurangi-reido-tetap-pimpin- km-unand/), dikakses 28 April 2015