BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Temuan Penelitian
2. Latar belakang menikah pada saat masih kuliah
Menikah pada masa di bangku perkuliahan bukanlah hal yang mudah. Tak jarang ditemukan mahasiswa yang takut mengambil resiko untuk menikah di saat masih kuliah. Di karenakan mahasiswa mempunyai tugas utama untuk belajar dan juga Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yang mana mahasiswa dituntut untuk mencari ilmu, penelitian dan pengabdian
95
kepada masyarakat. Tetapi banyak juga di temukan mahasiswa yang menikah saat masih kuliah. Mahasiswa yang melakukan pernikahan itu mempunyai beberapa alasan tersendiri seperti untuk menghindari hal-hal negatif atau zina, mendapatkan motivasi, dukungan atau pun untuk teman curhat.
Dari hasil wawancara peneliti, ada beberapa latar belakang pernikahan mahasiswa sebagai berikut:
a. Menikah yang di latar belakangi karena di jodohkan
Ada satu mahasiswa yang menikah dengan latar belakang karena di jodohkan oleh orang tuanya yaitu I (22 tahun).
“Alasannya karena dukungan dari orang tua mbak. Awalnya kami tidak saling suka, kami hanya kenal biasa. Sebatas kenal saja mbak. Sebagai anak ingin berbakti kepada orang tua, ingin membahagiakannya ya aku nglakoni mbak. Dengan ridho orang tuaku mugo-mugo entuk ridhone Allah mbak.”
Setelah melakukan wawancara dengan I, peneliti melakukan wawancara kepada seorang teman I yaitu BSK (20 tahun) yang merupakan teman sejak MAN kelas 11 untuk mendukung informasi yang di sampaikan I. Ternyata memang benar bahwa informasi yang disampaikan I bahwa I menikah karena keinginan orang tua dan I ingin berbakti kepada kedua orang tuanya, dengan kata lain I di jodohkan oleh orang tuanya.
96
b. Menikah yang di latar belakangi karena saling suka satu sama lain Sebelum menikah ada 6 informan mahasiswa yang melalui tahap pacaran terlebih dahulu. Berikut ini informan yang menikah melalui tahap pacaran terlebih dahulu:
1) S (22 tahun)
“Alasan saya menikah karena sudah mantap, kami saling suka satu sama lain dan untuk menghindari zina karena kami sudah pacaran selama 6 tahun.”
Untuk mendukung data S, peneliti melakukan wawancara kembali dengan teman dekatnya yaitu YK yang merupakan teman sejak sebelum kuliah. Dari wawancara tersebut didapatkan informasi bahwa S menikah pada hari yang sama yang sudah melalui tahap pacaran saelama 6 tahun. Hal ini dapat menguatkan informasi dari S.
2) S (21 tahun)
“Karena sudah mantap dengan calon yang bertanggung jawab, dewasa, dan mampu memberikan motivasi. berdasarkan latar belakang calon yang sudah memiliki pekerjaan. Tau kesehariannya karena saya kenal semenjak kelas 2 SMK. Kami satu sekolah beda jurusan dan yang saya tahu dulu dia itu jarang masuk, sering telat. Tapi kalau masalah nilai dia itu bagus, sering ikut lomba. Pokoke ki lucu mbak... hehe. Dan saya mengenal
lebih dekat sekitar 2 tahun sebelum menikah.”
Untuk mengecek keabsahan datanya, peneliti mewawancarai dari orang tua S yaitu ibu Y yang memberikan informasi kepada peneliti sebagai berikut:
“Karena anak sudah menginginkan menikah, karena sudah saling suka dan tidak bisa di tunda ya pripun meleh mbak.”
97
Dengan pernyataan ibu Y, hal ini dapat menguatkan informasi dari informan S bahwa S menikah atas dasar saling suka.
3) RF (21 tahun)
“Alasan saya nikah karena cinta mbak. untuk menghindari hal-hal negatif juga mbak.”
Ungkapan di atas didukung oleh pernyataan dari salah seorang temannya yaitu ANH yang dapat menguatkan pernyataan dari RF yaitu:
“Karena mereka sudah saling cinta, akhirnya mereka memutuskan menikah mbak. tidak usah menunggu lama, hehe.” 4) SA (21 tahun)
“Karena sudah mantap, untuk menghindari zina dan dari pada kelamaan untuk menjaga fitnah orang.”
Setelah melakukan wawancara dengan SA, untuk menguatkan kembali informasi yang diberikan kepada peneliti maka peneliti kembali melakukan wawancara dengan salah seorang temannya yang merupakan teman sejak MAN yaitu NK bahwa yang di sampaikan kepada peneliti benar karena SA sudah mantap dan saling cinta diantara mereka dan mereka melalui pacaran terlebih dahulu beberapa bulan.
5) SZ (22 tahun)
“Awalnya dulu kami hanya berteman dekat dan suka berbagi cerita suka duka. Disini kami merasa ada kecocokan dan ingin melanjutkan hubungan maka kami memutuskan untuk menikah. Karena selain sesuai dengan tipe idaman suami saya dari orang tua juga memberikan restu. Kami tidak menunda-nunda
98
pernikahan kami dari pada nanti malah terjerumus ke hal-hal yang kurang baik meskipun kami berhubungan jarak jauh tapi sering dan malah setiap hari berkomunikasi. Karna suami saya sanggup bertanggungjawab sepenuhnya dan orangtua kami merestui. Setelah menikah suami kembali bekerja.”
Untuk mengetahui keabsahan data yang di sampaikan oleh SZ, peneliti melakukan wawancara terhadap teman dekatnya yaitu AL yang memberikan informasi bahwa SZ menikah atas dasar cinta karena ada kecocokan di antara mereka berdua.
6) WRN (23 tahun)
“Aku suka dengan dia karena kedewasaan dapat membina walaupun kenal belum lama sebelum menikah. Biar gak kebanyakan dosa jeng, dan biar gak banyak gosip tetangga. “Kan nek wong deso kan sok langsung dadi gosip nak enek sg wes reti.” Orang daerahku kebanyakan gitu.”
Berdasarkan pengakuan informan, peneliti membenarkan apa yang di sampaikan informan karena sebelum menikah informan memberikan informasi kepada peneliti mengenai asmaranya dengan suaminya saat ini.
7) EM (22 tahun)
“Kami saling cinta mbak. kami dulu hts-an mbak. trus nikah.”
Setelah melakukan wawancara dengan EM, peneliti mencari informasi dengan temannya yang menyatakan bahwa EM menikah atas dasar saling cinta.
c. Menikah yang di latar belakangi karena hamil di luar nikah
Salah seorang informan yang menikah karena hamil di luar nikah. Berikut ini pernyataan dari mahasiswa informan AL (21 tahun):
99
“Saya menikah jujur saja karena sudah terlanjur kejadian. saya mencintai suami saya. Saya hamil di luar nikah dan saya menikah.”
Untuk mengecek keabsahan data yang di berikan informan, peneliti melakukan wawancara kembali kepada orang tua AL, berikut pernyataanya bapak AL:
“Karena telah kejadian terlebih dahulu ya kami nikahkan aja, ketika dia mau melanjutkan kuliah ya saya mendukung apa yang menjadi keinginan anak saya.”