BAB IV ANALISIS
B. Masalah yang Dihadapi Mahasiswa Berstatus Menikah dan Strateg
Penyelesaian Masalah
Berdasarkan penelitian ini, peneliti menemukan beberapa masalah yaitu faktor ekonomi, faktor kesulitan belajar dan manajemen waktu. Berikut ini masalah mahasiswa berstatus menikah dan strategi penyelesaiannya yaitu:
1.Faktor ekonomi
Faktor ekonomi sangat mempengaruhi keberhasilan akademik pelajar maupun mahasiswa. Dalam kehidupan keseharian mahasiswa yang telah menikah pastilah mempunyai tanggung jawab ganda, selain menjadi seorang istri atau ibu, mahasiswa juga mempunyai kewajiban menyelesaikan tugas kuliah yang juga membutuhkan dana. Bagi
120
mahasiswa yang tidak bisa mengatur keuangan untuk kebutuhan pribadi dan menjadikan dampak buruk (Syah, 2010: 123).
Ekonomi adalah salah satu hal yang penting dalam kehidupan yang dapat menjadi masalah bagi mahasiswa yang sudah menikah. Mahasiswa yang berstatus menikah membutuhkan biaya ganda untuk kehidupan keluarga dan biaya kuliahnya. Apalagi jika keduanya masih sama-sama kuliah dan belum mempunyai pekerjaan yang dapat membiayai keluarga sepenuhnya, dengan pengaturan pembiayaan yang kurang baik maka hal ini menjadikan dampak yang buruk (wawancara SA hal 24).
Dari teori dan hasil temuan di lapangan memperoleh hubungan bahwa pengaturan biaya untuk kebutuhan pribadi, keluarga dan perkuliahannya itu hal yang penting yang harus diatur dengan baik sehingga berpengaruh baik untuk proses belajar dan kehidupannya. Seperti pasangan pengantin yang keduanya masih berstatus mahasiswa dengan hanya memiliki pekerjaan yangtidak menentukan, maka akan mengakibatkan keguncangan ekonomi keluarganya. Sehingga mau tidak maumereka harus mencari pekerjaan tambahan yang bisa menjamin stabilitas ekonomi keluargamereka seperti menitipkan jajanan di kantin atau di warung-warung. Dengan demikian ekonomi akan terpenuhi sehingga proses belajar tidak terganggu dan hasilnya akan baik.
2.Faktor kesulitan belajar
Menurut Subini (2013: 15-16), kesulitan belajar seseorang biasanya terlihat dari menurunnya prestasi akademik. Akan tetapi, kesulitan
121
belajar juga bisa berasal dari non akademik seperti bermain di dalam kelas, mengusik temannya, berkelahi, sering tidak masuk dan suka membolos.
Salah satu faktor kesulitan belajar adalah kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Banyaknya pekerjaan rumah sehingga merasa kelelahan memungkinkan malas untuk belajar (wawancara SA hal 24). Selain itu waktu belajar berkurang sehingga terkadang susah dan repot untuk belajar (wawancara RF hal 21 dan S hal 18). Selain itu juga lingkungan teman menjadi salah satu pemicunya. Mengikuti teman masuk tidaknya perkuliahan tanpa rasa butuh dari diri sendiri, maka akan menghilangkan rasa percaya diri sendiri (wawancara EM hal 34).
Hubungan antara teori dan hasil lapangan bahwa kesulitan belajar tidak selalu berasal dari faktor akademik yang menyebabkan penurunan hasil belajar tetapi faktor non-akademik pun dapat menyebabkan penurunan hasil belajarnya. Seperti halnya seorang mahasiswa yang masih terpengaruh dengan temannya untuk tidak masuk dalam perkuliahan, sehingga akan ketinggalan informasi baik itu dalam hal pengalaman, pembelajaran maupun motivasi dosen. Dengan demikian untuk solusinya adalah mencari saran dan motivasi kepada keluarga sehingga dapat kembali kuliah tanpa terpengaruh dengan temannya.
Selain itu mahasiswa yang telah mempunyai kesibukan untuk bekerja dengan pekerjaan yang banyak atau mahasiswa yang telah memiliki anak yang saat itu sedang sakit. Hal ini akan menjadikan tidak
122
merasa nyaman dan tenang dalam belajar. Sehingga akan mempengaruhi dalam proses belajar dan hasil studi bagi mahasiswa yang berstatus kuliah. Solusinya yaitu dengan tidak membawa pekerjaan itu ke rumah dan tidak menunda-nunda pekerjaan untuk segera diselesaikan secepatnya. Bagi mahasiswa yang telah mempunyai anak yang sedang sakit maka untuk belajarnya menunggu anak hingga tertidur atau terkadang bergantian menjaga anaknya dengan suaminya.
3.Faktor Manajemen Waktu
Pengaturan waktu adalah hal yang utama seseorang dalam melaksanakan aktivitas. Manajemen waktu sebagai acuan dan pengendalian dalam melaksanakan sesuatu yang di rencanakan. Apalagi seorang mahasiswa yang berstatus menikah, sangatlah penting mengatur waktu.
Hasil wawancara dengan S menyatakan setelah menikah, S mengaku kesulitan dalam memanajemen waktu karena S selain menjadi mahasiswa juga menjadi seorang ibu dengan satu anak (wawancara S (22 tahun)).
Masalah manajemen waktu merupakan hal umum bagi banyak orang. Banyak orang mengakui dan merasakan tentang perlunya, tetapi dalam kenyataannya mereka tidak memerhatikan dan menerapkannya. Manajemen waktu menjadi masalah bagi manusia. Salah satunya karena kurangnya keterampilan dan keberanian dalam mengembangkan dan
123
menerapkan manajemen waktu dalam kehidupan (Fischer, 2001) (dalam Gea, 2014:3).
Dengan melihat teori dan hasil penelitian lapangan maka manajemen waktu adalah salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan belajar seseorang. Terkadang manusia mengabaikan hasil yang besar yang bisa diperoleh dengan menerapkan manajemen waktu yang baik. Dengan menerapkan manajemen waktu secara konsisten maka dapat menghasilkan hal yang mengejutkan. Akan tetapi jika manajemen waktu hanya digunakan di waktu yang mendesak maka hasilnya biasanya lebih kecil atau bahkan bisa jadi akan menjadikan kegagalan. Dengan kata lain, orang lebih suka hal-hal yang mendesak tetapi tidak penting ketimbang hal-hal penting tetapi tidak mendesak. Belajar dengan memanajemen waktu berarti belajar disiplin dan menyiapkan hasil yang mengagumkan untuk masa depan. Karena sesuatu yang dilakukan saat ini adalah mencerminkan sesuatu di masa depan.
124
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan observasi di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil penelitian tentang manajemen diri dan hasil studi mahasiswa berstatus menikah sebagai berikut:
1.Manajemen diri mahasiswa berstatus menikah
Keberhasilan studi mahasiswa berstatus menikah ditentukan oleh manajemen diri yang tepat. Mahasiswa yang berstatus menikah mempunyai tugas ganda yaitu sebagai mahasiswa yang tugas pokoknya belajar dan sebagai ibu atau istri dalam rumah tangga. Sehingga manajemen diri menjadi sangat penting.
Peneliti menemukan bahwa manajemen diri mahasiswa berstatus menikah yang sukses mampu mengatur dirinya dan tugas gandanya. Masalah yang terjadi yaitu konflik terhadap suami, orang tua sendiri, anak maupun mertuanya serta perkuliahannya. Konflik yang terjadi diantara suami, orang tua dan anaknya, mereka memusyawarahkan untuk mengambil jalan keluar yang terbaik sehingga masalah terselesaikan dengan tuntas.
Peneliti menemukan manajemen diri dalam penelitian ini terkait pengaturan diri yang berhubungan dengan manajemen waktu. Pengaturan diri yang baik menghasilkan hal yang berbeda tentunya lebih
125
menyenangkan. Peneliti mendapati mahasiswa yang mengatur diri dengan baik yaitu mampu mengatur dirinya dalam menyelesaikan tugas gandanya dengan totalitas, berkomunikasi baik dan disiplin. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa berstatus menikah mampu mengkoordinir segala urusannya dengan baik sehingga merasa tenang tanpa perasaan gelisah. Sedangkan pada mahasiswa yang belum mengatur dirinya dengan baik berdampak buruk seperti IP menurun, cerai atau keluar kuliah. Manajemen diri yang baik bagi mahasiswa berstatus menikah tersebut dapat membentuk karakter diri dalam menjalani kehidupan dengan semangat, bersyukur, disiplin dan bekerja dengan totalitas untuk mengerjakan tugas gandanya. Sedangkan manajemen diri yang kurang baik membentuk karakter diri yang lemah, ketergantungan pada orang lain, tidak konsisten, sering absen, bolos dan tidak sepenuhnya dalam mengemban kedua tugasnya.
2. Masalah yang dihadapi dan strategi penyelesaian mahasiswa berstatus menikah
Masalah yang dihadapi mahasiswa berstatus menikah yaitu mengenai ekonomi, kesulitan belajar dan sebagian besar mengenai manajemen waktu. Tugas ganda seorang mahasiswa sebagai seorang pelajar dan sebagai istri ataupun ibu rumah tangga merupakan tanggung jawab bagi mahasiswa yang berstatus menikah.
Peneliti menemukan masalah dalam keluarga seperti ketika anaknya sakit atau rewel maka dia bolak balik kampus-rumah untuk
126
memenuhi tugas gandanya. Untuk memenuhi ekonominya, dia mencari pekerjaan seperti berjualan sehingga mahasiswa harus bolak balik rumah-kampus-keliling jualan setiap hari. Sehingga mahasiswa menjadi lebih tegar dan energik dalam melakukannya. Membuat planning untuk manajemen waktu menjadi penting untuk mencapai dan mewujudkan misi dan tujuan utamanya seorang mahasiswa dalam menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan rumah tangga dan di lingkungan kampus. Dengan manajemen waktu berarti seorang mahasiswa melakukan pekerjaan dengan totalitas yang berarti pekerjaaan utamanya bisa terselesaikan bukan mengerjakan banyak pekerjaan tetapi tidak berkualitas.
Hal yang perlu diketahui dalam penggunaan waktu adalah dengan memerhatikan hal yang sifatnya mendesak dan penting. Sebelum hal penting menjadi mendesak, hal itu di tangani secepat mungkin. Dengan demikian, menjadi penting bagi mahasiswa membuat rencana, persiapan dan tindakan dengan tepat sehingga terjalin hubungan harmonis antara satu sama lain baik di dalam keluarga maupun dalam lingkungan kampus.
B. Saran
Berdasarkan permasalahan yang peneliti bahas dalam skripsi ini yaitu mengenai manajemen diri dan hasil studi mahasiswa berstatus kuliah sambil bekerja, maka peneliti hendak menyampaikan saran sebagai berikut:
127 1.Bagi mahasiswa
Diharapkan mahasiswa yang berstatus menikah tetap memanajemen diri dengan baik agar karakter pribadi yang mulia selalu tertanam dalam dirinya sehingga dapat menjadi kebiasaan yang baik dan mahasiswa yang memiliki hasil belajar dengan Indeks Prestasi meningkat diharapkan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan lagi prestasinya. Sedangkan untuk mahasiswa yang hasil belajar yaitu Indeks Prestasi tidak mengalami perubahan ataupun penurunan diharapkan dapat memanajemen dirinya dengan lebih baik lagi, mampu mengatur waktunya untuk belajar dan aktivitas yang lain agar Indeks Prestasi (IP) meningkat serta karakter diri yang mulia akan muncul atas kesadaran sendiri.
2.Bagi dosen
Bagi para dosen diharapkan memberikan pengarahan, motivasi dan dorongan kepada mahasiswa yang berstatus menikah agar dapat mengatur dirinya dan membagi waktunya untuk tugas gandanya dengan baik, sehingga perkuliahannya tetap berjalan dengan lancar.
C. Penutup
Alhamdulillahirobbil‟alamin, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan penuh rasa syukur. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa penelitian skripsi ini masih jauh dari
128
kesempurnaan dikarenakan keterbatasan kemampuan peneliti. Untuk itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, semoga dengan kritik dan saran dapat membangun skripsi ini menuju tahap kesempurnaan. Peneliti juga menyadari bahwa tanpa bimbingan dosen maka penulis mengalami kesulitan untuk menyelesaikan skripsi ini.
Peneliti mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi peneliti dan para pembaca. Amin.
129
DAFTAR PUSTAKA
Admin. 2016. Pengertian, Aspek dan Manfaat Manajemen Diri Menurut Ahli,
(Online),http://pengertian-menurut.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-aspe k-dan-manfaat-manajemen.html/, diakses Rabu, 17 Mei 2017.
Albab, Moh. Ulil. 2015. Mahasiswa, Bagaimana Seharusnya?, (Online). http://www.kompasiana.com/coretan.al/mahasiswa-bagaimana-seharusnya _5528af096ea8342a788b45cb, diakses Kamis, 3 Agustus 2017.
Arikunto, Srisuharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bahar, Khalifi Elyas. 2015. Akibat-Akibat Fatal Durhaka Kepada Istri. Jogjakarta: DIVA Press.
Departemen Agama Republik Indonesia. 1977. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Djakarta: JAMUNU.
Desky, M.A. 2001. Manajemen Perjalanan Wisata. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Dom, Susane. 2008. Ways To Be A Brilliant Learner. Jakarta Bumi Aksara. Feliksmakarios. 2013. Manajemen Waktu, (Online).
https://jurnalmagangfeliks.wordpress.com/2013/07/25/manajemen-waktu/, diakses Selasa, 15 Agustus 2017
Gie, The Liang. 1995. Cara Belajar yang Efisien Sebuah Buku Pegangan untuk
Mahasiswa Indonesia. Yogyakarta: Liberty.
Gea, Antonius Atoshoki. 2014. Time Management: Menggunakan Waktu Secara
Efektif dan Efisien. Jakarta: Humaniora Vol.5 No.2 Oktober 2014:
777-785.http://journal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/article/viewFile/3 133/2519, kamis, 20 Juli 2017.
130
Gulo, w. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Grasindo
Gunarsa, Singgih D. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Gunung Mulia Gustian. 2013. Peran Mahasiswa (Agent of change, Social control, Iron stock),
(Online).http://www.gusti8official.org/2013/09/kritikan-terhadap-pemimpi n-bangsa.html, diakses Sabtu 29 April 2017.
Hasan, M. Ali. 2006. Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam. Jakarta: Siraja.
Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga. Jawwad, m. Ahmad Abdul. 2004. Manajemen Diri. Bandung: PT. Syaamil Cipta
Media
Jepronk, JJ. 2016. Tahap Perkembangan dalam Rentang Usia Mahasiswa, (Online).http://wacanapengetahuan.blogspot.co.id/2014/05/tahap-perkemb angan-dalam-rentang-usia.html, diakses Selasa, 15 Agustus 2017
Kementerian Agama Republik Indonesia. 2010. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Fokus Media
Manjorang, Aditya P dan Aditya, Intan. 2015. The Law of Love Hukum Seputar
Pranikah, Pernikahan dan Perceraian di Indonesia. Jakarta: Visimedia.
Mathlub, Abdul Majid Mahmud. 2005. Panduan Hukum Keluarga Sakinah. Surakarta: Intermedia.
Moleong, Lexy J. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muchtar, Heri Jauhari. 2008. Fikih Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mudjiarahardjo. 2013. Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif, (Online). http://phisiceducation09.blogspot.co.id/2013/03/triangulasi-dalam-peneliti an-kualitatif.html, diakses Jumat, 21 April 2017.
131
Narulita, Sari. 2014. Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Cibubur: PT Variapop
Nikodemusoul. 2013. Tugas dan Tanggung Jawab Mahasiswa, (Online). https://nikodemusoul.wordpress.com/2013/12/28/tugas-dan-tanggung-jawa b-mahasiswa/, diakses Selasa, 15 Agustus 2017.
Rahayu, Srikandi. 2017. Pengertian Mahasiswa dan Karakteristiknya, (Online). http://seputarpengertian.blogspot.com/2017/03/pengertian-mahasiswa-dan- Karakteristiknya.html/, diakses Senin, 12 Juni 2017.
Risnawati, Ririn. 2015. Mahasiswa- Kuliah-Organisasi-Kerja-Main, (Online). http://www.kompasiana.com/risnawatiririn/mahasiswa-kuliah-organisasi-k erja-main_55009a15a333117c6f5118b2, diakses Kamis, 3 Agustus 2017. Salam, Burhanudin. 2004. Cara Belajar yang Sukses di Perguruan Tinggi.
Jakarta: Rineka Cipta.
Sora N. 2014. Kenali Pengertian Mahasiswa dan Menurut Para Ahli, (Online). http://www.pengertianku.net/2014/11/kenali-pengertian-mahasiswa-dan-m enurut-para-ahli.html/, diakses Sabtu, 12 Agustus 2017
Subini, Nini. 2013. Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak. Jogjakarta: Javalitera
Sudarsono. 1991. Hukum Kekeluargaan Nasional. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sutriani, Ni Made. 2012. Karakteristik Perkembangan Masa Dewasa, (Online). https://mdsutriani.wordpress.com/2012/06/22/karakteristik-perkembangan- masa-dewasa/, diakses Selasa, 15 Agustus 2017.
Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
132
Tris KT. 2012. Tugas Pokok Pelajar atau Mahasiswa, (Online). http://syeni01.blogspot.co.id/2012/10/tugas-pokok-pelajar-atau-mahasiswa .html/, diakses Minggu, 13 Agustus 2017.
Uno, Hamzah B. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar
Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara
Winkel & Sri Hastuti. 2010. Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan.
Yogyakarta: Media Abadi.
Wood, Derek, dkk. 2011. Kiat Mengatasi Gangguan Belajar. Jogjakarta: Kataha Yahyadanusa, Miftahul. 2015. Beginilah Akibat dari Pergaulan Bebas di
Kalangan Remaja, (Online).
https://www.satujam.com/akibat-pergaulan-bebas/, diakses Senin, 14 Agustus 2017.
133 PEDOMAN WAWANCARA A. Identitas Informan 1. Nama : 2. Usia : 3. Status : 4. Pekerjaan : 5. Wawancara hari/tanggal : 6. Waktu : B. Sasaran Wawancara
Cara mahasiswa berstatus menikah memanajemen diri dalam menyikapi masalah-masalah yang terjadi selama melakukan perannya sebagai mahasiswa yang tugasnya belajar dan mengurus keluarganya.
C. Butir-Butir Pertanyaan
1. Mahasiswa yang berstatus kuliah sambil bekerja a. Apa alasan saudara menikah?
b. Kapan saudara menikah?
c. Apa motivasi saudara membagi tanggung jawab antara waktu kuliah dan mengurus keluarga?
d. Bagaimana respon orang tua saudara mengenai saudara sebagai mahasiswa yang berstatus menikah?
e. Apakah suami saudara mendukung saudara melanjutkan kuliah? f. Bagaimana ekonomi keluarga saudara setelah menikah?
134 g. Apa pekerjaan suami/istri?
h. Bagaimana dengan tugas-tugas kuliah saudara? Apakah suami/ istri mendukungnya?
i. Bagaimana cara saudara memanajemen diri antara kuliah dan mengurus rumah tangga?
j. Bagaimana cara saudara mengatur strategi-strategi belajar?
k. Apa saja kendala-kendala yang saudara hadapi dan bagaimana cara mengatasinya?
l. Adakah perbedaan IP pada saat sebelum dan sesudah menikah?
m. Perbedaan apa saja yang saudara rasakan pada saat sebelum dan sesudah menikah?
2. Teman dekat mahasiswa yang berstatus menikah
a. Sudah berapa lama saudara mengetahui teman saudara menikah? b. Seperti apa komitmen teman saudara terhadap tugas belajar dan
mengurus keluarganya?
c. Bagaimana keseharian teman saudara selama mengikuti kuliah? d. Kendala-kendala apa saja yang sering teman saudara hadapi selama
menikah dan bagaimana cara mengatasi?
e. Bagaimana hasil belajar teman saudara selama ini? 3. Orang tua mahasiswa yang berstatus menikah
a. Apa yang melatarbelakangi bapak/ ibu menikahkan puteranya diwaktu putera anda masih kuliah?
135
c. Bagaimana keseharian putera anda setelah menikah?
d. Bagaimana komitmen putera anda terhadap tugasnya sebagai mahasiswa dan mengurus keluarganya?
e. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi putera anda selama menjadi mahasiswa setelah ia menikah dan bagaimana cara mengatasinya? f. Bagaimana hasil studi putera anda selama ini?
4. Dosen Pembimbing Akademik
a. Bagaimana si A menurut bapak/ibu?
b. Apakah bapak/ ibu mengetahui kalau si A mahasiswa berstatus menikah?
c. Seperti Apa komitmen si A dalam melakukan tugas belajar dan mengurus keluarganya?
136
VERBATIM WAWANCARA MANAJEMEN DIRI DAN HASIL STUDI
MAHASISWA BERSTATUS MENIKAH
(Studi Kasus Mahasiswa IAIN Salatiga Jurusan PAI Angkatan 2013) Nama : Siti Zuliyanah
Usia : 22 th
Almamater : MAN 1 Kota Magelang Semester : 8
Status : Mahasiswa Pekerjaan : Pelajar Tempat : Magelang
Hari/ Tanggal : Rabu, 4 Januari 2017 Waktu :09.47 WIB
NO PERSON DESKRIPSI SIMBUL
1. Pewawancara Apa alasan saudara menikah? Latar belakang mengambil keputusan menikah Subyek Awalnya dulu kami hanya berteman dekat
dan suka berbagi cerita suka duka. Disini kami merasa ada kecocokan dan ingin melanjutkan hubungan maka kami memutuskan untuk menikah. Karena selain sesuai dengan tipe idaman suami saya dari orang tua juga memberikan restu. Kami tidak menunda-nunda pernikahan kami dari pada nanti malah terjerumus ke hal-hal yang kurang baik meskipun kami berhubungan jarak jauh tapi sering dan malah setiap hari berkomunikasi. Karna suami saya sanggup bertanggungjawab sepenuhnya dan orangtua kami merestui. Setelah menikah suami kembali bekerja.
2. Pewawancara Seperti apa tipe suami idaman mbk? Subyek Yang pastinya sholeh, mampu
membimbing saya dan juga nyaman buat saya mbak.
3. Pewawancara Kapan saudara menikah? Waktu melaksanaka n pernikahan Subyek Saya menikah tanggal 23 Juni 2016 mbak.
Setelah suami pulang ke Indonesia tanggal 18 Juni dan selang lima hari kami menikah mbk.
4. Pewawancara Mbak nikahnya langsung resmikan mbak? Pola pernikahan Subyek Iya mbak alhamdulillah langsung resmi
mbak. Resmi Allah dan resmi negara.. hehe
137 mbak?
Subyek Saya sudah kenal lama mbak. Kami sering komunikasi, nyaman, ya langsung nikah aja mbak. Hehe
6. Pewawancara Setelah nikah mbak tinggal dimana? Tempat tinggal setelah menikah Subyek Setelah menikah saya masih tinggal di
rumah orang tua saya mbak. Karena setelah menikah suami berangkat kerja lagi mbak. Sebenarnya suami sudah punya rumah sendiri mbak di Tempuran Magelang sana tapi suami kan gak di rumah juga, jadi aku di Grabag kalau suami pulang ya ke rumah sana mbak. Suami kan jarang pulang karena di luar negeri mbak.
7. Pewawancara Apa motivasi saudara membagi tanggung jawab antara waktu kuliah dan mengurus keluarga? Motivasi membagi tanggung jawab antara waktu kuliah dan mengurus keluarga Subyek Motivasi saya ada yang nyemangati mbak.
Hehe. Walaupun sayah sudah menikah tapi aku nggak ngurus rumah tangga kaya yang lain to mbak, jadi kayak biasa seperti waktu saya belum nikah, karena suami saya ada di Malaysia jadi saya tidak repot mengurus keluarga mbak. Hehe 8. Pewawancara Bagaimana respon orang tua saudara
mengenai saudara sebagai mahasiswa yang berstatus menikah?
Tanggapan orang tua mengenai perkuliahan setelah menikah Subyek Orang tua saya tidak masalah mbak saya
menikah di saat kuliah mbak. Orang tua saya mendukung saya untuk tetap melanjutkan kuliah walaupun saya sudah menikah mbak.
9. Pewawancara Apakah suami saudara mendukung saudara melanjutkan kuliah?
Dukungan suami Subyek Alhamulillah mbak suami sangat
mendukung saya tetap melanjutkan kuliah maka saya tetap melanjutkan kuliah. 10. Pewawancara Seperti apa dukungan suami yang
diberikan kepada mbak?
Subyek Karna kami jarak jauh, suami memberikan dukungannya dengan memberikan kelonggaran waktu. Saya tau kesibukannya jadi saya tidak minta dukungan yang aneh-aneh mbak. Misalkan minta bantuan di carikan buku
138 atau lainnya.
11. Pewawancara Bagaimana dengan tugas-tugas kuliah saudara?
Penyelesaian tugas kuliah Subyek Tugas-tugas saya kuliah alhamdulillah
lancar mbak, tidak ada kendala mbak. Suami saya pengertian dan mendukung saya kuliah mbak. Ketika saya ada tugas suami saya mengerti dan memberikan waktu saya untuk menyelesaikan tugas kuliah mbak.
12. Pewawancara Saat ini mbak bekerja tidak? Pekerjaan informan setelah menikah Subyek Saya tidak bekerja mbak, saya masih
kuliah dan mengurus rumah mbak.
13. Pewawancara Apa pekerjaan suami? Pekerjaan suami Subyek Suami saya bekerja di bidang listrik di
Johor Bahru Malaysia mbak
14. Pewawancara Bagaimana ekonomi keluarga saudara setelah menikah?
Ekonomi keluarga setelah menikah Subyek Ekonomi keluarga saya alhamdulillah
lancar mbak. Alhamdulillah rezeki yang diberikan Allah mencukupi kebutuhan sehari-hari kami dan untuk kebutuhan lain.
15. Pewawancara Siapa yang membiayai mbak kuliah? Biaya kuliah setelah menikah Subyek Semua biaya setelah saya menikah dari
suami mbak. jadi orang tua saya sudah lepas biaya mbak.
16. Pewawancara Bagaimana memanajemen diri antara kuliah dan mengurus rumah tangga?
Manajemen diri
Subyek Ya waktunya saya di rumah ya mengurus rumah, waktunya saya kuliah saya kuliah mbak. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar tidak ada kendala mbak. karena saya tidak jadi satu dengan suami ya sama saja sepert dulu.
17. Pewawancara Bagaimana cara saudara mengatur