BAB II TINJAUAN PUSTAKA
G. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari pokok permasalahan penelitian yang akan diuji sebenarnya (Budiono et al., 2018). Adapun hipotesis pada penelitian adalah sebagai berikut.
1. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis
Sistem informasi akuntansi sangat penting untuk sebuah perusahaan, karena sistem informasi akuntansi tersebut yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan memproses data sehingga menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan (Yousida & Lestari, 2019). Sistem informasi akuntansi menghasilkan informasi yang digunakan
Sistem Informasi Akuntansi (X1)
Pengambilan Keputusan Bisnis (Y) Teknologi
Informasi (X2)
untuk mendukung kegiatan rutin, mendukung pengambilan keputusan, serta perencanaan dan pengendalian (Yousida & Lestari, 2019).
Penelitian yang dilakukan oleh Prastika dan Purnomo (2019) menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sehingga terlihat bagaimana peran yang dimiliki sistem informasi akuntansi bagi perkembangan UMKM. Penelitiian yang dilakukan oleh Maisur dan Umar (2019) juga menunjukkan hasil bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM di Kabupaten Pidie. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Endiana (2020) menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada Koperasi di Kecamatan Payangan.
Keterkaitan sistem informasi akuntansi dan teori kontinjensi yaitu teori kontinjensi merupakan teori yang berlandaskan pada hubungan penggunaan informasi akuntansi dengan keperilakuan yang terjadi dalam suatu organisasi atau suatu usaha, yang menyebabkan terjadinya penilaian mengenai studi mana yang benar dan tidak dalam menghasilkan sebuah keputusan (Dan et al., 2017). Sebelum pada pengambilan keputusan, pelaku UMKM memerlukan sebuah informasi yang disediakan dengan sistem informasi akuntansi agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang efektif bagi perusahaan. Dengan adanya sistem informasi akuntansi maka dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna dalam bentuk penyedia berbagai informasi keuangan, baik untuk kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan (Maisur dan
Umar, 2019). Berdasarkan penelitian Maisur dan Umar (2019), maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
H1: Diduga ada pengaruh positif dan signifikan sistem informasi akuntansi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku UMKM.
2. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi dan teknologi komunikasi untuk mengirim sebuah informasi (Nengsy, 2018). Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang dimanfaatkan dalam proses mengolah data, yang termasuk di dalamnya memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan sebuah informasi yang berkualitas, berupa informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan suatu informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan (Ratnamurni & Irawan, 2018).
Penelitian yang dilakukan oleh Suryantini dan Sulindawati (2020) menyatakan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif terhadap Kinerja UMKM. Penelitian yang dilakukan oleh Sagita et al., (2021) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Mataram. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Tumiwa et al., (2017) menyatakan bahwa teknologi informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Karyawan.
Dengan teknologi informasi maka akan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan bahkan mampu menghasilkan beraneka
ragam teknologi sistem yang dirancang agar dapat membantu pekerjaan dalam menghasilkan kualitas informasi terbaik. Dengan adanya teknologi informasi dapat meberikan fleksilbilitas dalam proses produksi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan kualitas komunikasi, menggunakan data dari daerha lain dan membangun hubungan yang kuat dengan mitra bisnia (Sagita et al., 2021). Berdasarkan penelitian oleh Sagita et al., (2021) maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah:
H2: Diduga ada pengaruh posisif dan signifikan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku UMKM.
.
31 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Budiono et al., 2018).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Dalam rangka pengumpulan data dan informasi, maka penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Pemilihan lokasi atas dasar data dan informasi yang dibutuhkan dengan topik permasalahan penelitian. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai dengan bulan September 2021 terhitung sejak pembuatan proposal.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yang diperoleh melalui instrumen kuesioner yang dibagikan kepada responden pelaku UMKM di Kabupaten Gowa. Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka atau bilangan. Data ini umumnya diolah dengan memakai teknik perhitungan matematika.
2. Sumber Data
Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah:
a. Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber asli dan tidak melalui media perantara (Anita, 2017). Data primer dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan penelitian.
b. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara yaitu melalui hasil-hasil penelitian, buku-buku, artikel, dan berbagai referensi-referensi terkait yang relevan dengan masalah yang diangkat (Jansen et al., 2018).
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah sekumpulan area yang umum yang terdiri dari pelaku dan objek dimana memiliki integritas dan ciri-ciri tertentu dimana penelitilah yang menentukannya untuk dipelajari dan disimpulkan (Suryani, 2019). Populasi pada penelitian ini adalah UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa tahun 2020.
2. Sampel
Sampel merupakan sebahagian entitas dan karakteristik dari populasi tersebut (Suryani, 2019). Dikarenakan jumlah populasi yang besar, maka teknik penentuan sampel menggunakan rumus yang dikemukakan Slovin (Mauliansyah & Saputra, 2020). Rumus Slovin diterapkan untuk jumlah populasi yang telah diketahui (Maisur, 2019).
Adapun rumus Slovin adalah sebagai berikut (Wahyuni et al., 2018):
n = Dimana:
n : Jumlah sample N : Jumlah populasi
e : persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir
Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut (Marayasa &
Faradila, 2019).
Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah kecil
Jadi rentang sampel yang dapat diambil dari teknik Slovin adalah antara 10-20% dari populasi penelitian (Marayasa & Faradila, 2019). Besarnya populasi diketahui sebesar 40.786 UMKM, sehingga presentase kelonggran yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungan dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Jadi besarnya sampel yang digunakan adalah:
n = n = 99,7 n = 100
Dengan demikian sampel yang akan dilibatkan dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa Tahun 2020 yang berjumlah 100 responden.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan beberapa pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain agar orang tersebut memberikan jawaban dan orang tersebut dijadikan responden (Suryani, 2019).
F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Menurut Chandrararin (2017) variabel didefenisikan sebagai sesuatu atau nilai yang dapat diukur, baik berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible). Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu sistem informasi akuntansi manajemen dan teknologi informasi. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau disebut juga variabel bebas yaitu pada penelitian ini pengambilan keputusan.
1. Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Diana dan Setiawati (2011) dalam (Irawati & Ardianshah, 2018) sistem informasi akuntansi adalah sistem yang dipakai dalam mengumpulkan dan memproses data serta memberi informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Adapun indikator yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi adalah berdasarkan penelitian (Mauliansyah & Saputra, 2019):
a. Pemanfaatan SIA b. Kualitas SIA c. Keamanan SIA
d. Sarana Pendukung SIA
2. Teknologi Informasi
Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan informasi (Nengsy, 2018). Adapun indikator untuk teknologi informasi menurut Hag dan Cumming (1998) (Murty, 2017), yaitu:
a. Menangkap informasi b. Menyampaikan informasi c. Menciptakan informasi d. Menyimpan informasi
e. Mengkomunikasikan informasi 3. Pengambilan Keputusan Bisnis
Pengambilan keputusan adalah proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan suatu tindakan dalam rangka mneyelesaikan masalah yang dihadapi (Alwizra et al., 2020). Adapun indikator pengambilan keputusan yaitu berdasarkan penelitian (Mukhtadi & Rizki, 2018), yaitu:
a. Tujuan dari pengambilan keputusan
b. Identifikasi alternatif keputusan untuk memecahkan masalah
c. Perhitungan mengenai faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya d. Sarana untuk mengevaluasi.
G. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yaitu analisis data yang diperoleh dari daftar pernyataan yang telah diolah ke dalam bentuk
angka-angka dan pembahasannya melalui perhitungan statistik. Pada penelitian ini perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SPSS.
1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Suatu kuesioner tersebut diterima atau ditolak maka diperlukannya uji validitas (Suryani, 2019). Untuk mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara mengorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.
Metode keputusan yang diambil untuk uji validitas (Suryani, 2019) sebagai berikut :
1) Atas dasar signifikan
Nominal signifikan >0,05 maka butir disimpulkan tidak valid, nominal signifikan <0,05 maka butir disimpulkan valid.
2) Berdasarkan nilai korelasi
Nominal r hitung < r tabel butir disimpulkan tidak valid, nominal r hitung > r tabel butir disimpulkan valid.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan alat untuk melihat sebuah instrumen pengukuran, apakak konsisten atau belum bila dilakukan pengulangan pengukuran (Suryani, 2019). Dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach Alpha (α). Kuisioner dinyatakan reliabel jika mempunyai nilai (α) > 0,60 (Wahyuni et al., 2018).
2. Uji Asumsi Klasik
Untuk memenuhi persamaan regresi yang digunakan, maka dilakukan uji asumsi klasik terhadap data penelitian. Pengujian tersebut meliputi:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan distribusi pada model regresi. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Model regresi dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikan (p-value) hitung > 0,05. Jika uji normalitas tidak terpenuhi maka hasil pengujian dikatakan tidak valid (Nengsy, 2018).
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah regresi memiliki korelasi antar variabel bebas (independen). Uji ini dapat dilihat dari tabel Coefficients jika batas tolerir > 0,1 dan VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas (Suryani, 2019).
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menyatakan bahwa pengujian heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi perbedaan variasi satu observasi ke observasi lain (Suryani, 2019). Metode yang digunakan pada uji heteroskedastisitas yaitu menggunakan scatterplot dimana ada atau tidak adanya heteroskedastisitas dilihat dengan ada atau tidak adanya pola tertentu pada grafik scatterplot. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak dapat dikatakan terjadi heteroskedastisitas (Nengsy, 2018). Untuk
lebih memastikan lolos atau tidaknya uji heteroskedastisitas dapat menggunakan uji gletser yaitu dengan melihat tabel cofficients dengan variabel absolut. Syarat dikatakan lolos uji heteroskedastisitas yaitu nilai Sig harus diatas 0,05 (> 0,05) (Suryani, 2019).
3. Analisis Regresi Berganda
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Adapun rumus dari regresi linear berganda adalah:
Keterangan:
Y = Variabel Dependen (Pengambilan Keputusan Bisnis) α = Konstanta
X1 = Sistem Informasi Akuntansi X2 = Teknologi Informasi
Β1β2 = Koefisien regresi variabel e = Error
4. Uji Parsial (Uji t)
T-test atau disebut uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur tingkat signifikansi atau keberartian setiap variabel bebas terhadap variabel terikat dalam model regresi, dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Apabila t-hitung > t-tabel maka variabel independen dapat menerangkan variabel dependennya atau dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan diantara dua variabel yang diteliti.
b. Apabila t-hitung < t-tabel maka variabel independen tidak dapat menerangkan variabel terikatnya atau dengan kata lain tidak terdapat pengaruh diantara dua variabel yang diteliti.
40 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Gambaran Umum UMKM Kabupaten Gowa
Usaha mikro, kecil dan menengah atau disingkat menjadi UMKM dapat diklasifikasikan menurut kriteria modal usaha atau hasil penjualan tahunan. Modal usaha yakni modal sendiri dan modal pinjaman untuk melakukan aktivitas usaha. Adapun kriteria yang dimaksud yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah UMKM No. 7 Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
a. Usaha mikro memiliki kekayaan bersih atau modal usaha paling banyak sebesar Rp 1 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan paling banyak sebesar Rp 2 miliar.
b. Usaha kecil memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 1 miliar dan paling banyak sebesar Rp 5 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar.
c. Usaha menengah memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 5 miliar dan paling banyak sebesar Rp 10 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 15 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.
Pada penelitian ini UMKM yang dijadikan sebagai objek adalah UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa tahun 2020. Adapun perkembangan UMKM dari tahun ke tahun dapat dilihat dari tabel di bawah ini (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa).
Tabel 4.1
Jumlah UMKM Kabupaten Gowa
No Keterangan Satuan Jumlah
2016 2017 2018 2019 2020 1 Mikro Unit 3.511 3.795 3.984 4.028 37.341
2 Kecil Unit 2.871 2.882 2.896 2.944 3.179
3 Menengah Unit 259 259 260 261 266
Total 6.641 6.936 7.104 7.233 40.786
Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 jumlah UMKM Kabupaten Gowa sebanyak 40.786. Dari jumlah tersebut didapatkan sampel sebanyak 100 UMKM. Adapun jenis usaha berdasarkan sampel tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.2
Jenis Usaha Berdasarkan Sampel
No Jenis Usaha Jumlah
14 Kecantikan (salon dan kosmetik) 10
15 Laundry 3
16 Barber shop 2
17 Dekorasi 2
18 Meubel 1
Sumber : Hasil Olah Data, 2021
B. Hasil Penelitian
1. Demografi Responden
Populasi pada penelitian ini adalah manajer atau pemilik UMKM di Kabupaten Gowa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang dititipkan di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Proses pendistribusian data dilakukan mulai tanggal 13 September sampai dengan 13 Oktober 2021. Data responden dapat dilihat melalui tabel dibawah ini yang menyajikan beberapa informasi umum tentang kondisi responden yang ditemukan pada penyebaran kuesioner yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Table 4.3
Distribusi Pengembalian Kuesioner
Keterangan Jumlah Persentase
Kuesioner yang dibagikan 100 100%
Kuesioner yang tidak kembali 0 0
Total Kuesioner yang kembali 100 100%
Sumber : Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel sebanyak 100 responden yang merupakan manajer atau pemilik UMKM yang secara acak dibagikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Pada penelitian ini total kuesioner yang dibagikan adalah sebanyak 100 kepada responden, sebanyak 100 kuesioner yang kembali dan dapat diolah. Jadi, tingkat pengembalian kuesioner sebanyak 100%.
a. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Untuk mengetahui responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.4
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-laki 43 43%
2 Perempuan 57 57%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan tabel 4.4, maka dapat disimpulkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 43 orang atau 43% sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 57 orang atau 57%.
b. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Untuk mengetahui responden berdssarkan pendidikan terakhir, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.5
Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Pendidikan Terkahir Jumlah Persentase
1 SMA/SMK 48 48%
2 S1 52 52%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan Tabel 4.5, dapat disimpulkan bahwa responden dengan pendidikan terakhir tingkat SMK/SMA sebanyak 48 orang atau 48% dan S1 sebanyak 52 orang atau 52%. Sehingga mayoritas pendidikan terakhir responden pada penelitian ini adalah S1.
c. Responden Berdasarkan Umur
Untuk mengetahui responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.6
Responden Berdasarkan Umur
No Umur Jumlah Persentase
1 15-30 Tahun 85 85%
2 31-40 Tahun 12 12%
3 41-50 Tahun 3 3%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan tabel 4.6, maka dapat disimpulkan bahwa bahwa responden berdasarkan umur 18-30 tahun sebanyak 85 orang atau 85%, umur 31-40 tahun sebanyak 12 orang atau 12%, dan umur 41-50 tahun sebanyak 3 orang atau 3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas umur responden penelitian ini adalah 18-30 tahun.
d. Responden Berdasarkan Lama Usaha
Untuk mengetahui responden berdasarkan lama usaha dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.7
Responden Berdasarkan Lama Usaha
No Lama Usaha Jumlah Persentase
1 0-3 Tahun 37 37%
2 4-6 Tahun 46 46%
3 7-9 Tahun 17 17%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan tabel 4.7, maka dapat disimpulkan bahwa responden berdasarkan lama usaha 0-3 tahun sebanyak 37 orang atau 37%, 4-6 tahun sebanyak 46 orang atau 46%, dan 7-9 tahun sebanyak 17 orang atau 17%. Sehinggan dapat disimpulkan bahwa mayoritas lama usaha responden penelitian ini adalah 4-6 tahun.
2. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Sistem Informasi Akuntansi No
Pertanyaan R Hitung R Tabel Kondisi Keterangan 1 0,574 0,1654 r hitung > r tabel Valid
Berdasarkan hasil uji validitas, kemudian dibandingkan dengan r hitung (pada signifikan 0,05 dengan uji 1 arah) dengan r tabel. Dari hasil uji tersebut, 8 item pernyataan dinyatakan valid karena r hitung > r tabel.
Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing item pernyataan tentang sistem informasi akuntansi adalah valid.
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Teknologi Informasi No
Pertanyaan R Hitung R Tabel Kondisi Keterangan 1 0,556 0,1654 r hitung > r tabel Valid
Berdasarkan hasil uji validitas, kemudian dibandingkan dengan r hitung (pada signifikan 0,05 dengan uji 1 arah) dengan r tabel. Dari hasil uji tersebut, 8 item pernyataan dinyatakan valid, karena r hitung > r tabel.
Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing item pernyataan tentang teknologi informasi adalah valid.
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Pengambilan Keputusan Bisnis No
Pertanyaan R Hitung R Tabel Kondisi Keterangan 1 0,463 0,1654 r hitung > r tabel Valid
Berdasarkan hasil uji validitas, kemudian dibandingkan dengan r hitung (pada signifikan 0,05 dengan uji 1 arah) dengan r tabel. Dari hasil uji tersebut, 8 item pernyataan dinyatakan valid, karena r hitung > r tabel.
Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing item pernyataan tentang pengambilan keputusan bisnis adalah valid.
b. Uji Reliabilitas
Hasil pengujian reliabilitas terhadap item-item pernyataan pada variabel sistem informasi akuntansi, teknologi informasi dan pengambilan keputusan dapat dilihat pada output Reliability Statistics dari nilai Cronbach Alpha pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.11 1 Sistem Informasi
Akuntansi 0,739 0,60 Reliabel
2 Teknologi Informasi 0,835 0,60 Reliabel
3 Pengambilan Keputusan 0,732 0,60 Reliabel Sumber: Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan dari data hasil pengujian reliabilitas pada tabel diatas diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha rata-rata diatas 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penenlitian ini dapat dikatakan reliabel.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan langka awal yang dilakukan untuk setiap analisis multiviate. Jika terdapat normalitas maka akan terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas disajikan pada gambar dibawah ini.
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas
Sumber: Hasil Olah Data, 2021
Pada gambar 4.1, normal probability plot secara seksama bahwa data menyebar sekitar garis diagonal atau sama dengan mengikuti dan mendekati garis diagonalnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas yaitu menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independent. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.12
Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerir VIF
Sistem Informasi
Akuntansi 0,834 1,199
Teknologi Informasi 0,834 1,199
Sumber: Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan tabel 4.10 menunjukkan hasil nilai tolerance > 0,10 untuk variabel sistem informasi akuntansi 0,834 dan teknologi informasi sebesar 0,834. Sedangkan nilai VIF kurang dari 10 untuk semua variabel independen tersebut, yaitu memiliki nilai yang sama sebesar 1,199. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam model regresi pada penelitian ini tidak mengalami multikolinearitas.
c. Uji Heterokedastisitas
Pada pembahasan ini dilakukan uji heteroskedastisitas dengan melihat pola titik-titik pada scatterplots regresi pada gambar berikut.
Gambar 4.2
Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber: Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan gambar diatas, dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik tersebut menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam model regersi.
Untuk lebih memastikan lolos atau tidaknya uji heteroskedastisitas dapat menggunakan uji gletser yaitu dengan melihat tabel cofficients dengan variabel absolut. Tabel tersebut dapat dilihat di bwah ini.
Tabel 4.13
Hasil Uji Heterokedastisitas Metode Gletser
Variabel Nilai Signifikan
Sistem Informasi Akuntansi 0,181
Teknologi Informasi 0,803
Sumber: Hasil Olah data, 2021
Berdasarkan uji heterokedastiditas metode gletser dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel sistem informasi akuntansi sebesar 0,181 sedangkan variabel teknologi informasi sebesar 0,803. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi masalah heterokedastisidas dalam model regresi.
4. Analisis Regresi Berganda
Hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.14
Hasil Uji Analisis Regresi Berganda
Model B Keterangan
(Constant) 17,765 Positif
Sistem Informasi Akuntansi 0,227 Positif
Teknologi Informasi 0,274 Positif
Sumber: Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda maka, dapat dilihat persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut.
a. Nilai constant sebesar 17,765 artinya jika variabel lain bernilai konstan, maka nilai Y akan berubah dengan sendirinya sebesar nilai konstanta yakni 17,765.
b. Koefisien regresi variabel X1 (sistem informasi akuntansi) sebesar 0,227 artinya jika nilai X1 (sistem informasi akuntansi) mengalami kenaikan sebesar 1 maka satuan maka Y (pengambilan keputusan bisnis) akan mengalami kenaikan sebesar 0,227 dengan asumsi variabel lain tetap.
c. Koefisien regresi variabel X2 (teknologi informasi) sebesar 0,274 artinya jika nilai X2 (teknologi informasi) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka Y (pengambilan keputusan bisnis) akkan mengalami kenaikan sebesar 0,274 dengan asumsi variabel lain tetap.
Nilai konstanta dan koefisien regresi pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan bisnis.
5. Uji Parsial (Uji T)
Hasil uji parsial (uji t) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.15 Hasil Uji Parsial (Uji t)
Variabel T Hitung T Tabel Keterangan
Sistem Informasi
Akuntansi 2,060 1,66071 Signifikan
Teknologi Informasi 3,607 1,66071 Signifikan Sumber: Hasil Olah Data, 2021
Berdasarkan tabel uji parsial (uji t) maka terdapat pengaruh
Berdasarkan tabel uji parsial (uji t) maka terdapat pengaruh