• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen NURILMI KHAIRANI NIM: (Halaman 50-0)

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yaitu analisis data yang diperoleh dari daftar pernyataan yang telah diolah ke dalam bentuk

angka-angka dan pembahasannya melalui perhitungan statistik. Pada penelitian ini perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SPSS.

1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas

Suatu kuesioner tersebut diterima atau ditolak maka diperlukannya uji validitas (Suryani, 2019). Untuk mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara mengorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.

Metode keputusan yang diambil untuk uji validitas (Suryani, 2019) sebagai berikut :

1) Atas dasar signifikan

Nominal signifikan >0,05 maka butir disimpulkan tidak valid, nominal signifikan <0,05 maka butir disimpulkan valid.

2) Berdasarkan nilai korelasi

Nominal r hitung < r tabel butir disimpulkan tidak valid, nominal r hitung > r tabel butir disimpulkan valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat untuk melihat sebuah instrumen pengukuran, apakak konsisten atau belum bila dilakukan pengulangan pengukuran (Suryani, 2019). Dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach Alpha (α). Kuisioner dinyatakan reliabel jika mempunyai nilai (α) > 0,60 (Wahyuni et al., 2018).

2. Uji Asumsi Klasik

Untuk memenuhi persamaan regresi yang digunakan, maka dilakukan uji asumsi klasik terhadap data penelitian. Pengujian tersebut meliputi:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan distribusi pada model regresi. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Model regresi dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikan (p-value) hitung > 0,05. Jika uji normalitas tidak terpenuhi maka hasil pengujian dikatakan tidak valid (Nengsy, 2018).

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah regresi memiliki korelasi antar variabel bebas (independen). Uji ini dapat dilihat dari tabel Coefficients jika batas tolerir > 0,1 dan VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas (Suryani, 2019).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas menyatakan bahwa pengujian heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi perbedaan variasi satu observasi ke observasi lain (Suryani, 2019). Metode yang digunakan pada uji heteroskedastisitas yaitu menggunakan scatterplot dimana ada atau tidak adanya heteroskedastisitas dilihat dengan ada atau tidak adanya pola tertentu pada grafik scatterplot. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak dapat dikatakan terjadi heteroskedastisitas (Nengsy, 2018). Untuk

lebih memastikan lolos atau tidaknya uji heteroskedastisitas dapat menggunakan uji gletser yaitu dengan melihat tabel cofficients dengan variabel absolut. Syarat dikatakan lolos uji heteroskedastisitas yaitu nilai Sig harus diatas 0,05 (> 0,05) (Suryani, 2019).

3. Analisis Regresi Berganda

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Adapun rumus dari regresi linear berganda adalah:

Keterangan:

Y = Variabel Dependen (Pengambilan Keputusan Bisnis) α = Konstanta

X1 = Sistem Informasi Akuntansi X2 = Teknologi Informasi

Β1β2 = Koefisien regresi variabel e = Error

4. Uji Parsial (Uji t)

T-test atau disebut uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur tingkat signifikansi atau keberartian setiap variabel bebas terhadap variabel terikat dalam model regresi, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Apabila t-hitung > t-tabel maka variabel independen dapat menerangkan variabel dependennya atau dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan diantara dua variabel yang diteliti.

b. Apabila t-hitung < t-tabel maka variabel independen tidak dapat menerangkan variabel terikatnya atau dengan kata lain tidak terdapat pengaruh diantara dua variabel yang diteliti.

40 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Gambaran Umum UMKM Kabupaten Gowa

Usaha mikro, kecil dan menengah atau disingkat menjadi UMKM dapat diklasifikasikan menurut kriteria modal usaha atau hasil penjualan tahunan. Modal usaha yakni modal sendiri dan modal pinjaman untuk melakukan aktivitas usaha. Adapun kriteria yang dimaksud yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah UMKM No. 7 Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

a. Usaha mikro memiliki kekayaan bersih atau modal usaha paling banyak sebesar Rp 1 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan paling banyak sebesar Rp 2 miliar.

b. Usaha kecil memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 1 miliar dan paling banyak sebesar Rp 5 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar.

c. Usaha menengah memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 5 miliar dan paling banyak sebesar Rp 10 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 15 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Pada penelitian ini UMKM yang dijadikan sebagai objek adalah UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa tahun 2020. Adapun perkembangan UMKM dari tahun ke tahun dapat dilihat dari tabel di bawah ini (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa).

Tabel 4.1

Jumlah UMKM Kabupaten Gowa

No Keterangan Satuan Jumlah

2016 2017 2018 2019 2020 1 Mikro Unit 3.511 3.795 3.984 4.028 37.341

2 Kecil Unit 2.871 2.882 2.896 2.944 3.179

3 Menengah Unit 259 259 260 261 266

Total 6.641 6.936 7.104 7.233 40.786

Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 jumlah UMKM Kabupaten Gowa sebanyak 40.786. Dari jumlah tersebut didapatkan sampel sebanyak 100 UMKM. Adapun jenis usaha berdasarkan sampel tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2

Jenis Usaha Berdasarkan Sampel

No Jenis Usaha Jumlah

14 Kecantikan (salon dan kosmetik) 10

15 Laundry 3

16 Barber shop 2

17 Dekorasi 2

18 Meubel 1

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

B. Hasil Penelitian

1. Demografi Responden

Populasi pada penelitian ini adalah manajer atau pemilik UMKM di Kabupaten Gowa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang dititipkan di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Proses pendistribusian data dilakukan mulai tanggal 13 September sampai dengan 13 Oktober 2021. Data responden dapat dilihat melalui tabel dibawah ini yang menyajikan beberapa informasi umum tentang kondisi responden yang ditemukan pada penyebaran kuesioner yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Table 4.3

Distribusi Pengembalian Kuesioner

Keterangan Jumlah Persentase

Kuesioner yang dibagikan 100 100%

Kuesioner yang tidak kembali 0 0

Total Kuesioner yang kembali 100 100%

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel sebanyak 100 responden yang merupakan manajer atau pemilik UMKM yang secara acak dibagikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Pada penelitian ini total kuesioner yang dibagikan adalah sebanyak 100 kepada responden, sebanyak 100 kuesioner yang kembali dan dapat diolah. Jadi, tingkat pengembalian kuesioner sebanyak 100%.

a. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Untuk mengetahui responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.4

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 43 43%

2 Perempuan 57 57%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel 4.4, maka dapat disimpulkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 43 orang atau 43% sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 57 orang atau 57%.

b. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Untuk mengetahui responden berdssarkan pendidikan terakhir, dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.5

Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Pendidikan Terkahir Jumlah Persentase

1 SMA/SMK 48 48%

2 S1 52 52%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan Tabel 4.5, dapat disimpulkan bahwa responden dengan pendidikan terakhir tingkat SMK/SMA sebanyak 48 orang atau 48% dan S1 sebanyak 52 orang atau 52%. Sehingga mayoritas pendidikan terakhir responden pada penelitian ini adalah S1.

c. Responden Berdasarkan Umur

Untuk mengetahui responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.6

Responden Berdasarkan Umur

No Umur Jumlah Persentase

1 15-30 Tahun 85 85%

2 31-40 Tahun 12 12%

3 41-50 Tahun 3 3%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel 4.6, maka dapat disimpulkan bahwa bahwa responden berdasarkan umur 18-30 tahun sebanyak 85 orang atau 85%, umur 31-40 tahun sebanyak 12 orang atau 12%, dan umur 41-50 tahun sebanyak 3 orang atau 3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas umur responden penelitian ini adalah 18-30 tahun.

d. Responden Berdasarkan Lama Usaha

Untuk mengetahui responden berdasarkan lama usaha dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.7

Responden Berdasarkan Lama Usaha

No Lama Usaha Jumlah Persentase

1 0-3 Tahun 37 37%

2 4-6 Tahun 46 46%

3 7-9 Tahun 17 17%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel 4.7, maka dapat disimpulkan bahwa responden berdasarkan lama usaha 0-3 tahun sebanyak 37 orang atau 37%, 4-6 tahun sebanyak 46 orang atau 46%, dan 7-9 tahun sebanyak 17 orang atau 17%. Sehinggan dapat disimpulkan bahwa mayoritas lama usaha responden penelitian ini adalah 4-6 tahun.

2. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas Sistem Informasi Akuntansi No

Pertanyaan R Hitung R Tabel Kondisi Keterangan 1 0,574 0,1654 r hitung > r tabel Valid

Berdasarkan hasil uji validitas, kemudian dibandingkan dengan r hitung (pada signifikan 0,05 dengan uji 1 arah) dengan r tabel. Dari hasil uji tersebut, 8 item pernyataan dinyatakan valid karena r hitung > r tabel.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing item pernyataan tentang sistem informasi akuntansi adalah valid.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas Teknologi Informasi No

Pertanyaan R Hitung R Tabel Kondisi Keterangan 1 0,556 0,1654 r hitung > r tabel Valid

Berdasarkan hasil uji validitas, kemudian dibandingkan dengan r hitung (pada signifikan 0,05 dengan uji 1 arah) dengan r tabel. Dari hasil uji tersebut, 8 item pernyataan dinyatakan valid, karena r hitung > r tabel.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing item pernyataan tentang teknologi informasi adalah valid.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Pengambilan Keputusan Bisnis No

Pertanyaan R Hitung R Tabel Kondisi Keterangan 1 0,463 0,1654 r hitung > r tabel Valid

Berdasarkan hasil uji validitas, kemudian dibandingkan dengan r hitung (pada signifikan 0,05 dengan uji 1 arah) dengan r tabel. Dari hasil uji tersebut, 8 item pernyataan dinyatakan valid, karena r hitung > r tabel.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing item pernyataan tentang pengambilan keputusan bisnis adalah valid.

b. Uji Reliabilitas

Hasil pengujian reliabilitas terhadap item-item pernyataan pada variabel sistem informasi akuntansi, teknologi informasi dan pengambilan keputusan dapat dilihat pada output Reliability Statistics dari nilai Cronbach Alpha pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.11 1 Sistem Informasi

Akuntansi 0,739 0,60 Reliabel

2 Teknologi Informasi 0,835 0,60 Reliabel

3 Pengambilan Keputusan 0,732 0,60 Reliabel Sumber: Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan dari data hasil pengujian reliabilitas pada tabel diatas diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha rata-rata diatas 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penenlitian ini dapat dikatakan reliabel.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan langka awal yang dilakukan untuk setiap analisis multiviate. Jika terdapat normalitas maka akan terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas disajikan pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas

Sumber: Hasil Olah Data, 2021

Pada gambar 4.1, normal probability plot secara seksama bahwa data menyebar sekitar garis diagonal atau sama dengan mengikuti dan mendekati garis diagonalnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas yaitu menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independent. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.12

Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel Tolerir VIF

Sistem Informasi

Akuntansi 0,834 1,199

Teknologi Informasi 0,834 1,199

Sumber: Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel 4.10 menunjukkan hasil nilai tolerance > 0,10 untuk variabel sistem informasi akuntansi 0,834 dan teknologi informasi sebesar 0,834. Sedangkan nilai VIF kurang dari 10 untuk semua variabel independen tersebut, yaitu memiliki nilai yang sama sebesar 1,199. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam model regresi pada penelitian ini tidak mengalami multikolinearitas.

c. Uji Heterokedastisitas

Pada pembahasan ini dilakukan uji heteroskedastisitas dengan melihat pola titik-titik pada scatterplots regresi pada gambar berikut.

Gambar 4.2

Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber: Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan gambar diatas, dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik tersebut menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam model regersi.

Untuk lebih memastikan lolos atau tidaknya uji heteroskedastisitas dapat menggunakan uji gletser yaitu dengan melihat tabel cofficients dengan variabel absolut. Tabel tersebut dapat dilihat di bwah ini.

Tabel 4.13

Hasil Uji Heterokedastisitas Metode Gletser

Variabel Nilai Signifikan

Sistem Informasi Akuntansi 0,181

Teknologi Informasi 0,803

Sumber: Hasil Olah data, 2021

Berdasarkan uji heterokedastiditas metode gletser dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel sistem informasi akuntansi sebesar 0,181 sedangkan variabel teknologi informasi sebesar 0,803. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi masalah heterokedastisidas dalam model regresi.

4. Analisis Regresi Berganda

Hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.14

Hasil Uji Analisis Regresi Berganda

Model B Keterangan

(Constant) 17,765 Positif

Sistem Informasi Akuntansi 0,227 Positif

Teknologi Informasi 0,274 Positif

Sumber: Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda maka, dapat dilihat persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut.

a. Nilai constant sebesar 17,765 artinya jika variabel lain bernilai konstan, maka nilai Y akan berubah dengan sendirinya sebesar nilai konstanta yakni 17,765.

b. Koefisien regresi variabel X1 (sistem informasi akuntansi) sebesar 0,227 artinya jika nilai X1 (sistem informasi akuntansi) mengalami kenaikan sebesar 1 maka satuan maka Y (pengambilan keputusan bisnis) akan mengalami kenaikan sebesar 0,227 dengan asumsi variabel lain tetap.

c. Koefisien regresi variabel X2 (teknologi informasi) sebesar 0,274 artinya jika nilai X2 (teknologi informasi) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka Y (pengambilan keputusan bisnis) akkan mengalami kenaikan sebesar 0,274 dengan asumsi variabel lain tetap.

Nilai konstanta dan koefisien regresi pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan bisnis.

5. Uji Parsial (Uji T)

Hasil uji parsial (uji t) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.15 Hasil Uji Parsial (Uji t)

Variabel T Hitung T Tabel Keterangan

Sistem Informasi

Akuntansi 2,060 1,66071 Signifikan

Teknologi Informasi 3,607 1,66071 Signifikan Sumber: Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel uji parsial (uji t) maka terdapat pengaruh signifikan dan positif pada pengambilan keputusan bisnis terhadap sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi. Hal ini dapat diketahui dari nilai t hitung sistem informasi akuntansi lebih besar dari nilai t tabel 2,060 >

1,66071 dan untuk teknologi informasi 3,607 > 1,66071. Untuk nilai signifikannya dapat diketahui dengan nilai signifikan sistem informasi akuntansi yaitu 0,042 lebih kecil dari 0,05 dan teknologi informasi 0,000 lebih kecil dari 0,50.

C. Pembahasan

1. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis

Hasil pengujian pertama dalam penenlitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan bisnis. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori kontijensi yang menjelasakan beberapa variasi dalam struktur organisasi.

Teori Kontinjensi dapat digunakan sebagai penganalisa desain dan sistem informasi akuntansi untuk memberikan informasi yang dapat digunakan

oleh perusahaan untuk berbagai tujuan salah satunya untuk pengambilan keputusan.

Menurut Suryo (2007) dalam (Yousida & Lestari, 2019) penggunaan sistem informasi akuntansi pada bisnis yang dikelola akan memungkinkan pihak yang berkepentingan memperoleh banyak data dari laporan keuangan yang disediakan, salah satunya tentang berapa keuntungan yang dihasilkan, berapa tambahan modal yang dicapai, bagaimana kondisi kekayaan dan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan adanya sistem informasi akuntansi dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna dalam bentuk penyedia berbagai informasi keuangan untuk kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan (Maisur, 2019).

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, memungkinkan untuk para UMKM untuk mengukur risiko dari beberapa operasi yang dilakukan atau dapat memprediksi laba di masa dengan sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan (Wahyuni et al., 2018).

Untuk UMKM, sistem informasi akuntansi sangat diperlukan untuk berurusan dengan hal-hal dengan tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi di pasar yang lebih kompetitif sekarang. Selain itu penggunaan atau penerapan sistem informasi akuntansi pada UMKM juga menghasilkan perbaikan dalam pengelolaan administrasi mengenai akuntansi dan keuangan. Dengan adanya informasi akuntansi pelaku UMKM dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat untuk keberhasilan usahanya maupun keputusan pengembangan pasar, penetapan harga, dan keputusan bisnisnya (Sagita et al., 2021). Selain itu, sistem informasi akuntansi menghasilkan sebuah informasi yang dapat digunakan untuk

mendukung kegiatan rutin, mendukung keputusan, dan perencanaan dan pengendalian dan juga berguna untuk menjaga akurasi data keuangan (Yousida & Lestari, 2019). Dengan diselenggarakannya sistem informasi akuntansi secara tepat maka UMKM dapat menyediakan informasi yang lebih lengkap dan terstruktur terkait usaha dan posisi keuangannya.

Hasil penelitian ini senada dengan hasil penelitian Maisur dan Umar (2019) yang menunjukkan hasil bahwa dengan penerapan sistem informasi akuntansi, sangat mudah dan akurat bagi seorang manajer dalam pengambilan keputusan dari berbagai komponen.

2. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis

Hasil temuan dalam penelitian ini menyatakan bahwa teknologi informasi berpengaruh posistif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan bisnis. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori kontijensi yang menjelasakan beberapa variasi dalam struktur organisasi. Teori Kontinjensi ini berkaitan dengan keperilakuan seseorang dengan berinteraksi untuk penyesuaian dan pengendalian terhadap kelangsungan hidup suatu usaha.

Teori kontinjensi ini merupakan alat pertama dan yang paling terkenal untuk menjelaskan berbagai variasi dalam sebuah struktur organisasi.

Teori kontinjensi dan hubungannya dengan teknologi informasi yaitu dapat digunakan sebagai penganalisis desain untuk memberikan sebuah informasi yang bermanfaat bagi perusahaan yang digunakan untuk berbagai macam tujuan sehingga dapat menghasilkan suatu keputusan dan untuk menghadapi persaingan dalam bisnis (Dan et al., 2017).

Teknologi informasi dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan memiliki seperangkat elemen yang mendukung pengambilan keputusan bagi pelaku UMKM yang lebih baik karena dipengaruhi oleh kecepatan, ketepatan, dan keakuratan (Fatimah, 2021). Para pelaku UMKM perlu meningkatkan teknologi informasinya melalui pembenahan sistem dan pemeliharaan perangkat teknologi informasi agar pelaku UMKM tersebut dapat lebih efisien dalam mengoperasionalkan, memperoleh informasi serta dapat memanfaatkannya sebagai media promosi atau pengenalan diri secara luas kepada masyarakat agar dapat mengembangkan usahanya. Penggunaan teknologi informasi akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan (Nengsy, 2018). Teknologi informasi dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk berbagai kegiatan, diantaranya mempromosikan usahanya, meningkatkan kualitas komunikasi dan membangun hubungan yang kuat dengan mitra bisnis (Sagita et al., 2021). Definisi teknologi informasi secara lengkap dinyatakan sebagai teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengirim informasi. Teknologi yang digunakan di sistem teknologi informasi adalah teknologi komputer, teknologi komunikasi, serta teknologi apapun yang dapat memberikan nilai tambah untuk sebuah organisasi. Adanya nilai tambah tersebut dapat dinilai dengan melihat kualitas informasi yang dihasilkan (Nengsy, 2018).

Bagi pelaku UMKM, teknologi informasi bermanfaat karena kegiatan usaha yang dilakukan tidak hanya berhadapan dengan UMKM yang sejenis melainkan juga menghadapi serbuan produk-produk dari luar yang

memungkinkan kualitas produk yang lebih baik (Akhmad & Purnomo, 2021). Ada dua faktor yang mempengaruhi para pelaku UMKM menggunakan teknologi informasi yaitu faktor internal dan eksternal (Akhmad & Purnomo, 2021). Faktor internal terdiri atas keputusan pelaku UMKM yang ingin menggunakan teknologi informasi, adanya modal atau anggaran untuk pengembangan teknologi informasi, sumber daya manusia bidang teknologi informasi yang ada di UMKM, serta karena adanya aplikasi teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya atau karakteristik UMKM itu sendiri. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi untuk menggunakan teknologi informasi oleh UMKM diantaranya karena lingkungan ynag kompetitif (persaingan dengan UMKM lain), pemerintah, pelanggan dan supplier, serta konsultan teknologi informasi dan vendor.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sagita et al., (2021), dimana sebagian UMKM telah merasakan manfaat dari adanya teknologi informasi, karena dengan teknologi informasi UMKM dapat memanfaatkannya dalam membangun relasi dengan mitra bisnisnya dan dengan mudah mengontrol jalannya bisnis serta dapat dikerjakan dimana saja tanpa terikat dengan ruang dan waktu. Hal tersebut bagi UMKM tentu akan menghasilkan output yang maksimal dan berdampak terhadap pengambilan keputusan bagi manajer atau pemilik UMKM.

Teknologi informasi memberi manfaat terhadap pelaku UMKM untuk berbagai kegiatan, diantaranya mempromosikan usahanya, meningkatkan kualitas komunikasi dan membangun hubungan yang kuat dengan mitra bisnis.

56 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini tentang pengaruh sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Nilai koefisien regresi sistem informasi akuntansi bersifat posistif, artinya sistem informasi akuntansi memiliki pengaruh posisitf terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa. Sedangkan nilai t hitung variabel sistem informasi akuntansi menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari nilai t tabel. Artinya sistem informasi akuntansi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

2. Nilai koefisien regresi teknologi informasi bersifat positif, artinya tenologi informasi memiliki pengaruh positif terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) Kabupaten Gowa.

Sedangkan nilai t hitung variabel teknologi informasi menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari nilai t tabel. Artinya teknologi informasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

B. Saran

Beberapa saran yang dapat diuraikan oleh peneliti:

1. Bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Gowa yang belum menerapkan sistem informasi akuntansi, sebaiknya senantiasa menerapkan sistem informasi akuntansi dan yang telah menggunakan sistem informasi akuntansi agar terus memperbarui sistem tersebut sehingga dalam penyusunan keuangan perusahaan atau bisnis dapat tersedia lebih baik.

Dengan tersedianya sistem informasi akuntansi maka dapat dengan mudah dalam proses pengambilan keputusan bisnisnya. Sistem informasi akuntansi untuk UMKM memiliki fungsi yang hampir sama pada jenis usaha yang besar. Sistem informasi akuntansi secara luas tidak hanya menyediakan sistem pencatatan, tetapi merupakan sistem yang digunakan untuk mengolah informasi keuangan sehingga menghasilkan data yang kompeten dan kritis, serta dapat dianalisis lebih lanjut untuk pengembangan perusahaan ke depannya. Walaupun jenis perusahaannya mikro, kecil dan menengah tetapi dengan standar yang prosedur yang jelas, akan terbentuk alat ukur yang berguna untuk memantau kinerja

Dengan tersedianya sistem informasi akuntansi maka dapat dengan mudah dalam proses pengambilan keputusan bisnisnya. Sistem informasi akuntansi untuk UMKM memiliki fungsi yang hampir sama pada jenis usaha yang besar. Sistem informasi akuntansi secara luas tidak hanya menyediakan sistem pencatatan, tetapi merupakan sistem yang digunakan untuk mengolah informasi keuangan sehingga menghasilkan data yang kompeten dan kritis, serta dapat dianalisis lebih lanjut untuk pengembangan perusahaan ke depannya. Walaupun jenis perusahaannya mikro, kecil dan menengah tetapi dengan standar yang prosedur yang jelas, akan terbentuk alat ukur yang berguna untuk memantau kinerja

Dalam dokumen NURILMI KHAIRANI NIM: (Halaman 50-0)

Dokumen terkait