• Tidak ada hasil yang ditemukan

NURILMI KHAIRANI NIM:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NURILMI KHAIRANI NIM:"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

iii

SKRIPSI

NURILMI KHAIRANI NIM: 105731127717

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

2021

(2)

JUDUL PENELITIAN:

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS

PELAKU USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Oleh:

NURILMI KHAIRANI NIM: 105731127717

Untuk Memenuhi Persayaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

2021

(3)

MOTTO

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

Jadilah Baik Tanpa Melihat Siapa Mereka

PERSEMBAHAN

Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya sehingga skripsi ini telag terselesaikan dengan baik.

Alhamdulillahi Rabbil’alamin,

Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta, orang-orang yang saya sayang, serta almamaterku

PESAN DAN KESAN

Menjalani perkuliahan hingga selesai adalah sebuah pilihan.

Lakukan dan selesaikan pilihan itu.

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii ABSTRAK

NURILMI KHAIRANI, 2021, Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Gowa. Skripsi, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Dibimbing Oleh Ismail Badollahi dan Wahyuni.

Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa. Sampel diambil dari pelaku UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupatten Gowa. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu data primer. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Skala Likert. Adapun alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 25.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi berpengaruh posisitf dan signifikan terhadap pengambilan keputusan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

Kata Kunci: Pengambilan Keputusan, Sistem Informasi Akuntansi, Teknologi Informasi

(8)

viii ABSTRACK

NURILMI KHAIRANI, 2021, The Effect of Accounting Information Systems and Information Technology on Decision Making of Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) Gowa Regency. Research, Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar, Supervised by Ismail Badollahi and Wahyuni.

The purpose of this study is a type of quantitative research with the aim of knowing the effect of accounting information systems and information technology on the decision making of micro, small and medium enterprises (MSME) in Gowa Regency. The sample was taken from MSME actors registered with the Gowa Regency Cooperatives and MSME Service. The type of data used in this study used the Likert Scale method. The analytical tool used in this research is the aplication of the Statistical Package for the Social Science (SPSS) version 25.

The results of the study indicate that accounting information systems and information technology have a positive and significant effect on the decision makingof micro, small and medium enterprise (MSME) in Gowa Regency.

Keywords: Decision Making, Accounting Information Systems, Information Technology

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.

Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulis skripsi yang berjudul “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi Terhadap Pengambilan Keputusan Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Gowa“ dapat penulis selesaikan.

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program sarjana (S1) pada Fakultaas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar).

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis Bapak Haeruddin dan Ibu Nahariah yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa yang tulus. Dan saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, serta dukungan baik secara materi maupun moral, dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

(10)

x

Penulis sadar bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak . untuk itu penulis tak lupa menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE. M. Si selaku Dekan beserta seluruh Staff Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

3. Ibu Mira, SE., M.Ak Selaku Plt Ketua Program Studi Akuntansi.

4. Bapak Ismail Badollahi, SE., M.Si. Ak. CA. CSP selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.

5. Ibu Wahyuni, SE., M.Ak selaku pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.

7. Pimpinan serta pegawai Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa yang telah memberi izin meneliti sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan baik.

8. Terima Kasih Kepada Aswar, Alia, Mita, Dinda, Kina, Wana, Sahrul, Andry, Sam, Halimah, Azizah, Husna untuk selalu memberi bantuan yang tidak sedikit dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

(11)

xi

9. Untuk teman-teman Akuntansi G angkatan 2017 yang telah banyak membantu selama proses perkuliahan.

10. Terima kasih kepada semua orang yang telah terlibat untuk membantu dalam proses penyusunan skripsi ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

11. Terakhir, terima kasih kepada diri saya sendiri karena telah berjuang untuk menyelesaikan skripsi ini.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamnya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan skripsi ini.

Mudah-mudahan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Nashrun min Allahu wa Fathun Karien, Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalmualaikum Wr. Wb.

Makassar, 9 November 2021

Penulis,

Nurilmi Khairani

(12)

xii DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

SURAT PERNYATAAN ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10

A. Teori Kontinjensi ... 10

B. Sistem Informasi Akuntansi ... 10

(13)

xiii

C. Teknologi Informasi ... 16

D. Pengambilan Keputusan ... 19

E. Penelitian Terdahulu ... 24

F. Kerangka Konseptual ... 27

G. Hipotesis ... 27

BAB III METODE PENELITIAN ... 31

A. Jenis Penelitian ... 31

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 31

C. Jenis dan Sumber Data ... 31

D. Populasi dan Sampel ... 32

E. Teknik Pengumpulan Data ... 34

F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 34

G.Teknik Analisis Data ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 40

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 40

B. Hasil Penelitian ... 42

C. Pembahasan ... 51

BAB V PENUTUP ... 56

A. Kesimpulan ... 56

B. Saran... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 58 LAMPIRAN

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kategori Pemprosesan Informasi dan Alat Teknologi Informasi .... 19

Tabel 2.2 Daftar Penelitian Terdahulu ... 24

Tabel 4.1 Jumlah UMKM Kabupaten Gowa ... 41

Tabel 4.2 Jenis Usaha Berdasarkan Sampel ... 41

Tabel 4.3 Distribusi Pengembalian Kuesioner ... 42

Tabel 4.4 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 43

Tabel 4.5 Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 43

Tabel 4.6 Responden Berdasarkan Umur ... 44

Tabel 4.7 Responden Berdasarkan Lama Usaha ... 44

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Sistem Informasi Akuntansi ... 45

Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Teknologi Informasi ... 45

Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Pengambilan Keputusan ... 46

Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas ... 46

Tabel 4.12 Hasil Uji Multikolinearitas ... 48

Tabel 4.13 Hasil Uji Heterokedastisitas Metode Gletser ... 49

Tabel 4.12 Uji Analisis Regresi Berganda ... 50

Tabel 4.15 Hasil Uji Parsial (Uji T) ... 51

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pikir... 27 Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas ... 47 Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 49

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

UMKM merupakan salah satu zona ekonomi yang sangat diperhitungkan di Indonesia sebab kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi baik nasional ataupun wilayah. Hal tersebut bisa dilihat di tengah krisis global periode 1999- 2000 nyatanya UMKM sanggup bertahan serta tumbuh apalagi dikatakan kalau UMKM sanggup berfungsi serta berperan selaku katup pengaman dalam perihal penyerapan tenaga kerja (Awalia et al., 2018).

UMKM mempunyai kedudukan yang signifikan dalam meningkatkan lapangan kerja, membentuk produk domestik bruto (PDB), serta sediakan jaring pengaman, terutama untuk warga yang terserang akibat krisis keuangan serta ekonomi. Donasi UMKM dalam penciptaan (PDB) tahun 2018 hendak menggapai 14.038.598,5 (dalam milyar) (Mahfud, 2021).

Usaha Mikro merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Di Indonesia yang mengatur tentang UMKM adalah Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021. Adapun kriteria UMKM menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, adalah sebagai berikut:

1. Usaha mikro memiliki kekayaan bersih atau modal usaha paling banyak sebesar Rp 1 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan paling banyak sebesar Rp 2 miliar.

2. Usaha kecil memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 1 miliar dan paling banyak sebesar Rp 5 miliar diluar tanah dan bangunan

(17)

tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar.

3. Usaha menengah memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 5 miliar dan paling banyak sebesar Rp 10 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 15 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Indonesia saat ini sedang berada di era covid 19. Selain faktor kesehatan yang menjadi masalah pokok, perekonomian juga menjadi salah satu masalah. Permasalahan penurunan ekonomi di era pandemi ini, disebabkan karena penurunan aktivitas ekonomi masyarakat. Penurunan ini tentunya ikut berdampak pada sektor pariwisata, industri dan perdagangan, serta pelaku usaha UMKM (Alfrian & Pitaloka, 2020). Karena ekonomi terpuruk akibat pandemi, maka pelaku UMKM harus jeli dalam mengambil keputusan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat pembukuan perusahaan yang rapi. Seluruh transaksi keuangan, baik berupa pemasukan, pengeluaran, dan transaksi lain harus tersusun dengan baik (Alfrian &

Pitaloka, 2020). Karena adanya pandemi covid tersebut, diperlukan adanya usaha atau strategi untuk mengatasi permasalahn tersebut untuk menjaga keberlangsungan hidup UMKM.

Perkembangan zaman yang semakin pesat mengharuskan para pelaku yang bergerak di bidang ekonomi utamanya UMKM agar memiliki strategi yang kuat sehingga produk dan jasa yang dipasarkan bisa diminati dan dikonsumsi oleh masyarakat banyak. Suatu perusahaan atau UMKM dapat dikatakan baik atau buruk dalam pelaksanaan tugas, rendahnya tujuan yang dicapai dapat dinilai berdasarkan keputusan yang diambil oleh pemilik UMKM.

(18)

Peran pemilik UMKM dalam perusahaan diperlukan untuk dapat mengatur seluruh kegiatan perusahaan dengan sebuah perencanaan. Persaingan bisnis yang semakin meningkat, mengharuskan perusahaan agar memanfaatkan kemampuan semaksimal mungkin agar tetap unggul dan bertahan. Oleh karenanya, seorang manajer atau pemilik UMKM perlu memiliki kemampuan untuk dapat melihat dan menggunakan peluang, mengidentifikasi masalah, dan menyeleksi proses adaptasi dengan tepat. Seorang pemilik UMKM juga mempunyai kewajiban untuk mempertahankan kelangsungan hidup serta mengendalikan perusahaan hingga tujuan yang diinginkan tercapai. Seorang manajer dalam UMKM yang umumnya juga merupakan pemilik perusahaan perlu memperoleh informasi yang bermanfaat agar dapat mengambil keputusan yang berkualitas (Eriani & Fanani, 2019).

Informasi begitu penting bagi perusahaan, karena alternatif yang akan diambil bergantung pada ketersediaan informasi tersebut. Salah satu informasi yang penting tersebut adalah mengenai informasi akuntansi.

Informasi akuntansi mempunyai peran penting untuk mencapai keberhasilan usaha, termasuk bagi usaha kecil (Prastika & Purnomo, 2019). Informasi akuntansi merupakan bagian terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen pada perusahaan terutama yang berhubungan mengenai data keuangan suatu perusahaan (Sagita el al., 2021). Sistem informasi akuntansi dapat menjadi sebuah dasar yang andal dalam pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha kecil dan menengah, diantaranya sebagai keputusan penetapan harga, mengembangkan pasar, termasuk untuk keputusan investasi (Prastika & Purnomo, 2019). Oleh karena itu, suatu informasi yang disediakan oleh sistem informasi akuntansi sangat

(19)

mempengaruhi keputusan oleh pemilik perusahaan atau UMKM. Dengan adanya informasi akuntansi yang digunakan oleh UMKM dapat menjadi sebuah petunjuk untuk memilih keputusan yang paling baik dalam mengalokasikan sumber daya yang langka dalam aktivitas bisnis dan ekonomi (Sagita et al., 2021). Namun dalam kenyataannya, pengusaha kecil tidak menggunakan informasi akuntansi dalam mengelola usahanya, yang menyebabkan kualitas laporan keuangan pada UMKM masih rendah (Prastika

& Purnomo, 2019). Salah satu penyebab tidak terselenggarakannya sistem informasi akuntansi yaitu karena terbatasnya pengetahuan akuntansi pemilik UMKM (Prastika & Purnomo, 2019).

Selain dengan sistem informasi akuntansi, pengelolaan sebuah perusahaan tidak dapat disangkal lagi pun harus dilakukan dengan menggunakan serta memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya juga UMKM. Selain tingat persaingan bisnis yang semakin kompetitif, kebutuhan akan efisiensi dan efektifitas dalam manajemen perusahaan sendiri menuntut setiap perusahaan untuk siap dan mengadopsi penggunaan teknologi tersebut (Sani et al., 2020). Sistem dan memanfaatkan teknologi informasi memiliki ketelitian sehingga pekerjaan dapat lebih efisien serta efektif penggunaannya dibandingkan dengan manual (Kamal et al., 2020). Sebuah teknologi informasi dimanfaatkan oleh pelaku bisnis guna dalam berbagai kegiatan yang memberikan fleksibilitas dalam hal produksi, mempromosikan usaha, memperluas pasar, memperkuat kualitas komunikasi dan jaringan sosial, dan menggunakan data dari daerah lain serta mempererat hubungan yang kuat dengan mitra bisnis (Sagita et al., 2021). Teknologi informasi bermanfaat untuk mengurangi biaya dalam proses bisnis, terutama bagi UMKM agar

(20)

mengalokasikan dan menyimpan anggaran untuk penggunaan lainnya (Fatimah & Azlina, 2021). Atas dasar hal tersebutlah, maka pelaku UMKM perlu memanfaatkan teknologi informasi.

Perusahaan terus mengembangkan teknologi informasi yang berdasarkan pada aktivitas usaha yang semakin kompleks. Pengembangan teknologi informasi tersebut berperan penting dalam hal tujuan perusahaan untuk menyesuaikan keperluan usaha, mengimbangi kompleksitas bisnis, memudahkan untuk memperoleh informasi dan mendistribusikan kembali setelah menjadi laporan keuangan siap saji, memudahkan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi biaya usaha serta meminimalisir berbagai resiko usaha (Nugroho et al., 2019). Karakterisitk informasi yang tersedia dalam suatu organisasi akan menjadi efektif jika mendukung kebutuhan pengguna informasi akan pengambilan keputusan (Wijayanti, 2018). Namun sebagian besar dari UMKM belum menyadari pentingnya teknologi informasi dalam pengelolaan usahanya (Sagita et al., 2021). Sebagian UMKM dalam menjalankan usahanya msasih menggunakan cara-cara tradisonal (Sagita et al., 2021).

Padahal jika dilihat dan dirasakan, adanya teknologi informasi dapat dimanfaatkanoleh pelaku usaha untuk berbagai kegiatan, diantaranya memperomosikan produk, membangun dan menjaga relasi bisnis, mengontrol jalannya bisnis, serta segala sesuatu dikerjakan di dalam perusahaan akan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien (Sagita et al., 2021). Adapun penyebab UMKM belum menggunakan teknologi informasi yaitu karena kurangnya sikap pemilik/manajer UMKM terhadap teknologi informasi, budaya

(21)

organisasi, dan kurangnya fasilitas infrastruktur serta modal yang terbatas (Akhmad & Purnomo, 2021)

Pada penelitian yang dilakukan oleh Maisur dan Umar (2019) yang menunjukkan hasil bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Ini berarti bahwa dengan adanya sistem informasi akuntansi, sangat mudah dan akurat bagi seorang manajer dalam pengambilan keputusan. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sagita et al., (2021) menyatakan bahwa teknologi informasi berpengaruh posisitf dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya teknologi informasi UMKM telah merasakan manfaat dari adanya teknologi informasi, karena dengan teknologi informasi UMKM dapat memanfaatkannya dalam membangun relasi dengan mitra bisnisnya dan dengan mudah mengontrol jalannya bisnis serta dapat dikerjakan dimana saja tanpa terikat dengan ruang dan waktu (Sagita et al., 2021).

Obyek pada penelitian ini adalah UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa tahun 2020. Tercatat data UMKM Kabupaten Gowa 2019 sebanyak 7.233 sedangkan untuk tahun 2020 sebanyak 40.786 (Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, 2021). Ini menunjukkan peningkatan UMKM di Kabupaten gowa sangat pesat pun berasal dari hampir semua daerah di Kabupaten gowa dan terdiri dari berbagai jenis UMKM.

Penelitian ini didasarkan karena belum adanya penelitian sebelumnya yang meneliti tentang pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan pelaku UMKM di Kabupaten Gowa.

(22)

Mengingat pentingnya sistem informasi akuntansi manajemen dan teknologi informasi perusahaan milik UMKM agar membantu pemilik UMKM mencapai tujuan usahanya serta berguna dalam pengambilan keputusan bisnis untuk pemilik UMKM. Oleh karena itu, judul yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi Terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Gowa”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Apakah sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku UMKM Kabupaten Gowa?

2. Apakah teknologi informasi berpengaruh terhadap pegambilan keputusan bisnis pelaku UMKM Kabupaten Gowa?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

2. Untuk mengetahui pengaruh teknologi informasi terhadap pegambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

(23)

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

a. Agar dapat meningkatkan pemahaman penulis tentang pengaruh sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

b. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian dengan objek penelitian yang sama. Penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan untuk melakukan kajian dan diskusi mengenai pengaruh sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi pelaku UMKM diharakan dapat memberikan masukan untuk lebih mengetahui besarnya manfaat sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis.

b. Bagi akademisi, terutama bagi peneliti diharapkan penelitian ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi penulis dalam meningkatkan kemampuan di bidang penelitain ilmiah dalam mengungkapkan permasalahn tertentu serta dapat menambah wawasan penulis untuk berusahan memecahkan permasalahan yang ada sehingga menunjang pengembangan ilmu pengetahuan.

c. Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi pengaruh sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi

(24)

terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Gowa.

(25)

10 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Kontinjensi

Teori kontinjensi ini merupakan alat yang pertama dan paling terkenal untuk menjelaskan beberapa variasi dalam struktur organisasi. Contingency theory atau biasa juga disebut dengan teori keperilakuan mempunyai hubungan antara strukur organisasi dan situasi, dengan efektivitas organisasi yang dihasilkan dari hubungan tersebut. Prespektif contingency ini mendukung bahwa penggunaan informasi akuntansi dalam mengevaluasi kinerja dari perilaku seseorang akan bersifat kontingen yaitu peristiwa- peristiwa yang menentukan kebenaran atau kesalahan pada faktor-faktor organisasi (Dan et al., 2017). Menurut Otley (1980) dalam (Dan et al., 2017) teori kontinjensi dapat digunakan untuk menganalisis desain dan sistem informasi akuntansi untuk memberikan sesuatu yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk berbagai tujuan sehingga dapat menghasilkan suatu keputusan serta dapat digunakan untuk menghadapi persaingan.

B. Sistem Informasi Akuntansi

1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi adalah subsistem spesialisasi sistem informasi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses dan menyajikan sebuah informasi yang berkaitan dengan aspek keuangan peristiwa bisnis (Mauliansyah & Saputra, 2020). Menurut Bodnar dan Hopwood (2006) dalam (Animah et al., 2020) sistem informasi akuntansi

(26)

adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang agar dapat mengubah data keuangan dan data lainnya kedalam informasi. Sistem informasi akuntansi adalah mengumpul serta menyimpan data dari segala aktivitas dan transaksi organisasi, memproses data menjadi informasi yang berguna, manajemen data-data, dan merupakan kontrol data perusahaan (Suprantiningrum & Lukas, 2021). Sedangkan menurut Baridwan (2002) dalam (Yousida & Lestari, 2019) sistem informasi akuntansi merupakan suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, dan menganalisa serta mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan sebagai pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar dan pihak-pihak dalam.

Jadi dapat disimpulkan, sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem untuk mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menyimpan dan memproses data yang berkaitan dengan aspek keuangan perusahaan yang akan berguna bagi pihak internal dan eksternal.

2. Komponen dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi terbagi menjadi enam komponen (Prastika & Purnomo, 2019) yaitu:

a. People merupakan orang yang menggunakan sistem tersebut.

b. Procedures and instruction yang dipakai untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data.

c. Data tentang perusahaan dan aktivitas bisnis.

d. Software yang dipakai untuk memproses data.

(27)

e. Information technology infrastructure, termasuk komputer, peripheral devices, dan jaringan komunikasi yang dimanfaatkan di dalam sistem informasi akuntansi.

f. Internal control dan security measures untuk menjaga data sistem informasi akuntansi.

Berdasarkan komponen-komponen tersebut, maka memungkinkan sistem informasi akuntansi untuk memenuhi tiga fungsi bisnis yang utama (Prastika & Purnomo, 2019), yaitu:

a. Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, pegawai, dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang sesuatu yang telah terjadi.

b. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam membuat keputusan bagi aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

c. Menyediakan pengendalian yang memadai agar dapat menjaga asset perusahaan, termasuk di dalamnya data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal.

3. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Adapun tujuan umum penyusunan sistem informasi akuntansi (Yousida & Lestari, 2019) yaitu:

a. Untuk memperbaiki informasi yang diberikan oleh sistem dalam kualitas, ketepatan waktu atau struktur dar informasi tersebut.

(28)

b. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yang berarti memperbaiki daya andal informasi akuntansi dan menyediakan catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi asset perusahaan.

c. Untuk menurunkan biaya dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

4. Cara Kerja Sistem Informasi Akuntansi

Setiap sistem informasi akuntansi melaksanakan lima fungsi utama (Zamzami et al., 2021) yaitu:

a. Pengumpulan Data

Adapun fungsi pengumpulan data terdiri atas memasukkan data transaksi melalui formulir, mensyahkan, serta memeriksa data untuk memastikan ketepatan dan kelengkapannya.

b. Pemprosesan Data

Fungsi pemprosesan terdiri atas langkah-langkah berikut:

1) Pengklasifikasian atau menetapkan data berdasar kategori yang telah ditetapkan

2) Menyalin data atau dokumen ke media lain

3) Mengurutkan atau menyusun data berdasarkan karakteristiknya 4) Mengelompokkan atau mengumpulkan transaksi sejenis

5) Menggabungkan atau mengombinasikan dua atau lebih data atau arsip

6) Melakukan penghitungan

7) Peringkasan, atau penjumlahan data

8) Membandingkan data untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan.

(29)

c. Manajemen Data

Fungsi manajemen data terdiri dari tiga proses, yaitu penyimpanan, pemuktahiran, dan pemunculan kembali (retrieving). Tahap penyimpanan merupakan penempatan data dalam penyimpanan atau basis data yang disebut arsip. Tahap pemuktahiran yaitu data yang tersimpan diperbaharui dan disesuaikan dengan peristiwa terbaru.

Setelahnya, tahap retrieving yaitu data yang tersimpan diakses dan diringkas kembali untuk diproses lebih lanjut atau untuk keperluan pembuatan laporan.

d. Pengendalian Data

Fungsi pengendalian data mempunyai dua tujuan dasar, yaitu:

1) Untuk menjaga dan menjamin keamanan aset perusahaan, termasuk data

2) Untuk menjamin bahwa data yang diperoleh akurat dan lengkap serta diproses dengan benar.

e. Penghasil Informasi

Fungsi penghasil informasi ini terdiri atas tahapan pemprosesan informasi seperti penginterprestasian, pelaporan, dan pengomunikasian informasi.

5. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi

Hal utama dalam pengambilan keputusan adalah informasi. Agar informasi tersebut dapat berguna ada beberapa karakteristik dari sistem informasi akuntansi (Maisur, 2019) yaitu:

a. Relevan

(30)

Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

b. Reliabel

Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakai.

c. Complet

Tidak menghilangkan data penting yang dibutuhkan oleh para pemakai.

d. Understandable

Disajikan dalam format yang mudah dimengerti.

e. Timely

Disajikan dalam waktu yang tepat untuk mempengaruhi proses pembuatan keputusan.

f. Diverifikasi

Informasi dalam laporan keuangan harus dapat dibandingkan antar periode untuk mengidentifikasi trend posisi dan kinerja keuangan.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk penyusunan sistem informasi akuntansi, penyusunan sistem informasi akuntansi untuk sebuah perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting, diantaranya (Yousida & Lestari, 2019):

1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi senantiasa menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai.

(31)

2. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yang berarti memperbaiki daya andal informasi akuntansi dan menyediakan catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi harta perusahaan.

3. Untuk menurunkan biaya dalam menyelenggarakan catatan akuntansi.

C. Teknologi Informasi

1. Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi merupakan suatu mesin untuk menjalankan sistem informasi. Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem (Sa’dah et al., 2017).

Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi dan teknologi komunikasi untuk mengirim sebuah informasi (Nengsy, 2018).

Tekologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang berfungsi untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk kepentingan pengambilan keputusan (Simarmata et al., 2020).

Jadi, teknologi informasi adalah alat yang berfungsi untuk membantu manusia dalam memproses dan menyimpan informasi yang dimanfaatkan untuk mengirimkan informasi kepada pihak lain.

(32)

2. Pentingnya Teknologi Informasi

Pentingnya teknologi informasi menurut (Aisyah & Ismunawan, 2021):

a. Teknologi informasi mengurangi peran manusia dalam melakukan otomasi terhadap suatu proses ataupun tugas.

b. Teknologi informasi menguatkan peran manusian dengan menyajikan informasi sesuai dengan tugas dan proses.

c. Teknologi informasi merestrukturisasi peran manusia dalam melakukan perubahan terhadap tugas.

3. Fungsi dan Tujuan Teknologi Informasi

Adapun Tujuan dari teknologi informasi, yaitu (Purba et al., 2020):

a. Sebagai pemecahan atas permasalahan b. Memberikan inspirasi kreativitas

c. Pekerjaan lebih efektif dan efisien

Sedangkan fungsi dari teknologi informasi (Purba et al., 2020) adalah sebagai berikut:

a. Menangkap b. Mengolah c. Membuat d. Menyimpan

e. Melakukan penelusuran f. Perpindahan

4. Peranan Teknologi Informasi

Teknologi informasi berperan penting pada sebuah perusahaan, karena teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan

(33)

terhadap sekumpulan tugas. Alasan yang paling umu adalah karena kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kempetitif, mengurangi biaya, dan meningkatkan fleksibilitas (Simarmata et al., 2020). Adapaun menurut Sutarman (2012) dalam (Simarmata et al., 2020) alasan mengapa teknologi informasi menjadi hal yang penting, adalah:

a. Meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen b. Pengaruh ekonomi internasional (globalisasi) c. Perlunya waktu tanggap yang lebih cepat d. Tekanan akibat dari adanya persaingan bisnis.

5. Penggunaan Teknologi Informasi

Penggunaan teknologi informasi didefinisikan sebagai penggunaan teknlogi komputer yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi sebuah informasi, dan proses penyaluran data/informasi tersebut dalam batas ruang-ruang waktu tertentu (Jansen et al., 2018).

Ukuran penggunaan teknologi informasi (Jansen et al., 2018) yaitu:

a. Mempunyai komputer yang cukup b. Mempunyai jaringan internet c. Pemanfaatan jaringan komputer d. Proses akuntansi secara komputerisasi e. Mengolah data menggunakan software f. Sistem informasi yang terintegrasi

g. Jadwal pemeliharaan peralatan komputer secara teratur.

Hag dan Cumming (1998) dalam (Murty, 2017) menyajikan beberapa tugas pemprosesan informasi, yaitu:

(34)

Tabel 2.1

Kategori Pemprosesan Informasi dan Alat Teknologi Informasi Tugas Pemprosesan

Informasi

Keterangan Alat Teknologi Informasi Menangkap informasi Memperoleh

informasi pada titik asalnya

Teknologi input, misalnya: Mouse, Keyboard, Bar code reader

Menyampaikan informasi

Menyajikan informasi dalam bentuk yang paling berguna

Teknologi output, misalnya: Screen, Printer, Speaker Menciptakan informasi Memproses informasi

untuk memperoleh informasi baru

Teknologi software, misalnya: Word processing, Payroll, Expert system

Menyimpan informasi Menyimpan informasi untuk penggunaan waktu yang akan dating

Teknologi penyimpanan,

misalnya: Hard disk, CD- Rom, Tap

Mengkomunikasikan informasi

Menyampaikan informasi ke orang lain atau ke lokasi lain

Teknologi telekomunikasi, misalnya: Modem, Satellite

D. Pengambilan Keputusan Bisnis

1. Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah proses memilih alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai dengan situasi (Ningsih, 2019).

Pengambilan keputusan adalah proses memecahkan masalah dengan penentuan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan suatu tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (Alwizra et al., 2020).

(35)

Pengambilan keputusan adalah proses memilih salah satu alternatif terbaik di antara sekian banyak alternatif yang ada yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah (Raihan, 2016).

Pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah (Mukhtadi & Rizki, 2018).

Dari beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah proses memilih salah satu alternatif yang terbaik dari beberapa alternatif untuk menetapkan suatu tindakan guna untuk menyelesaikan masalah.

2. Unsur dan Dasar Pengambilan Keputusan

Unsur pengambilan keputusan (Mukhtadi & Rizki, 2018), yaitu:

a. Tujuan dari pengambilan keputusan

b. Identifikasi alternatif keputusan untuk memecahkan masalah

c. Perhitungan mengenai faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya.

d. Sarana untuk mengevaluasi

Sedangkan dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku keputusan (Mukhtadi & Rizki, 2018), yaitu:

a. Intuisi

Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intuisi, walaupun waktu yang digunakan dalam mengambil keputusan relatif pendek, akan tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif kurang baik pula karena seringkali mengabaikan dasar pertimbangan lainnya.

b. Pengalaman

(36)

Karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, dan baik buruknya keputusan yang akan diambil.

c. Fakta

Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik.

d. Wewenang

Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya.

e. Rasional

Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimalkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati sebuah kebenaran atau sesuai dengan apa yang diharapkan.

3. Fungsi dan Tujuan Pengambilan Keputusan

Menurut Hasan (dalam Mukhtadi & Rizki, 2018) pengambilan keputusan merupakan suatu kelanjutan terhadap pemecahan masalah yang memiliki fungsi antara lain:

a. Dasar permulaan dari segala aktivitas manusia yang sadar dan terarah, baik secara individual maupun secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional.

(37)

b. Sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan masa depan, masa yang akan datang, yang dimana efeknya atau pengaruhnya akan berlangsung cukup lama.

4. Langkah-langkah Pengambilan Keputusan

Ada delapan langkah dalam pengambilan keputusan (Rohayuningsih & Handoyo, 2015).

a. Definisi masalah b. Pengumpulan data c. Analisis data

d. Penentuan alternatif

e. Pemilihan alternatif yang terbaik f. Putuskan

g. Implementasikan dan monitor hasil h. Evaluasi

Sedangkan langkah dalam pengambilan keputusan (Rohayuningsih & Handoyo, 2015) yaitu:

a. Menentukan tujuan dan sasaran khusus dan mengukur hasilnya b. Mengidentifikasi persoalan

c. Mengembangkan alternatif d. Menentukan alternatif e. Memilih satu laternatif f. Menerapkan keputusan

g. Mengendalikan dan mengevaluasi

Adapun ciri-ciri pengambilan keputusan yang baik (Alwizra et al., 2020), terdiri atas:

(38)

a. Setiap keputusan yang diambil dikomunikasikan secara jelas kepada orang-orang yang terkena keputusan

b. Semua yang ada ada organisasi atau perusahaan berpartisipasi atau terlibat dalam proses pembuatan keputusan.

c. Keputusan yang dibuat tidak kaku, harus rasional, dan mudah diimplementasika.

d. Keputusan yang diambil harus diikuti dengan realisasi yang jelas.

e. Keputusan yang telah diambil dan dirasa tidak sesuai, maka tidak dipaksakan untuk dilaksanakan melainkan membuat keputusan pengganti.

5. Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi (Mukhtadi & Rizki, 2018), yaitu:

a. Posisi Kedudukan

Dalam kerangka untuk pengambilan keputusan, kedudukan seseorang dapat dilihat dengan melihat jabatannya, apakah dia sebagai pembuat keputusan, penentu keputusan, ataukah sebagai karyawan.

b. Masalah

Masalah merupakan sesuatu yangmenjadi penghalang untuk tercapainya tujuan yang merupakan penyimpangan dari apa yang telah diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.

Masalah tidak selalu harus diketahui dengan segera, ada yang memerlukan analisis, ada juga yang memerlukan riset tersendiri.

(39)

c. Situasi

Situasi merupakan keseluruhan faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain dan yang secara bersamaan memberikan pengaruh.

Situasi ada yang bersifat tetap dan ada juga yang berubah.

d. Kondisi

Kndisi merupakan keseluruhan dari faktor yang secara simultan menentukan daya gerak, daya berbuat ataukemampuan kita.

e. Tujuan

Tujuan yang dimaksud adalah tujuan yang hendak dicapai, baik itu tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi maupun tujuan usaha yang pada umumnya telah tertentu atau telah ditentukan.

E. Penelitian Terdahulu

Berikut adalah daftar penelitian terdahulu yang terkait penelitian ini.

Tabel 2.2

Daftar Penelitian Terdahulu

No Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian

1 Nurhikmah Esti Prastika dan Djauhar Edi Purnomo (2019)

Pengaruh Sistem Informasi

Akuntansi

terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Miko Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pekalongan

Sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sehingga terlihat bagaimana peran sistem informasi akuntansi bagi perkembangan UMKM sangat jelas.

2 Siti Fatimah dan Nur Azlina (2021)

Pengaruh Teknologi

Informasi dan Inovasi terhadap Kinerja Usaha

Teknologi informasi dan inovasi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja UKM

(40)

Kecil dan Menengah (UKM)

3 Nadya Utari

Gunawan, Mashur

Razak, dan

Ahmad Firman (2020)

Pengaruh Teknologi

Informasi dan Hasil Usaha terhadap

Perkembangan Bisnis UKM Pada Pasar Segar Pengayoman Kota Makassar

Telnologi informasi dan hasil usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan bisnis UKM

pada pasar segar

Pengayoman Kota Makassar.

4 Maisur dan Nyak Umar (2019)

Pengaruh Penerapan

Sistem Informasi Akuntansi

terhadap Kinerja Manajerial (Study Kasus pada UKM di Kabupaten Pidie)

Penerapan sistem informasi akuntansi terdapat pengaruh positif dan signifikan terhapat kinerja manajerial.

5 Putu Ayu Yohana Putri dan I Dewa Made Endiana (2020)

Pengaruh Sistem Informasi

Akuntansi dan Sistem

Pengandalian Internal terhadap Kinerja

Perusahaan (Studi Kasus pada Koperasi di Kecamatan Payangan)

Sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada koperasi di Kecamatan Payangan dan Sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan pada koperasi di Kecamatan Payangan.

6 Titis Wahyuni, Marsdenia, dan Istiadi Soenarto (2016)

Analisis Pengaruh Penerapan

Sistem Informasi Akuntansi

terhadap Pengukuran Kinerja UMKM di Wilayah Depok

Sistem informasi akuntansi tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kenaikan maupun penurunan ROA dan ROE.

(41)

7 Khabib Alia

Akhmad dan

Singgih Purnomo (2021)

Pengaruh Penerapan Teknologi

Informasi Pada Usaha Mikro

Kecil dan

Menengah Di Kota Surakar

Penggunaan teknologi informasi berdampak pada peningkatan jumlah pesanan yang diterima, peningkatan jumlah produksi, penongkatan

pendapatan, dan

penambahan konsumen yang baru.

8 Herda Nengsy (2018)

Pengaruh Sistem Informasi

Akuntansi dan Penggunaan Teknologi Informasi Akuntansi

terhadap Kinerja Manajerial pada Perbankan Di Tembilahan

Sistem informasi akuntansi dan penggunaan teknologi informasi akuntansi berpengaruh terhadap Kinerja manajerial pada perbankan di Tembilahan

9 Ni Made Marta Yani Dwi Sagita, Ni Nyoman Yuliati, dan Agus Khanzi Fauzi (2021)

Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Penggunaan Informasi

Akuntansi Dan Pelatihan

Terhadap Kinerja

UMKM Di

Kecamatan Mataram

Pemanfaatan teknologi informasi, penggunaan informasi akuntansi dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kecamatan Mataram.

10 Wulandari,

Maslichah, dan Dwiyani

Sudaryanti (2020)

Pengaruh E- Commerce dan Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada Pengambilan Keputusan Dalam Berwirausaha Di Sanggam Mart Kabupaten

Balangan

E-commerce dan penggunaan system informasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap pengambilan

keputusan dalam

berwirausaha di Sanggam Mart Kabupaten Balangan.

(42)

F. Kerangka Konseptual

Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan tujuan masalah dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku UMKM Kabupaten Gowa.

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

G. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari pokok permasalahan penelitian yang akan diuji sebenarnya (Budiono et al., 2018). Adapun hipotesis pada penelitian adalah sebagai berikut.

1. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis

Sistem informasi akuntansi sangat penting untuk sebuah perusahaan, karena sistem informasi akuntansi tersebut yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan memproses data sehingga menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan (Yousida & Lestari, 2019). Sistem informasi akuntansi menghasilkan informasi yang digunakan

Sistem Informasi Akuntansi (X1)

Pengambilan Keputusan Bisnis (Y) Teknologi

Informasi (X2)

(43)

untuk mendukung kegiatan rutin, mendukung pengambilan keputusan, serta perencanaan dan pengendalian (Yousida & Lestari, 2019).

Penelitian yang dilakukan oleh Prastika dan Purnomo (2019) menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sehingga terlihat bagaimana peran yang dimiliki sistem informasi akuntansi bagi perkembangan UMKM. Penelitiian yang dilakukan oleh Maisur dan Umar (2019) juga menunjukkan hasil bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM di Kabupaten Pidie. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Endiana (2020) menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada Koperasi di Kecamatan Payangan.

Keterkaitan sistem informasi akuntansi dan teori kontinjensi yaitu teori kontinjensi merupakan teori yang berlandaskan pada hubungan penggunaan informasi akuntansi dengan keperilakuan yang terjadi dalam suatu organisasi atau suatu usaha, yang menyebabkan terjadinya penilaian mengenai studi mana yang benar dan tidak dalam menghasilkan sebuah keputusan (Dan et al., 2017). Sebelum pada pengambilan keputusan, pelaku UMKM memerlukan sebuah informasi yang disediakan dengan sistem informasi akuntansi agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang efektif bagi perusahaan. Dengan adanya sistem informasi akuntansi maka dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna dalam bentuk penyedia berbagai informasi keuangan, baik untuk kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan (Maisur dan

(44)

Umar, 2019). Berdasarkan penelitian Maisur dan Umar (2019), maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

H1: Diduga ada pengaruh positif dan signifikan sistem informasi akuntansi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku UMKM.

2. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Pengambilan Keputusan Bisnis Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi dan teknologi komunikasi untuk mengirim sebuah informasi (Nengsy, 2018). Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang dimanfaatkan dalam proses mengolah data, yang termasuk di dalamnya memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan sebuah informasi yang berkualitas, berupa informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan suatu informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan (Ratnamurni & Irawan, 2018).

Penelitian yang dilakukan oleh Suryantini dan Sulindawati (2020) menyatakan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif terhadap Kinerja UMKM. Penelitian yang dilakukan oleh Sagita et al., (2021) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Mataram. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Tumiwa et al., (2017) menyatakan bahwa teknologi informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Karyawan.

Dengan teknologi informasi maka akan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan bahkan mampu menghasilkan beraneka

(45)

ragam teknologi sistem yang dirancang agar dapat membantu pekerjaan dalam menghasilkan kualitas informasi terbaik. Dengan adanya teknologi informasi dapat meberikan fleksilbilitas dalam proses produksi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan kualitas komunikasi, menggunakan data dari daerha lain dan membangun hubungan yang kuat dengan mitra bisnia (Sagita et al., 2021). Berdasarkan penelitian oleh Sagita et al., (2021) maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah:

H2: Diduga ada pengaruh posisif dan signifikan teknologi informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis pelaku UMKM.

.

(46)

31 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Budiono et al., 2018).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Dalam rangka pengumpulan data dan informasi, maka penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Pemilihan lokasi atas dasar data dan informasi yang dibutuhkan dengan topik permasalahan penelitian. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai dengan bulan September 2021 terhitung sejak pembuatan proposal.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yang diperoleh melalui instrumen kuesioner yang dibagikan kepada responden pelaku UMKM di Kabupaten Gowa. Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka atau bilangan. Data ini umumnya diolah dengan memakai teknik perhitungan matematika.

(47)

2. Sumber Data

Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah:

a. Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber asli dan tidak melalui media perantara (Anita, 2017). Data primer dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan penelitian.

b. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara yaitu melalui hasil-hasil penelitian, buku-buku, artikel, dan berbagai referensi-referensi terkait yang relevan dengan masalah yang diangkat (Jansen et al., 2018).

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah sekumpulan area yang umum yang terdiri dari pelaku dan objek dimana memiliki integritas dan ciri-ciri tertentu dimana penelitilah yang menentukannya untuk dipelajari dan disimpulkan (Suryani, 2019). Populasi pada penelitian ini adalah UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa tahun 2020.

2. Sampel

Sampel merupakan sebahagian entitas dan karakteristik dari populasi tersebut (Suryani, 2019). Dikarenakan jumlah populasi yang besar, maka teknik penentuan sampel menggunakan rumus yang dikemukakan Slovin (Mauliansyah & Saputra, 2020). Rumus Slovin diterapkan untuk jumlah populasi yang telah diketahui (Maisur, 2019).

Adapun rumus Slovin adalah sebagai berikut (Wahyuni et al., 2018):

(48)

n = Dimana:

n : Jumlah sample N : Jumlah populasi

e : persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir

Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut (Marayasa &

Faradila, 2019).

Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah kecil

Jadi rentang sampel yang dapat diambil dari teknik Slovin adalah antara 10-20% dari populasi penelitian (Marayasa & Faradila, 2019). Besarnya populasi diketahui sebesar 40.786 UMKM, sehingga presentase kelonggran yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungan dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Jadi besarnya sampel yang digunakan adalah:

n = n = 99,7 n = 100

Dengan demikian sampel yang akan dilibatkan dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa Tahun 2020 yang berjumlah 100 responden.

(49)

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan beberapa pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain agar orang tersebut memberikan jawaban dan orang tersebut dijadikan responden (Suryani, 2019).

F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Menurut Chandrararin (2017) variabel didefenisikan sebagai sesuatu atau nilai yang dapat diukur, baik berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible). Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu sistem informasi akuntansi manajemen dan teknologi informasi. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau disebut juga variabel bebas yaitu pada penelitian ini pengambilan keputusan.

1. Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Diana dan Setiawati (2011) dalam (Irawati & Ardianshah, 2018) sistem informasi akuntansi adalah sistem yang dipakai dalam mengumpulkan dan memproses data serta memberi informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Adapun indikator yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi adalah berdasarkan penelitian (Mauliansyah & Saputra, 2019):

a. Pemanfaatan SIA b. Kualitas SIA c. Keamanan SIA

d. Sarana Pendukung SIA

(50)

2. Teknologi Informasi

Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan informasi (Nengsy, 2018). Adapun indikator untuk teknologi informasi menurut Hag dan Cumming (1998) (Murty, 2017), yaitu:

a. Menangkap informasi b. Menyampaikan informasi c. Menciptakan informasi d. Menyimpan informasi

e. Mengkomunikasikan informasi 3. Pengambilan Keputusan Bisnis

Pengambilan keputusan adalah proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan suatu tindakan dalam rangka mneyelesaikan masalah yang dihadapi (Alwizra et al., 2020). Adapun indikator pengambilan keputusan yaitu berdasarkan penelitian (Mukhtadi & Rizki, 2018), yaitu:

a. Tujuan dari pengambilan keputusan

b. Identifikasi alternatif keputusan untuk memecahkan masalah

c. Perhitungan mengenai faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya d. Sarana untuk mengevaluasi.

G. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yaitu analisis data yang diperoleh dari daftar pernyataan yang telah diolah ke dalam bentuk

(51)

angka-angka dan pembahasannya melalui perhitungan statistik. Pada penelitian ini perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SPSS.

1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas

Suatu kuesioner tersebut diterima atau ditolak maka diperlukannya uji validitas (Suryani, 2019). Untuk mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara mengorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.

Metode keputusan yang diambil untuk uji validitas (Suryani, 2019) sebagai berikut :

1) Atas dasar signifikan

Nominal signifikan >0,05 maka butir disimpulkan tidak valid, nominal signifikan <0,05 maka butir disimpulkan valid.

2) Berdasarkan nilai korelasi

Nominal r hitung < r tabel butir disimpulkan tidak valid, nominal r hitung > r tabel butir disimpulkan valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat untuk melihat sebuah instrumen pengukuran, apakak konsisten atau belum bila dilakukan pengulangan pengukuran (Suryani, 2019). Dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach Alpha (α). Kuisioner dinyatakan reliabel jika mempunyai nilai (α) > 0,60 (Wahyuni et al., 2018).

(52)

2. Uji Asumsi Klasik

Untuk memenuhi persamaan regresi yang digunakan, maka dilakukan uji asumsi klasik terhadap data penelitian. Pengujian tersebut meliputi:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan distribusi pada model regresi. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Model regresi dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikan (p-value) hitung > 0,05. Jika uji normalitas tidak terpenuhi maka hasil pengujian dikatakan tidak valid (Nengsy, 2018).

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah regresi memiliki korelasi antar variabel bebas (independen). Uji ini dapat dilihat dari tabel Coefficients jika batas tolerir > 0,1 dan VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas (Suryani, 2019).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas menyatakan bahwa pengujian heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi perbedaan variasi satu observasi ke observasi lain (Suryani, 2019). Metode yang digunakan pada uji heteroskedastisitas yaitu menggunakan scatterplot dimana ada atau tidak adanya heteroskedastisitas dilihat dengan ada atau tidak adanya pola tertentu pada grafik scatterplot. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak dapat dikatakan terjadi heteroskedastisitas (Nengsy, 2018). Untuk

(53)

lebih memastikan lolos atau tidaknya uji heteroskedastisitas dapat menggunakan uji gletser yaitu dengan melihat tabel cofficients dengan variabel absolut. Syarat dikatakan lolos uji heteroskedastisitas yaitu nilai Sig harus diatas 0,05 (> 0,05) (Suryani, 2019).

3. Analisis Regresi Berganda

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Adapun rumus dari regresi linear berganda adalah:

Keterangan:

Y = Variabel Dependen (Pengambilan Keputusan Bisnis) α = Konstanta

X1 = Sistem Informasi Akuntansi X2 = Teknologi Informasi

Β1β2 = Koefisien regresi variabel e = Error

4. Uji Parsial (Uji t)

T-test atau disebut uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur tingkat signifikansi atau keberartian setiap variabel bebas terhadap variabel terikat dalam model regresi, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Apabila t-hitung > t-tabel maka variabel independen dapat menerangkan variabel dependennya atau dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan diantara dua variabel yang diteliti.

(54)

b. Apabila t-hitung < t-tabel maka variabel independen tidak dapat menerangkan variabel terikatnya atau dengan kata lain tidak terdapat pengaruh diantara dua variabel yang diteliti.

(55)

40 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Gambaran Umum UMKM Kabupaten Gowa

Usaha mikro, kecil dan menengah atau disingkat menjadi UMKM dapat diklasifikasikan menurut kriteria modal usaha atau hasil penjualan tahunan. Modal usaha yakni modal sendiri dan modal pinjaman untuk melakukan aktivitas usaha. Adapun kriteria yang dimaksud yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah UMKM No. 7 Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

a. Usaha mikro memiliki kekayaan bersih atau modal usaha paling banyak sebesar Rp 1 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan paling banyak sebesar Rp 2 miliar.

b. Usaha kecil memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 1 miliar dan paling banyak sebesar Rp 5 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar.

c. Usaha menengah memiliki kekayaan bersih atau modal usaha lebih dari Rp 5 miliar dan paling banyak sebesar Rp 10 miliar diluar tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 15 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Pada penelitian ini UMKM yang dijadikan sebagai objek adalah UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa tahun 2020. Adapun perkembangan UMKM dari tahun ke tahun dapat dilihat dari tabel di bawah ini (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa).

(56)

Tabel 4.1

Jumlah UMKM Kabupaten Gowa

No Keterangan Satuan Jumlah

2016 2017 2018 2019 2020 1 Mikro Unit 3.511 3.795 3.984 4.028 37.341

2 Kecil Unit 2.871 2.882 2.896 2.944 3.179

3 Menengah Unit 259 259 260 261 266

Total 6.641 6.936 7.104 7.233 40.786

Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 jumlah UMKM Kabupaten Gowa sebanyak 40.786. Dari jumlah tersebut didapatkan sampel sebanyak 100 UMKM. Adapun jenis usaha berdasarkan sampel tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2

Jenis Usaha Berdasarkan Sampel

No Jenis Usaha Jumlah

1 Minuman 14

2 Makanan 22

3 Pakaian 16

4 Grosir 5

5 Online Shop 10

6 Sablon Kaos 1

7 Percetakan 2

8 Cuci Sepatu 1

9 Jual Beli Hp dan Konter 2

10 Ternak Lele 1

11 Alat Tulis Kantor (ATK) 5

12 Jual tas, sepatu dan sendal 1

13 Menjahit 2

14 Kecantikan (salon dan kosmetik) 10

15 Laundry 3

16 Barber shop 2

17 Dekorasi 2

18 Meubel 1

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

(57)

B. Hasil Penelitian

1. Demografi Responden

Populasi pada penelitian ini adalah manajer atau pemilik UMKM di Kabupaten Gowa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang dititipkan di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Proses pendistribusian data dilakukan mulai tanggal 13 September sampai dengan 13 Oktober 2021. Data responden dapat dilihat melalui tabel dibawah ini yang menyajikan beberapa informasi umum tentang kondisi responden yang ditemukan pada penyebaran kuesioner yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Table 4.3

Distribusi Pengembalian Kuesioner

Keterangan Jumlah Persentase

Kuesioner yang dibagikan 100 100%

Kuesioner yang tidak kembali 0 0

Total Kuesioner yang kembali 100 100%

Sumber : Hasil Olah Data, 2021

Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel sebanyak 100 responden yang merupakan manajer atau pemilik UMKM yang secara acak dibagikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Pada penelitian ini total kuesioner yang dibagikan adalah sebanyak 100 kepada responden, sebanyak 100 kuesioner yang kembali dan dapat diolah. Jadi, tingkat pengembalian kuesioner sebanyak 100%.

a. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Untuk mengetahui responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara keterlibatan pengguna sistem informasi akuntansi, pelatihan dan pendidikan pengguna sistem informasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas sistem informasi akuntansi, kompleksitas sistem, dukungan managemen dan penggunaan teknologi informasi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja sistem informasi akuntansi dengan

Penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan Pada Bank

Mitra Mandiri untuk menjaga ketelitian dan keandalan data akuntansi?”, dengan tujuan penelitian yaitu untuk untuk mengetahui dan menganalisis sistem informasi akuntansi

Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat kuantitatif dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, teknologi informasi dan kompetensi pengguna sistem informasi akuntansi terhadap kualitas sistem informasi

Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan dan rotasi kantor akuntan public terhadap kualitas audit