• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP PERFORMANSI KERJA KARYAWAN PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) CABANG RATULANGI KOTA MAKASSAR SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP PERFORMANSI KERJA KARYAWAN PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) CABANG RATULANGI KOTA MAKASSAR SKRIPSI"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) CABANG RATULANGI

KOTA MAKASSAR

SKRIPSI

NURUL HIDAYAH AMALIAH NIM: 105721149617

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

2021

(2)

ii

PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP PERFORMANSI KERJA KARYAWAN

PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) CABANG RATULANGI

KOTA MAKASSAR SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Oleh:

NURUL HIDAYAH AMALIAH NIM: 105721149617

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen Pada Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

2021

(3)

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Boleh jadi kamu membenci sesuatu namun ia amat baik bagimu dan boleh jadi engkau mencintai sesuatu namun ia amat buruk bagimu, Allah maha

mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 216)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya sederhana ini kepada kedua orang tua yang sangat saya cinta dan kasihi. Ayahanda tercinta sandy nuryadi dan ibunda rahmatia serta saudaraku nurfauzan aditya. Sebagai tanda bakti, hormat dan terima kasih yang

sebesar besarnya atas pengorbanan yang tak terhingga sampai detik ini.

Semoga ini akan menjadi langkah awal untuk membuat kalian bahagia.

PESAN DAN KESAN

Menjalani perkuliahan itu seperti menaiki anak tangga. Terkadang dapat membuat terpeleset dan kembali ke anak tangga pertama apabila terlena dengan sekeliling yang mampu membuyarkan konsentrasi. Tetaplah fokus

, lalui anak tangga satu per satu. Dan melompatlah saat anda yakin akan segera sampai dianak tangga terakhir

(4)

iv

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jl. Sultan Alauddin No.259 Gedung Iqra Lt.7 Telp. (0411) 866972 Makassar

LEMBAR PERSETUJUAN

Judul Penelitian : Pengaruh Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar

Nama Mahasiswa : Nurul Hidayah Amaliah No. Stambuk/NIM : 105721149617

Jurusan : Manajemen

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar

Menyatakan bahwa skripsi ini telah diteliti, diperiksa dan diujikan didepan panitia penguji skripsi strata satu (S1) pada tanggal 11 Desember 2021 di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, 11 Jumadil Awal1443 H 15 Desember 2021 M Menyetujui:

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. H. Muchran BL, SE., M.S. Sherry Adelia, S.E., M.MKtg

NIDN : 0024085601 NIDN: 0916018603

Mengetahui,

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ketua Program Studi

Dr. H. Andi Jam’an, S.E., M.Si Muh. Nur Rasyid, S.E., MM

NBM : 651507 NBM : 1085576

(5)

v

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jl. Sultan Alauddin No.259 Gedung Iqra Lt.7 Telp. (0411) 866972 Makassar

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi atas Nama: Nurul Hidayah Amaliah, Nim: 105721149617 diterima dan disahkan oleh Panitia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor:

0014/SK-Y/61201/091004/2021, Tanggal 7 Jumadil Awal 1443 H / 11 Desember 2021 M. Sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar SARJANA MANAJEMEN pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, 11 Jumadil Awal 1443 H 15 Desember 2021 M PANITIA UJIAN

1. Pengawas Umum: Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag (.………) (Rektor Unismuh Makassar)

2. Ketua : Dr. H. Andi Jam’an, S.E., M.Si (.………) (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis)

3. Sekretaris : Agusdiwana Suarni, SE., M.Acc (.………) (WD 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis)

4. Penguji : 1. Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si (.………)

2. Aulia,S.IP., M.Si, M. (.………)

3. Syarthini Indrayani,S.E.,M.Si. (.………) 4. Ir. Muhammad Akib, MM (.………)

Disahkan Oleh

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar

Dr. H. Andi Jam’an, S.E., M.Si NBM : 651507

(6)

vi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jl. Sultan Alauddin No.259 Gedung Iqra Lt.7 Telp. (0411) 866972 Makassar

SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Nurul Hidayah Amaliah

Stambuk : 105721149617

Program Studi : Manajemen

Judul Skripsi : Pengaruh Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang

Ratulangi Kota Makassar Dengan ini menyatakan bahwa :

Skripsi Yang Saya Ajukan di depan Tim Penguji adalah ASLI Hasil Karya Sendiri, Bukan Hasil Jiplakan dan Tidak Dibuat Oleh Siapa pun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, 11 Jumadil Awal 1443 H 15 Desember 2021 M Yang Membuat Pernyataan,

Nurul Hidayah Amaliah NIM : 105721149617

Diketahui Oleh,

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ketua Program Studi

Dr. H. Andi Jam’an, S.E., M.Si Muh. Nur Rasyid, S.E., MM

NBM : 651507 NBM : 1085576

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.

Shalawat dan salam tak lupa pula penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.

Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul

“Pengaruh Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar”.

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis bapak sandy nuryadi dan ibu rahmatia yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh seluruh keluarga besar atas segala pengorbanannya, serta dukungan baik materi maupun moral, dan doa restu yang telah diberikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan didunia dan diakhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:

(8)

viii

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Muh. Nur Rasyid, SE., MM selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Dr. H. Muchran, BL, SE., M.S selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.

5. Ibu Sherry Adelia, SE., M.Mktg selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama penyusunan skripsi hingga ujian skripsi

6. Bapak/Ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak meluangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Bapak Syafaruddin,SE., M.M selaku Penasihat Akademik

8. Segenap staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

9. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program studi Manajemen angkatan 2017 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas penulis.

10. Teristimewa kedua orang tua penulis, Ayahanda tercinta Sandy Nuryadi dan ibunda Rahmatia atas ketulusan hati dengan doa restu, curahan kasih sayang serta pengorbanan yang senantiasa mengiri setiap langkah dan perjuangan penulis sehingga dapat menyelesaikan karya ini. serta saudara ku tercinta Nurfauzan Aditya yang selalu setia menjadi 911 dikala penulis

(9)

ix

kesusahan dan memberi dukungan serta semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Sahabat-sahabat seperjuangan penulis selama menjalani masa kuliah Atwidya Arif, Nursyamsi Sadir, Andi Alifia Ramadhani Ramli, Sri Wahyuni, Rifka Nur Utami Irham, dan Hikmawati. terima kasih telah mewarnai masa- masa perkuliahan penulis dengan sangat indah, semoga kita dipertemukan kembali dalam bentuk kesuksesan kita masing-masing.

12. Kakak-kakak ku tercinta Septi Marnianti Putri,S.Ak, Ulfa Isyanur Hartoyo,Ardi Sehu, S.E, Andika Aldila,STP & M. Anas rimba Alam S.E, yang selalu setia membantu penulis pada masa penyusunan skripsi hingga selesai.

13. Adik ku tercinta Syafirah Asyarah dan Selni Dwi Gusriani Mega yang selalu membuat mood penulis menjadi bagus.

14. Ucapan terima Kasih kepada Muh. Multazam yang telah membantu, memberi semangat serta doa dan menemani saya dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

15. Sahabat seperjuangan Riswana Ramlan, A.Md.Kes, Muliana S.E, Rama linda Septian Anggraheni S.Ak, Fany Anggraeni dan Miftahul Jannah Amin terimakasih atas semangat serta doanya.

16. Ucapan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar yang telah memberi penuliskesempatan untuk meneliti.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman , penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan skripsi ini.

(10)

x

Mudah-mudahan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada almamater tercinta kampus biru universitas muhammadiyah makassar.

Nashrun min Allahu wa Fathun Karien, Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Makassar,15 Desember 2021

Penulis,

Nurul Hidayah Amaliah

(11)

xi ABSTRAK

NURUL HIDAYAH AMALIAH, 2021 Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan. Skripsi, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Muchran dan Sherry Adelia.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikandan berhubungan dengan masalah yang diteliti.

Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner, Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data mencakup data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode skala likert.

Hasil penelitian menunjukkan data dengan menggunakan perhitungan statistik melalui aplikasi Statistical Package for the Social Science(SPSS) versi 22 mengenai Pengaruh Self Efficacy Terhadap Performansi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar yang telah dibahas dari bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan penting yaitu self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap performansi kerja karyawan.

Kata kunci: Self Efficacy, Performansi Kerja Karyawan

(12)

xii ABSTRACT

NURUL HIDAYAH AMALIAH, 2021 Self Efficacy Employee Work Performance Thesis, Management Study Program, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar, Supervised by Muchran and Sherry Adelia.

The research is conducted in kuantitatif analysis which aims to determine the effect of self efficacy on work performance at Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar. The type of data used is quantitatif data which collected from questionaries, Observasi, interview, and documentation. This research used both primary and secondary data. Likert scale methode is used as the research instrumen.

The result of the research shows data which calculated with statistical analysis with statistical package for the social science (SPSS) version 22 application regarding the effect of self efficacy on employee work performance at the Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar brance which has been discussed from the previous chapter. From this result, the authoor concludes that self efficacy has positive and significant effect to ward employee work performance.

Keywords: Self Efficacy, Employee Work Performance

(13)

xiii DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN... v

SURAT PERNYATAAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... xi

ABSTRACT ... xii

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

A. Manajemen Sumber Daya Manusia ... 6

B. Self Efficacy ... 10

C. Performansi Kerja Karyawan ... 15

D. Tinjauan Empiris ... 19

E. Kerangka Pikir ... 22

F. Hipotesis ... 22

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 24

A. Jenis Penelitian ... 24

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 24

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran ... 24

D. Jenis dan Sumber Data ... 26

E. Populasi dan Sampel ... 26

F. Teknik Pengumpulan Data ... 27

(14)

xiv

G. Teknik Analisis Data ... 28

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 32

A. Gambaran Umum Bank Syariah Indonesia ... 32

B. Hasil Penelitian ... 34

C. Pembahasan ... 48

BAB V PENUTUP ... 50

A. Kesimpulan ... 50

B. Saran ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 52 LAMPIRAN

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 20

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel ... 25

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 35

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Usia ... 35

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 36

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Karyawan ... 36

Tabel 4.5 Deskripsi Variabel Self Efficacy (X) ... 37

Tabel 4.6 Deskripsi Variabel Performansi Kerja Karyawan (Y) ... 39

Tabel 4.7 Uji Validitas Variabel Self Efficacy ... 42

Tabel 4.8 Uji Validitas Variabel Performansi Kerja Karyawan ... 43

Tabel 4.9 Uji Reliabilitas Variabel Self Efficacy ... 44

Tabel 4.10 Uji Reliabilitas Variabel Performansi Kerja Karyawan ... 44

Tabel 4.11 Koefisien Regresi Sederhana ... 45

Tabel 4.12 Uji Determinasi ... 47

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konsep... 22 Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bank BSI Cabang Ratulangi...33

(17)

1 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Sumber daya manusia merupakan salah satu aset perusahaan, peranan sumber daya manusia bagi perusahaan tidak hanya dilihat dari produktivitas kerja tetapi juga dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan.oleh karenanya performansi kerja karyawan merupakan suatu hal yang patut mendapat perhatian penting dari pihak perusahaan. Sumber daya manusia juga perlu dikelola dan dibina agar mereka merasa puas dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga mampu berkontribusi untuk kinerja dan kemajuan masyarakat.

Sebagai salah satu sumber daya terpenting bagi pihak perusahaan, sumber daya manusia tidak hanya terlihat dari efisiensi kerja, tetapi juga terlihat dari kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Oleh karena itu, kinerja karyawan merupakan hal yang patut diperhatikan oleh perusahaan.

Sinambela (2012) mendefinisikan kinerja Karyawan sebagai kemampuan Karyawan untuk melakukan keterampilan tertentu. Kinerja Karyawan sangat diperlukan karena dengan kinerja dapat diketahui seberapa besar kemampuan Karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Untuk melakukan hal tersebut individu perlu menentukan kinerja yang jelas dan terukur.

Harsuko (2011), berpendapat bahwa kinerja Karyawan adalah sejauh mana seseorang berperan dalam pelaksanaan strategi organisasi, baik untuk mencapai tujuan tertentu yang berkaitan dengan peran individu, maupun untuk menunjukkan kemampuan yang berhubungan dengan

(18)

organisasi.Menurut Mangkuprawira dan Hubeis (2007), mengatakan bahwa kinerja adalah hasil dari eksposisi pekerjaan tertentu secara terencana pada waktu dan tempat dari karyawan serta organisasi bersangkutan.

Ukuran kinerja dapat dilihat dari sisi jumlah dan mutu tertentu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan.

Kinerja karyawan dapat ditentukan dari berbagai faktor dan kondisi, baik itu dari karyawan internal maupun eksternal. Kinerja berkaitan eratbaik itu kepada sikap karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, lingkungan kerja, kerja sama antara pimpinan ataupun rekan kerja (As'ad, 1995).

Self-efficacy merupakan suatu keyakinan yang muncul karena memiliki kepercayaan diri atas keahlian yang dimilikinya dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sehingga mampu mencapai keberhasilan tertentu atas kemampuan yang dimilikinya dalam menjalankan suatu pekerjaan, sehingga dapat memperoleh suatu keberhasilan.Efikasi diri sangat dibutuhkan dalam diri karyawan, dengan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan tugas yang diberikan agar perusahaan berjalan secara ideal dan kinerja karyawan akan meningkat. Oleh karena hal tersebut Self efficacy sangat diperlukan agar membuat karyawan mampu bekerja dengan baik dan juga mempunyai kinerja yang tinggi.

Penelitian ini difokuskan pada karyawan PT.Bank Syariah Indonesia Tbk PT. Bank Syariah Indonesia Tbk ini berdiri pada tanggal 1 Februari 2021 pukul 13.00 WIB. Pada 1 Februari 2021, bank ini merupakan hasil penggabungan anak perusahaan BUMN bidang perbankan diantaranya Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia. Keberhasilan BSI dalam menggabungkan 3 bank

(19)

syariah di Indonesia ini tidak terlepas dari keberadaan Sumber Daya Insani (SDI) yang ada didalamnya sebagai pelaku utama dalam perusahaan. Hal ini menunjukkan peranan SDI terus berkembang dan semakin penting dalam meningkatkan kinerja karyawan dalam pencapaian target Bank Syariah Indonesia.

Bank syariah lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara bagi pihak yang berkelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana untuk kegiatan usaha dan kegiatan lainnya sesuai dengan syariat islam. Bank Syariah Indonesia merupakan lembaga keuangan yang menjalankan tiga fungsi utama yaitu sebagai wadah menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat dan memberikan pelayanan lainnya.

Dan memiliki tekad untuk menumbuhkan jutaan orang sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik. Bank Syariah Indonesia senantiasa mengajak dan melibatkan seluruh mitra untuk bersama-sama memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dalam menggunakan atau memanfaatkan produk dan layanan bank.

Salah satu cabang PT. Bank Syariah Indonesia Tbk yang menarik bagi peneliti adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar. Isu yang terdapat dari BSI cabang Ratulangi diantaranya bahwa karyawan sudah melakukan penerapan pendidikan maksimal sarjana dengan pendidikan islami serta mutu yang relevan, para karyawan selalu melakukan budaya dan mengucapkan sapa salam ketika masuk kantor bertemu sesama karyawan atau nasabah. melakukan meeting setiap harinya (pagi hari) ketika akanmemulai pekerjaan dan melakukan penerapan budaya organisasi yang islami, dan dalam sistem penggajian (upah) sesuai dengan grade (tingkatan),

(20)

apakah Self efficacy dan kerja para karyawan sesuai dengan kenyataan kinerja karyawan dilapangan, apakah kinerja karyawan benar-benar sesuai dengan hasil yang diharapkan oleh perusahaan Bank Syariah Indonesia.

Dilihat dari kondisi persaingan dalam pasar industri perbankan syariah di makassar menuntut kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten karena selain BSIbanyak juga didirikan bank-bank syariah lainnya sebagai pesaing BSI. Untuk menghadapi masalah yang diperoleh BSI Cabang ratulangi yaitu dengan semakin meningkatkan persaingan dalam perindustrian perbankan syariah di Makassar, maka BSI Cabang Ratulangi dituntut mengelola sumber daya manusia yang handal, yaitu mampu bekerja lebih giat dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Maka berdasarkan fenomena dan penjelasan yang telah dipaparkan diatas, peneliti tertarik meneliti lebih lanjut dengan judul "Pengaruh Self efficacy terhadap Performansi Kerja Karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar"

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah self efficacy berpengaruh terhadap performansi kerja karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar?”

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh selfefficacy terhadap performansi kerja karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar.

(21)

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Manfaat teoritis

a. Bagi Penulis, penelitian ini diharapkan mendapat pengetahuan yang mendalam mengenai self efficacy terhadap performansi kerja karyawan

b. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi dan menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan manfaat yang lebih luas bagi peneliti, serta diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Instansi,penelitian ini diharapkan menjadi tambahan informasi atau masukan tentang pentingnya self efficacy terhadapperformansi kerja karyawan.

b. Bagi Karyawan, penelitian ini dapat dijadikan sebagai motivasi agar terdorong untuk bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan instansi.

(22)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan bidang strategi dari organisasi. Manajemen sumber daya manusia harus dipandang sebagai perluasan dari pandangan tradisional untuk mengelolah orang secara efektif dan untuk itu membutuhkan pengetahuan tentang perilaku manusia dan kemampuan mengelolah nya.

Bermacam-macam pendapat tentang pengertian manajemen sumber daya manusia, antara lain adanya yang menciptakan human resource, ada yang mengartikan sebagai manpower management serta ada yang menyertakan dengan pengertian sumber daya manusia (personalia, kepegawaian, dan sebagainya).

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya perusahaan, karyawan dan masyarakat (Hasibuan, 2006). Ilmu yang mempelajari bagaimana memperdayakan karyawan dalam perusahaan, membuat pekerjaan, kelompok kerja, mengembangkan para karyawan yang mempunyai kemampuan, mengidentifikasi suatu pendekatan untuk mengembangkan kinerja karyawan dan memberikan imbalan kepada mereka atas usahanya dalam bekerja (Bohlarander dan Snell, 2010). Manajemen Sumber DayaManusia merupakan gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial dan sangat dominan pada setiap organisasi. Oleh sebab itu MSDM adalah keseluruhan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan

(23)

terhadap pengembangan, pengintegrasian pemeliharaan dan pelepasan SDM untuk tercapainya berbagai tujuan individu, masyarakat, pelanggan pemerintah dan organisasi yang bersangkutan (Sihotang:2007).

Marwansyah (2010), Manajemen Sumber Daya Manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi, dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial.

Sutrisno (2012), Manajemen Sumber Daya Manusia mempunyai definisi sebagai suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan secara terpadu

Menurut Malayu Hasibuan (2011) mengemukakan bahwa , manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif danaefisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut Light (dalam syamsuddin 2006) berpendapat bahwa manajemen adalah kerangka pengetahuan tentang kepemimpinan yang mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian material, dan uang untuk mencapai tujuan secara optimal.

Syamsuddin (2006), berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia terdiri dari serangkaian kebijakan yang terintegrasi tentang hubungan ketenagakerjaan yang mempengaruhi orang-orang dalam suatu

(24)

organisasi. Manajemen sumber daya manusia merupakan aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan agar sumber daya manusia dalam organisasi dapat didaya gunakan secara efektif dan efisien guna mencapai berbagai tujuan.

Dari beberapa pendapat diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebuah ilmu mengenai peran tenaga kerja agar memiliki kinerja lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

1. Fungsi Sumber Daya Manusia

Adapun fungsi sumber daya manusia dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Perencanaan

Perencanaan adalah suatu kegiatan yang meramalkan suatu keadaan dalam tenaga kerja, agar sesuai dengan kebutuhan organisasi secara efektif dan efisien, dalam membantu terwujudnya tujuan. Rencananya adalah untuk membentuk program karyawan. Meliputi pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian.

b. Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah kegiatan mengorganisasikan karyawan dengan menentukan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasi dalam bentuk bagan organisasi. Organisasi hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan secara efektif.

c. Pengarahan dan pengadaan

Pengarahan adalah kegiatan untuk memberi instruksi kepada karyawan, agar bekerja sama dan bekerja secara efektif serta efisien dalam

(25)

membantu mencapai tujuan organisasi. Pengarahan dilakukan oleh pimpinan yang kepemimpinannya akan memberikan arahan kepada karyawan untuk melakukan segala tugasnya dengan baik. pengadaan merupakan suatu proses, penarikan, seleksi, perempatan, orientasi, dan pengenalan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pengadaan yang baik akan membantu terwujudnya tujuan.

d. Pengendalian

Pengendalian adalah kegiatan mengendalikan karyawan untuk menunggu peraturan organisasi dan bekerja sesuai dengan rencana. jika terdapat penyimpangan dilakukan tindakan perbaikan dan penyempurnaan, pengendalian karyawan, meliputi absensi, kedisiplinan, perilaku kerja sama, dan menjaga lingkungan kerja.

e. Pengembangan

Pengembangan merupakan proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan f. Kompensasi

Kompensasi merupakan pemberian balas jasa berupa uang atau barang kepada para karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada organisasi.

g. Pengintegrasian

Pengintegrasian merupakan kegiatan untuk mempersatukan kepentingan organisasi dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.

(26)

h. Pemeliharaan

Pemeliharaan merupakan kegiatan pemeliharaan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun.

i. Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang penting dan merupakan kunci terwujudnya tujuan organisasi, karena tanpa adanya kedisiplinan, maka sulit terwujud tujuan yang maksimal.

j. Pemberhentian

Pemberhentian merupakan putusnya hubungan kerja seorang karyawan dari suatu organisasi. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan organisasi, berakhirnya kontrak kerja, pensiun, atau sebab lainnya.

B. Self Efficacy

1. Pengertian Self Efficacy

Self Efficacy merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan diri individu mengenai kemampuannya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu.

menurut Kreitner dan Kinicki (2003), self efficacy adalah sebuah keyakinan ruang gerak seseorang dalam mencapai tugas tertentu.Self efficacy yang tinggi akan mencapai suatu kinerja yang lebih baik karena individu tersebut memiliki motivasi, tujuan, serta emosi yang stabil dan kemampuan untuk memberikan kinerja atas aktivitas atau perilaku dengan sukses.

(27)

Menurut Bandura (1991), Self Efficacy ialah evaluasi individu atas kemampuan mereka untuk mengorganisasi serta melakukan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk sampai pada tingkat kinerja yang ditentukan.

Menurut (Bandura 1986 dalam suhertian 2010), self efficacy adalah sesuatu yang menyangkut tentang keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam mempengaruhi kontrol terhadap lingkungannya.

Menurut (Woolfolk 1993 dalam andiny 2008), secara umum self efficacy adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri atau tingkat keyakinan mengenai seberapa besar kemampuannya.

Bandura (1997), self efficacy awal mencerminkan keyakinan individu terhadap kemampuan untuk melaksanakan tugas pada tingkat kinerja tertentu. Self efficacy adalah suatu keyakinan yang muncul karena individu memiliki keyakinan diri terhadap kemampuannya dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sehingga individu dapat meraih kesuksesan. Dengan adanya dorongan atau motivasi maka karyawan harus lebih percaya diri dan memiliki keyakinan dalam kemampuannya. Self efficacy sangat dibutuhkan sangat dibutuhkan dalam diri karyawan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan agar perusahaan berjalan dengan optimal dan kinerja karyawanakan meningkat. Oleh karena itu self efficcay sangat diperlukan untuk membuat karyawan mampu bekerja dengan baik dan memiliki kinerja yang tinggi serta percaya kepada kemampuan diri.

2. Fungsi Self Efficacy

Fungsi Self Efficacy menurut bandura (1997) yakni :

a. fungsi kognitif, Bandura menyatakan bahwa pengaruh efikasi diri terhadap proses kognitif seseorang sangat bervariasi. Efikasi diri yang

(28)

kuat akan mempengaruhi usaha seseorang untuk mencapai tujuan pribadi.

b. Fungsi Motivasi, sebagian besar motivasi manusia dihasilkan secara kognitif. Individu memotivasi diri mereka sendiri dan menghasilkan keyakinan berdasarkan pemikiran tentang masa depan.

c. Fungsi Sikap, efikasi diri meningkatkan kemampuan individu dalam mengatasi jumlah stress dan depresi yang dialami pada situasi sulit dan penuhtekanan.

d. Fungsi Selektif, efikasi diri akan mempengaruhi pemilihan kegiatan atau tujuan yang akan diambil oleh individu.

3. Sumber Self Efficacy

Menurut Bandura (Alwilsol, 2004) termuat beberapa faktor yang mempengaruhi self efficacy, yaitu :

a. Pengalaman Keberhasilan (Mastery Exsperience)

Keberhasilan yang diperoleh akan meningkatkan efikasi diri seseorang, sedangkan kegagalan akan menurunkan efikasi diri seseorang. Bila keberhasilan yang yang diperoleh seseorang lebih banyak disebabkan oleh faktor diluar dirinya, biasanya akan berpengaruh pada peningkatan efikasi diri, sebaliknya jika keberhasilan itu diperoleh dari hasil perjuangannya sendiri, maka akan berdampak pada peningkatan efikasi diri.

b. Pengalaman Orang Lain (Vicarious Exsperiances)

Pengalaman keberhasilan orang lain yang memiliki kesamaan dengan pengalaman individu dalam mengerjakan suatu tugas. biasanya akan

(29)

meningkatkan self efficacy seseorang dalam mengerjakan tugas yang sama.

c. Persuasi Sosial (Sosial Persuation)

Informasi tentang kemampuan yang disampaikan secara lisan oleh seseorang yang berpengaruh biasanya digunakan untuk meyakinkan seseorang bahwa dirinya cukup mampu melakukan suatu tugas.

d. Keadaan Fisiologis dan Emotional ( Physiology and Emotional States) Kecemasan dan stress ketika seseorang melakukan suatu tugas biasanya diartikansebagai kegagalan.Kepercayaan diri yang tinggi biasanya ditandai dengan tingkat stres dan kecemasan yang rendah, sedangkan kepercayaan diri yang rendah ditandai oleh tingkat stres dan kecemasan yang tinggi.

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self Efficacy

Bandura (1997) menyatakan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi self efficacy pada diri individu antara lain:

a. Budaya

Budaya mempengaruhi efikasi diri melalui nilai-nilai keyakinan dalam proses pengaturan diri yang berfungsi sebagai sumber pasokan efikasi diri dan juga konsekuensi dari keyakinan efikasi diri.

b. Gender

Perbedaan gender jugamempengaruhi efikasi diri. Hal ini terlihat dari penelitian Bandura (1997) yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan laki laki, perempuan lebih efisien dalam mengatur dirinya sendiri. dan perempuan yang berperan selain sebagai ibu rumah tangga serta perempuan profesional akan memiliki karakteristik efikasi diri yang tinggi.

(30)

c. Sifat Dari Tugas Yang Dihadapi

Kompleksitas yang dihadapi setiap individu akan berpengaruh terhadap penilaian individu. Karena semakin kompleks tugas yang dihadapi individu, maka akan semakin rendah kemampuan individu tersebut. Sebaliknya jika individu dihadapkan pada tugas–tugas yang mudah maka semakin tinggi kemampuan individu tersebut.

d. Intensif eksternal

Faktor lain yang dapat mempengaruhi efikasi diri adalah motivasi, Bandura menunjukkan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan efikasi diri adalah dengan menjadi kompeten atau termotivasi oleh orang lain untuk menjadikan diri menjadi individu sukses.

e. Status atau peran individu dalam lingkungan

Individu dengan status yang lebih tinggi akan mendapatkan derajat control yang lebih besar, sehingga rasa efikasi diri mereka juga tinggi. Pada saat yang sama, individu dengan status yang rendah memiliki kontrol yang lebih rendah serta efikasi diri yang rendah pula.

5. Indikator Self Efficacy

Menurut Bandura (dalam shofia, 2014) terdapat dimensi-dimensi yang nantinya akan digunakan sebagai indikator self efficacy antara lain:

a. Magnitude /tingkat kesulitan tugas

Aspek ini berkaitan dengan penelitian tentang tingkat seseorang dalam memastikan upaya yang dilakukan dalam hal kesulitan tugas. individu akan melakukan tugas yang menurutnya mampu untuk dilakukan ataupun tugas yang diperkirakan berada diluar kemampuannya.

(31)

b. Generality/Luas bidang perilaku

Aspek ini berkaitan dengan luasnya wewenang atau perbuatan yang diperbolehkan. Beberapa pengalaman akan menimbulkan penguasaan terhadap bidang tugas yang akan di hadapi selanjutnya.

c. Strenght/kemantapan keyakinan

Aspek ini berkaitan dengan kekuatan keyakinan individu itu sendiri. Tingkat efikasi diri yang rendah akan mudah tergoyahkan oleh pengalaman yang melemahkannya, sedangkan tingkat efikasi diriyang kuat akan berusaha dalam meningkatkan potensinya meskipun telah mengalami pengalaman yang melemahkannya..

C. Performansi Kerja Karyawan

1. Pengertian Performansi Kerja Karyawan

Sering kali dijumpai dijumpai istilah yang mirip dengan job performace misalnya : proficiency, merit, dan produktivitas. Pengertian performansi kerja lebih sempit sifatnya, yaitu berkenan dengan apa yang dihasilkan seseorang dari tingkah laku kerjanya (As’ad, 1998). Biasanya orang yang level performansi kerjanya tinggi disebut orang yang produktif dan sebaliknya orang yang kerjanya tidak mencapai standar dikatakan sebagai orang yang tidak produktif.

Apabila performance dikaitkan sebagai kata benda, maka pengertian performance atau kinerja adalah hasil kerja yang yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam pencapaian tujuan perusahaan secara ilegal,tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika (Rivai & Basri, dalam Riani, 2011).

(32)

Menurut mangkunegara (2004), performansi kerja karyawan adalah hasil kerja karyawan baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan.

Maier (dalam As’ad, 1998) berpandangan bahwa pada umumnya job performace diberi batasan sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan. As’ad (1998) mendefinisikan performansi kerja sebagai hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.

Menurut Bernandin dan Rusel (1998), performansi kerja adalah catatan mengenai sesuatu yang dihasilkan pada sebuah fungsi atau aktivitas tertentu dalamjangka waktu tertentu. Performansi kerja seseorang individu merupakan gabungan dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat diukur dari hasil yang dihasilkan, oleh karena itu performansi kerja bukanlah ciri pribadi pribadi yang ditunjuk oleh seseorang melainkan hasil kerja yang telah dilakukan oleh seseorang.

Rivai (2005) memiliki pandangan bahwa performansi kerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuaan dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Menurut rivai (2005) performansi kerja adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai persepsi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.

Menurut(Motowidlo, 2003 dalam Menges, Tussing, Wihler & Grant, 2016) menjelaskan bahwa performansi kerja merupakan efektivitas karyawan yang berkontribusi terhadap tujuan organisasi.

(33)

Brit dan Jex (2008) mengatakan bahwa performansi kerja merupakan semua perilaku karyawan yang dilakukan ketika bekerja didalam tempat kerja.

Prawirosento (1999) menjelaskan performansi kerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Berdasarkan beberapa uraian tersebut maka dapatdisimpulkan bahwa performansi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seorang karyawan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh organisasi berdasarkan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

2. Komponen Performansi Kerja

Rotundo & Sackett (2002) menyebutkan ada tiga komponen besar performansi kerja yaitu:

a. Kinerja tugas, adalah penyelesaian tugas-tugas dan tanggung jawab yang berhubungan dengan tugas yang diberikan, meliputi perilaku yang menghasilkan barang dan jasa atau pelayanan.

b. Kinerja keanggotaan,menunjukkan perilaku keterlibatan didalam kehidupan politikorganisasi dan mempromosikan citra organisasi yang positif dan menyenangkan.

c. Kinerja kontraproduktif, mengacu pada perilaku sukarela yang merugikan kesejahteraan organisasi serta merugikan keanggotaan sendiri di dalam organisasi.

(34)

Menurut Henderson dalam Wirawan (2010) komponen dalam pekerjaan yang menunjukkan performansi kerja dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis antara lain:

1) Hasil kerja

Hasil kerja adalah keluaran kerja dalam bentuk barang dan jasa yang dapat dihitung dan diukur kuantitas dan kualitasnya.

2) Perilaku kerja

Perilaku kerja dibedakan menjadi dua yaitu perilaku kerja umum dan perilaku kerja khusus. Perilaku kerja umum adalah perilaku kerja yang diperlukan untuk semua jenis pekerjaa. Sedangkan perilaku kerja khusus adalah perilaku yang diperlukan untuk satu jenis pekerjaan tertentu.

3) Sifat pribadi yang ada hubungannya dengan pekerjaan

Karyawan mempunyai banyak sifat pribadi yang dibawa sejak lahir dan diperoleh ketika dewasa dari pengalaman kerjanya. Suatu pekerjaan hanya dapat dikerjakan oleh seorang karyawan jika mempunyai sifat pribadi tertentu. Sifat pribadi yang dinilai dalam evaluasi performansi kerja hanya sifat pribadi yang ada hubungannya dengan pekerjaan.

3. Faktor-faktor Performansi Kerja

Menurut Simamora (2004) faktor-faktor yang digunakan dalam pengukuran produktifitas kerja meliputi kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu:

a. Kualitas kerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar yang ditetapkan perusahaan.

(35)

b. Kualitas kerja merupakan suatuhasil yang berkaitan dengan kualitas dari suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan.Dalam hal ini ialah kemampuan seorang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

c. Ketetapan waktu adalah suatu kegiatan yang dapat diselesaikan pada awal waktu yang ditentukan. Dari sudut pandang koordinasi dengan hasil output dan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan lain.

Ketepatan waktu diukur dengan persepsi karyawan tentang suatu kegiatan yang disediakan diawal waktu hingga menjadi output.

Indikator kinerja pada hakikatnya adalah pengetahuan yang memberikan penanda, baik kualitatif maupun kuantitatif bahwa dalam kinerja suatu perusahaan sudah terdapat indikator kinerja yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan (Mohammad Faisal Amir,2015).

D. Tinjauan Empiris

Untuk menunjang pengaruh dan landasan teori yang ada, maka perlu penelitian terdahulu sebagai pendukung penelitian ini. Berkaitan dengan pengaruh self efficacyterhadap performansi kerja karyawan ada beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya.

Penelitian Oktaria Noerhaini (2018) meneliti judul Pengaruh Self Efficacy, Kompetensi, Pengembangan Karir dan Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Hasil Penelitian tersebut menunjukkan Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja.

(36)

Penelitian Ernawati (2019) meneliti judul Pengaruh Self Efficacy , Self Esteem dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Persero Area Bulukumba. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa self efficacy, self esteem dan lingkungan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

Penelitian Vena Triolita Putri Ardi, Endang Siti Astuti, M. Cahyo Widyo Sulistyo (2017) meneliti judul Pengaruh Self Efficacy Terhadap Employee Engagement dan Kinerja Karyawan Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Regional V Surabaya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Self Efficacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Penelitian Dian Noviawati (2016) meneliti judul Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Divisi Finance dan Divisi Human Resouce PT.

Coca-Cola Distribution Indonesia, Surabaya.Hasil penelitian tersebut menunjukkan Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan.

Tabel 2.1

PENELITIAN TERDAHULU

No Peneliti Judul Penelitian Metode Penelitian

Hasil Penelitian

1. Octaria Noerhaini (2018)

Pengaruh Self Efficacy, Kompetensi, Pengembangan Karirdan Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)

Penelitian Kuantitatif

Hasil Penelitian tersebut menunjukkan Self Efficacy

berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja.

(37)

2. Ernawati (2019)

Pengaruh Self efficacy, Self esteem dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. PLN Persero area bulukumba

Jenis Penelitian Asosiatif Dengan Pendekatan Kuantitatif

Hasil penelitian

tersebut menunjukkan bahwa self efficacy, self esteem, dan lingkungan kerja karyawan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) area bulukumba.

3. Venna Trilolita Putri Ardi, Endang Siti Astuti, M. Cahyo Widyo Sulistyo (2017)

Pengaruh Self Efficacy Terhadap Employee

Engagement dan Kinerja Karyawan pada PT.

Telekomunikasi Indonesia Regional V Surabaya

Pendekatan Kuantitatif

Hasil penelitian

tersebut menunjukkan Self Efficacy

berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan.

4. Dian Rizki Noviawati (2016)

Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Divisi Finance dan Defisi Human Resource PT. Coca-Cola Distribution

Indonesia, Surabaya

Penelitian Kuantitatif

Hasil penelitian

tersebut menunjukkan Self Efficacy

berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.

5 .

Luluk Nur Chasanah (2018)

Pengaruh Self Esteem, Self Efficacy, dan Locus Of Control Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening, Pada Bank Jatim Syariah Cabang Malang

Penelitian Kuantitatif

Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa self esteem, self efficacy dan locus of controlberpengaruh terhadap kepuasan kerja Bank Jatim Syariah Cabang Malang.

(38)

E. Kerangka Pikir

Menurut Sugiyono (2014), kerangka pikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Kerangka pikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka bagian teoritis yang akan dikembangkan pada penelitian ini mengacu pada telah berbagai pustaka yang digunakan.

Berdasarkan landasan teori diatas, maka peneliti menggunakan kerangka pikir dibawah ini:

Gambar 2.1

KERANGKA PIKIR

F. Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah dan kajian teoritis yang telah dilakukan sebelumnya, aspek yang akan diuji dalam penelitian ini dengan hipotesis yang diajukan sebagai berikut :

Self Efficacy (x) 1. Tingkat kesulitan tugas 2. Luas bidang perilaku 3. Kemantapan keyakinan

Bandura (dalam shofia,2014)

Performansi Kerja Karyawan (y) 1. Kualitas

2. Kuantitas

3. Ketepatan Waktu Simamora, 2004

(39)

H : Self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap performansi kerja karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi KotaMakassar.

(40)

24 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dimana data kuantitatif adalah data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka. Penelitian ini menggambarkan suatu variabel, gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya dan menggunakan data yang bersifat angka yang diperoleh dari angket atau kuesioner.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar yang berlokasi di Jln. Dr. Ratulangi No 79, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan pada bulan September dan oktober tahun 2021.

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Definisi Operasional Variabel

Operasional variabel adalah penjelasan mengenai cara-cara tertentu yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur (mengoperasionalkan) construct menjadi variabel penelitian yang dituju. Sehingga memungkinkan peneliti yang lain untuk melakukan replikasi (pengulangan) pengukuran dengan cara yang sama, atau mencoba mengembangkan cara pengukuran construct yang lebih baik.

Dalam penelitian ini definisi operasional variabel adalah sebagai berikut:

a. Self efficacy (x)adalah penilaian individu atas kemampuan merekauntuk mengorganisasi dan melakukan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kinerja yang ditentukan.

(41)

b. Performansi Kerja Karyawan (Y) adalah, hasil kerja karyawan baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan.

Tabel 3.1

DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

Variabel Definisi Indikator

Self efficacy (X) Self Efficacy adalah penilaian individu atas kemampuan merekauntuk mengorganisasi dan melakukan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kinerja yang ditentukan.

1. Tingkat kesulitan tugas 2. Luas bidang perilaku

3. Kemantapan keyakinan Bandura (dalam

shofia,2014)

Performansi Kerja Karyawan (Y)

Performansi kerja karyawan adalah hasil kerja karyawan baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam

melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan

1. Kualitas 2. Kuantitas

3. Ketepatan Waktu Simamora, 2004

2. Skala Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini skala pengukuran variabel menggunakan skala likert.

Skala likert dalam hal responden diminta tanggapannya akan pernyataan yang akan diajukan kepadanya (subiyanto, 2007). Skala likert dalam penelitian ini digunakan dalam penyusunan pernyataan dalam kuesioner.

(42)

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis penelitian ini menggunakan data kuantitatif, dimana data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Dalam hal ini, peneliti menggunakan sumber data sebagai berikut:

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama, baik dari individu maupun perorangan. seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti (umar,2005). Data primer ini berupa data identitas responden dan tanggapan responden yang akan dijawab langsung oleh responden mengenai variabel-variabel self efficacy dan performansi kerja karyawan.

2. Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya, melainkan dapat diperoleh dari arsip yang terdapat diorganisasi perusahaan,perpustakaan, penelitian terdahulu, dan jurnal yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2014) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 responden karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar per tahun 2021.

(43)

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden. Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan metode sensus berdasarkan pada ketentuan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002), yang mengatakan bahwa: “Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus.”

Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel jenuh. Metode sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan menjadi sampel.

F. Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian, data primer diperoleh dari perusahaan tempat dilakukannya penelitian, untuk data sekunder diperoleh dari buku, internet, media kabar, jurnal, dan lain-lain. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah:

1. Kuesioner

Pengumpulan dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan secara tertulis dan menyebarkan angket yang disertai dengan alternatif jawaban yang akan diberikan kepada responden.

(44)

2. Observasi

Observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi langsung.

Observasi langsung adalah observasi yang terjadi ketika pengobservasian hadir secara fisik memonitor apa yang terjadi secara personal. Observasi ini dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap objek penelitian, maupun tempat penelitian, tanpa mengajukan suatu pertanyaan.

3. Wawancara

Wawancara yaitu cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada para karyawan.

4. Dokumentasi

Teknik dokumentasi ini dipergunakan untuk memperoleh data beserta informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar.

G. Teknik Analisis Data

Dalam memperoleh data, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan menggunakan alat bantu berupa software komputer program SPSS. SPSS (Statistical Package for Social Sciences) adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk menganalisis sebuah data dengan analisis statistik. Namun terlebih dahulu perlu dilakukan uji kualitas data

1. Uji Kualitas Data

Kesimpulan penelitian tergantung pada kualitas data yang di analisis dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Ada

(45)

dua konsep untuk mengukur kualitas data, yaitu : uji validitas dan uji reliabilitas. Artinya suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang biasa jika datanya kurang valid dan kurang reliable. Adapun uji kualitas yang digunakan yaitu:

a. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan suatu instrumen atau alat pengumpul data dalam mengungkap sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan. Suatu instrumen dikatakan valid bila instrumen tersebut mampu mengukur apa saja yang harus diukurnya dan mampu mengungkapkan apa yang ingin di ungkapkan (Sutrisno Hadi, 2001).

Berikut ini adalah kriteria pengujian validitas:

1) Jika t hitung ≥ 0,05 tabel maka item-item tersebut dinyatakan valid 2) Jika t hitung ≤ tabel maka item-item tersebut dinyatakan tidak valid b. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas diperlukan untuk mengetahui tingkat ketepatan alat ukur yang digunakan. Alat ukur yang andal (dapat dipercaya). Jika hasil pengukuran tetap atau nilai yang diperoleh konsisten, meskipun pengukuran berulang dilakukan pada objek yang sama. (Sutrisno Hadi, 2001).

2. Analisis regresi linear sederhana

Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu data yang terkumpul dianalisis dengan cara mendeskripsikan dan mengaitkan teori yang ada, yang kemudian akan memberikan hasil yang relevan untuk untuk kemudian diambil kesimpulan

(46)

dan saran. Hubungan antara keduanya ini akan diformulasikan ke dalam persamaan.

Dimana :

x : Self Efficacy

y : Performansi Kerja Karyawan α : nilai konstanta

β : nilai koefisien regresi ε : Error

Hasil perhitungan regresi selanjutnya diuji dengan menggunakan uji t pada tingkat keyakinan 0,95 atau taraf nyata a = 0,05. Penguji hipotesis ditetapkan sebagai berikut :

- Bila t hitung > t tabel maka hipotesis diterima - Bila t hitung < t tabel maka hipotesis ditolak.

3. Uji t (Parsial)

Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2017). Pengujian regresi parsial dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara individual mempunyai pengaruhterikat dengan asumsi bahwa variabel lainnya konstan. Pengujian penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS.

Dasar pengambilan keputusan:

Y=α+βx1 + ε

(47)

1) Jika probabilitas (signifikan) > 0,05 (a) maka H0 diterima.

2) Jika probabilitas (signifikan) < 0,05 (a) maka H0 ditolak dan Ha diterima.

4. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara dua variabel.

Nilai koefisien dari determinasi menunjukkan persentase variasi nilai variabel yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan.

(48)

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar

1. Sejarah

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, berpotensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan syariah.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industri halal di indonesia. Termasuk didalamnya adalah Bank Syariah.

Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada semua kegiatan ekonomi dalam ekosistem industri halal. Keberadaan industri perbankan syariah di indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan dalam tiga dekade terakhir. Inovasi produk, peningkatan layanan, dan pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan pencepatan juga tercermin dari banyaknya bank syariah yang melakukan aksi karporasi.

Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Pada 1 Februari 2021 yang bertepatan dengan 19 jumalid Akhir 1442 H menjadi penanda sejarah bergabungnya Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi suatu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI).

Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari tiga bank syariah sehingga menghadirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan lebih luas,

(49)

serta memiliki kapasitas permodalan yang lebih baik. Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri,BNI,BRI) serta komitmen pemerintahan melalui kementrian BUMN, Bank Syariah Indonesia didorong untuk dapat bersaing ditingkat global.

Penggabungan ketiga Bank Syariah tersebut merupakan ikhtiar untuk melahirkan bank syariah kebanggan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Keberadaan bank syariah indonesia menjadi cerminan wajah perbankan syariah di indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam (Rahmatan Lil’Aalaamiin).

2. Struktur Organisasi

Gambar 4.1

STRUKTUR ORGANISASI

Brance Manajer

A

MMM,NMMm MMANAJER

Brance Operation And Service

manajer

Consumer Bussiness

RM

Pawning Sales

Back Office Customer

Service

Funding and Transaction

Staff

Customer Service Representative

Teller General Affairs

Staff Pawning

Appraisal

(50)

3. Misi dan Misi a. Visi

TOP 10 GLOBAL ISLAMIC BANK b. Misi

1. Memberikan akses solusi keuangan syariah di indonesia

Melayani > 20 nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan asset (500+T) dan nilai buku 50 T tahun 2025

2. Menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham

Top 5 bank yang paling profitabel di indonesia (ROE 18%) dan valuasi kuat (PB>2)

3. Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggan para talenta terbaik indonesia.

Perusahaan dengan nilai yang kuat dan memberdayakan masyarakat serta berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan budaya berbasis kinerja.

B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini responden diidentifikasi berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat usia, tingkat pendidikan dan masa kerja. Total sampel sebanyak 33 orang/responden Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar.

Berikut ini disajikan gambaran umum responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini seperti pada tabel 4.1, sebagai berikut

(51)

Tabel 4.1 JENIS KELAMIN

Jenis Kelamin

Frequency Percent

Valid

Laki-Laki 21 63,6

Perempuan 12 34,6

Total 33 100.0

Sumber: Hasil Olah Data SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas, telah diperoleh data dari 33 orang responden,menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 21 orang responden atau sebesar 63.5%sedangkan jumlah responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu 12 orang responden atau sebesar 34.6%.

Dengan demikian jenis kelamin responden yang didominan adalah laki-laki.

Tabel 4.2 TINGKAT USIA

Frequency Percent

Valid

< 25 Tahun 4 12.1

26-35 Tahun 26 78.8

> 45 Tahun 3 9.1

Total 33 100.0

Sumber: Hasi Olah Data SPSS,2021

Berdasarkan pada tabel diatas dapat dilihat sebanyak 4 respoden 12.1%

dengan tingkat usia < 25 tahun, 26 responden 78.8% dengan tingkat usia 26-35 tahun, 3 responden 9.1% dengan tingkat usia > 45 tahun. Dengan demikian usia responden yang dominan berada pada usia 26-35 tahun.

(52)

Tabel 4.3

TINGKAT PENDIDIKAN

Frequency Percent

Valid

D3 4 12.1

S1-S2 29 87.9

Total 33 100.0

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa 4 responden (12.1%) dengan tingkat pendidikan D3, 29 responden (87.9) dengan tingkat pendidikan S1-S2. Dengan demikian tingkat pendidikan yang paling dominan berada pada S1-S2.

Tabel 4.4 MASA KERJA

Frequency Percent

Valid

< 2 Tahun 2 6.1

3-4 Tahun 7 21.2

> 5 Tahun 24 72.7

Total 33 100.0

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari masa kerja sebanyak 2 responden 6.1% dengan masa kerja < 2 tahun, 7 responden 21.2% dengan masa kerja 3-4 tahun, 24 responden 72.7% dengan masa kerja di atas > 5 tahun.

2. Deskripsi Variabel

Variabel penelitian terdiri dari 2 (dua) yaitu: variabel independent yaitu Self Efficacy (X), dan variabel dependent yaitu Performansi Kerja Karyawan (Y).

Survey ini menggunakan skala pengukuran dengan skala likert dengan bobot

(53)

tertinggi disetiap pertanyaan adalah 5 (lima) dan bobot terendah adalah 1 (satu) dengan jumlah responden sebanyak 33 orang.

Tabel 4.5

DESKRIPSI VARIABEL SELF EFFICACY (X)

Deskripsi Mean Median Std Deviation

Min Max Variance Sum

X1 3.67 4.00 0.890 2 5 0.792 121

X2 3.94 4.00 0.704 3 5 0.496 130

X3 4.03 4.00 0.847 2 5 0.718 133

X4 3.97 4.00 0.810 2 5 0.655 131

X5 4.27 4.00 0.719 2 5 0.517 141

X6 3.94 4.00 0.609 3 5 0.371 130

X7 3.97 4.00 0.637 3 5 0.405 131

X8 4.39 4.00 0.704 2 5 0.496 145

X9 4.15 4.00 0.755 3 5 0.570 137

X10 4.24 4.00 0.792 1 5 0.627 140

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa:

1) Target yang harus saya capai dalam pekerjaan terlalu tinggi. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 121 dengan mean 3.67 standar deviation 0.890 dan variance 0.792.

2) Saya mengerjakan banyak pekerjaan setiap harinya yang harus segera diselesaikan. jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 130 dengan mean 3.94 standar deviation 0.704 dan variance 0.496.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Konsep..........................................................................
Tabel 4.1  JENIS KELAMIN   Jenis Kelamin  Frequency  Percent  Valid  Laki-Laki  21  63,6  Perempuan  12  34,6  Total  33  100.0
Tabel 4.3  TINGKAT PENDIDIKAN  Frequency  Percent  Valid  D3  4  12.1  S1-S2  29  87.9  Total  33  100.0
Tabel 4.12  UJI DETERMINASI  Model Summary b Model  R  R  Square  Adjusted  R  Square  Std

Referensi

Dokumen terkait

Dalam ilmu toponimi dan atau ilmu penanamaan wilayah dan atau pembakuan nama rupabumi, digariskan: penamaan wilayah administrasi buatan manusia (provinsi, kabupaten, kola,

melakukan interaksi terhadap guru, siswa-siswa serta staf-staf SMK Negeri 46 Jakarta, dari interaksi itu peneliti menemukan permasalah-permasalahan yang dialami oleh beberapa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ketercapaian kompetensi guru lulusan Prodi Pendidikan Fisika UNSRI sudah mencapai KKNI level enam dengan kriteria cukup untuk

SIKAP SISWA TERHADAP PERILAKU MENYONTEK DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN JENIS KELAMIN SISWA Studi Kasus pada Siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta Tahun Ajaran

Berdasarkan perbandingan tersebut dihasilkan kesamaan semua faktor yang menjadi pertimbangan dalam penataan dan pembangunan menara BTS di Kota Bandung antara lain pertimbangan

Batuan induk dapat dikatakan berada dalam ting- kat matang apabila nilai T maks hasil analisis &gt; 435 o C atau Indeks Produksi (PI) sebesar 0,1 (Waples, 1985). Di lokasi

Promjena tlaka u ovisnosti o položaju stapa (lijevo) i sila na stap (desno) za drugi stupanj kompresije.. Razlika u dijagramu je zbog razli č itih površina stapa sa strane č ela i

Grater (1976) diacu dalam Muntasib (2003) menyatakan bahwa sebelum menyusun perencanaan program interpretasi disusun dulu suatu prokpektus yang.. merupakan suatu