BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah dan kajian teoritis yang telah dilakukan sebelumnya, aspek yang akan diuji dalam penelitian ini dengan hipotesis yang diajukan sebagai berikut :
Self Efficacy (x) 1. Tingkat kesulitan tugas 2. Luas bidang perilaku 3. Kemantapan keyakinan
Bandura (dalam shofia,2014)
Performansi Kerja Karyawan (y) 1. Kualitas
2. Kuantitas
3. Ketepatan Waktu Simamora, 2004
H : Self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap performansi kerja karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi KotaMakassar.
24 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dimana data kuantitatif adalah data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka. Penelitian ini menggambarkan suatu variabel, gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya dan menggunakan data yang bersifat angka yang diperoleh dari angket atau kuesioner.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar yang berlokasi di Jln. Dr. Ratulangi No 79, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan pada bulan September dan oktober tahun 2021.
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Definisi Operasional Variabel
Operasional variabel adalah penjelasan mengenai cara-cara tertentu yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur (mengoperasionalkan) construct menjadi variabel penelitian yang dituju. Sehingga memungkinkan peneliti yang lain untuk melakukan replikasi (pengulangan) pengukuran dengan cara yang sama, atau mencoba mengembangkan cara pengukuran construct yang lebih baik.
Dalam penelitian ini definisi operasional variabel adalah sebagai berikut:
a. Self efficacy (x)adalah penilaian individu atas kemampuan merekauntuk mengorganisasi dan melakukan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kinerja yang ditentukan.
b. Performansi Kerja Karyawan (Y) adalah, hasil kerja karyawan baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan.
Tabel 3.1
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
Variabel Definisi Indikator
Self efficacy (X) Self Efficacy adalah penilaian individu atas
1. Tingkat kesulitan tugas 2. Luas bidang perilaku
3. Kemantapan keyakinan Bandura (dalam
shofia,2014)
Performansi Kerja Karyawan (Y)
Performansi kerja karyawan adalah hasil kerja karyawan baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan
1. Kualitas 2. Kuantitas
3. Ketepatan Waktu Simamora, 2004
2. Skala Pengukuran Variabel
Dalam penelitian ini skala pengukuran variabel menggunakan skala likert.
Skala likert dalam hal responden diminta tanggapannya akan pernyataan yang akan diajukan kepadanya (subiyanto, 2007). Skala likert dalam penelitian ini digunakan dalam penyusunan pernyataan dalam kuesioner.
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis penelitian ini menggunakan data kuantitatif, dimana data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Dalam hal ini, peneliti menggunakan sumber data sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama, baik dari individu maupun perorangan. seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti (umar,2005). Data primer ini berupa data identitas responden dan tanggapan responden yang akan dijawab langsung oleh responden mengenai variabel-variabel self efficacy dan performansi kerja karyawan.
2. Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya, melainkan dapat diperoleh dari arsip yang terdapat diorganisasi perusahaan,perpustakaan, penelitian terdahulu, dan jurnal yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2014) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 responden karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar per tahun 2021.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden. Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan metode sensus berdasarkan pada ketentuan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002), yang mengatakan bahwa: “Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus.”
Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel jenuh. Metode sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan menjadi sampel.
F. Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian, data primer diperoleh dari perusahaan tempat dilakukannya penelitian, untuk data sekunder diperoleh dari buku, internet, media kabar, jurnal, dan lain-lain. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah:
1. Kuesioner
Pengumpulan dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan secara tertulis dan menyebarkan angket yang disertai dengan alternatif jawaban yang akan diberikan kepada responden.
2. Observasi
Observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi langsung.
Observasi langsung adalah observasi yang terjadi ketika pengobservasian hadir secara fisik memonitor apa yang terjadi secara personal. Observasi ini dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap objek penelitian, maupun tempat penelitian, tanpa mengajukan suatu pertanyaan.
3. Wawancara
Wawancara yaitu cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada para karyawan.
4. Dokumentasi
Teknik dokumentasi ini dipergunakan untuk memperoleh data beserta informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar.
G. Teknik Analisis Data
Dalam memperoleh data, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan menggunakan alat bantu berupa software komputer program SPSS. SPSS (Statistical Package for Social Sciences) adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk menganalisis sebuah data dengan analisis statistik. Namun terlebih dahulu perlu dilakukan uji kualitas data
1. Uji Kualitas Data
Kesimpulan penelitian tergantung pada kualitas data yang di analisis dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Ada
dua konsep untuk mengukur kualitas data, yaitu : uji validitas dan uji reliabilitas. Artinya suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang biasa jika datanya kurang valid dan kurang reliable. Adapun uji kualitas yang digunakan yaitu:
a. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan suatu instrumen atau alat pengumpul data dalam mengungkap sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan. Suatu instrumen dikatakan valid bila instrumen tersebut mampu mengukur apa saja yang harus diukurnya dan mampu mengungkapkan apa yang ingin di ungkapkan (Sutrisno Hadi, 2001).
Berikut ini adalah kriteria pengujian validitas:
1) Jika t hitung ≥ 0,05 tabel maka item-item tersebut dinyatakan valid 2) Jika t hitung ≤ tabel maka item-item tersebut dinyatakan tidak valid b. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas diperlukan untuk mengetahui tingkat ketepatan alat ukur yang digunakan. Alat ukur yang andal (dapat dipercaya). Jika hasil pengukuran tetap atau nilai yang diperoleh konsisten, meskipun pengukuran berulang dilakukan pada objek yang sama. (Sutrisno Hadi, 2001).
2. Analisis regresi linear sederhana
Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu data yang terkumpul dianalisis dengan cara mendeskripsikan dan mengaitkan teori yang ada, yang kemudian akan memberikan hasil yang relevan untuk untuk kemudian diambil kesimpulan
dan saran. Hubungan antara keduanya ini akan diformulasikan ke dalam persamaan.
Dimana :
x : Self Efficacy
y : Performansi Kerja Karyawan α : nilai konstanta
β : nilai koefisien regresi ε : Error
Hasil perhitungan regresi selanjutnya diuji dengan menggunakan uji t pada tingkat keyakinan 0,95 atau taraf nyata a = 0,05. Penguji hipotesis ditetapkan sebagai berikut :
- Bila t hitung > t tabel maka hipotesis diterima - Bila t hitung < t tabel maka hipotesis ditolak.
3. Uji t (Parsial)
Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2017). Pengujian regresi parsial dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara individual mempunyai pengaruhterikat dengan asumsi bahwa variabel lainnya konstan. Pengujian penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS.
Dasar pengambilan keputusan:
Y=α+βx1 + ε
1) Jika probabilitas (signifikan) > 0,05 (a) maka H0 diterima.
2) Jika probabilitas (signifikan) < 0,05 (a) maka H0 ditolak dan Ha diterima.
4. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara dua variabel.
Nilai koefisien dari determinasi menunjukkan persentase variasi nilai variabel yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan.
32 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar
1. Sejarah
Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, berpotensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan syariah.
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industri halal di indonesia. Termasuk didalamnya adalah Bank Syariah.
Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada semua kegiatan ekonomi dalam ekosistem industri halal. Keberadaan industri perbankan syariah di indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan dalam tiga dekade terakhir. Inovasi produk, peningkatan layanan, dan pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan pencepatan juga tercermin dari banyaknya bank syariah yang melakukan aksi karporasi.
Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.
Pada 1 Februari 2021 yang bertepatan dengan 19 jumalid Akhir 1442 H menjadi penanda sejarah bergabungnya Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi suatu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI).
Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari tiga bank syariah sehingga menghadirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan lebih luas,
serta memiliki kapasitas permodalan yang lebih baik. Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri,BNI,BRI) serta komitmen pemerintahan melalui kementrian BUMN, Bank Syariah Indonesia didorong untuk dapat bersaing ditingkat global.
Penggabungan ketiga Bank Syariah tersebut merupakan ikhtiar untuk melahirkan bank syariah kebanggan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Keberadaan bank syariah indonesia menjadi cerminan wajah perbankan syariah di indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam (Rahmatan Lil’Aalaamiin).
2. Struktur Organisasi
Gambar 4.1
3. Misi dan Misi a. Visi
TOP 10 GLOBAL ISLAMIC BANK b. Misi
1. Memberikan akses solusi keuangan syariah di indonesia
Melayani > 20 nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan asset (500+T) dan nilai buku 50 T tahun 2025
2. Menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham
Top 5 bank yang paling profitabel di indonesia (ROE 18%) dan valuasi kuat (PB>2)
3. Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggan para talenta terbaik indonesia.
Perusahaan dengan nilai yang kuat dan memberdayakan masyarakat serta berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan budaya berbasis kinerja.
B. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini responden diidentifikasi berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat usia, tingkat pendidikan dan masa kerja. Total sampel sebanyak 33 orang/responden Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar.
Berikut ini disajikan gambaran umum responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini seperti pada tabel 4.1, sebagai berikut
Tabel 4.1 JENIS KELAMIN
Jenis Kelamin
Frequency Percent
Valid
Laki-Laki 21 63,6
Perempuan 12 34,6
Total 33 100.0
Sumber: Hasil Olah Data SPSS,2021
Berdasarkan tabel diatas, telah diperoleh data dari 33 orang responden,menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 21 orang responden atau sebesar 63.5%sedangkan jumlah responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu 12 orang responden atau sebesar 34.6%.
Dengan demikian jenis kelamin responden yang didominan adalah laki-laki.
Tabel 4.2 TINGKAT USIA
Frequency Percent
Valid
< 25 Tahun 4 12.1
26-35 Tahun 26 78.8
> 45 Tahun 3 9.1
Total 33 100.0
Sumber: Hasi Olah Data SPSS,2021
Berdasarkan pada tabel diatas dapat dilihat sebanyak 4 respoden 12.1%
dengan tingkat usia < 25 tahun, 26 responden 78.8% dengan tingkat usia 26-35 tahun, 3 responden 9.1% dengan tingkat usia > 45 tahun. Dengan demikian usia responden yang dominan berada pada usia 26-35 tahun.
Tabel 4.3
TINGKAT PENDIDIKAN
Frequency Percent
Valid
D3 4 12.1
S1-S2 29 87.9
Total 33 100.0
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa 4 responden (12.1%) dengan tingkat pendidikan D3, 29 responden (87.9) dengan tingkat pendidikan S1-S2. Dengan demikian tingkat pendidikan yang paling dominan berada pada S1-S2.
Tabel 4.4 MASA KERJA
Frequency Percent
Valid
< 2 Tahun 2 6.1
3-4 Tahun 7 21.2
> 5 Tahun 24 72.7
Total 33 100.0
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari masa kerja sebanyak 2 responden 6.1% dengan masa kerja < 2 tahun, 7 responden 21.2% dengan masa kerja 3-4 tahun, 24 responden 72.7% dengan masa kerja di atas > 5 tahun.
2. Deskripsi Variabel
Variabel penelitian terdiri dari 2 (dua) yaitu: variabel independent yaitu Self Efficacy (X), dan variabel dependent yaitu Performansi Kerja Karyawan (Y).
Survey ini menggunakan skala pengukuran dengan skala likert dengan bobot
tertinggi disetiap pertanyaan adalah 5 (lima) dan bobot terendah adalah 1 (satu) dengan jumlah responden sebanyak 33 orang.
Tabel 4.5
DESKRIPSI VARIABEL SELF EFFICACY (X)
Deskripsi Mean Median Std Deviation
Min Max Variance Sum
X1 3.67 4.00 0.890 2 5 0.792 121
X2 3.94 4.00 0.704 3 5 0.496 130
X3 4.03 4.00 0.847 2 5 0.718 133
X4 3.97 4.00 0.810 2 5 0.655 131
X5 4.27 4.00 0.719 2 5 0.517 141
X6 3.94 4.00 0.609 3 5 0.371 130
X7 3.97 4.00 0.637 3 5 0.405 131
X8 4.39 4.00 0.704 2 5 0.496 145
X9 4.15 4.00 0.755 3 5 0.570 137
X10 4.24 4.00 0.792 1 5 0.627 140
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa:
1) Target yang harus saya capai dalam pekerjaan terlalu tinggi. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 121 dengan mean 3.67 standar deviation 0.890 dan variance 0.792.
2) Saya mengerjakan banyak pekerjaan setiap harinya yang harus segera diselesaikan. jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 130 dengan mean 3.94 standar deviation 0.704 dan variance 0.496.
3) Pekerjaan yang selalu diberikan terkadang sifatnya mendadak dengan jangka waktu yang singkat. jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 133 denganmean 4.03 standar deviation 0.847 dan variance 0.718.
4) Saya merasa mampu melakukan pekerjaan dalam bidang yang berbeda.
Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 131 dengan mean 3.97 standar deviation 0.810 dan variance 0.655.
5) Saya mampu menggunakan pengalaman hidup sebagai suatu langkah untuk mencapai keberhasilan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 141 dengan mean 4.27 standar deviation 0.719 dan variance 0.517.
6) Saya mampu menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dalam mencapai tujuan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 130 dengan mean 3.94 standar deviation 0.609 dan variance 0.371.
7) Saya mendorong diri untuk tetap bertahan pada setiap rintangan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 131 dengan mean 3.97 standar deviation 0.637 dan variace 0.405.
8) Saya mampu menghadapi hambatan dalam mencapai tujuan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 145 dengan mean 4.39 standar deviation 0.704 dan variance 0.496.
9) Saya yakin akan seluruh kemampuan diri untuk menyelesaikan pekerjaan.
Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 137 dengan mean 4.15 standar deviation 0.755 dan variance 0.570.
10) Saya tekun dalam menyelesaikan pekerjaan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 1 dan sum 140 dengan mean 4.24 standar deviation 0.792 dan variance 0.627.
Tabel 4.6
DESKRIPSI VARIABEL PERFORMANSI KERJA KARYAWAN (Y)
Deskripsi Mean Median Std.
Deviation
Min Max Variance Sum
Y1 3.52 3.00 0.834 2 5 0.695 116
Y2 4.03 4.00 0.529 3 5 0.280 133
Y3 4.33 4.00 0.645 3 5 0.417 143
Y4 4.94 4.00 0.864 2 5 0.746 130
Y5 4.03 4.00 0.637 2 5 0.405 133
Y6 4.03 4.00 0.738 1 5 0.530 133
Y7 3.88 4.00 0.545 3 5 0.297 128
Y8 4.12 4.00 0.740 2 5 0.547 136
Y9 4.06 4.00 0.659 3 5 0.434 143
Y10 4.03 4.00 0.810 2 5 0.655 133
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021 Dari tabel di atas disimpulkan bahwa:
1) Tunjangan yang diberikan diluar gaji pokok mencukupi kebutuhan saya.
Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 116 dengan mean 3.52 standar deviation 0.834 dan variance 0.695.
2) Hasil kerja sesuai standar perusahaan jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 133 dengan mean 4.03 standar deviation 0.529 dan variance 0.280.
3) Mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 143 dengan mean 4.33 standar devation 0.645 dan variance 0.417.
4) Terdapat kerja sama yang baik antara rekan kerja. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 130 dengan mean 4.94 standar devation 0.864 dan variance 0.746.
5) Mampu bekerja dengan baik dan menyelesaikan tugas sesuai dengan yang diharapkan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 133 dengan mean 4.03 standar devation 0.637 variance 0.405.
6) Pembagian pekerjaan yang adil memberi saya motivasi untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 1 dan sum 133 dengan mean 4.03 standar devation 0.738 variance 0.530.
7) Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 128 dengan mean 3.88 standar devation 0.545 variance 0.297.
8) Saya bisa meningkatkan ketepatan waktu meyelesaikan pekerjaan. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 136 dengan mean 4.12 standar devation 0.740 variance 0.547.
9) Saya selalu taat pada jam kerja kantor. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 134 dengan mean 4.06 standar devation 0.659 variance 0434.
10) Saya datang keperusahaan secara disiplin sesuai aturan perusahaan.
Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 1 dan sum 133 dengan mean 4.03 standar devation 0.810 variance 0.655.
3. Uji Kualitas Data
Tujuan dari uji kualitas data adalah untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan. Uji kualitas data yang dihasilkan dari
penggunaan instrumen penelitian dapat dianalisis dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.
a. Uji Validitas
Uji validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Kuesioner dapat dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk mengetahui item pernyataan itu valid dengan melihat nilai corrected item total corelation. Apabila item pernyataan mempunyai r hitung > dari r tabel maka dapat dikatakan valid. Pada penelitian ini terdapat jumlah sampel (n) = 33 dan besarnya dapat dihitung 33-2 = 31 dengan taraf signifikan 5% didapat r tabel = 0.344 jadi, item pernyataan yang valid mempunyai r hitung lebih besar dari 0.344.
Adapun hasil uji validitas data dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7
UJI VALIDITAS VARIABEL SELF EFFICACY(X)
r-hitung r-tabel Keterangan
X1 Pearson Correlation ,635 .344 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan memiliki corrected item-total correlation r hitung > r tabel yaitu 0.344. ini berarti seluruh item pernyataan yang ada dinyatakan valid.
Tabel 4.8
UJI VALIDITAS VARIABEL PERFORMANSI KERJA KARYAWAN (Y)
r-hitung r-tabel Keterangan
Y1 Pearson Correlation ,597 .344 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan memiliki corrected item-total correlation r hitung > r tabel yaitu 0.344. ini berarti seluruh item pernyataan yang ada dinyatakan valid.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk menguji digunakan alpha cronbach, instrumen dapat dikatakan handal (reliabel bila memiliki koefisien keandalan reliabilitas sebesar 0.60 atau lebih.
Tabel 4.9
UJI RELIABILITAS VARIABEL SELF EFFICACY
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items N of Items
,631 ,624 10
Sumber : Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.631, maka dapat disimpulkan bahwa Cronbach’s Alpha > 0.60 (0.631 > 0.60) artinya item-item tersebut bersifat reliabel.
Tabel 4.10
UJI RELIABILITAS VARIABEL PERFORMANSI KERJA KARYAWAN
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items N of Items
,761 ,773 10
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.631, maka dapat disimpulkan bahwa Cronbach’s Alpha > 0.60 (0.761 > 0.60) artinya item-item tersebut bersifat reliabel.
c. Regresi Linear Sederhana
Regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independent (X) dengan variabel dependent (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel X dengan variabel Y apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependent apabila nilai variabel independent mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval.
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi dengan meregresikan variabel independent (self efficacy) terhadap variabel dependent (performansi kerja karyawan). Uji hipotesis ini dibantu dengan menggunakan program SPSS versi 22. Untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil olahan data analisis regresi linear sederhana dibawah ini:
Tabel 4.11
a. Dependent Variable: Performansi Kerja Karyawan Y
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat dianalisis model estimasi sebagai berikut:
Y = 4.197 + 0.882 X Keterangan :
Y = Performansi Kerja Karyawan X = Self Efficacy
a = Konstanta b = Koefisien regresi
Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa:
a. Constanta sebesar 4.197 artinya jika self efficacy (X) nilainya adalah Nol, maka performansi kerja karyawan adalah 3.197.
b. Koefisien regresi variabel self efficacy sebesar 0.882 dengan nilaii signifikan 0.000 < 0.05 artinya self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap performansi kerja karyawan. Karena t hitung > ttabel maka menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Dan juga semakin tinggi self efficacy maka performansi kerja karyawan akan semakin meningkat.
c. Uji R2 (Uji Determinasi)
Koefisien deteriminasi merupakan besaran yang menunjukkan variasi variabel bebas yang dapat dijelaskan oleh variabel independennya.
Dengan kata lain, koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel-variabel bebas (self efficacy) dalam menerangkan variabel terikatnya (performansi kerja karyawan). Nilai koefisien determinasi ditentukan debgan nilai R square sebagimana dapat dilihat pada tabel dibawah:
Tabel 4.12
a. Predictors: (Constant),self efficacy X
b. Dependent Variable: performansi kerja karyawan Y
Sumber: Hasil Olah Data SPSS,2021
Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diatas, nilai R2 ( R Square ) dari model regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan vaiabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai R2 sebesar 0.627, hal ini berarti bahwa 62.7% yang menunjukkan bahwa perfomansi kerja karyawan dipengaruhi oleh variabel self efficacy. Sisanya sebesar 37.3% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.
d. Uji T (parsial)
Berdasarkan hasil tabel 4.10 diketahui sig adalah sebesar 0,000<0,05 dan nilai t hitung 7.399 > t tabel 2.039 sehingga dapat disimpulkan bahwa self efficacy secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
performansi kerja karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ratulangi Kota Makassar.
C. Pembahasan
Menurut Philip dan Gully (1997), Self Efficacy berkaitan dengan kepuasan kerja setiap individu. dimana jika seseorang memiliki self efficacy yang tinggi maka cenderung berhasil dalam tugasnya sehingga meningatkan kepuasan dengan apa yang dilakukannya.
Self Efficacy menurut Bandura, (1991) dapat ditumbuhkan dan dipelajari melalui 4 sumber yaitu kinerja atau pengalaman masa lalu, model perilaku (mengamati orang lain yang melakukan tindakan yang sama), persuasi dari orang lain dan keadaan faktor fisik dan emosional. Pencapaian prestasi merupakan sumber pengharapan efficacy yang terbesar karena didasarkan
Self Efficacy menurut Bandura, (1991) dapat ditumbuhkan dan dipelajari melalui 4 sumber yaitu kinerja atau pengalaman masa lalu, model perilaku (mengamati orang lain yang melakukan tindakan yang sama), persuasi dari orang lain dan keadaan faktor fisik dan emosional. Pencapaian prestasi merupakan sumber pengharapan efficacy yang terbesar karena didasarkan