• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Self Efficacy

1. Pengertian Self Efficacy

Self Efficacy merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan diri individu mengenai kemampuannya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu.

menurut Kreitner dan Kinicki (2003), self efficacy adalah sebuah keyakinan ruang gerak seseorang dalam mencapai tugas tertentu.Self efficacy yang tinggi akan mencapai suatu kinerja yang lebih baik karena individu tersebut memiliki motivasi, tujuan, serta emosi yang stabil dan kemampuan untuk memberikan kinerja atas aktivitas atau perilaku dengan sukses.

Menurut Bandura (1991), Self Efficacy ialah evaluasi individu atas kemampuan mereka untuk mengorganisasi serta melakukan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk sampai pada tingkat kinerja yang ditentukan.

Menurut (Bandura 1986 dalam suhertian 2010), self efficacy adalah sesuatu yang menyangkut tentang keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam mempengaruhi kontrol terhadap lingkungannya.

Menurut (Woolfolk 1993 dalam andiny 2008), secara umum self efficacy adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri atau tingkat keyakinan mengenai seberapa besar kemampuannya.

Bandura (1997), self efficacy awal mencerminkan keyakinan individu terhadap kemampuan untuk melaksanakan tugas pada tingkat kinerja tertentu. Self efficacy adalah suatu keyakinan yang muncul karena individu memiliki keyakinan diri terhadap kemampuannya dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sehingga individu dapat meraih kesuksesan. Dengan adanya dorongan atau motivasi maka karyawan harus lebih percaya diri dan memiliki keyakinan dalam kemampuannya. Self efficacy sangat dibutuhkan sangat dibutuhkan dalam diri karyawan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan agar perusahaan berjalan dengan optimal dan kinerja karyawanakan meningkat. Oleh karena itu self efficcay sangat diperlukan untuk membuat karyawan mampu bekerja dengan baik dan memiliki kinerja yang tinggi serta percaya kepada kemampuan diri.

2. Fungsi Self Efficacy

Fungsi Self Efficacy menurut bandura (1997) yakni :

a. fungsi kognitif, Bandura menyatakan bahwa pengaruh efikasi diri terhadap proses kognitif seseorang sangat bervariasi. Efikasi diri yang

kuat akan mempengaruhi usaha seseorang untuk mencapai tujuan pribadi.

b. Fungsi Motivasi, sebagian besar motivasi manusia dihasilkan secara kognitif. Individu memotivasi diri mereka sendiri dan menghasilkan keyakinan berdasarkan pemikiran tentang masa depan.

c. Fungsi Sikap, efikasi diri meningkatkan kemampuan individu dalam mengatasi jumlah stress dan depresi yang dialami pada situasi sulit dan penuhtekanan.

d. Fungsi Selektif, efikasi diri akan mempengaruhi pemilihan kegiatan atau tujuan yang akan diambil oleh individu.

3. Sumber Self Efficacy

Menurut Bandura (Alwilsol, 2004) termuat beberapa faktor yang mempengaruhi self efficacy, yaitu :

a. Pengalaman Keberhasilan (Mastery Exsperience)

Keberhasilan yang diperoleh akan meningkatkan efikasi diri seseorang, sedangkan kegagalan akan menurunkan efikasi diri seseorang. Bila keberhasilan yang yang diperoleh seseorang lebih banyak disebabkan oleh faktor diluar dirinya, biasanya akan berpengaruh pada peningkatan efikasi diri, sebaliknya jika keberhasilan itu diperoleh dari hasil perjuangannya sendiri, maka akan berdampak pada peningkatan efikasi diri.

b. Pengalaman Orang Lain (Vicarious Exsperiances)

Pengalaman keberhasilan orang lain yang memiliki kesamaan dengan pengalaman individu dalam mengerjakan suatu tugas. biasanya akan

meningkatkan self efficacy seseorang dalam mengerjakan tugas yang sama.

c. Persuasi Sosial (Sosial Persuation)

Informasi tentang kemampuan yang disampaikan secara lisan oleh seseorang yang berpengaruh biasanya digunakan untuk meyakinkan seseorang bahwa dirinya cukup mampu melakukan suatu tugas.

d. Keadaan Fisiologis dan Emotional ( Physiology and Emotional States) Kecemasan dan stress ketika seseorang melakukan suatu tugas biasanya diartikansebagai kegagalan.Kepercayaan diri yang tinggi biasanya ditandai dengan tingkat stres dan kecemasan yang rendah, sedangkan kepercayaan diri yang rendah ditandai oleh tingkat stres dan kecemasan yang tinggi.

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self Efficacy

Bandura (1997) menyatakan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi self efficacy pada diri individu antara lain:

a. Budaya

Budaya mempengaruhi efikasi diri melalui nilai-nilai keyakinan dalam proses pengaturan diri yang berfungsi sebagai sumber pasokan efikasi diri dan juga konsekuensi dari keyakinan efikasi diri.

b. Gender

Perbedaan gender jugamempengaruhi efikasi diri. Hal ini terlihat dari penelitian Bandura (1997) yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan laki laki, perempuan lebih efisien dalam mengatur dirinya sendiri. dan perempuan yang berperan selain sebagai ibu rumah tangga serta perempuan profesional akan memiliki karakteristik efikasi diri yang tinggi.

c. Sifat Dari Tugas Yang Dihadapi

Kompleksitas yang dihadapi setiap individu akan berpengaruh terhadap penilaian individu. Karena semakin kompleks tugas yang dihadapi individu, maka akan semakin rendah kemampuan individu tersebut. Sebaliknya jika individu dihadapkan pada tugas–tugas yang mudah maka semakin tinggi kemampuan individu tersebut.

d. Intensif eksternal

Faktor lain yang dapat mempengaruhi efikasi diri adalah motivasi, Bandura menunjukkan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan efikasi diri adalah dengan menjadi kompeten atau termotivasi oleh orang lain untuk menjadikan diri menjadi individu sukses.

e. Status atau peran individu dalam lingkungan

Individu dengan status yang lebih tinggi akan mendapatkan derajat control yang lebih besar, sehingga rasa efikasi diri mereka juga tinggi. Pada saat yang sama, individu dengan status yang rendah memiliki kontrol yang lebih rendah serta efikasi diri yang rendah pula.

5. Indikator Self Efficacy

Menurut Bandura (dalam shofia, 2014) terdapat dimensi-dimensi yang nantinya akan digunakan sebagai indikator self efficacy antara lain:

a. Magnitude /tingkat kesulitan tugas

Aspek ini berkaitan dengan penelitian tentang tingkat seseorang dalam memastikan upaya yang dilakukan dalam hal kesulitan tugas. individu akan melakukan tugas yang menurutnya mampu untuk dilakukan ataupun tugas yang diperkirakan berada diluar kemampuannya.

b. Generality/Luas bidang perilaku

Aspek ini berkaitan dengan luasnya wewenang atau perbuatan yang diperbolehkan. Beberapa pengalaman akan menimbulkan penguasaan terhadap bidang tugas yang akan di hadapi selanjutnya.

c. Strenght/kemantapan keyakinan

Aspek ini berkaitan dengan kekuatan keyakinan individu itu sendiri. Tingkat efikasi diri yang rendah akan mudah tergoyahkan oleh pengalaman yang melemahkannya, sedangkan tingkat efikasi diriyang kuat akan berusaha dalam meningkatkan potensinya meskipun telah mengalami pengalaman yang melemahkannya..

Dokumen terkait