BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.4. Hamilton Rating Scale For Depression (HAM-D)
Hamilton Rating Scale For Depression (HAM-D) dikembangkan oleh Max Hamilton pada awal tahun 1960-an untuk memonitor depresi berat, dengan fokus pada simtomatologi somatik. Versi ini umumnya kebanyakan menggunakan 17 pertanyaan, walaupun versi dengan jumlah pertanyaan yang berbeda, meliputi 24 versi pertanyaan, telah digunakan pada beberapa penelitian.14 Hamilton rating scale for depression versi 17 item lebih banyak digunakan dalam standar penelitian-penelitian klinikal selama beberapa tahun terakhir dan paling banyak digunakan untuk penelitian-penelitian klinikal pada depresi. Pertanyaan dalam HAM-D dinilai 0 hingga 2 atau 0 hingga 4, dengan total nilai pada 17 pertanyaan dengan range dari 0 hingga 50; nilai ≤ 7 adalah normal, 8-13 ringan; 14-18 sedang; 19-22 berat; dan ≥ 23 sangat berat.29
Hamilton Rating Scale for Depression (HAM-D atau HRSD) adalah salah satu skala paling awal yang dikembangkan untuk depresi, dan merupakan skala klinis yang bertujuan menilai tingkat keparahan depresi di antara pasien. Hamilton Rating Scale for Depression asli mencakup 21 item, tetapi Hamilton menunjukkan bahwa empat item terakhir (variasi diurnal, depersonalisasi, gejala paranoid dan gejala obsesif kompulsif) tidak boleh dihitung terhadap skor total karena gejala-gejala ini tidak umum atau tidak mencerminkan keparahan depresi.29
20
Hamilton Rating Scale for Depression (HAM-D) adalah skala multidimensi dan ini menyiratkan bahwa skor item tertentu tidak dapat dianggap sebagai prediktor yang baik dari skor total. Ini juga berarti bahwa skor total identik dari dua pasien yang berbeda mungkin memiliki makna klinis yang berbeda (yaitu, peringkat yang sangat tinggi pada beberapa item dapat menghasilkan skor yang sama dengan peringkat moderat pada banyak item).
Sejumlah penelitian telah menunjukkan konsistensi internal dari berbagai versi Hamilton Rating Scale for Depression dengan jangkauan luas dari 0,48 hingga 0,92. Nilai-nilai alpha koefisien yang lebih tinggi dicapai dengan menggunakan wawancara terstruktur. Sebuah studi baru-baru ini melaporkan koefisien konsistensi internal 0,83 untuk HAM-D 17item. Nilai reliabilitas 0,81 dan Validitas Hamilton Rating Scale for Depression berkisar antara 0,65 hingga 0,90.29
Studi oleh Lichtenberg et.al pada tahun 1992, Vida, Des Rosiers, Carrier
& Gauthier tahun 1994a dengan cutoff 17, HRSD menunjukkan sensitivitas 90%
dan spesifisitas 92% pada pasien rawat inap ringan hingga sangat parah. Namun, cutoff tujuh efisiensi maksimal, mendapatkan nilai sensitivitas 90% dan spesifisitas 63%.30
Sebuah studi oleh Cahayani dengan menggunakan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) dengan 102 subyek di poli rawat inap Rumah Sakit Jiwa.
Soeharto Heerdjan dalam bahasa Indonesia memiliki sensitivitas 0,71 dan spesifisitas 0.69 dengan nilai cutoff sebesar 5. Nilai Cronbachs alpha dari Calgary Depression Scale for Schizophrenia (CDSS) dengan gold standard menggunakan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) versi Bahasa Indonesia sebesar 0,74.31
II.5 Validitas dan Reliabilitas II.5.1 Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi jika alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.16 Tipe validitas dikelompokkan, sebagai berikut :
a. Validitas konten (content validity)
Validitas konten sering dinilai dengan prosedur formal seperti konsensus atau faktor analisis.30 Validitas konten merupakan instrumen yang mengukur sejauh mana instrumen tersebut mewakili semua aspek sebagai kerangka konsep.
Apakah isi atau substansi ukurannya sudah mewakili muatan yang berupa sifat yang hendak diukur. Butir-butir dalam suatu tes harus dipertimbangkan mengenai keterwakilan materi yang terkait, yang berarti bahwa setiap butir harus dinilai sehubungan relevansinya dengan sifat yang diukur.34
b. Validitas konstruk (construct validity)
Suatu tes akan valid jika tes tersebut secara efisiensi mampu membedakan individu dalam hal pemilikan watak (trait) tertentu Instrumen dikatakan valid jika mampu menjelaskan, mengatur konstruk suatu instrumen, mengupayakan validasi
22
teori yang melatar belakangi tes tersebut. Terdapat tiga hal dalam validasi konstruk yaitu penyampaian mengenai kemungkinan pengaruh konstruk pada hasil tes, membuat hipotesis berdasarkan teori yang melibatkan konstruk tersebut dan menguji hipotesis tersebut secara empirik.34
c. Validitas kriteria (Criterion validity)
Validitas kriteria (terkadang disebut predictive atau concurrent validity) dengan cara membandingkan skor tes dengan satu atau lebih variabel eksternal atau kriteria yang diketahui dan diyakini merupakan pengukur atribut yang sedang dikaji. Pada validitas ini mengutamakan kemampuan tes dalam membuat prediksi.
Dalam validitas kriteria ini sering merupakan penelitian terapan yang pada dasarnya tertuju pada kriteria tertentu dan bukan pada prediktornya.34
d. Concurrent validity
Mengevaluasi dengan menggunakan “target-test” dan “gold standard”
pada saat yang sama. Pada tes statistik dengan menggunakan correlation tests.35
e. Predictive validity
Merupakan “target-test” diterapkan kemudian “gold standard”. Pada tes statistik dengan menggunakan correlation tests.35
f. Known-groups technique
Merupakan kelompok individu yang berbeda mengisi dalam penelitian dan hasil dari kelompok dibandingkan. Sebagai contoh, suatu tes menilai kualitas hidup dapat diterapkan pada kelompok pasien dengan penyakit kronis dan pada
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
kelompok sehat. Perbedaan skor dari kualitas hidup antar kelompok inilah yang diharapkan. Pada tes statistik dengan menggunakan Hypothesis testing.35
g. Convergent validity
Didapatkan berdasarkan korelasi antara instrumen dan instrumen lain untuk menilai konstruk yang hampir sama, mengharapkan korelasi yang tinggi.
Saat memberikan dua instrumen yang menilai kepuasan kerja, para peneliti mengharapkan mendapat korelasi yang kuat. Pada tes statistik dengan menggunakan correlation tests.35
h. Discriminant validity
Menguji hipotesis bahwa pengukuran target tidak terkait dengan konstruk yang berbeda, yaitu dengan variabel yang mana harusnya berbeda. Suatu instrumen menilai motivasi dalam bekerja harus menunjukkan korelasi dengan instrumen yang mengukur efisiensi diri. Pada tes statistik dengan menggunakan correlation tests.35
i. Structural or factorial validity
Menilai jika seseorang menggunakan hipotesis dimensi konstruk. Peneliti berniat menilai apakah beberapa karakteristik dalam lingkungan kerja, seperti:
autonomy dan feedback merupakan prediktor dalam kepuasan kerja. Pada tes statistik dengan menggunakan factorial analysis and structural equation modeling.35
24
j. Cross-cultural validity
Pengukuran dimana bukti yang mendukung kesimpulan bahwa instrumen asli dan instrumen lainnya yang diadaptasi secara kultural, setara. Suatu alat yang menilai kepuasan tempat kerja yang telah diterjemahkan dan diadaptasi ke konteks kultural lain, memiliki kesamaan dengan versi aslinya. Pada tes statistik dengan menggunakan Independent and back-translator, Expert committee dan Pre-test.35
II.5.2 Reliabilitas
Realibilitas berasal dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang dimilki reliabilitas tinggi disebut sebagai sebagai pengukuran yang reliabel. Ide utama yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya jika dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur pada subyek memang belum berubah.16 Terdapat tiga cara untuk menilai reliabilitas:32,33
a. Reliabilitas konsistensi internal
Konsistensi internal menilai kesepakatan di antara masing-masing item di dalam suatu pengukuran. Hal ini memberikan informasi tentang reliabilitas, karena setiap item dilihat sebagai pengukuran tunggal dari konstruk yang mendasarinya. Konsistensi internal diukur paling sering dengan coefficient alpha (yang dikenal juga sebagai Cronbach’s coefficient alpha), dengan rentang antara 0 dan 1 dengan nilai 0,70 biasanya direkomendasikan ketika mengevaluasi tentang
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
sekelompok orang, sedangkan nilai yang lebih kuat (biasanya melebihi 0,85 atau 0,90) disarankan ketika mengevaluasi individu.32
b. Reliabilitas Interrater
Interrater (juga disebut interjudge atau joint) adalah mengukur kesepakatan antara 2 atau lebih pengamat yang mengevaluasi subyek yang sama menggunakan informasi yang sama. Reliabilitas interrater ini dapat dievaluasi dengan menggunakan statistik kappa.17 Reliabilitas interrater cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan reliabilitas tes-retest.32
c. Reliabilitas test-retest
Reliabilitas tes-retest, yaitu mengukur kesepakatan antara evaluasi 2 poin pada waktu yang berbeda dalam mendapat informasi (misal: berhubungan dengan kemampuan interview, mood pewawancara, kondisi ruangan atau perilaku subyek). Reliabiltas test-retest dapat dievaluasi dengan correlation coefficient Pearson (Pearson’sr)30 atau dengan interclass correlation coeficient (ICC).32,33
26
II.6 Kerangka Konsep
GDS-15
HAM-D
Validitas Reliabilitas
Kriteria Konsistensi Internal
Cross Cultural
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
II.7 Geriatric Depression Scale (GDS-15) dalam Bahasa Inggris26 1. Are you basically satisfied with your life? YES / NO
2. Have you dropped many of your activities and interests? YES /NO 3. Do you feel that your life is empty? YES / NO
4. Do you often get bored? YES /NO
5. Are you in good spirits most of the time? YES / NO
6. Are you afraid that something bad is going to happen to you? YES /NO 7. Do you feel happy most of the time? YES / NO
8. Do you often feel helpless? YES /NO
9. Do you prefer to stay at home, rather than going out and doing new things?
YES / NO
10. Do you feel you have more problems with memory than most? YES /NO 11. Do you think it is wonderful to be alive now? YES / NO
12. Do you feel pretty worthless the way you are now? YES /NO 13. Do you feel full of energy? YES / NO
14. Do you feel that your situation is hopeless? YES /NO
15. Do you think that most people are better off than you are? YES /NO
Answers in bold indicate depression. Score 1 point for each bolded answer.
A score > 5 points is suggestive of depression.
A score > 10 points is almost always indicative of depression.
28 BAB III
METODE PENELITIAN
III.1 Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah penelitian diagnostik dengan pendekatan potong lintang, yang bertujuan untuk mencari hubungan antara instrumen Geriatric Depression Scale (GDS-15) yang dilakukan oleh dua penilai dan instrumen Hamilton rating scale for depression (HAM-D) untuk mendapatkan suatu instrumen yang handal dan sahih.34
III.2 Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di Panti Jompo yang berada di Sumatera Utara.
Pelaksanaan dilakukan pada bulan Agustus-November 2019.
III.3 Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian
Populasi target penelitian ini adalah subyek merupakan lanjut usia dengan umur ≥ 60 tahun. Populasi terjangkau adalah subyek di Panti Jompo yang berada di Sumatera Utara berumur ≥ 60 tahun pada bulan Agustus-November 2019.
Pengambilan sampel ditetapkan secara probability sampling berupa cluster random sampling.36
III.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi:
1. Subyek di Panti Jompo Karya Kasih, Panti Jompo Yayasan Harapan Jaya, UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dinas Sosial Binjai.
2. Subyek berumur ≥ 60 tahun.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3. Skor MoCA-Ina ≥ 26.
4. Subyek kooperatif.
5. Subyek dapat berbahasa Indonesia.
6. Subyek dapat membaca dan menulis.
Kriteria eksklusi :
1. Subyek yang mengalami penyakit mental atau gangguan psikiatri lainnya.1 2. Gangguan pendengaran.
III.5 Besar Sampel
Menurut Comfrey dan Lee, menyarankan bahwa “kecukupan besar sampel mungkin dievaluasi dengan sangat kasar dengan skala berikut: 50 – sangat buruk;
100 – buruk; 200 – fair; 300 – baik; 500 – sangat baik; 1.000 atau lebih – luar biasa.18,21Sampel yang besar lebih baik dibandingkan dengan sampel kecil, disarankan agar peneliti menggunakan ukuran sampel sebanyak mungkin.33
Pada penelitian ini, peneliti menentukan besar sampel adalah 300, sebagaimana dijelaskan bahwa skala dengan besar sampel 300 adalah baik.
III.6 Cara Kerja Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dibagi atas dua tahapan besar, yaitu:
a. Persiapan
Persiapan penelitian ini meliputi permintaan izin untuk menerjemahkan dan pengujian validitas dan reliabilitas Geriatric Depression Scale-15 kepada author instrumen Geriatric Depression Scale-15, yaitu kepada Yesavage, Phd., melalui surat elektronik. Setelah izin diberikan melalui balasan surat elektronik, dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Langkah berikutnya adalah pengurusan
30
izin penelitian dari Ketua Departemen Psikiatri dan komisi etik di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Langkah berikutnya adalah proses penerjemahan Geriatric Depression Scale-15 kedalam Geriatric Depression Scale-15 versi Bahasa Indonesia sesuai dengan prosedur penerjemahan yang direkomendasikan oleh Greco, Wallop dan Eastridge dengan cara-cara:22
1. Penerjemah Forward (Forward Translation)
Terjemahan dari bahasa asli ke bahasa target harus dilakukan sedikitnya dengan 2 translator. Direkomendasikan dengan 1 penerjemah yang memahami konsep kuesioner dan penerjemah kedua yang unaware mengenai kuesioner.
Penerjemah bilingual ini harus menerjemahkan kuesioner ke bahasa ibunya, yaitu Bahasa Indonesia, mahir berbahasa Inggris30,35,37 dan telah berdomisili di Negara dengan bahasa pengantar resmi bahasa Inggris selama minimal 5 tahun.37
2. Diskusi
Pada tahap ini, 2 hasil terjemahan pada poin 1 didiskusikan dengan pembimbing dan kedua penerjemah untuk memadukan dan mencari kesaman dari dua terjemahan dari poin 1, sehingga didapatkan 1 hasil terjemahan forward.37
3. Penerjemah Backward (Bacward Translation)
Pada tahapan ini, hasil terjemahan dari poin 2 kembali diterjemahkan kembali oleh 2 orang penerjemah ke dalam bahasa ibunya (bahasa asli dari kuesioner).30,34,35 Untuk menghindari bias, penerjemah backward sebaiknya unaware mengenai konsep dari kuesioner.17 Penerjemah Backward pertama,
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
dengan kriteria bahasa ibu adalah Bahasa Inggris, mahir berbahasa Inggris dan telah berdomisili di Indonesia selama 5 tahun.37
4. Diskusi
Pada tahapan ini, 2 hasil terjemahan dari poin 3, didiskusikan dengan pembimbing dan seluruh penerjemah yang terlibat untuk menghasilkan GDS-15 versi Bahasa Indonesia yang terbaik.
5. Hasil Akhir
Hasil akhir terjemahan GDS-15 versi Bahasa Indonesia merupakan hasil dari diskusi pada poin 4.
b. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan hasil akhir terjemahan Geriatric Depression Scale (GDS-15) versi Bahasa Indonesia. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi, mengisi informed consent secara tertulis setelah mendapat penjelasan terperinci dan jelas untuk ikut serta dalam penelitian akan mengisi form data diri dan self-questioner dengan Geriatric Depression Scale (GDS-15) versi Bahasa Indonesia dan Hamilton rating scale for depression (HAM-D). Subyek yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap akan dikeluarkan dari subyek penelitian.
Setelah data kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS-15) dan Hamilton rating scale for depression (HAM-D) didapat, maka akan dilakukan analisis data.
32
III.7 Alur Pelaksanaan Penelitian
GDS-15 Bahasa Inggris
Forward Translation
Forward Translation
Final Forward Translation
Backward Translation
Backward Translation
Final Backward Translation Final Translation Subyek Penelitian
GDS-15 HAM-D
Validasi Reliabilitas
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
III.8 Rencana Manajemen dan Analisis Data III.8.1 Pengumpulan Data
Data yang diperoleh berupa data karakteristik demografik, penilaian fungsi kognitif dengan kuesioner Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA-Ina), pengukuran skala Geriatric Depression Scale (GDS-15) dan Hamilton rating scale for depression (HAM-D). Keseluruhan data akan ditabulasikan menurut skala pengukurannya.
III.8.2 Uji Analisis
Data dikumpulkan dan dilakukan tabulasi serta diolah secara statistik. Uji validitas berupa validitas kriteria diukur dengan koefisien korelasi Spearman40 dari Geriatric Depression Scale (GDS-15) dan Hamilton rating scale for depression (HAM-D) diukur untuk menilai depresi pada lanjut usia. Pada uji reliabilitas diukur dengan reliabilitas konsistensi internal tiap item dengan mengukur cronbach’s alpha. Penelitian ini dalam pengolahan datanya menggunakan alat bantu perangkat lunak pengolah data statistik SPSS versi 22.
34
III.9 Definisi Operasional
No Variabel dan Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Pengukuran
3 Tingkat pendidikan formal tertinggi yang pernah
Wawancara Wawancara Menikah
Tidak Menikah
Nominal
5 Geriatric Depression Scale (GDS-15)
7 Fungsi kognitif Instrumen
MoCA-Ina
III.11 Persetujuan Komite Etik
Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan pelaksanaan penelitian dari Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dengan Nomor:
861/TGL/KEPK FK USU-RSUP HAM/2019.
36 BAB IV
HASIL PENELITIAN IV.1 Persiapan
Tujuan dalam persiapan penelitian ini adalah menghasilkan instrumen Geriatric Depression Scale-15 Short Form versi Bahasa Indonesia melalui penerjemahan menggunakan metode forward dan backward, dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan pada Bab III.
IV.2 Proses Penerjemahan
Untuk memenuhi kriteria ini, peneliti telah mendapatkan kesediaan dari dua orang penerjemah, yaitu:
1. Penerjemah forward yang pertama adalah dr. Perdana Tanzil, Sp.KJ., berusia 84 tahun, seorang laki-laki, lahir di Sibolga, Sumatera Utara, Indonesia dan telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Institute of Psychiatry, London.
Beliau merupakan seorang dokter spesialis kedokteran jiwa dan merupakan pensiunan dari dosen di Departemen Psikiatri, FK USU. Saat ini beliau telah berdomisili di Los Angeles, California, Amerika Serikat.
2. Penerjemah forward kedua pada penelitian ini adalah Ms. Doraim Murni Silalahi berusia 48 tahun, seorang perempuan, lahir di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Saat ini, Ms. Doraim Murni Silalahi bekerja sebagai Paralegal dengan latar belakang pendidikan Bachelor in Business Administration, Seattle University, Washington. Saat ini beliau telah berdomisili di Los Angeles California, Amerika Serikat sejak tahun 2009.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Kedua hasil dari penerjemah forward ini kemudian didiskusikan dengan komisi pembimbing dan kedua penerjemah forward di atas dan menghasilkan satu penerjemahan forward seperti pada tabel 4.2.1.
Tabel 4.2.1 Hasil akhir terjemahan forward
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda pada dasarnya puas dengan kehidupan anda?
2 Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan minat/kesenangan anda?
3 Apakah anda merasa kehidupan anda kosong?
4 Apakah anda sering merasa bosan?
5 Apakah dikebanyakan waktu anda mempunyai semangat yang baik setiap saat?
6 Apakah anda merasa takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda?
7 Apakah anda merasa bahagia untuk di sebagian besar waktu anda?
8 Apakah anda merasa sering merasa tidak berdaya?
9 Apakah anda lebih memilih untuk tinggal dirumah daripada pergi keluar dan mengerjakan sesuatu hal yang baru?
10 Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan daya ingat anda dibandingkan kebanyakan orang?
11 Apakah anda pikir bahwa kehidupan anda sekarang menyenangkan?
12 Apakah anda merasa tidak berharga sesuai dengan diri anda saat ini?
13 Apakah anda merasa penuh semangat?
14 Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan?
15 Apakah anda pikir bahwa orang lain, lebih baik keadaannya daripada anda?
Langkah berikutnya adalah melakukan penerjemahan backward.
Penerjemah backward harus menerjemahkan kembali kuesioner ke bahasa aslinya.
Sama dengan penerjemah forward, penerjemah backward juga memerlukan dua orang penerjemah.
38
Untuk memenuhi kriteria penerjemah backward, peneliti telah meminta kesediaan dari:
1. Penerjemah backward pertama pada penelitian ini adalah Tn. Paul Michael Connel, seorang laki-laki dengan kewarganegaraan Australia, berusia 58 tahun.
Berlatar belakang pendidikan Graduate Diploma Education di Australia dan saat ini bekerja sebagai guru di sekolah bertaraf Internasional, Sampoerna Academy, Medan. Beliau telah menetap di Indonesia selama ± 10 tahun.
2. Penerjemah backward kedua pada penelitian ini adalah Ny. Elisabeth Bredvei, seorang perempuan, lahir di Australia pada 29 juni 1979, berusia 40 tahun, bekerja sebagai konsultan public health yang berlatar belakang pendidikan Public Health Nurse, Kristiansand university norway. Saat ini, Ny. Elisabeth Bredvei telah tinggal menetap di Medan sejak tahun 2012.
Kedua hasil penerjemahan backward ini kemudian didiskusikan dengan komisi pembimbing dan kedua penerjemah backward di atas dan menghasilkan satu penerjemahan backward seperti pada tabel 4.2.2.
Tabel 4.2.2 Hasil akhir terjemahan backward
No Question Yes No
1 Are you basically satisfied with your life?
2 Have you left many of your activities and interests?
3 Do you feel your life is empty?
4 Do you often feel bored?
5 Whether in most times you have a good spirit all the time?
6 Are you afraid that something bad will happen to you?
7 Do you feel happy for most of your time?
8 Do you feel often feel helpless?
9 Would you rather stay at home than go out and do something new?
10 Do you feel you have more problems with your memory than most people?
11 Do you think that your life now is fun?
12 Do you feel worthless according to who you are right now?
13 Do you feel full of enthusiasm?
14 Do you feel that your situation is hopeless?
15 Do you think that other people are better than you?
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
IV.3 Hasil
Proses uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada lanjut usia. Subyek penelitian ditetapkan secara probability sampling dengan simple random sampling, sebelum menetapkan tempat pengambilan sampel peneliti mendata panti jompo yang memiliki lanjut usia yang berumur ≥ 60 tahun serta jumlah lanjut usia yang terdapat pada panti jompo tersebut. Untuk menjadi subyek dalam penelitian, subyek merupakan lanjut usia ≥ 60 tahun dan dengan fungsi kognitif (MoCA-Ina < 26). Sebelum peneliti berinteraksi dengan subyek, peneliti telah mendapatkan data serta persetujuan dari pihak panti jompo sebagai tempat pengambilan subjek penelitian.
Subyek yang bersedia menjadi sampel penelitian akan diberikan kuesioner GDS-15 versi Bahasa Indonesia dan subyek juga akan dinilai menggunakan kuesioner HAM-D sampai jumlah minimal yang dibutuhkan terpenuhi. Sejumlah 300 orang subyek penelitian didapatkan sebagai subyek penelitian.
IV.3.1 Karakteristik Responden
40
Berdasarkan dai 300 subyek pada penelitian ini, didapatkan jumlah subyek laki-laki adalah 127 orang (42,3%) dan subyek perempuan adalah 173 orang adalah 5 dengan nilai minimal 1 dan nilai maksimal 14. Median pada skor HAM-D adalah 8 dengan nilai minimal 2 dan nilai maksimal 18.
.
Pada uji normalitas, diperoleh nilai p < 0,001. Karena nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi tidak normal. Selanjutnya, akan dicoba untuk menormalkan data dengan menggunakan fungsi log 10.
Tabel 4.3.2.2 Transformasi Data
Berdasarkan uji normalitas menghasilkan nilai probilitas p < 0,001.
Kesimpulannya, variabel log GDS-15 dan log HAM-D berdistribusi tidak normal.
Kesimpulannya, variabel log GDS-15 dan log HAM-D berdistribusi tidak normal.