BAB IV HASIL PENELITIAN
IV.3. Hasil
IV.3.4 Nilai Area Under the Curve (AUC) dengan
Receiver Operating Characteristic (ROC) dan Area Under the Curve (AUC) merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.
Metode ROC adalah suatu metode statistik yang merupakan hasil tarik ulur antara nilai sensitivitas dengan spesifisitas pada berbagai alternatif titik potong yang disajikan dalam bentuk grafik. Sementara AUC adalah hasil wilayah yang dihasilkan oleh kurva ROC.38
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tabel 4.3.5.1 Rerata Nilai Skor GDS-15
Rerata n
GDS-15 5,99 300
Bderdasarkan tabel 4.3.5.1, didapatkan rerata dari skor GDS-15 pada lanjut usia adalah 5,99.
Tabel 4.3.5.2 Case Processing Summary
GDS-15 Valid n (listwise)
Positive 163
Negative 137
Pada Case Processing Summary, kita mendapat informasi bahwa jumlah subyek dengan depresi adalah 163 dari 300 subyek, sedangkan subyek tidak depresi adalah 137 dari 300 subyek.
Gambar 4.2 ROC Curve
Pada output, terdapat kurva ROC yang menunjukkan bahwa skor GDS-15 mempunyai nilai diagnostik yang baik karena kurva jauh dari garis 50% dan mendekati 100%. Nilai AUC yang diperoleh dari metode ROC adalah sebesar 92,2% (IK 95% 88,6%-95,7%), p<0,001.
44
Uji hipotesis yang dilakukan oleh program SPSS adalah untuk membandingkan AUC yang diperoleh indeks dibandingkan dengan nilai AUC 50%. Nilai p<0,05 yang diperoleh pada output artinya nilai AUC skor GDS-15 berbeda bermakna dengan nilai AUC 50%. Secara klinis, nilai AUC skor GDS-15 sangat memuaskan karena lebih besar daripada nilai AUC minimal yang diharapkan peneliti.
Gambar 4.3 Kurva Sensitivitas dan Spesifisitas
Kurva tersebut merupakan kurva sensitivitas dan spesifisitas yang dimaksud dengan titik potong optimal adalah nilai dimana kurva sensitivitas dan kurva spesifisitas saling berpotongan. Untuk mengetahui titik potong tersebut, dapat ditarik garis vertikal dari titik perpotongan tersebut.38
,000 ,200 ,400 ,600 ,800 1,000 1,200
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Sensitivity Specificity
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tabel 4.3.5.3 Nilai Sensitivitas dan Spesifisitas dari Alternatif Titik Potong No Positive if Greater Than or
Equal Toa Sensitivity Specificity
1 -1.00 1.000 0 melihat pada nomor 6 bernilai ≥ 4,50 dengan nilai sensitivitas sebesar 100% dan spesifisitas sebesar 86%. Pada nomor 7, nilainya adalah ≥ 5,50 dengan nilai sensitivitas sebesar 71,8% dan spesifisitas sebesar 87,6%. Diambil kesimpulan bahwa titik potong skor depresi adalah ≥ 5,50. Hal ini berarti lanjut usia yang mempunyai skor depresi ≥ 5,50 akan didiagnosa sebagai lanjut usia yang mengalami depresi.
Tabel 4.3.5.4 Kesimpulan Analisis ROC
AUC IK 95% Cut-off Sensitivitas Spesifisitas
GDS-15 92,2 88,6 – 95,7 5,50 71,8 87,6
Nilai AUC sebesar 92,2% tergolong sangat baik. Nilai AUC sebesar 92,2% artinya apabila skor depresi digunakan untuk mendiagnosis ada tidaknya depresi pada 100 orang subyek maka kesimpulan yang tepat akan diperoleh pada 92 orang subyek.
46 BAB V
PEMBAHASAN
V.1 Proses Penerjemah
Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan versi bahasa yang berbeda dari instrumen Bahasa Inggris sehingga dapat mencapai suatu konsep dalam setiap target daerah atau kultural. Artinya, instrumen harus sama dan dapat diterima dan harus dapat dilakukan dengan cara yang sama. Metode yang baik untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menggunakan penerjemahan forward dan penerjemahan backward. Metode ini telah disempurnakan pada beberapa studi World Health Orgaization (WHO) untuk menghasilkan beberapa panduan.
Penerjemahan forward yang valid menurut Tsang et.al, membutuhkan sedikitnya dua orang penerjemah. Penerjemah bilingual harus menerjemahkan ke bahasa ibunya. Direkomendasi bahwa satu orang penerjemah harus aware terhadap konsep maksud kuesioner untuk pengukuran dan disarankan satu orang penerjemah naif, yaitu yang unaware mengenai kuesioner.41
Penerjemah backward harus menerjemahkan kembali kuesioner ke bahasa aslinya. Sama dengan penerjemah forward, penerjemah backward juga memerlukan dua orang penerjemah.
V.2 Karakteristik Responden
Seluruh subyek merupakan lanjut usia yang sudah berumur ≥ 60 tahun yang tinggal dipanti jompo. Ketiga panti jompo yang menjadi tempat pilihan pelaksanaan penelitian ini karena sampel dengan wilayah kota yang dekat dan memiliki karakteristik yang hampir sama.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
V.2.1 Jenis Kelamin
Berdasarkan dari 300 subyek pada penelitian ini, didapatkan jumlah subyek laki-laki adalah 127 orang (42,3%) dan didapatkan subyek perempuan adalah 173 orang (57,7%).
Penuaan juga dikaitkan dengan perubahan signifikan pada tulang dan sendi. Dengan bertambahnya usia, massa tulang atau kepadatan, cenderung turun, khususnya di kalangan perempuan pascamenopause. Ini dapat berkembang ke titik di mana risiko patah tulang meningkat secara signifikan (suatu kondisi yang dikenal sebagai osteoporosis), yang berimplikasi serius pada kecacatan, penurunan kualitas hidup dan kematian.23
Durmaz et.al, tahun 2018 melaporkan bahwa jumlah lanjut usia perempuan sebanyak 61,4 % dan laki-laki 36,6%.5 Malakouti et.al, tahun 2005 didapatkan jumlah perempuan 109 orang (53,8%) lebih banyak dari laki-laki yaitu sebanyak 95 orang (46,6%).42 Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian sebelumnya, bahwasanya perempuan pada umur lanjut usia lebih banyak dibandingkan laki-laki.
V.2.2 Umur
Pada penelitian ini, yang menjadi subyek adalah lanjut usia dengan umur ≥ 60 tahun. Berdasarkan umur 60-64 tahun adalah 41 orang (13,7%), 65-69 tahun adalah 185 orang (61,7%), 70-74 tahun sebanyak 60 orang (20%) dan 75-79 tahun sebanyak 14 orang (4,6%).
Paradela et.al tahun 2005, menemukan bahwa lanjut usia yang terbanyak berumur 65-69 tahun 71 orang (32,7%) dan umur 75-75 sebanyak 51 orang (23,6%). Malakouti et.al tahun 2005, menemukan bahwa dari 204 lanjut usia yang
48
terbanyak berumur 59-74 tahun 128 orang (62,7%), umur 75-84 sebanyak 68 orang (33,3%) dan umur ≥ 85 sebanyak 8 orang (3,9%).42
V.3 Validitas Concurrent
Untuk mengkonfirmasi validitas concurrent dari GDS-15 versi Bahasa Indonesia, skor dari GDS-15 versi Bahasa Indonesia dan HAM-D dibandingkan.
Pada tabel 4.3.2.3 yang terdapat pada bab IV sub validitas concurrent, menunjukkan hasil analisis korelasi Spearman. Pada tes validitas concurrent ini menunjukkan nilai r = 0,896. Hal ini menunjukkan bahwa adanya korelasi positif antara kedua kuesioner dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat. Hasil ini menunjukkan apabila skor pada GDS-15 versi Bahasa Indonesia tinggi, maka skor pada HAM-D akan tinggi.
V.4 Reliabilitas Konsisten Internal
Nilai cronbach’s alpha untuk GDS-15 versi Bahasa Indonesia didapatkan 0,755. George dan Mallery pada tahun 2003, memberikan aturan praktis sebagai berikut: > 0,9 excellent, > 0,8 good, > 0,7 acceptable, > 0,6 questionable, > 0,5 poor dan < 0,5 unaceptable.31 Telah banyak yang melaporkan perbedaan nilai acceptable untuk alpha, mulai dari 0,7-0,95. Nilai alpha yang terlalu rendah dapat disebabkan kurangnya jumlah pertanyaan, keterkaitan yang buruk antar item. Jika alpha terlalu tinggi mungkin menunjukkan beberapa item berlebih, menguji pertanyaan yang sama tetapi dengan sudut pandang yang berbeda.
Conradsson et.al tahun 2013, memperoleh nilai GDS-15 dengan cronbach’s alpha adalah 0,636.7 Pada penelitian Durmaz et.al tahun 2018, didapatkan nilai cronbach’s alpha GDS-15 adalah 0,92.5
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Studi yang dilakukan oleh Chaaya M et.al tahun 2008 dalam versi bahasa Arab dari GDS-15 pada 121 lanjut usia yang berumur ≥ 60 tahun didapatkan Cronbach α sebagai internal consistency reliability tinggi (0,88).44
Nilai correted item-total item correlation-nya berada di atas koefisien korelasi minimal yang dianggap valid yaitu 0,3. Dengan demikian, kita mendapatkan lima belas (15) penyataan yang valid.
V.5 Nilai Area Under the Curve (AUC) dengan Prosedur Receiver Operating Characteristic (ROC)
Nilai AUC yang diperoleh dari metode ROC adalah sebesar 92,2% (IK 95% 88,6%-95,7%), p < 0,001. Secara statistik, nilai AUC sebesar 92,2%
tergolong sangat baik. Nilai AUC sebesar 92,2% artinya apabila skor depresi digunakan untuk mendiagnosis ada tidaknya depresi pada 100 orang subyek maka kesimpulan yang tepat akan diperoleh pada 92 orang subyek.
Uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS adalah untuk membandingkan AUC yang diperoleh indeks dibandingkan dengan nilai AUC 50%. Nilai p < 0,05 yang diperoleh pada output artinya nilai AUC skor depresi berbeda bermakna dengan nilai AUC 50%. Secara klinis, nilai AUC skor depresi sangat memuaskan karena lebih besar daripada nilai AUC minimal yang diharapkan peneliti, yaitu sebesar 90%.
Kurva tersebut merupakan kurva sensitivitas dan spesifisitas yang dimaksud dengan titik potong optimal adalah nilai dimana kurva sensitivitas dan kurva spesifisitas saling berpotongan. Untuk mengetahui titik potong tersebut, dapat ditarik garis vertikal dari titik perpotongan tersebut.
50
Titik potong optimal ada pada titik antara nomor 6 dan 7. Berdasarkan tabel 4.3.5.3 nilai sensitivitas dan spesifisitas dari alternatif titik potong, pada nomor 6 bernilai ≥ 4,50 dengan nilai sensitivitas sebesar 100% dan spesifisitas sebesar 86%. Pada nomor 7, nilainya adalah ≥ 5,50 dengan nilai sensitivitas sebesar 71,8% dan spesifisitas sebesar 87,6%. Titik potong ≥ 5,50 (nomor 7) tampaknya lebih memuaskan sehingga diambil kesimpulan bahwa titik potong skor depresi adalah ≥ 6. Hal ini berarti, subyek yang mempunyai skor depresi ≥ 6 akan didiagnosis sebagai pasien yang telah mengalami depresi.
Pada penelitian Dumaz et.al tahun 2018 didapatkan Nilai AUC yang diperoleh dari metode ROC adalah sebesar 97% (IK 95% 94,7%-99,6%), p<0,001 dengan titik potong skor depresi adalah ≥ 5,50, diperoleh nilai sensitivitas 92 % dan spesifisitas 91%.5 Penelitian Sugishita et.al tahun 2017 didapatkan cutoff 6/7 dengan nilai sensitivitas 98 % dan spesifisitas 86%.43
Pada penelitian Chaaya, et.al tahun 2008 versi bahasa Arab dari GDS-15 pada 121 lanjut usia yang berumur 60 tahun keatas didapatkan nilai AUC yang diperoleh dari metode ROC adalah sebesar 89% (IK 95% 82%-96%), p<0,001 dengan cutoff 7/8 dengan sensitivitas 0,83 dan spesifisitas 0,91. Cutoff 6/7 dengan sensitivitas 0,89 dan spesifisitas 0,83.44
Sejauh pencarian literature yang dilakukan, penelitian ini merupakan penelitian pertama tentang validitas dan reliabilitas rating scale depresi pada lanjut usia dengan GDS-15 di Sumatera Utara. Setiap penelitian umumnya tidak luput dari berbagai keterbatasan. Keterbatasan pada penelitian ini adalah tidak mampu mendapat subyek dari seluruh panti jompo di wilayah di Sumatera Utara.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
VI.1 Kesimpulan
1. Pada penelitian ini didapatkan didapatkan didapatkan jumlah subyek laki-laki adalah 127 orang (42,3%) dan subyek perempuan adalah 173 orang (57,7%).
Untuk umur dengan 60-64 tahun adalah 41 orang (13,7%), 65-69 tahun adalah 185 orang (61,7%), 70-74 tahun sebanyak 60 orang (20%), dan 75-79 tahun sebanyak 14 orang (4,6%). Pendidikan SMP sebanyak 53 orang (17,7%), SMA sebanyak 238 orang (79,3) dan Diploma/PT sebanyak 9 orang (3%). Pada satatus perkawinan sebanyak 265 orang (88,3%) menikah dan tidak menikah sebanyak 35 orang (11,7%).
2. Validitas concurrent GDS-15 versi Bahasa Indonesia dibandingkan dengan HAM-D menunjukkan korelasi positif antara kedua kuesioner tetapi kekuatan korelasi sangat kuat (p<0,001; r= 0,896).
3. Instrumen Geriatric Depression Scale-15 Short (GDS-15) versi Bahasa Indonesia yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan instrumen dengan lima belas (15) pertanyaan yang valid. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengetahui depresi pada lanjut usia.
4. Instrumen GDS-15 versi Bahasa Indonesia menunjukkan reliabilitas konsistensi internal yang baik (cronbach’s alpha > 0,6). Hasil cronbach’s alpa pada penelitian ini adalah 0,755.
5. Nilai cutoff GDS-15 versi Bahasa Indonesia didapatkan adalah ≥ 5,50 dengan nilai sensitivitas sebesar 71,8% dan spesifisitas sebesar 87,6%. Subyek yang
52
mempunyai skor depresi ≥ 6 akan didiagnosis sebagai pasien yang telah mengalami depresi.
VI.2 Saran
1. Skala pengukuran GDS-15 sangat baik digunakan sebagai instrumen skrining untuk depresi pada populasi yang berusia lanjut di masyarakat seperti yang merupakan pengguna layanan sosial atau penghuni fasilitas perumahan yang terlindung atau panti jompo serta menunjukkan kesetaraan kinerja alat tes pada umur yang berbeda dalam kelompok gender dan status kesehatan.
2. Dengan adanya hasil dari penelitian ini, diharapkan skala pengukuran GDS-15 dapat menjadi gambaran pada karakteristik lanjut usia yang mengalami depresi, sehingga penatalaksanaan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah depresi pada lanjut usia.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR PUSTAKA
1. Paradela E, Lourenco RA, Veras RP. Validation of geriatric depression scale in a general outpatient clinic. Rev saude publica. 2005: 39(6)
2. Hardy S. Depression in the elderly. Practice nursing. 2011. Vol 22:9.
https://www.researchgate.net/publication/215806590
3. Indonesian MoH. Elderly Condition in Indonesia. 2016. p.8. Doi: ISSN 2442-7659.
4. Benedetti A, Wu Y, Levis B, et.al. Diagnostic accuracy of the geriatric depression scale-30, geriatric depression scale-15, geriatric depression scale-5 and geriatric depression scale-4 for detecting major depression: protocol for a systematic review and individual participant data meta-analysis. BMJ. 2018.
Doi:10.1136/bmjopen-2018-026598
5. Durmaz B, Soysal P, Ellidokuz H, Isik HT. Validity and reliability of geriatric depression scale-15 (short form) in turkish older adults. North clin istanb.
2018. Doi: 10.14744/nci.2017.85047
6. YesavageJA, Brink TL, Rose TL, Lum O, Huang V, Adey M, Leirer VO.
Development and validation of a geriatric depression screening scale: a preliminary report. Journal of psychiatric research. 1983. Vol.17:p.37–49.
7. Conradsson M, Rosendahl E, Littbrand H, Gustafson Y, Olofsson B, Lovheim H.Usefulness of the geriatric depression scale 15-item version among very old people with and without cognitive impairment. Aging & mental health. 2013.
Vol. 17:5. http://dx.doi.org/10.1080/638 645 13607863.2012.758231
54
8. Nyut MSZ, Fones C, Niti M, Ng TP.Criterion based validity and reliability of the geriatric depression screening scale (gds-15) in a large validation sample of community-living asian older adults. Aging & mental health. 2009. Vol.
13:(3). p.376–382.
9. Chiang KS, Green KE, Cox EO. Rasch analysis of the geriatric depression scale short form.The Gerontologist. 2009. Vol.49:(2). p.262–275.
Doi:10.1093/geront/gnp018.
10. Alexopoulos GS. Depression in the elderly. 2005. Vol:365. p.1961-70.
11. Babatsikou F, Konsolaki E, Notara V, Kouri M, Zyga S, Koutis C, et.al.
Depression in the elderly: a descriptive study of urban and semi-urban greek population. International journal of caring sciences. 2017. Volume.10:3:1286.
12. German L, Feldblum I, Bilenko N, Castel H, Harman-Boehm I, Shahar DR.
Depressive symptom and risk for malnutriton among hospitalized elderly people. The journal of nutrition, Helath & Aging. 2008. Vol.12:5. p.313-18.
13. Habib, F. Primary care physicians’ attitude and practice in managing geriatric depression. Bahrain Mmedical bulletin. 2009. Vol. 31:4. p.1-8.
14. Lapid MI, Rummans TA. Evaluation and management of geriatric depression in primary care. Mayo clinic proceedings. 2003. Vol.78:11. p.1423-29.
15. Sadock BJ, Sadock VA Ruiz P. Schizophrenia. In : Kaplan & Sadock’s Synopsis Of Psychiatry behavioral sciences/ clinical psychiatry, 11th edition.
Philadelphia : Wolters Kluwer; 2015.
16. First MB, Tasman A. DSM-IV-TR mental disorders diagnosis, etiology, and treatment. John Wiley & Sons, Ltd, England. 2004: 736-72.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
17. Evans M, Mottram P. Diagnosis of depression in elderly patients. Advances in psychiatric treatment. 2000. Vol.6. p.49-56.
18. Beheydt L, Schrijvers D, Docx L, Bouckaert F, Hulstijn W, Sabbe B.
Psychomotor retardation in elderly untreated depressed patients. Frontiers in psychiatry. 2015. Vol.5:196. Doi: 10.3389/fpsyt.2014.00196
19. Blazer, DG and Steffens, DC. 2009. The american psychiatric publishing textbook of geriatric psychiatry. America : Psychiatric Pub.
20. Maj M, Sartorius N, Tasman A, Gureje O. Physical illness and depression Revision of 2008. Vol.2. Physical illness and depression, WPA educational programme on depressive disorders.
21. Flatt T. A new defenition of aging. General commentary. Fropntiers in genetic. 2012. Vol.3:148. Doi. 10.3389/fgene. 2012.0013.
22. Jin K.Modern biological theories of aging. Aging and disease. 2010.
Vol.1:2:72-74.
23. World Health Organization. Ageing and health. 2015. The World Health Organization are available on the WHO website (www.who.int)
24. Sheikh JL, Yesavage JA. Geriatric depression scale (GDS) recent evidence and development of a shorter version. Clinical gerontologist. 1986.Vol.5:1-2.
p.165-173. Doi: 10.1300/J018v05n0109
25. Burke WJ, Roccaforte WH, Wengel SP.The short form of the geriatric depression scale: a comparison with the 30-item form. Journal of geriatric psychiatry and neurology. 1991. Vol.4. Doi: 10.1177/089198879100400310 26. Greenberg SA. The geriatric depression scale: short form. AJN. 2007. Vol.
107:10. http://www.nursingcenter.com
56
27. Smarr KL, Kefeer AL. Measures of depression and depressive symptoms.
arthritis care & research. American college of rheumatology. 2011.
Vol.63:S11. p. S454–S466. Doi:10.1002/acr.20556
28. Wongpakaran N, Wongpakaran T, Reekum RV. The use of gds-15 in detecting mdd: a comparison between residents in a thai long term care home and geriatric outpatients. Chiang Mai. J clin med res and elmer press. 2013.
Vol.5(2):101-111.
29. Cusin C, Yang H, Yeung A, Fava M. Rating scales for depression. In : Baer L, Blais MA, editor. Handbook of clinical rating scales and assessment in psychiatry and mental health1st ed. New York : Humana Press. 2010. p. 7-27.
30. Fiske A, et al. Comprehension Clinical Psychology. 1998. Vol.7.
https://doi.org/10.1016/B0080-4270(73)00025-0
31. Cahyani, Y., Penentuan validitas dan reliabilitas calgary depression scale for schizophrenia Validity and reliability calgary depression scale for schizophrenia. validating a questionnaire in perioperative and pain medicine. Saudi journal of anesthesia. 2017. Vo.11. p.80-9. Doi:10.4103/sja.SJA_203_17
34. Sunyoto D, Setiawan A. Konsep skor, reliabilitas dan validitas. In: Buku Ajar Statistik Kesehatan. Nuha Medika. 2013: p. 20–26
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
35. Souza AC, Alexandre NMC, Guirardello E. Psychometric properties in instruments evaluation of reliability and validity. Epidemiology. Serv. Saude.
2017. Vol.26(3). Doi: 10.5123/S1679-49742017000300022
36. Sastroasmoro S. Ismael S. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. ed. 5.
Sagung Seto. 2014.
37. Dahlan M Sopiyudin. Besar sampel dan cara pengambilan sampel. Jakarta:
Salemba Medika. 2009.
38. Dahlan MS. Penelitian diagnostik, validitas &realibiltas. Epidemiologi Indonesia. 2018. p. 58–59.
39. Sirait, P. Loebis, B. Camellia V. Validitas dan reliabilitas overt agitation severity scale versi bahasa indonesia. Universitas Sumatera Utara. 2013.
40. Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: deskriptif, bivariat dan multivariat. Epidemiologi Indonesia. 2015
41. Tsang S, Royse C, Terkawi A. Guidelines for developing, translating and validating a questionnaire in perioperative and pain medicine. Saudi J Anaesth. 2017. 11(suppl 1): s. 80–89
42. Malakouti S, Fatollahi P, Mirabzadeh A, Salavati M, Zandi D. Reliability, validity and factor structure of the GDS-15 in Iranian elderly. International Journal of Geriatric Psychiatry. 2006. Vol.21. p.558-593
43. Sugishita K, Sugishita M, Hemmi I, Asada T, Tanigawa T. A Validity and reliability study of the japanese version of the geriatric depression scale 15.
Clinical Gerontologist . 2017. Vol.40. DOI:10.1080/07317115.2016.1199452 44. Chaaya M, Sibai AM, Roueiheb ZE, Chemaitelly H, M. Chahine L, Al-Amin
H, Mahfoud Z, et.al. Validation of the Arabic version of the short geriatric
58
depression scale (GDS-15). International Psychogeriatrics. 2008. Vol:20(3).
p.571–581
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran 1. Lembar Penjelasan kepada Subyek Penelitian
LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBYEK PENELITIAN
Saya, dr. Nurul Utami, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis di Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, akan membuat suatu penelitian yang berjudul “Validitas dan Realibilitas Geriatric Depression Scale (GDS-15) versi Bahasa Indonesia”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas instrumen GDS-15 versi Bahasa Indonesia.
Dengan mengetahui validitas instrumen ini, maka akan bermanfaat bagi perkembangan Psikiatri di Indonesia untuk dapat mendeteksi dan mengantisipasi depresi pada lanjut usia.
Penelitian ini tidak membahayakan bagi Bapak/Ibu karena hanya berupa kuisioner dan pengisian kerahasiaan data isian yang Bapak/Ibu berikan pada penelitian ini akan terjaga. Jika Bapak/Ibu bersedia ikut serta dalam penelitian, maka Bapak/Ibu akan diminta untuk mengisi data-data demografi, dan lembar persetujuan turut serta dalam penelitian, yang telah disiapkan.
Partisipasi anda dalam penelitian ini adalah bersifat sukarela tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun serta tidak dipungut biaya apapun selama dalam penelitian.
Jika selama menjalanai penelitian ini, terdapat hal-hal yang kurang jelas maka anda dapat menghubungi saya : dr. Nurul Utami (085274193287) di Departemen Psikiatri FK USU.
60
Lampiran 2. Surat Persetujuan Ikut dalam Penelitian
SURAT PERSETUJUAN IKUT DALAM PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
Alamat :
Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian “Validitas dan Reliabilitas Geriatric Depression Scale (GDS-15) versi Bahasa Indonesia” dan setelah mendapat kesempatan tanya jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menjadi peserta dalam penelitian tersebut.
Medan, 2019 Yang membuat persetujuan
(...)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran 3. Identitas Subyek Penelitian
IDENTITAS SUBYEK PENELITIAN
Nama :
Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan (Pilih salah satu) Umur : ... tahun
Pendidikan : SMP/SMA/PT
Skor Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA-Ina) : Skor Geriatric Depression Scale (GDS-15) :
Skor Hamilton rating scale for depression (HAM-D) :
62
Lampiran 4. Surat-menyurat
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
64
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
66
Lampiran 5. Riwayat Hidup Peneliti
RIWAYAT HIDUP PENELITI
DATA PRIBADI
Nama : dr. Nurul Utami
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat/ Tanggal Lahir : Medan/ 17 Februari 1989
Agama : Islam
Alamat : Jln. Gaperta No.175/28 Medan
Telepon : 085274193287
Email : [email protected]
RIWAYAT PENDIDIKAN
Tahun 1994-2000 : SD Swasta IKAL Tahun 2000-2003 : SMP Negeri 40 Medan Tahun 2003-2006 : SMA Negeri 4 Medan
Tahun 2006-2012 : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Tahun 2015 s/d sekarang : Program Magister Kedokteran Klinik Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran USU
Tahun 2015 s/d sekarang : Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran USU Medan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran 6. Kuisioner MoCA-Ina
68
Lampiran 7. Geriatric Depression Scale Short Form (GDS-15) Versi Bahasa Indonesia
1. Apakah anda pada dasarnya puas dengan kehidupan anda? Ya / tidak
2. Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan minat/kesenangan anda? Ya /tidak
3. Apakah anda merasa kehidupan anda kosong? Ya / tidak 4. Apakah anda sering merasa bosan? Ya /tidak
5. Apakah dikebanyakan waktu anda mempunyai semangat yang baik setiap
8. Apakah anda merasa sering merasa tidak berdaya? Ya /tidak
9. Apakah anda lebih memilih untuk tinggal dirumah daripada pergi keluar dan mengerjakan sesuatu hal yang baru? Ya / tidak
10. Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan daya ingat anda
13. Apakah anda merasa penuh semangat? Ya / tidak
14. Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan? Ya /tidak 15. Apakah anda pikir bahwa orang lain, lebih baik keadaannya daripada anda?
Ya /tidak Keterangan :
Jawaban dalam huruf tebal menunjukkan depresi.
Skor 1 poin untuk setiap jawaban yang dicetak tebal.
Skor> 5 poin menunjukkan depresi.
Skor> 10 poin hampir selalu mengindikasikan depresi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran 8. Kuisioner HAM-D
0 hingga 2 atau 0 hingga 4, dengan total nilai pada 17 pertanyaan dengan range dari 0 hingga 50; nilai ≤ 7 adalah normal, 8-13 ringan; 14-18 sedang; 19-22 berat;
dan ≥ 23 sangat berat.
70
Lampiran 9. Komite Etik Penelitian
Medan, 4 Oktober 2019 Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera/
RSUP H. Adam Malik Medan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA