• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN NOVEL PULANG

A. Deskripsi Data

3. Latar

a. Latar Waktu

Kejelasan latar waktu dalam Pulang terjadi pada beberapa waktu terutama pada kilas balik masa lalu, dan pada bagain surat. Terlepas

19Ibid.,

dari keadan pagi, siang, sore atau malam, penggunaan waktu dapat menegasakan bahwa waktu yang digunakan merupakan sebuah penunjuk yang menguatkan kejadian nyata dan kesesuai dengan fakta yang ada.

1) Tahun 1952

Januari sampai Oktober: Merupakan kilas balik masa lalu Dimas ketika masih menjadi mahasiswa, kemudian bertemu Surti dan menjalin hubungan dengannya dan akhirnya Surti jatuh ketangan Hananto.20

2) Desember 1964

Kilas balik cerita masa lalu tentang Dimas Suryo ketika ia berada di tengah-tengah kubu pengikut PKI dan kubu non-pengikut. 21 3) Tahun 1965

5 September: Kilas balik cerita masa lalu Dimas yang mengetahui bahwa Hananto Prawiro berselingkuh dari Surti, istrinya. 22

12 September: Kisah masa lalu Dimas ketika ia ditunjuk untuk mengikuti kegiatan wartawan tingkat Internasional di Santiago mewakili Kantor Berita Nusantara dan menjadi pertemuan terakhir antara Dimas dan Hananto. 23

4) Tahun 1968

Surat dari Aji Suryo yang menceritakan kisahnya ketika di Solo. Ia diintrogasi bersama ibunya seputar Dimas yang dituduh terlibat kegiatan PKI. 24

April: Menjelaskan tentang kronologis penangkapan Hananto Prawiro dari sudut pandang Hananto sendiri. 25

20Ibid., h. 51 21Ibid., h. 28 22Ibid., h. 38 23Ibid., h. 44 24Ibid., h. 239

Mei: Kisah Dimas terdampar di Paris ketika ada revolusi Prancis 1968 dan kisah perkenalannya dengan Vivienne. 26

Agustus: Surat dari Aji Suryo dan Kenanga Prawiro. 27

Desember: Surat dari Surti yang menceritakan tentang pengintrograsi tentang Hananto dan penyiksaan-penyiksaan yang ia dapatkan ketika introgasi itu dilakukan. 28

5) Tahun 1969

Surat dari Amir Jayadi yang menjawab pertanyaan Dimas akan kekosongan ruang dalam hatinya. 29

6) 18 Juni 1970

Surat dari Kenanga yang menceritkan pertemuan dengan Hananto sebelum Hananto dieksekusi. 30

7) Tahun 1975

Kilas balik tetang cerita Nugroho yang ditinggalkan oleh Rukmini, istrinya. 31

8) Tahun 1982

Kisah Vivienne bertemu Sumarno yang ingin mengusik kehidupan keluarga Dimas. 32

Agustus: Cerita awal pemikiran pembentukan restoran Tanah Air. Dipelopori oleh empat pilar, yaitu Dimas, Nugroho, Tjai, dan Rijaf.33 25 Ibid., h. 1 26Ibid., h. 9 27Ibid., h. 19 dan h. 21 28Ibid., h. 234 29Ibid., h. 248 30Ibid., h. 246 31Ibid., h. 105 32Ibid., h. 217 33Ibid., h. 97

Oktober: Kisah pencarian dan rintisan awal berdirinya restoran Tanah Air di Prancis dan empat pilar Tanah Air diganggu oleh lawan mereka ketika di Indonesia. 34

9) Tahun 1985

Cerita di mana hambatan-hambatan didapatkan restoran Tanah Air dengan tuduhan rapat untuk melaksanakan unjuk rasa. 35

10)Tahun 1988

Vivienne mengetahui bahwa Dimas sesungguhnya masih mengharapkan Surti dengan simbol-simbol yang bertebaran dalam kehidupan Dimas. Vivienne akhirnya meminta bercerai dari Dimas.36

11)Tahun 1993

Masa lalu Segara Alam dan Bimo Nugroho yang dipojokan karena mereka merupaka keturunan dari tapol. 37

12)Tahun 1994

Juni: Surat Aji Suryo yang mengabarkan bahwa ada membredelan terhadap tiga media di Indonesia sehingga menyebabkan masyarkat pers dan mahasiswa berdemonstrasi. 38

Oktober: Pertemuan antara Dimas dan Narayana untuk pertama kali, pertemuan ini menyebabkan hubungan Lintang dan Dimas menjadi berjarak. 39

13)Mei 1997

Cerita antara Lintang dan Narayana melihat video pertama dibuat oleh Lintang kecil ketika ia pertama kali dibeikan kamera oleh Dimas. 40 34Ibid., h. 109 35Ibid., h. 139 36Ibid., h. 213 37Ibid., h. 285 38Ibid., h. 240 39Ibid., h. 169

14)Tahun 1998

April: Kegiatan di restoran Tanah Air dan gambaran kondisi Dimas yang sudah menurun karena sakit. 41

Kisah Lintang yang dianjurkan untuk meliput tentang kejadian tahun 1965 di Indonesia untuk tugas akhir kuliahnya.42

Surat Aji Suryo yang menceritakan kekuatan Orde Baru yang semakin kokoh dan memberedel tiga media masa. Ia menceritakan pula cerita tentang kehidupan keluarganya.

Mei: Lintang dan Dimas berkunjung ke pekuburan di Paris. Dimas mengakui kisahnya dengan Surti di masa lalu. 43

2 Mei 1998: Kedatangan Lintang pertama kali ke Indonesia dan berkenalan dengan Alam juga kehidupannya. 44

6 Mei: Surat Lintang untuk Dimas berisikan cerita Lintang tentang keadaannya di Indonesia dan keadaan Indonesia. 45

13 Mei: Surat Lintang untuk Dimas dan Vivienne perihal keadaannya di Indonesia dan suasana Indonesia yang semakin memanas karena mahasiswa menuntut reformasi. 46

16 Mei: Suasana Indonesia ketika menuntut turunnya Presiden Soeharto. 47

18 Mei: Demonstrasi yang diadakan mahasiswa di MPR untuk menurunkan Presiden Soeharto. Dan cerita romansa Lintang dan Alam yang membaik. 48

40 Ibid., h. 167 41Ibid., h. 91 dan h. 126 42Ibid., h. 131 43Ibid., h. 271 44Ibid., h. 298 45Ibid., h. 292 46Ibid., h. 409 47Ibid., h. 431 48Ibid., h. 436

10 Juni: Surat Dimas untuk Lintang yang menceritakan gejolak batin Dimas tentang keputusan dan keinginannya untuk dimakamkan di Karet. 49

b. Latar Tempat

Latar tempat dalam Pulang secara keseluruhan terdapat di Jakarta dan Paris. Namun, para eksil sempat singgah di Santiago, Kuba, dan Peking. Kedua latar tempat yang mendominasi menegaskan bahwa Pulang terfokus terhadap kejadian-kejadian di Jakarta dan Paris. Latar tempat dijelasakan dengan pemaparan visual yang jelas dan membuat pembaca dapat membayangkan secara terang tempat kejadian yang diceritakan.

“Di antara ribuan mahasiswa Sorbonne yang baru saja mengadakan pertemuan, aku melihat dia berdiri di bawah

patung Victor Hugo.” 50

Teks tersebut menjelaskan tidak secara langsung bahwa kejadian itu terjadi di Paris, namun Sorbonne merupakan universitas yang berada di Prancis, dan Victor Hugo merupakan sastrawan yang berasal dari Prancis. Keterangan tersebut sudah menjadi bukti yang cukup jelas untuk menunjukan latar waktu di Paris, Prancis.

Penjelasan latar tempat lainnya dijelaskan melalui penggambaran tempat yang dapat ditelusuri melalui fakta, tanpa perlu menyebutkan secara langsung letak termpat tesebut.

“Tanggal 30 Sepetemeber 1975. Kami dihalau naik ke atas bis warna kuning kunyit untuk mengunjungi Monumen Pancasila

Sakti.”51 49Ibid., h. 442 50Ibid., h. 9 51Ibid., h. 289

Keterangan tersebut memberi petunjuk bahwa kejadian yang terjadi ada di Indonesia, sebab pancasila adalah ideologi di Indonesia, dan bila merujuk pada faktanya bahwa Monumen Pancasila Sakti berada di Jakarta.

c. Latar Suasana

Suasana yang tergambarkan dalam Pulang membangun peristiwa yang menunjukan identitas setiap tokoh ketika menyuarakan keadaan dan kekuatan cerita. Suasan yang digambarkan sepanjang cerita menampilkan kesenduan sekaligus kekuatan untuk bertahan.

“Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata.” 52

“Tetapi, ajaib. Kami tak mendengar apa-apa tentang Mas Hananto. Dia menghilang. Raib tanpa bekas.”

“Jangan-jangan dia menyamar,” kata Risjaf dengan suara

dibuat berat dan misterius.

“Menyamar jadi apa, jadi gembel?” Aku terkekeh-kekeh.

“Mas Hananto itu lihai. Dia bisa menyusup ke mana-mana

tanpa diketahui jejaknya,” kata Mas Nug dengan yakin dan

optimis.” 53

Dialog ditunjukan membuat kejelasan suasana yang terjadi, seperti kutipan di atas menjelaskan kesedihan yang terjadi merupakan langkah untuk saling menguatkan satu sama lain. Suasana dibangun tidak hanya melalui pemaparan pencerita. Namun dialog-dialog menjadi pendukung penggambaran suasana yang terjadi.

Dokumen terkait