BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN NOVEL PULANG
A. Deskripsi Data
2. Tokoh
Novel Pulang memiliki kehadiran yang cukup banyak, terlebih dari sudut korban dari peristiwa tahun 1965. Satu sudut inilah yang membuat Pulang hampir memiliki keseragaman pemikiran pada tiap tokohnya. Namun, tiap tokoh memiliki karakter yang kuat dan dibekali proporsi cerita sesuai, sehingga tokoh yang akan ditampilkan pada penelitian ini
1
hanya tokoh yang memiliki pengaruh cukup besar dan mendapatkan sorotan lebih.
a. Dimas Suryo
Pulang dapat dikatakan cerita yang mengkisahkan perjalanan hidup Dimas Suryo. Di awal cerita, ia diceritakan terdampar di Paris pada tahun 1968 dengan sudut pandang dirinya sendiri dalam membandingkan demonstrasi yang terjadi di Paris dengan demonstrasi yang berkecamuk di Indonesia.
Aku iri. Aku cemburu. Pertarungan di Paris saat ini sungguh jelas keinginannya. … Di Indonesia, kami akrab dengan kekisruhan dan kekacauan tetapi tak tahu siapa kawan dan siapa lawan.2
Penggambaran dialog tersebut mengawali cerita tentang latar belakang terdamparnya Dimas Suryo di Paris, dan bertemu Vivienne Devereaux mahasiswa Sorbonne yang ikut revolusi Prancis Mei 1968. Kedekatannya dengan Vivienne membuat cerita-cerita masa lalu Dimas terungkap, sehingga membuat pembaca penasaran apa yang terjadi sesungguhnya pada kehidupan Dimas sebelumnya, kehidupannya di Indonesia dan kerinduannya terhadap Indonesia. Ia menguak cerita dibalik kedatangannya ke Prancis, hubungannya dengan keluarga Hananto Prawiro dan kedekatannya dengan Surti Anandari sebelum menikah dengan Hananto. Cerita itu mengalir melalui ingatan yang dipancing oleh sesuatu yang mengikangatkan pada masa lalu. Ingatan di masa lalu menjelaskan bahwa Dimas adalah seorang yang masih terikat dengan segala masa lalunya, entah dengan simbol benda ataupun perwakilan tokoh wayang yang ia kagumi.
Di ruang tengah apartemen kami, ada Indonesia yang ditanamkan Dimas Suryo, dua sosok wayang kulit yang
2Ibid.,
digantung di dinding: Ekalaya dan Bima. … Isi stoples pertama adalah berliter-liter cengkih. Isi stoples kedua adalah bubuk kunyit kuning.3
Dimas merupakan pribadi yang tidak dapat menentukan pilihan, ia ingin bersikap netral pada segala hal. Ia ingin mengetahui segala pemikiran tanpa berpihak pada satu pemikiran, namun sikap itu yang menjebak Dimas dalam kondisi yang menyulitkannya karena ikut terkena arus pembersihan orang-orang yang bersentuhan dengan pihak “kiri”.
“Kau menolak masuk ormas. Apalagi masuk partai. Kau menolak memihak. Kau mengkritik Lekra tapi kau juga mengkritik para penandatangan Manifes Kebudayaan.”
“Ya, lalu?” Aku menatap Hananto, menantikan dia
melanjutkan gerutunya.
“Apa maumu, Dimas? Lihat kehidupan pribadimu. Kau juga tak punya keinginan jelas. Apa karena hatimu masih tertambat pada masa lalu, atau kau terlalu menyukai masa bujangmu?”4
Secara fisik, Dimas memiliki perawakan pria ideal. Memiliki kulit tubuh yang kecoklatan, rambutnya ikal tebal dan dagunya lacip dan mancung. Dimas adalah seorang wartawan di kantor Berita Nusantara sebelum tertahan karena peristiwa 30 September. Ia memiliki ketertarikan kepada dunia kuliner dan memiliki keahlian memasak di atas rata-rata eksil yang terdampar di Prancis, oleh karena itu didaulat sebagai juru masak di Restoran Tanah Air.
Menjadi wartawan, bagiku adalah jalan yang tak bisa ditolak. Wartawan adalah profesi yang memperlakukan kekuatan kata sama seperti koki menggunakan bumbu masakan.5
Dimas menjadikan dunia jurnalis dan memasak adalah hidupnya. Bahkan ketika di Prancis ia tetap aktif menulis dan berkontribusi dalm suratkabar 3Ibid., h. 214 4Ibid., h. 42 5Ibid., h. 65
yang disebarkan di eropa untuk orang-orang yang tertarik perihal Indonesia.
b. Nugroho Dewantoro
Seorang pria kelahiran Yogyakarta yang memiliki kumis seperti artis Clark Gable dan bersuara sumbang. Ia pernah mempelajari tentang sinologi6, namun tidak lulus dan memilih bekerja di kantor Berita Nusantara.
Di antar kami berlima hanya Mas Nug yang gemar menyanyi dan bersiul, tapi justru suara dia yang paling sember dan tak beraturan.7
Mas Nug sempat belajar sinologi seusai menyelesaikan sekolah menengah tinggi. Tapi pendidikan ini tak diselesaikannya.8
Ia memiliki keahlian memasak seperti Dimas, namun ia lebih mementingkan efektivitas dan rasa puas. Sehingga ia dapat menggantikan bumbu sate atau gado-gado dengan selai kacang, berbeda dengan Dimas yang menyembah ritual dalam memasak.
Ada perbedaan antara masakan Om Nug dan Ayah. Om Nug adalah seorang koki modern yang baru mempelajari kehebatan bumbu Indonesia setelah semua memutuskan untuk mendirikan koperasi restoran Indonesia. Dia mementingkan efektivitas dan rasa puas.9
Perihal masalah efektivitas dan rasa pusa, Nugroho menerapkannya pula dalam kehidupan percintaan. Setelah tertahan di Peking, ia memutuskan singgah ke Swiss dan memiliki hubungan dengan seorang wanita bersuami hanya karena nama wanita tersebut memiliki kesamaan simbol dengan istrinya di Indonesia.
6
Ilmu pengetahuan yang mempelajari seputar bahasa dan kebudayaan Tiongkok.
7
Leila S. Chudori, Op.cit., h. 92
8Ibid.,
h. 60
9Ibid.,
Nugroho merupakan ayah dari Bimo Nugroho dan suami dari Rukmini. Walau semenjak Nugroho menjadi eksil dan menetap di Prancis, ia menyanggupi perceraian yang diminta isterinya. Padahal, ia begitu mencintai Rukmini dan anaknya.
Nugroho Dewanto, lelaki Yogyakarta yang selalu menekankan untuk berbahas Indonesia daripada bahasa Jawa, sebetulnya sangat sentimentil. Bahkan aku curiga, meski dia sering berlaga seperti pemain perempuan, Mas Nug sangat menginginkan kehangatan keluarga.10
Nugroho menjadi pemimpin secara tidak langsung dalam pilar Restoran Tanah Air setelah berpisahnya mereka dengan Hananto Prawiro. Ia menjadi penompang karena memiliki sifat riang dan penuh dengan rasa optimis dalam memandang kehidupan.
c. Risjaf
Risjaf merupakan anggota yang dianggap paling muda dan peka. Ia digambarkan begitu tampan dengan rambut berombak, bertubuh tinggi besar, berhati lurus dan tulus, namun tidak menyadari ketampannanya.
Lelaki Riau yang begitu tampan, berambut ombak, dan bertubung tinggi besar itu sibuk, mengorek-ngorek rak bukuku untuk mencari buku puisi, padahal dia sendiri sebetulnya adalah perwakilan dari segala kejantanan.11
Ia pandai memainkan harmonika dan seruling. Seorang yang menemukan pendamping hidup ketika sudah menjadi eksil di Prancis dan membangun keluarga yang bahagia. Ia menikahi seorang adik dari salah satu eksil di Belanda, serta dikaruniai seorang putri. Risjaf adalah satu-satunya eksil Perancis yang dapat singgah ke Indonesia di masa Orde Baru berlangsung. 10Ibid., h. 105 11Ibid., h. 55-56
d. Tjai Sin Soe (Thahjadi Sukarna)
Tjai adalah seorang yang rasional, segala hal dalam hidupnya sudah ada dalam perhitungannya, termasuk tertahannya ia di Prancis bersama ketiga temannya di Restoran tanah Air, karena ia termasuk dari etnis Tionghoa. Salah satu etnis yang akan pertama kali diciduk akibat kejadian 30 September karena memiliki hubungan dengan Tiongkok atau diidentikan dengan paham komunis.
Tjai Sin Soe (yang terkadang dikenal dengan nama Thahjadi Sukarna) yang lekat dengan kakulator di tangan kirinya jauh melebihi nyawanya sendiri, lebih banyak berbuat, berpikir cepat daripada coa-coa.12
Diskusi langsung mati akibat algojo Tjai yang rasional. Apa boleh buat, memang dialah kalkulator kami.13
Suami dari Theresa ini digambarkan selalu membawa kakulator dan menjadi bagian keuangan dalam pengelolaan koperasi restoran. Hidupnya serba lurus, baik, dan di jalan yang benar. Tjai adalah perekat bagi pilar Restoran Tanah Air yang memiliki keanehan dalam bertingkah laku. e. Hananto Prawiro
Tokoh ini merupakan benang merah segala hubungan yang terjadi di masa lalu Dimas dan ketiga eksil lainnya. Hananto seorang yang berpendirian teguh dengan yang dipercayainya, dan berusaha orang-orang di sekitarnya sependapat dengannya melalui cara memaklumi dan mengarahkan. “Mas Hananto tahu, cara untuk mendekatiku bukan dengan memerangi dan membantah seleraku.”14
Hananto yang mendekatkan pemikiran-pemikiran tetang sosialisme. Ia adalah redaktur Luar Negeri kantor Berita Nusantara yang merupakan anggota PKI (Partai Komunis Indonesia) sehingga melibatkan orang-orang 12Ibid., h. 50 13Ibid., h. 99 14Ibid., h. 31
terdekatnya menjadi korban pembersihan oleh pemerintahan Orde Baru. Hananto seorang yang cerdik mengambil kesempatan suatu kondisi, sehingga dalam penangkapannya oleh pihak militer memerlukan waktu yang cukup lama.
Hubungan Hananto dengan Surti yang membuat Dimas tidak dapat jauh dari kelurga Prawiro. Hingga setelah penangkapan Hananto, Dimas lah yang menunjang kehidupan dari keluarga Prawiro. Dimas tidak menyukai sikap Hananto yang tidak setia terhadap Surti, sehingga membuat gambaran yang jelas bahwa Dimas sangat tertambat terhadap pesona istri Hananto.
f. Vivienne Deveraux
Seorang wanita dengan rambut berwarna coklat, tebal, berombak dengan bola mata berwarna hijau dan memiliki tubuh yang sintal. Pemikirannya tentang pengembaraan ideologi tanpa harus singgah merasakan keagungan berlama-lama memiliki kesamaan dengan Dimas. Ia seorang yang berani, tegas, dan juga cerdas. Dirinya memiliki kepekaan dalam memahami kepribadian orang lain. Vivienne memiliki kemakluman lebih untuk setiap sikap yang Dimas tunjukan, ia menjadi istri yang mengerti kebutuhan keluarga dan mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi pada keluarganya.
Surti adalah lambang aroma kunyit dan cengkih. Itu semua menjadi satu di dalam Indonesia. Malam itu, aku mengatakan kepada Dimas, aku ingin berpisah darinya.15
Penyataan tersebut terlontar oleh Vivienne setelah membaca surat-surat Surti kepada Dimas, sehingga membuat Vivienne sadar bahwa selamanya Dimas tidak dapat melepaskan Surti, sedangkan Vivienne tidak dapat menerima orang ketiga di kehidupan percintaannya. Walaupun Vivienne bercerai dengan Dimas, ia tetap menjalin komunikasi
15Ibid.,
dengan Dimas, hal itu karena ia masih memiliki rasa peduli terhadap Dimas, dan ia memiliki Lintang Utara sebagai anaknya.
Mas Nug tertawa seperti monyet. Dia tahu Vivienne akan cerewet sekali menyuruhku berobat. Meski kami sudah bercerai, Viviene dan aku tetap berkawan baik.16
Dibalik dari segi kekuataan dan kemandiriannya terhadap hidup dan pemikiran-pemikirannya, ia sangatlah lemah dengan rasa cintanya terhadap Dimas. Ia tidak dapat mengatakan segala pertanyaan-pertanyaannya tentang rasa kasih yang Dimas berikan kepadanya dengan rasa kasih yang ia tidak tunjukan secara langsung kepada Surti.
g. Lintang Utara
Anak tunggal dari pasangan Dimas dan Vivienne memilik fisik yang menarik sebab Lintang mewarisi perawakan ibunya. Sifatnya mirip dengan Dimas, sehingga pada beberapa hal, ia dan Lintang sering mengalami perselisihan. Ia memiliki kemauan kuat dan seorang mahasiswa sinematografi Sorbonne yang menyukai karya sastra. Ia mendapatkan tantangan dari dosen pembimbing tugas akhirnya untuk membuat film dokumenter tentang latar belakang keluarga peristiwa tahun 1965 di Indonesia sebagai tugas akhirnya.
“Lintang, kamu lupa ada sesuatu yang menarik dari dirimu, dari latar belakangmu.”
Jantungku yang sejak tadi berhenti berfungsi kini terasa mendapat segelintir oksigen. “Kamu juga mempunyai dua tanah air: Indonesia dan Prancis. Dan kamu lahir di Paris, tumbuh dan besar di Paris. Tidakkah kamu ingin mengetahui identitasmu, tanah kelahiranmu?”17
Dialog tersebut langkah awal Lintang memikirkan tentang dirinya dan Indonesia. Tanah kelahiran ayahnya yang sering ia dengar ceritanya
16Ibid.,
h. 128
17Ibid.,
namun ia tidak mengenalnya secara langsung. Kejadian itu mengguncang identitasnya dan membuatnya berinteraksi dengan orang-orang yang menghindari keluarganya karena cap mantan Tapol (Tahanan Politik). Tugas akhir membuatnya mendatangi Indonesia bertepatan dengan reformasi pada tahun 1998, sehingga ia mengawali perkenalan dengan Indonesia pada suasana yang tidak aman. Tapi suasana seperti itu justru membuat Lintang jatuh terpesona kepada Indonesia.
h. Surti Anandari
Seorang wanita berlatar belakang keluarga dokter terpandang namun memilih belajar di fakultas sastra dan filsafat. Ia memiliki sifat keibuan dengan paras cantik sehingga diidamkan oleh para pria. Surti merupakan kekasih Dimas masa awal kuliah, namun karena sikap Dimas yang menunjukan keraguan dan Surti akhirnya memilih Hananto menjadi suaminya. Ia menjadi seorang ibu dan istri yang memiliki karakter orang Indonesia pada umumnya, penurut dan pasrah.
Vivienne nampak tak yakin. Aku sendiri merasa tak yakin. Aku tahu, setiap kali aku menyebut nama Surti hatiku masih terasa bergetar dan teriris. Mendengar nama Kenanga, bulan, dan bahkan Alam, si bungsu yang tak pernah kukenal itu, tetap membaut jantungku berlompatan. Itu adalah nama-nama pemberianku. Aku tak pernah tahu apakah Mas Hananto menyadarinya.18
Satu-satunya cinta yang selalu disimpan oleh Dimas adalah cinta kepada Surti. Surti memiliki tempat tersendiri di hati Dimas, walaupun sudah menikah Dimas tetap menjadikan Surti seseorang yang memiliki tempat yang spesial dan merupakan salah satu alasan Dimas untuk terus kembali pulang ke Indonesia. Bila dilihat penggalan dialog sebelumnya dapat terlihat bahwa Surti terlihat masih menyimpan hati pada Dimas, walaupun ia menikah dengan Hananto. Karena nama-nama anak Surti dan
18Ibid.,
Hananto merupakan nama-nama yang diajukan oleh Dimas ketika Surti dan Dimas masih berpacaran. Hingga usia Dimas dan Surti menua, keduanya tetap memiliki kenangan indah tetang kisah meraka.
i. Segara Alam
Anak bungsu dari pernikahan Hananto dan Surti adalah seorang aktivis tahun 1998 yang memmiliki karakter keras, tegas, dan mudah terpancing emosi. Ia termasuk tipe pria tidak mau dianggap lemah, namun Alam merupakan pria sensitif dan suka memainkan perasaan wanita yang menyukainya. Alam menaruh hati pada Lintang, mereka menjalin hubungan dengan keadaan yang cukup menegangkan sebab saat itu sedang terjadi reformasi di Indonesia.
Tetapi dikejauhan itu aku malah melihat Alam yang duduk sendirian di bawah pohon kamboja. Dia menatapku terus-menerus, terpusat padaku dan mengikat aku. Sedangkan di belakangku ada Narayana. Ayah, kau benar. Lebih mudah untuk tidak memilih, seolah tak ada konsekuensi. Tetapi seperti katamu, memilih adalah jalan hidup yang berani.”19
Dialog tersebut mengambarkan bahwa Alam akhirnya memilih menaruh hatinya kepada Lintang, namun Lintang memilih kekasihnya, Narayana. Pilihan Lintang tidak disematkan kepada Alam, karena Lintang tahu bagaimanapun ia telah memiliki Narayana yang menerima Lintang serta keluarganya tanpa mempeduliakan cap yang disematkan pemerintah. Padahal, Narayana merupakan seorang anak dari keluarga yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan.