• Tidak ada hasil yang ditemukan

Layanan Jasa Riset Kelautan

Pemecahan Masalah

Rencana Kegiatan Triwulan Selanjutnya

• Melaksanakan koordinasi dengan Reefseen Aquatic Dive Center dan True Scuba Dive Center di Pemuteran Singaraja dalam rangka persiapan menuju peringatan Hari Bumi 2018.

• Mendistribusikan surat undangan ke sekolah dan instansi terkait dalam rangka persiapan menuju peringatan Hari Bumi 2018.

• Menyelenggarakan pelatihan mekanisme pembuatan PPDPI oleh tim penginderaan jauh kelautan kepada pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah.

C. Layanan Jasa Riset Kelautan

Berdasarkan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 11/PERMEN-KP/2017 layanan IPTEK di BROL termasuk dalam tusi Pelayanan Teknis. Layanan IPTEK tecakup dalam kegiatan di Laboratorium Riset Kelautan (LRK). Laboratorium Riset Kelautan didirikan dalam upaya tercapainya pelaksanaan riset strategis dan aplikasi teknologi kelautan secara optimal yang meliputi riset dasar, pengembangan dan aplikasi teknologi kelautan di Indonesia. Selain itu untuk

memfasilitasi berbagai kepentingan yang membutuhkan pelayanan jasa laboratorium. Laboratorium Riset Kelautan dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat mendukung setiap pengujian yang terdiri dari Laboratorium Kimia, Fisika dan Biologi Kelautan. Laboratorium Observasi dan Pemodelan Laut.

Pada Tahun 2018 ini Laboratorium Riset Kelautan BROL terbagi menjadi sub Laboratorium diantaranya:

a) Laboratorium Kualitas Perairan b) Laboratorium Penginderaan Jauh c) Laboratorium Alam

d) Laboratorium Observasi dan Pemodelan Laut

Beberapa capaian kinerja pelayanan jasa riset kelautan yang dilaporkan pada Triwulan I 2018 adalah sebagai berikut :

a. Laboratorium Kualitas Perairan

Informasi tentang kondisi sumberdaya kelautan dari tahun ke tahun harus didukung oleh data dan informasi yang akurat agar upaya pengelolaan yang dilakukan lebih efektif. Pengelolaan sumberdaya kelautan tidak terlepas dari peranan penting laboratorium pengujian yang didukung oleh sumberdaya yang kompeten. Laboratorium pengujian sebagai penyedia data primer tentang kualitas sumberdaya kelautan perlu dibina secara berkesinambungan dan ditingkatkan kapasitasnya agar dapat memanfaatkan sarana dan prasarana laboratorium secara optimal dan menghasilkan data yang akurat. Oleh karena itu sangat diperlukan laboratorium pengujian kualitas perairan kompeten yang mampu melakukan pengujian parameter kualitas perairan dan mampu menyajikan data pemantauan kualitas perairan dengan benar.

Laboratorium Kualitas Perairan - Laboratorium Riset Kelautan Balai Riset dan Observasi Laut (LKP - LRK BROL) telah berdiri sejak awal 2006. Perjalanan dari tahun 2006 hingga tahun 2018 ini, LKP telah banyak mengalami kemajuan di bidang pelayanan jasa pengujian, sarana maupun prasarana. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang semakin bertambah dari tahun ke tahun merupakan bentuk pemenuhan terhadap permintaan layanan pengujian dengan parameter yang semakin beragam dari pengguna jasa laboratorium. Semakin meningkatnya jumlah pengguna jasa dan permintaan layanan pengujian laboratorium dari tahun ke tahun menjadikan LKP harus mengedepankan pelayanan dan kualitas hasil pengujian.

Didirikannya LKP dengan segala sarana dan prasarana yang ada, maka diperlukan sebuah kegiatan operasional laboratorium untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh BROL dan juga melayani para pengguna jasa laboratorium di sekitar lingkungan BROL. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoperasionalkan laboratorium pengujian melalui kegiatan layanan pengujian dan pengolahan data di Laboratorium Kualitas Perairan - Laboratorium Riset Kelautan Balai Riset dan Observasi Laut (LKP – LRK BROL) yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian.

Kegiatan yang telah dilakukan Triwulan I 2018 : 1. Penyusunan laporan mingguan bulan Maret 2018. 2. Penyusunan laporan bulanan bulan Maret 2018. 3. Penyusunan laporan Triwulan I 2018.

4. Survei Laboratorium Alam wilayah Perancak (19 Januari 2018). Diikuti oleh personil LKP : I Nyoman Surana.

5. Survei Laboratorium Alam wilayah Perancak (21 Februari 2018). Diikuti oleh personil LKP : I Nyoman Surana.

6. Survei Laboratorium Alam wilayah Perancak (21 Maret 2018). Diikuti oleh personil LKP : I Nyoman Surana dan Komang Ayu Trilestari.

7. Pengujian Sampel

Jumlah customer LKP hingga akhir bulan Maret sebanyak 9 customer, 73 sampel, 479 parameter uji (Gambar 20). Dari 73 sampel tersebut, sebanyak 57 sampel (78,08%) merupakan sampel dari customer internal BROL. Sampel internal berasal dari kegiatan litbang BROL dimana sebagian besar dari kegiatan tersebut menggunakan jasa pengambilan sampel dan pengukuran in situ dari LKP. Kegiatan litbang BROL tahun 2018 yang menggunakan jasa LKP adalah :

a. Observasi kondisi terumbu buatan (Bioreeftek) dan sebaran mikroplastik pada ekosistem pesisir di Provinsi Bali.

b. Laboratorium Alam.

Gambar 20. Presentase customer LKP 2018

Sementara itu, sebanyak 16 sampel (21,92%) berasal dari customer eksternal BROL. Sampel eksternal tersebut berasal dari instansi pemerintah, LSM, dan industri kelautan dan perikanan (KP) yang berlokasi di sekitar Kabupaten Jembrana, Bali. Penerimaan sampel eksternal LKP hingga akhir bulan Maret 2018 berasal dari 5 pelanggan, yaitu :

a. Laboratorium Penguji Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol, Bali. b. CV. Sari Laut.

c. PT. Indobali. d. Yayasan WWF Bali.

e. Conservation International (CI) Indonesia, Denpasar-Bali.

Gambar 21 menunjukkan grafik jumlah dan frekuensi penerimaan sampel per bulan dari bulan

Januari hingga Maret 2018. Dari grafik tersebut terlihat bahwa frekuensi penerimaan sampel terbesar, sebanyak 9 customer, terjadi pada bulan Maret 2018, dengan jumlah penerimaan sampel sebanyak 29 sampel, untuk dianalisis sebanyak 178 parameter. Peningkatan penerimaan sampel pada bulan Oktober 2017 disebabkan oleh pelaksanaan kegiatan penelitian internal BROL.

Gambar 21. Grafik jumlah dan frekuensi penerimaan sampel

Gambar 22 menunjukkan persentase peminatan customer terhadap parameter pengujian di

LKP berdasarkan penerimaan sampel hingga bulan Maret tahun 2018. Dari 24 parameter pengujian yang dapat dianalisis oleh LKP, terdapat sekitar lima (5) parameter yang banyak diminati dan sangat dibutuhkan oleh customer. Parameter yang banyak diminati oleh customer internal dan eksternal BROL yang bergerak di bidang penelitian adalah parameter yang berkaitan dengan nutrien dan kualitas air laut, yaitu TSS (54 sampel; 11,27%), ammonia (52 sampel; 10,86%), fosfat (48 sampel; 10,02%), nitrit (42 sampel; 8,77%), dan nitrat, silika dan pH masing-masing sebanyak 40 sampel; 8,35%.

8. Pelatihan Pemahaman dan Penerapan Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian & Kalibrasi ISO 17025 : 2017

Pada tanggal 14-15 Maret 2018 telah diikuti kegiatan Pelatihan Pemahaman, Penerapan, dan Penyusunan Panduan Mutu ISO/IEC 17025: 2017 di SEAMEO BIOTROP Bogor (Gambar

23). Materi pelatihan disampaikan oleh Ir. Anwar Hadi, M.Sc (Pakar Sistem Manajemen Mutu

Laboratorium) dan Santi Ambarwati, M.Si (Manager Mutu Laboratorium Pengujian BIOTROP). Sejalan dengan perubahan ISO/IEC 17025:2005 menjadi ISO/IEC 17025:2017, KAN telah menetapkan beberapa kebijakan antara lain :

a. Semua laboratorium harus mengaju pada ISO/IEC 17025:2017 selambat-lambatnya 30 Nopember 2020.

b. Laboratorium yang telah terakreditasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan formulir pernyataan kesesuaian ISO/IEC 17025:2017 paling lambat 31 Maret 2018.

Secara umum perubahan utama pada ISO/IEC 17025: 2017 jika dibandingkan pada ISO/IEC 17025: 2005 adalah sebagai berikut :

a. Sebagian besar persyaratan tidak berubah namun terjadi perubahan urutan persyaratan di bawah judul berikut :

- Klausul 4: persyaratan umum - Klausul 5: persyaratan struktural - Klausul 6 : persyaratan sumber daya - Klausul 7: persyaratan proses - Klausul 8: persyaratan manajemen

b. Pendekatan proses disesuaikan dengan standar terbaru ISO 9001:2015 (sistem manajemen mutu). Standar baru ini memungkinkan laboratorium menerapkan sistem manajemen setelah memenuhi persyaratan Klausul 4 sampai 7.

- Opsi A meminta laboratorium untuk menangani semua sub-klausulnya 8.2 sampai 8.9 sebagai persyaratan minimum.

- Opsi B adalah untuk laboratorium yang telah ditetapkan dan memelihara sistem manajemen sesuai dengan persyaratan ISO 9001.

c. Lebih menekankan pada hasil sebuh proses, bukan deskripsi terperinci tentang tugas dan langkahnya. Klausul 7.6.1 mewajibkan laboratorium untuk mengidentifikasi kontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran.

d. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan fokus penguatan penggunaan komputer, rekaman, dan laporan hasil secara elektronik.

e. Pembaharuan ruang lingkup kegiatan laboratorium: pengujian, kalibrasi, dan pengambilan sampel terkait dengan pengujian dan kalibrasi, sesuai klausul 3.6 tentang pengambilan sampel.

Gambar 23. Pelatihan pemahaman dan penerapan persyaratan umum kompetensi

laboratorium pengujian & kalibrasi ISO 17025 : 2017

f. Mencakup pemikiran berbasis risiko (manajemen resiko). Pemikiran resiko diatur pada beberapa klausul yaitu :

- Klausul 4.1.4 : mengidentifikasi resiko ketidakberpihakan

- Klausul 7.10 : tindakan yang diambil untuk pekerjaan yang tidak sesuai berdasarkan tingkat resiko yang ditetapkan oleh laboratorium

- Klausul 8.5 : tindakan untuk mengatasi resiko dan peluang

- Klausul 8.7 : resiko dan peluang yang diperbarui saat tindakan korektif diambil - Klausul 8.9 : agenda tinjauan manajemen memasukkan hasil identifikasi resiko

9. Melayani pengambilan sampel untuk CV. Sari Laut.

10. Survei Bidang Kepakaran Ekosistem Pesisir. Diikuti oleh personil LKP : I Nyoman Surana & Mardatillah.

11. Melayani peminjaman alat WQC pada survei Selat Bali untuk customer FPIK Udayana. 12. Melayani konsultasi dari staff PSDKP Pengambengan terkait analisis sampel air limbah. Capaian Kinerja :

1. Telah tersusun dan dikirimkannya laporan mingguan bulan Maret 2018. 2. Telah tersusun dan dikirimkannya laporan bulanan bulan Maret 2018. 3. Telah tersusun dan dikirimkannya laporan Triwulan I 2018.

4. Jumlah sampel kualitas air total hingga triwulan I : 29 sampel untuk analisis 178 parameter.

Kendala dan Pemasalahan

• Proses pengujian fitoplankton dan zooplankton belum dapat dilaksanakan dengan maksimal karena LKP belum memiliki penyelia dan/atau manajer teknis yang kompeten untuk melaksanakan pemeriksaan data analisis parameter tersebut.

Pemecahan Masalah

• Membuka peluang bagi peneliti BROL untuk menjadi manajer teknis biologi atau mengajikan formasi baru Peneliti S1 Biologi/Ilmu Perikanan/Ilmu Kelautan.

• Analisis laboratorium untuk sampel air dari customer internal dan eksternal BROL. • Pengukuran in situ, pengambilan sampel dan analisis kualitas air.

• Persiapan uji banding dan uji profisiensi.

b. Peningkatan Layanan Laboratorium Penginderaan Jauh Kelautan

Secara garis besar kegiatan mencakup inventarisasi, pengolahan, dan distribusi data satelit oseanografi serta pembuatan PPDPI, agar produksi PPDPI dapat lebih optimal untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan bagi nelayan. Kegiatan yang dilakukan pada triwulan ini diantaranya : 1. Pembuatan PPDPI Nasional, Pelabuhan Perikanan, dan Wilayah Khusus.

2. Pembuatan Pelikan Tuna, Pelikan Lemuru dan Pelikan Cakalang. 3. Meng-upload informasi PPDPI ke website BROL.

Rincian jumlah capaian PPDPI hingga Triwulan I dapat dilihat pada Tabel 4, sedangkan dokumentasi dapat dilihat pada Gambar 24.

Tabel 4. Jumlah capaian PPDPI Triwulan I

Output Bulan Jumlah Perjenis peta

Jan Feb Mar

PPDPI Nasional 13 12 12 37 PPS Belawan 1 4 2 7 PPS Bitung-Ternate 2 6 4 12 PPS Cilacap 0 0 1 1 PPN Ambon 1 9 2 12 PPN Pelabuhan Ratu 0 0 2 2 PPN Sungai Liat 0 4 4 8 PPP Muncar-Pengambengan 0 4 1 5 PPP Tamperan 0 1 1 2 PPN Kejawanan 0 0 1 1 PPN Pemangkat 0 9 5 14 Laut Sawu 2 1 5 8 Bali Utara 1 3 3 7 P. Lombok 1 7 1 9

Selat Lombok (Bali Timur) 1 7 1 9

Pelikan Lemuru 1 12 10 23

Pelikan Cakalang 25 28 31 84

Pelikan Tuna 31 28 31 90

Jumlah Per Bulan 79 135 117 331

Data Satelit NOAA 0

Data Satelit MODIS (ocean color) 79 135 117 331

Data Gelombang dan Angin 79 135 117 331

Data Satelit MODIS CLS 0

Gambar 24. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh kelautan c. Operasional Laboratorium Alam

Sebagai salah satu laboratorium yang menjadi bagian dari laboratorium terpadu LRK, laboratorium alam dikembangkan untuk menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan yang diilaksanakan di BROL. Tidak hanya itu, laboratorium ini juga diharapkan dapat menyediakan data dan informasi terkait dengan isu-isu di lingkungan perairan berbasis pada pendekatan ekosistem. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim Laboratorium Alam BROL adalah survei periodik di Estuari Perancak. Kegiatan ini telah dilakukan mulai Tahun 2015 hingga saat ini (2018), dengan penambahan titik pengukuran di sepanjang aliran Sungai Perancak – Samblong dan Sungai Ijo Gading). Estuari Perancak berada di sekitar kantor BROL dan secara geografis berada langsung menghadap ke Selat Bali. Estuari ini mendapat pengaruh dari aktivitas manusia, seperti pertambakan, aktivitas pelabuhan, dan limbah dari pemukiman penduduk. Monitoring kualitas perairan dan lingkungan di wilayah ini sangat diperlukan guna mendapatkan data dan informasi time series, sehingga gambaran perubahan kondisinya dapat diketahui secara berkesinambungan. Hal ini diperlukan sebagai justifikasi dalam rencana pengelolaan Estuari Perancak dikemudian hari, sebagai bagian dari wilayah yang akan dikembangkan menjadi taman pesisir oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana dan juga sebagai penunjang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Titik lokasi kegiatan survei dapat dilihat pada Gambar 25, personil kegiatan survei dapat dilihat pada Tabel 5 – 7, sedangkan dokumentasi kegiatan survei dapat dilihat pada Gambar 26.

Kegiatan Triwulan I ini diantaranya:

1. Melakukan survei periodik I, II, III pada bulan Januari – Maret 2018.

2. Melakukan koordinasi MT Laboratorium Alam 2015 – 2017 terkait progres dan rencana yang harus dilakukan di tahun 2018.

3. Melakukan koordinasi MT Laboratorium Alam, MM LRK dan MP mengenai rencana Laboratorium Alam ke depan.

5. Melakukan input dan pengolahan data kualitas perairan hasil pengukuran insitu bulan Januari – Maret 2018.

6. Melakukan analisis sampel air (kualitas perairan) dan plankton hasil survey monitoring bulan Januari – Maret 2018.

7. Studi referensi “Laguna de Bay”sebagai bahan analisis dan diseminasi hasil monitoring kualitas perairan Laboratorium Alam.

Gambar 25. Titik lokasi kegiatan survei Pelaksanaan Survey Periodik ke I

1. Data kualitas perairan dan hidrodinamika hasil pengukuran langsung di sepuluh stasiun, di sepanjang aliran Sungai Ijo Gading, Sungai Perancak – Samblong, hingga ke Muara Perancak. 2. Data nutrien, COD, BOD, serta kelimpahan plankton di Sungai Ijo Gading dan Sungai Perancak

– Samblong hasil survei bulan Januari 2018.

Tabel 5. Personil yang terlibat dalam kegiatan survey periodik I (19 Januari 2018)

NO NAMA TUGAS INSTANSI

1. Amandangi W. Hastuti Melakukan pengukuran kualitas air dengan water quality checker (WQC) multi parameter

BROL

2. Wingking Era Rintaka Siwi

Mencatat hasil pengukuran kualitas air dengan water quality checker (WQC) multi parameter dan mendokumentasikan kegiatan

BROL

3. I Nyoman Surana Mengambil sampel air dan plankton

BROL 4. Jonathan Adi Wijaya Mengambil titik koordinat

lokasi sampling dengan menggunakan GPS dan mengukur aliran permukaan

Dokumen terkait