• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Inovasi dalam Program Deng SIBA “Desa Siaga Bencana” Peduli Difabel

1. Layanan Terintegrasi

Pelayanan merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi setiap warga negara atas barang, jasa dan pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Menyelenggarakan pelayanan publik merupakan kewajiban pemerintah dalam pemenuhan atas barang, jasa dan pelayanan administratif kepada setiap warga negara.

Program desa siaga bencana merupakan salah satu inovasi baru pemerintah Kabupaten Bone dalam menanggulangi bencana yang terintegrasi dengan perlindungan kaum difabel. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat tanpa membedakan status dan kedudukannya sebagai masyarakat yang berhak menerima pelayanan.

“Program Deng Siba pada dasarnya memberikan pelayanan yang berfokus kepada kaum difabel, tentang bagaimana kaum difabel dapat menolong dirinya pada saat terjadi bencana. Bentuk pelayanan yang diberikan dengan membagi kelompok sesuai dengan kasus difabel masing-masing. Jadi setiap jenis disabilitas mempunyai bentuk pelayanan tersendiri dalam menanggulangi bencana.” (Wawancara dengan SK Tanggal 09/9/2020).

Hasil wawancara dengan informan dapat dilihat bahwa kehadiran program Deng SIBA peduli difabel merupakan bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Bone dalam memberikan edukasi kepada kaum difabel dalam penanggulangan bencana sesuai dengan kerentanan yang dialami oleh kelompok difabel tersebut.

Pelayanan publik sudah menjadi kebutuhan dan perhatian di era otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Undang-undang yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik merupakan fungsi pemerintahan itu sendiri. Dalam tugas pokok fungsinya pemerintahan yang baik adalah yang dapat memperkuat demokrasi dan hak azasi manusia, meningkatkan kualitas ekonomi, sosial budaya, mengurangi angka kemiskinan, memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan, serta bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah.

Kaum difabel merupakan kelompok rentan pada saat terjadi bencana, melalui program desa siaga bencana peduli kaum disabilitas BPBD Kabupaten Bone membagi kaum difabel kedalam beberapa kelompok sesuai dengan jenis disabilitas. Selanjutnya melalui sosialisasi dan kegiatan simulasi di harapkan program desa siaga bencana dapat terintegrasi dengan kebutuhan kaum disabilitas pada saat terjadi bencana.

“Fokus BPBD dalam menghadirkan pelayanan terhadap kelompok rentan seperti kaum disabilitas dalam penanggulangan bencana dilakukan melalui sosialisasi dan didukung simulasi. Melalui pelatihan-pelatihan tersebut di harapkan dapat memberikan pemahaman kepada

setiap desa agar memprioritaskan kaum disabiltas di saat terjadi bencana. Terlebih bagi kaum disabilitas yang benar-benar membutuhkan bantuan sepenuhnya saat terjadi bencana seperti tuna netra. Jadi tetap ada pengelompokan jenis disabilitas sehingga menjadi prioritas tersendiri bagi setiap masyarakat.” (Wawancara dengan MI Tanggal 09/9/2020)

Hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program desa siaga bencana di Kabupaten Bone yang terintegrasi terhadap pelayanan kaum disabilitas dilakukan dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat melalui sosialisasi dan simulasi terkait apa langkah pertama yang harus di lakukan terhadap kaum disabilitas ketika terjadi bencana.

Dewasa ini kehidupan masyarakat mengalami banyak perubahan sebagai akibat dari kemajuan yang telah dicapai dalam proses pembangunan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Perubahan yang dapat dirasakan sekarang ini adalah terjadinya perubahan pola pikir masyarakat ke arah yang semakin kritis. Hal tersebut dimungkinkan karena semakin hari masyarakat semakin cerdas dan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kondisi masyarakat yang demikian menuntut hadirnya pemerintah yang mampu memenuhi berbagai tuntutan kebutuhan dalam segala aspek kehidupan mereka, terutama dalam mendapatkan pelayanan yang sebaikbaiknya dari pemerintah.

Bencana merupakan kejadian yang tidak bisa di prediksi sehingga masyarakat sebagai target dan sasaran pelayanan perlu mendapatkan edukasi terkait upaya dalam penanggulangan bencana guna meminimalisir korban jiwa pada saat terjadi bencana. Hal tersebut juga berkaitan dengan

mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah sehingga masyarakat perlu memiliki pengetahuan dalam rangka siaga bencana.

“Desa siaga bencana menuntut peran serta pemerintah desa agar terlibat langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada saat terjadi bencana. Melalui pelayanan ini dengan beberapa muatan kegiatan masyarakat memiliki pengetahuan dalam menghadapi kegiatan kebencanaan. Terlebih pengurangan resiko korban akibat bencana. Melalui program ini tentu dapat juga mengurangi resiko ketergantungan kepada BPBD. Bagi desa yang dekat dengan kantor BPBD mungkin cepat di tindaklanjuti, tapi bagi desa yang jauh dari kantor BPBD harus mempunyai upaya tersendiri dalam melakukan tanggap darurat.” (Wawancara dengan AJ Tanggal 11/9/2020).

Hasil wawancara dengan informan menunjukkan pentingnya pengetahuan terkait penanggulangan bencana bagi masyarakat agar masyarakat lebih berdaya dalam kegiatan siaga bencana, terlebih mobilisasi BPBD pada saat terjadi bencana sulit menjangkau beberapa wilayah tertentu. Pelayanan publik tidak terlepas dari masalah kepentingan umum, yang menjadi asal-usul timbulnya istilah pelayanan publik. Perkembangan globalisasi mengenai teknologi informasi membawa seluruh Instansi, Lembaga, Badan, Dinas serta Kantor Pemerintahan menuju perubahan-perubahan terhadap sikap mengenai cara memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Pelayanan yang terintegrasi dengan kebutuhan kaum disabilitas dalam rangka penanggulangan bencana guna meminimalisir korban jiwa sebagai wujud kepedulian pemerintah Kabupaten Bone terhadap perlindungan kaum disabilitas sebagai kelompok rentan yang sangat membutuhkan perhatian utamanya dari pemerintah daerah.

“Melalui program desa siaga bencana peduli difabel tentu kami sangat mengapresiasi trobosan dari BPBD Kabupaten Bone utamanya dalam memberikan pelayanan yang berintegrasi langsung dengan kaum disabilitas. Kelompok difabel memang menjadi kelompok yang sangat rentan pada saat terjadi bencana, sehingga membutuhkan cara-cara khusus dalam proses pengendalian bencana bagi kaum difabel itu sendiri.” (Wawancara dengan AT Tanggal 10/9/2020)

Hasil wawancara dengan informan darpat dilihat desa siaga bencana peduli kaum disabilitas merupakan bentuk perhatian pemerintah terkait pelayanan kepada kelompok difabel. Perlunya pemahaman bagi masyarakat terkait bentuk penanganan kelompok difabel pada saat terjadi bencana sebagai acuan dalam melindungi masyarakat disabilitas.

Pelayanan publik (public service) oleh birokrasi publik merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat disamping abdi negara. Pelayanan publik oleh birokrasi publik dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat dari suatu negara sejahtera (walfare state).

Program desa siaga bencana pada dasarnya sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok sadar bencana di setiap desa. Banyaknya korban jiwa pada saat terjadi bencana akibat kurangnya pemahamam masyarakat dalam siaga bencana sehingga di harapkan dengan adanya program Deng SIBA masyarakat dapat menentukan langkah sendiri dalam rangka penanggulangan bencana.

“Hadirnya pemerintah bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat utamanya dalam penanggulangan bencana. Masyarakat tentu mempunyai hak agar mendapatkan pelayanan yang sama dari pemerintah, terlebih bagi kaum disabilitas. Bagi kami melalui program seperti ini memberikan semangat tersendiri sehingga kami semangat

dalam menjalani kehidupan walau dengan keterbatasan yang ada.” (Wawancara dengan BG Tanggal 11/9/2020)

Hasil wawancara dengan informan menunjukkan bahwa pelayanan yang terintegrasi langsung dengan masyarakat merupakan salah satu wujud nyata keseriusan pemerintah dalam melakukan pelayanan publik melalui program seperti Deng SIBA. Sehingga masyarakat mampu meminimalisir jatuhnya korban pada saat terjadi bencana dan langkah-langkah dalam menghadapi siaga bencana.

Berdasarkan hasil observasi penulis terkait layanan terintegrasi pada inovasi program Deng SIBA peduli bencana merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemberian edukasi terkaut langkah-langkah yang harus di lakukan dalam menghadapi bencana. Program ini terintegrasi dengan perlindungan kelompok rentan seperti kaum disabilitas. Dalam penanganan masyarakat disabilitas membutuhkan langkah-langkah tertentu, dengan melibatkan masyarakat dalam program siaga bencana membuat masyarakat lebih mandiri dalam menentukan pola-pola penanganan bencana sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.

Dokumen terkait