BAB III METODE PENELITIAN
B. Inovasi dalam Program Deng SIBA “Desa Siaga Bencana” Peduli Difabel
4. Pemanfaatan Teknologi
Kemunculan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan secara cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja. Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Tidak hanya membantu bekerja dan melakukan tugas-tugas yang berkecimpung dalam dunia komputer saja, tetapi telah berkembang dalam bidang lainnya, seperti siaga bencana, sains, perbankan, perpustakaan, teknik dan lain sebagainya.
Melalui program Deng SIBA peduli difabel di Kabupaten Bone pemerintah meningkatakan bentuk pelayanan kebencanaan dengan menggunakan teknologi yang memudahkan BPBD dalam melaksanakan kegiatan siaga bencana.
“Terkait penggunaan teknologi pada umumnya sama dengan daerah-daerah yang lain seperti memantau kondisi cuaca, menentukan daerah-daerah rawan terjadi bencana berdasarkan jenisnya termasuk membuka layanan interagtif bagi masyarakat saat terjadi bencana sehingga dapat dengan mudah di informasikan kepada kami. Bagi kaum disabilitas tentu dengan alat-alat yang dapat menunjang mereka melakukan komunikasi atau mobilisasi seperti tuna runggu dengan bantuan alat pendengaran sehingga memudahkan komunikasi terhadap mereka. Segala keperluan bagi penyandang disabilitas kita sudah komunikasikan kepada pihak terkait yang menangani itu untuk
senantiasa diperhatikan termasuk kelengkapan data base masyarakat difabel itu sendiri.” (Wawancara dengan SK Tanggal 09/9/2020) Hasil wawancara dengan informan dapat dilihat bahwa penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan siaga bencana memudahkan BPBD untuk memantau kondisi bencana di wilayah Kabupaten Bone. Untuk kelompok disabilitas sendiri pemerintah daerah mengupayakan tersedianya alat yang memopang kelompok masyarakat dengan jenis disabilitas tertentu dalam kegiatan siaga bencana.
Pada dasarnya teknologi ditujukan untuk memudahkan kehidupan manusia. Teknologi banyak digunakan untuk pengelolaan pekerjaan karena efektivitasnya yang mampu mempercepat kinerja. Kecepatan kinerja pada akhirnya akan mempermudah pertukaran informasi dan penyebaran pengetahuan menjadi lebih cepat. Termasuk dalam rangka membangun desa siaga bencana.
Penggunaan teknologi dengan memberdayakan program desa siaga bencana peduli difabel akan memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan siaga bencana. Salah satunya penentuan titik akses evakuasi bagi masyarakat ketika terjadi bencana.
“Sekarang kita sedang mengupayakan alat berbentuk GPS yang akan menyediakan data terkait akses evakuasi bagi masyarakat dalam rangka menghadapi bencana. Teknologi ini akan kita kembangkan dengan melibatkan kelompok desa siaga bencana. Selain itu yang terpenting adalah alat-alat yang digunakan dalam melakukan evakuasi itu harus segera di penuhi utamanya ban karet agar sekiranya bisa di fasilitasi di setiap desa yang menjadi langganan banjir. Kebutuhan seperti itu tentu tetap dikondisikan dengan jenis bencana di setiap wilayah yang ada” (Wawancara dengan MI Tanggal 09/9/2020)
Hasil wawancara dengan informan dapat dilihat bahwa pemanfaatan teknologi dapat mendorong peran masyarakat melalui desa saiaga bencana dalam memudahkan pelaksanaan kesiapsiagaan bencana. Salah satunya melengkapi sarana dan prasarana yang dapat memudahkan evakuasi pada saat terjadi bencana.
Pemanfaatan teknologi informasi memiliki dampak positif seperti mempermudah komunikasi jarak jauh, mempermudah memperoleh informasi, mempermudah pekerjaan manusia. Hampir semua aktivitas organisasi saat ini telah dimasuki oleh aplikasi teknologi informasi.
Teknologi yang menyediakan data dan informasi terkait curah hujan di Kabupaten Bone dpaat menjadi acuan bagi BPBD dalam membangun komunikasi terhadap desa-desa yang rawan terjadi bencana banjir. Dengan ketersediaan teknologi tersebut arus informasi dari pemerintah daerah ketingkat desa akan lebih maksimal.
“Seperti yang saya bilang tadi desa Cakke ini menjadi daerah yang rawan terjadi banjir sehingga di saat curah hujan sedang tinggi pihak BPBD senantiasa membangun komunikasi kepada kami. Bentuk-bentuk pemantauan seperti itu tentu dapat mengurangi dampak dari bencana itu sendiri. Kalau untuk masyarakat pelibatan kelompok yang sudah terbentuk dalam siaga bencana akan diarahkan untuk berkumpul di suatu titik untuk siap-siap melakukan pemantauan di lapangan dan melakukan evakuasi bila diperlukan.” (Wawancara dengan AJ Tanggal 11/9/2020)
Hasil wawancara dengan informan dapat dilihat bahwa ketersediaan teknologi yang dapat memantau curah hujan dapat menjadi acuan bagi kelompok desa siaga bencana dalam mengambil tindakan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan ketika memasuki musim penghujan.
Penyandang disabilitas memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat non disabilitas. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia, sudah sepantasnya penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan khusus, yang dimaksudkan sebagai upaya perlindungan dari kerentanan terhadap berbagai tindakan diskriminasi dan terutama perlindungan dari berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Perlakuan khusus bagi penyandang disabilitas termasuk pemerintah daerah perlu menyediakan teknologi dalam mendukung program kesiapsiagaan bencana.
Pentingnya pemenuhan kebutuhan bagi kaum disabilitas dalam memperoleh pengetahuan terkait program pemerintah Kabupaten Bone dalam menjalankan program siaga bencana mendorong organisai persatuan penyandang disabilitas Indonesia Kabupaten Bone memagsifkan sosialisasi agar masyarakat memperoleh pengetahuan dalam penanganan disabilitas berdsarkan jenis kelompok difabel.
“Saya fikir penggunaan teknologi dan informasi adalah hal yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat kaum disabilitas utamanya dalam rangka siaga bencana. Melalui sosialisasi dan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi masyarakat tentu kita memperkenalkan alat-alat tertentu sesuai jenis kebutuhan kaum disabilitas itu sendiri, kita sampaikan kepada keluarga terdekat dan kepada masyarakat agar sekiranya memperhatikan kebutuhan semacam itu. (Wawancara dengan AT Tanggal 10/9/2020)
Hasil wawancara dengan informan program Deng SIBA peduli difabel menjadi kegiatan yang bertujuan memberikan pelayanan terhadap kelompok difabel dalam kegiatan siaga bencana. Landasan tersebut yang kemudian mendorong ketua PPDI Kabupaten Bone mensosialisasikan teknologi yang dapat membantu kelompok disabilitas dalam kegiatan siaga bencana.
Penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang beragam, diantaranya penyandang disabilitas yang mengalami disabilitas fisik, disabilitas mental maupun gabungan dari disabilitas fisik dan mental. Kondisi penyandang disabilitas tersebut mungkin hanya sedikit berdampak pada kemampuan untuk berpartisipasi di tengah masyarakat, atau bahkan berdampak besar sehingga memerlukan dukungan dan bantuan dari orang lain. Penggunaan teknologi bagi masyarakat disabilitas perlu di optimalkan sebagai acuan keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membeda-bedakannya sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang.
Dalam menjalakan program siaga bencana penyandang disabilitas perlu dilengkapi teknologi agar memudahkan dalam berkomunikasi, terutama bagi mereka kelompok disabilitas dari segi fisik. Penemuan teknologi yang dapat membantu kelompok difabel akan sangat berguna dalam rangka kegiatan siaga bencana.
“Untuk orang seperti saya bantuan alat pendengaran yang sangat di butuhkan sehingga dapat mencerna pembahasan terkait program siaga bencana. Kalau dirumah tentu ada keluarga yang bisa membantu saya, yang terpenting adalah pemahaman terkait apa yang harus kami lakukan pada saat terjadi bencana, pengetahuan seperti itu menjadi kebutuhan yang paling mendasar bagi kami.” (Wawancara dengan DM Tanggal 09/9/2020)
Hasil wawancara dengan informan dapat dilihat bahwa kebutuhan kelompok disabilitas akan alat teknologi yang dapat memudahkan proses komunikasi dalam mendukung program desa siaga bencana peduli difabel sangat dibutuhkan oleh masyarakat penyandang disabilitas.
Berdasarkan hasil observasi penulis dilapangan terkait pemanfaatan teknologi dalam mendukung program desa siaga bencana peduli difabel BPBD Kabupaten Bone telah memiliki perangkat teknologi informasi yang dapat memuat pesan terkait kondisi suatu wilayah yang rawan terjadi bencana. Melalui data dan informasi tersebut program desa siaga bencana dapat menentukan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan dalam upayanya menjalankan kegiatan siaga bencana. Sementara bagi masyarakat penyandang disabilitas dari segi fisik kebutuhan alat dapat membantu mereka dalam melakukan komunikasi agar memahami langkah-langkah dalam pelaksanaan program desa saiaga bencana.