TINJAUAN UMUM TENTANG KABUPATEN PANDEGLANG A.Gambaran Umum Kab. Pandeglang
2. Letak Geografis Dan Kondisi Fisik Wilayah
Wilayah Kabupaten Pandeglang berada pada bagian Barat Daya Propinsi
Banten dan secara Geografis terletak antara 6o21’ – 7o10’ Lintang Selatan (LS) dan
104o8’ – 106o11’ Bujur Timur ( BT ), dengan batas administrasinya adalah:5
- Sebelah Utar : Kabupaten Serang;
- Sebelah Timur : Kabupaten Lebak;
- Sebelah Selatan : Samudera Hindia;
4 Website Resmi Kab. Pandeglang, “Sejarah Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ.
5Website Resmi Kab. Pandeglang, “Profil Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ.
Kabupaten. Secara umum perbedaan ketinggian di Kabupaten Pandeglang cukup tajam, dengan titik tertinggi 1.778 m diatas permukaan laut (dpl) yang terdapat di Puncak Gunung Karang pada daerah bagian utara dan titik terendah terletak didaerah pantai dengan ketinggian 0 m dpl.
Daerah pegunungan pada umumnya mempunyai ketinggian ± 400 m dpl, dataran rendah bukan pantai pada umumnya memiliki ketinggian rata-rata 30 m dpl dan daerah dataran rendah pantai pada umumnya mempunyai ketinggian rata-rata 3 m
dpl. Kemiringan tanah di Kabupaten Pandeglang bervariasi antara 0 – 45 %; dengan
alokasi 0- 15 % areal pedataran sekitar Pantai Selatan dan pantai Selat Sunda; alokasi
15 – 25 % areal berbukit lokasi tersebar; dan alokasi 25 – 45 % areal bergunung
pada bagian Tengah dan Utara.6
Di Pandeglang terdapat 6 gunung yaitu : Gunung Karang (1.778 mdpl), Gunung Pulosari (1.346 mdpl), Gunug Aseupan (1.174 mdpl), Gunug Payung (480 mdpl), Gunung Honje (620 mdpl) dan Gunung Tilu (562 mdpl).
Kabupaten Pandeglang ditinjau dari segi geologi memiliki beberapa jenis batuan yang meliputi Alluvium, Undieferentiated (bahan erupsi gunung berapi), Diocena, Piocena Sedimen, Miocena Lemistone dan Mineral Deposit. Sedangkan
6Website Resmi Kab. Pandeglang, “Profil Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ.
beberapa jenis tanah yang ada di Kabupaten Pandeglang yaitu Aluvial, Grumosol,
Mediteran, dan Latosol.7
Keadaan geomorfologi, topografi dan bentuk wilayah secara bersama-sama akan membentuk pola-pola aliran sungi yang ada. Pola aliran sungai di Wilayah Kabupaten Pandeglang pada umumnya berbentuk dendritik. Arah aliran sungai-sungai di Wilayah ini dibedakan menjadi dua, sehingga membentuk dua daerah aliran sungai yaitu daerah aliran dari arah Timur yang bermuara di Selat Sunda dan daerah aliran dari arah Utara yang bermuara di Samudera Indonesia.
Wilayah Kabupaten Pandeglang mengalir 14 sungai yang berukuran sedang
sampai besar. Sungai – sungai tersebut adalah Sungai Cidano, Sungai Cibungur,
Sungai Cisanggona, Sungai Ciliman, Sungai Cihonje, Sungai Cipunagara, Sungi Cisumur, Sungai Ciseureuhan, Sungai Cijaralang, Sungai Cikadongdong, Sungai Ciseukeut, Sungai Cimara, Sungai Cibaliung, dan Sungai Cicanta. Dari ke-14 sungai tersebut terbagi dalam 6 (enam) Daerah Aliran Sungai (DAS) antara lain :
1. Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung;
2. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidano;
3. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibungur;
4. Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliman;
5. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimandiri;
7Website Resmi Kab. Pandeglang, “Profil Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ.
6. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikeruh. 3. Kependudukan Kab. Pandeglang8
Pada tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang berdasarkan Sensus Penduduk pada bulan Mei 2010 adalah 1.149.610 orang dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak 589.056 orang dan perempuan sebanyak 560.554 orang. Berdasarkan data di atas, rasio jenis kelamin pada tahun 2010 sebesar 105,08.
Sebaran penduduk per-kecamatan relatif tidak merata. Kecamatan dengan penduduk terjarang yaitu Kecamatan Sumur dengan rata-rata sebanyak 88 jiwa/Km2, sementara wilayah yang terpadat adalah Kecamatan Labuan, yaitu sebanyak 3.439 jiwa/Km2. Sedangkan rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Pandeglang adalah 419 jiwa/Km2.
Laju pertumbuhan penduduk (LPP) Kabupaten Pandeglang berdasarkan data
hasil Sensus Penduduk periode 1961 – 1971 sebesar 2,71 persen, periode 1971 –
1980 sebesar 2,15 persen, periode 1980 – 1990 sebesar 2,14 persen, periode 1990 –
2000 sebesar 1,64 persen dan 2000 – 2010 sebesar1,30 persen. Menurunnya angka
laju pertumbuhan penduduk merupakan salah satu wujud keberhasilan pembangunan bidang kependudukan yang salah satunya antara lain adalah program Keluarga Berencana (KB).
8Website Resmi Kab. Pandeglang, “Profil Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Pandeglang, jumlah penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja berjumlah 384.657 jiwa. Lapangan pekerjaan utama penduduk berupa pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan; industri; perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi; dan jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.
Secara umum, pekerja di Kabupaten Pandeglang bekerja di sektor informal (83,67%) dan sisanya bekerja di bidang formal (16,33%) dari jumlah pekerja di atas 15 tahun berjumlah 434.746 jiwa (Indikator Kesejahteraan Rakyat, 2009). Dari jumlah pekerja 434.746 jiwa, pekerja dengan status pekerjaan berusaha sendiri memiliki proporsi yang terbesar yaitu 23,67%, sedangkan pekerja dengan status pekerjaan berusaha dibantu buruh tidak tetap/ tidak dibayar memiliki proporsi
terkecil (2,32%).9
9 Website Resmi Kab. Pandeglang, “Profil Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ
3. KERUCUT; Tiga buah kerucut yang tidak sama besar dan tingginya, menggambarkan tiga buah gunung dan melambangkan bahwa Daerah Kabupaten itu bergunung-gunung.
4. BADAK; Badak bercula satu menghadap ke kiri adalah salah satu binatang
peninggalan jaman purba yang masih hidup hingga sekarang, dan terdapat hanya di Derah Kabupaten Pandeglang (Ujung Kulon) dengan sifat antara lain:
- Tahan Uji
- Waspada dan tabah
- Menjadi kebanggaan masyarakat.
5. PADI; Setangkai padi dengan tiga puluh tujuh butirnya melambangkan sejumlah
desa di Daerah Kabupaten Pandeglang sebnayak seratus tiga puluh tujuh desa.
6. KAPAS; Setangkai kapas dengan enam kuntum bunganya yang mekar
melambangkan sejumlah Kecamatan yang ada di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak enam belas Kecamatan.
7. MELATI; Sekuntum bunga melati berdaun bunga empat helai berwarna putih,
melambangkan jumlah kewedanaan di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak empat kewedanaan.
8. GARIS BEROMBAK; Dua garis berombak yang tidak sama panjangnya,
masing-masing melambangkan lauta yang mengelilingi sebagian besar Daerah Kabupaten Pandeglang dan sungai-sungai yang terdapat di dalamnya.
1. Kuning emas, melambangkan Keagungan dan kewibawaan;
2. Putih, melambangkan kesucian;
3. Biru muda, melambangkan kesetiaan;
4. Hijau tua, melambangkan kesuburan;
5. Abu-abu kehitam-hitaman, melambangkan ketabahan.
5. Pendidikan di Kab. Pandeglang11
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah cukup tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas. Merujuk pada amanat UUD 1945 beserta amandemennya (pasal 31 ayat 2) maka melalui jalur pendidikan pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan SDM penduduk Indonesia. Peningkatan SDM saat ini lebih difokuskan pada pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengecap pendidikan terutama kelompok usia sekolah (7-24 tahun).
Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu indikator keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas SDM. Jumlah sekolah di Kabupaten Pandeglang, dimulai dari SD sederajat pada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 1.031 unit. Jumlah sekolah SMP sederajat tahun ajaran 2013/2014 meningkat 317 unit dari 306. Sementara jumlah sekolah SMA sederajat pada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 183 unit.
11Website Resmi Kab. Pandeglang, “Profil Kab. Pandeglang”, diakses pada 08 Agustus 2015 dari http://www.pandeglangkab.go.id/profil.php?prof=MQ.
Rasio murid/guru SD sederajat pada tahun ajaran 2013/2014 sebesar 34,34. Ini berarti saat ini 1 orang guru menangani sekitar 34-35 siswa. Untuk SMP sederajat rasio murid/guru sebesar 16,55, sementara rasio murid/guru SMA sederajat pada tahun ajaran 2013/2014 sebesar 10,41.
Pada Tahun 2009 angka melek huruf penduduk Pandeglang sebesar 94,20 % menurun bila dibandingkan tahun 2008 sebesar 96,5% dan tahun 2007 sebesar 95,61 %. Indikator lain untuk mengukur tingkat pendidikan adalah rata-rata lama sekolah (RLS). Rata-rata lama sekolah menunjukan berapa lama penduduk pandeglang mampu menyekolahkan anaknya. Rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Pandeglang Tahun 2009 mencapai 6,44 tahun, Ini berarti penduduk Pandeglang baru mampu untuk sekolah sampai tingkat SLTP kelas 1.
Selain indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, gambaran kualitas SDM Pandeglang dapat dilihat juga dari pendidikan yang berhasil ditamatkan. Sampai tahun 2008 rata-rata penduduk Pandeglang yang tidak/belum tamat SD/MI sebanyak 31.70%, menamatkan tingkat SD sederajat sebesar 39,77%, tingkat SLTP sederajat 15,45%, SLTA/SMK 9,84%, Diploma/Sarjana 3,24%.
Untuk mengetahui perkembangan program pendidikan dari sisi masyarakat, dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). Angka ini menunjukan persentase anak usia sekolah yang masih bersekolah pada usia sekolah di setiap jenjang. Pada tahun 2009 APS untuk tingkat SD sederajat sebesar 96,36 %, tingkat SLTP sederajat sebesar 72,09 %, tingkat SLTA sederajat sebesar 46,96 %. Selain APS, untuk melihat
partisipasi masyarakat juga dapat dilihat dari Angka Partisipasi Murni (APM). APM merupakan persentase penduduk usia sekolah tertentu yang bersekolah pada jenjang sekolah tersebut terhadap jumlah penduduk usia sekolah dimaksud, sedangkan APK adalah persentase penduduk yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan terhadap jumlah penduduk usia pendidikan tertentu. APM usia SD (7-12 tahun) sebesar 91,51 %, usia SLTP (13-15 tahun) sebesar 59,68 %, usia SMA (16-18) sebesar 32,09 %.
Keberhasilan pembangunan bidang pendidikan tidak bisa dilepaskan dari adanya fasilitas pendidikan yang memadai, fasilitas ini meliputi jumlah gedung dan tenaga pengajar. Pada tahun 2009 rasio jumlah gedung dan tenaga pengajar terhadap jumlah murid sudah cukup memadai, dimana untuk tingkat SD sederajat rasio guru murid adalah 15,93, untuk SLTP sederajat 12,23 dan untuk SLTA sederajat telah mencapai angka 9,78. Sementara untuk rasio murid sekolah pada tahun 2009 SD sederajat mencapai 186, SLTP sederajat 269 dan untuk SLTA sederajat mencapai
238.12
7. Keagamaan di Kab. Pandeglang
Kebebasan beragama merupakan hak dasar setiap warga negara yang di jamin secara penuh oleh Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 29 yang menegaskan
bahwa “Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa” dan Negara menjamin
kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan
beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu”.
12
Kabupaten Pandeglang secara kultural dan historis adalah masyarakat yang agamis. Hal ini ditandai dengan tingginya semangat untuk melaksanakan dan menerapkan ajaran agama dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat di Pandeglang. Kondusifnya suasana kehidupan beragama di Pandeglang ini tercermin dari harmonisnya hubungan antar pemeluk agama yang ada.
Jumlah sarana dan peribadatan berdasarkan catatan Kantor Departemen Agama Kabupaten Pandeglang pada tahun 2013, sebagaimana dikutip dalam
Pandeglang Dalam Angka,13 terdapat 1.682 buah Masjid, 2.219 Mushola/Langgar dan
2 greja. Untuk meningkatkan pendidikan keagamaan khususnya bagi anak-anak, pada tahun 2009 sudah beroperasi 905 Madrasah Diniyah dengan 2.715 ruang kelas dan 3.626 guru. Sedangkan komposisi penganut agama di Kabupaten Pandeglang didominasi oleh penganut agama Islam (mayoritas beragama Islam), sedangkan
sebagian kecil lainnya adalah penganut agama–agama lain yang di akui oleh negara.14