KEKUATAN SUARA PARTAI POLITIK ISLAM DI DAERAH MAYORITAS MUSLIM PADA PEMILU TAHUN 2014
B. Partai Keadilan Sejahtera 1.Ideologi Partai PKS
Partai PKS merupakan salah satu partai yang sampai saat ini konsisten dengan menajadikan Islam sebagai asas atau ideologi partai, selain tetap mengamalkan nilai-nilai pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Partai ini dibanguna atas dasar misi berdakwah, karena dakwah dalam Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, baik penerapannya maupun dalam penyampaiannya, baik di bidang sosisal, keagamaan, budaya, politik dan lainnya. Salah satu bukti atau tindakan nayata bahwa partai ini adalah partai Islam, yakni partai konsisten mengadakan diskusi kegamaan, baik dalam bentuk pengajian maupun liko (diskusi) sesama kader, dan ini merupakan bagian dari program kerja partai, yang memiliki tujuan untuk membina umat. Selain itupula partai selalu hadir dan cepat tanggap dalam setiap terjadi musibah atau bencana alam, sehingga manfaat dari aktifitas partai dan kehadirannya dirasakan oleh
masyarakat.28
Partai PKS merupakan partai politik yang besar dan disegani keberadaannya, baik karena kiprahnya sebagai pengawal berjalannya ketatanegaraan Indonesia, maupun sebagai pengawal atas berjalannya sistem demokrasi di negeri ini. Hal itu
28
Wawancara Pribadi dengan. Oman (Sekjen DPD PKS Kab. Pandeglang). Pandegelang 27 Agustus 2015.
dibuktikan dengan tetap terlibat dalam proses berjalannya pelaksanaan pemerintahan, dan dengan adanya beberapa kader yang berada dalam lingkungan eksekutif maupun legislatif sangat memberikan banyak kontribusi baik sebagai pelaksana maupun sebagai oposisi.
Partai PKS merupakan partai yang sangat menjunjung tinggi sistem perkaderan di dalam tubuh partai, baik dalam tingkat pusat maupun daerah. Hal ini dilakukan untuk memelihara nilai-nilai partai tetap terjaga dan agar terciptanya kader-kader yang berkualitas. Partai PKS adalah partai yang lebih mengedepanknan kader-kader dalam setiap bursa pencalonan anggota legislatif maupun eksekutif, daripada mengusung orang atau tokoh yang memiliki kualitas, elektabilitas, dan kekuatan masa untuk bersiteru dalam proses pemilu dengan atas nama partai PKS. Langkah ini merupakan salah satu strategi partai demi menjaga sistem kaderisasi partai tetap berjalan. Sehingga pertimbangannya menang dan kalah tetap mengedepankan
kader.29
Berdasarkan sejarah partai PKS merupakan partai yang kelahirannya melalui gerakan sosial bernama tarbiyah yang kemudian menjadi partai politik. Basis sosial partai ini adalah kelompok muslim terdidik, muda dan kelas menengah kota. Diantara partai-partai politik Islam lainnya, PKS seringkali melakukan aksi-aksi ekstra-institusional untuk menarik perhatian publik. PKS tampil sebagai partai kader yang menerapkan standar ketat dalam proses rekrutmen dan pelatihan anggota-anggotanya.
29
Wawancara Pribadi dengan. Oman (Sekjen DPD PKS Kab. Pandeglang). Pandegelang 27 Agustus 2015.
PKS juga bergerak melalui dakwah kampus seperti Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), sebagai bagian dari strategi dalam rangka memperluas jaringan, rekrutmen, organisasi dan sebagai wadah mahasiswa baik dalam berdakwah maupun dalam menyuarakan suara ketidak puasan atas kebijakakn publik. Sebagai partai Islam PKS aktif menggalang konstituennya secara berkelanjutan, bukan hanya pada waktu pemilu, dan dibandingkan partai lain PKS memiliki rekam jejak dan reputasi baik dalam
menggalang kerja-kerja sosial.30
2. Visi dan Misi Partai PKS
Sesuai dengan ideologi PKS yang mengedepankan Islam sebagai sistem hidup yang bersifat universal. PKS memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai masyarakat madani atau sering disebut sebagai baldatun thayyibun wa rabbun ghaffur. Sehingga untuk mewujudkannya PKS memilikii visi-misi dan perjuangan kepartaian yang mencerminkan keinginan untuk tetap eksis.
Dalam visi PKS terbagi dua yakni visi khsusus dan visi umum. Visi khusus PKS adalah partai berpengaruh baik secara kekuatan politik, partisipasi maupun opini dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani. Sedangkan visi umumnya yakni, sebagai partai dakwah penegak keadailan dan kesejahteraan dalam bingkaian persatua umat dan bangsa.
30
Sedangkan misi partai PKS adalah; pertama, menyebarluaskan dakwah Islam
dan mencetak kader-kadernya sebagai anasir taghyir; kedua, mengembangkan
institusi-institusi masyarakat yang Islami; ketiga, membangun opini umum yang
Islami dan iklim yang mendukung bagi penerapan ajaran Islam yang solutif, dan
membawa rahmat; keempat, membangun kesadaran politik dan advokasi masyarakat;
kelima, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar terhadap kekuasaan secara konsisten
dan kontinyu dalam bingkai hukum Islam; keenam, aktif melakukan komunikasi,
silaturahmi, kerjasama dan ishlah dengan berbagai unsur atau kalangan umat untuk
terwujudnya Ukhwah Islamiyah dan Wihdatul Ummat dengan berbagai komponen;
ketujuh, ikut memberikan kontribusi positif dalam menegakkan keadilan dan menolak kedzaliman khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas.
Visi dan Misi PKS sangat dipengaruhi oleh keinginan untuk kebangkitan Islam. oleh karena itu, PKS sangat membutuhkan dakwah sebagai instrumen utama untuk melakukan reislamisasi masyarakat dan mengembalikan umata Islam Indonesia
pada identitas dan nilai-nilai agama.31
3. Kekuatan Partai PKS
Dilihat dari hasil rekapitulasi perolehan suara pada pemilu 2014 yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Pandeglang, jumlah suara partai PKS mencapai 48.952 (8.13%), dengan 5 (lima) perolehan jumlah kursi di
31
Burhanudin Muhtadi, Dilema PKS Anatara Suara dan Syariah (Jakarta: Gramedia, 2012), h. 189.
DPRD dari total jumlah kursi 50 yang diperebutkan di DPRD. Jumlah ini sama dengan PPP (5 Kursi), PKB (5 Kursi), dan masih dibawah Golkar (8 Kursi), Gerindra
(7 Kursi), dan demokrat (6 Kursi).32
Berdasarkan keterangan yang dihimpuna dari sekretaris jendaral DPD PKS mengenai tingkat kekuatan partai Islam khususnya PKS beliau memaparkan, pada dasarnya untuk setiap pemilu yang diadakan di Pandeglang itu bukan lagi persoalan persaingan ideologi partai politik, melainkan lebih kepada persaingan antar figur para kandidat peserta pemilu. Besar tidaknya perolehan suara partai, faktor partai politik tidak begitu signifikan, justru untuk konteks sekarang yang lebih berpengaruh dan yang memiliki peranan penting atas perolehan suara lebih kepada faktor calon. Jadi kecendrungan konstituen tidak lagi mengarah kepada seberapa kuat dan seberapa religiuskah partai tersebut, melainkan lebih kepada seberapa kuat tingkat eksistensi, pengaruh dan elektabilitas calon peserta pemilu. Masyarakat pada umumnya untuk menentukan pilihannya lebih melihat dari faktor calon, dari partai manapun ia
diusung.33
Pada periode sebelum tahun 2009 persaingan ideologi memang pernah memainkan ritme pemilu di Kab. Pandeglang, namun lambat laun mulai mengkikis. Dimulai dari tahun 2009 persaingan ideologi mulai tidak terlihat seperti halnya periode sebelumnya, meskipun persaingan yang lebih menitik beratkan kepada calon
32
Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara oleh KPUD Kab. Pandeglang Pada Pemilu 2014
33
Wawancara Pribadi dengan. Oman (Sekjen DPD PKS Kab. Pandeglang). Pandegelang 27 Agustus 2015.
mulai menguat, namun pengaruh ideologi pada pemilu tahun ini juga tidak bisa dianggap sepele. Barulah pada pemilu 2014 persaingan antar kekuatan ideologi benar-benar kurang terlihat, melainkan persaingan figur calon yang memiliki peranan
penting disini.34
Untuk konteks partai PKS sendiri sebenarnya bisa membongkar perolehan
suara, asal saja partai PKS berani mengusung figur yang sudah matang dan memiliki kekuatan personal, namun hal itu tidak berlaku bagi partai PKS karena PKS lebih menekankan sistem kaderisasi. Siapapun calon dan seberapa kuat kandidat tersebut, PKS tetap mengutamakan kader yang itu adalah benar-benar kader PKS.