• Tidak ada hasil yang ditemukan

Letak Geografis

Dalam dokumen T E S I S. Oleh NELLY FITRIANI /IKM (Halaman 87-0)

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.2. Letak Geografis

Letak geografis dan kondisi demografis Kabupaten Serdang Bedagai menyebabkan daerah ini potensial mengalami berbagai masalah dalam bidang

66

kesehatan yang memerlukan suatu pemecahan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Rumah sakit ini terletak di ibukota kabupaten, dalam wilayah kerja Kecamatan Sei Rampah, tepatnya di Jalan. Negara Km 58 No 315, Serdang Bedagai.

Jarak Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman ke Ibukota Propinsi Sumatera Utara (Medan) berkisar ± 62 km.

Sarana dan prasarana yang tersedia di RSUD Sultan Sulaiman, antara lain:

a. Pelayanan rawat jalan (poliklinik terpadu), terdiri dari klinik dokter umum, klinik penyakit dalam, klinik anak, klinik bedah, klinik kebidanan dan kandungan, klinik gigi dan mulut, IGD).

b. Pelayanan rawat inap dengan 112 tempat tidur, terdiri dari ruang VIP (8 tempat tidur), ruang perawatan kelas I (16 tempat tidur), ruang perawatan kelas II (24 tempat tidur), ruang perawatan kelas III (64 tempat tidur).

c. Pelayanan rawat darurat (24 jam), terdiri dari Pelayanan Rawat Inap Intensif (Intensive Care Unit, Intensive Coronary Care Unit) dan Pelayanan Bedah Central (COT).

d. Pelayanan penunjang medis, terdiri dari apotik/farmasi, instalasi patologi klinis (laboratorium), instalasi gizi, instalasi radiologi (rontgen), rehabilitasi medik (fisiotherapy), dan ICU.

e. Pelayanan penunjang non medis, terdiri dari instalasi pemeliharaan rumah sakit (IPSRS), instalasi kamar jenazah, laundry, instalasi pengolahan air limbah, dan rumah dinas (5 unit).

f. Pelayanan umum, terdiri dari sarana parkir, musholla, transportasi, ambulance, cafetaria.

g. Pelayanan administrasi, terdiri dari rekam medik (medical record) dan administrasi umum.

Tugas utama RSUD Sultan Sulaiman adalah melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan, sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, RSUD Sultan Sulaiman mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan Pelayanan Medis

2. Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis 3. Menyelenggarakan Pelayanan Asuhan Keperawatan

4. Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan 5. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan 6. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan

7. Menyelenggarakan Pengelolaan Administrasi Umum dan Keuangan 4.1.3. Visi dan Misi RSUD Sultan Sulaiman

RSUD Sultan Sulaiman mempunyai visi dan misi yang berorientasi pada rencana pembangunan nasional, pembangunan kesehatan Indonesia, dan rencana pembangunan serta kebijakan daerah Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun visi dan misi pelayanan RSUD Sultan Sulaiman adalah: “Menjadi Rumah Sakit Umum

Daerah Terbaik di Bidang Pelayanan Kesehatan di Provinsi Sumatera Utara”. Untuk mewujudkan visi tersebut, RSUD Sultan Sulaiman mempunyai misi:

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, manusiawi dan terjangkau bagi masyarakat

2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang seimbang, komprehensif, dan terintegrasi

3. Mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia 4. Meningkatkan kesejahteraan pihak-pihak terkait

Tujuan :

1) Memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna dan terpadu kepada seluruh lapisan masyarakat

2) Meningkatkan citra pelayanan pemerintah, terutama pelayanan kesehatan 3) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Jenis Pelayanan:

(1) Pelayanan Rawat jalan (Poliklinik terpadu):

a. Klinik spesialis penyakit dalam b. Klinik spesialis penyakit Anak c. Klinik spesialis penyakit Bedah

d. Klinik spesialis penyakit Obstetri dan Kandungan e. Klinik spesialis penyakit Kulit dan Kelamin f. Klinik spesialis penyakit Mata

g. Klinik spesialis penyakit Paru

h. Klinik dokter umum Klinik Gigi & Mulut i. Klinik Jiwa

(2) Pelayanan Rawat Inap:

a. Ruang Perawatan VIP (terdiri dari 8 Tempat Tidur) b. Ruang Perawatan Kelas I (terdiri dari 16 Tempat Tidur) c. Ruang Perawatan Kelas II (terdiri dari 20 Tempat Tidur) d. Ruang Perawatan Kelas III (terdiri dari 64 Tempat Tidur) e. Ruang Perawatan Isolasi (terdiri dari 4 Tempat Tidur) (3) Pelayanan Gawat Darurat (24 jam)

(4) Pelayanan Bedah Sentral (5) Pelayanan khusus, meliputi:

a. Pelayanan Rawat Inap Intensif (Intensive Care Unit, ICU) b. Pelayanan Rawat Inap Bayi Baru Lahir (Neonatologi) c. Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) untuk HIV d. Unit CST (Care Support and Treatment) bagi penderita HIV/AIDS e. Unit DOTS untuk penanganan pasien TBC

(6) Pelayanan Penunjang Medis a. Instalasi Farmasi

b. Instalasi Patologi Klinis (laboratorium) c. Instalasi Gizi

d. Instalasi Radiologi

e. Instalasi Rehabilitasi Medis

f. Unit Tranfusi Darah (UTD)

g. Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPSRS) h. Instalasi kamar jenazah

i. Laundry

j. Unit Rekam Medis

k. Instalasi Pengolahan Air Limbah (7) Pelayanan Umum

a. Sarana Parkir b. Musholla

c. Transportasi Ambulan 4.1.4. Ketenagaan

Pelayanan kesehatan di RSUD Sultan Sulaiman di dukung oleh berbagai jenis ketenagaan yang berjumlah 480 orang, baik yang berstatus pegawai negeri sipil, honorer maupun kontrak. Dengan rincian sebagai berikut:

a. Jumlah tenaga kerja struktural : 13 orang b. Jumlah tenaga kerja fungsional : 159 orang c. Jumlah tenaga kontrak medis : 199 orang d. Jumlah tenaga kontrak non medis : 109 orang 4.1.5. Struktur Organisasi RSUD Sultan Sulaiman

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai No.6 Tahun 2007, RSUD Sultan Sulaiman merupakan Lembaga Teknis Daerah sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala dengan sebutan

Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten. Susunan organisasi Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman terdiri dari :

1. Direktur.

2. Bidang pelayanan medis dan keperawatan, terdiri dari : a Seksi pelayanan medis;

b Seksi pelayanan keperawatan;

c Seksi bina asuhan, mutu dan ketenagaan.

3. Bidang perencanaan dan pengembangan, terdiri dari : a. Seksi penyusunan program.

b. Seksi monitoring dan evaluasi.

c. Seksi pendidikan dan latihan (diklat) 4. Bagian tata usaha, terdiri dari :

a Ssub bagian umum.

b Sub bagian kepegawaian.

c Sub bagian keuangan.

5. Unit – unit non struktural, terdiri dari : a Satuan pengawas intern.

b Komite.

Gambar 4.1. Bagan Struktur Organisasi RSUD Sultan Sulaiman Sumber : RSUD Sultan Sulaiman, 2013

4.2. Karakteristik Informan

Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, terdiri dari; 4 orang dari unsur struktural, yaitu; (a. Direktur, b. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, c Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, dan d. Kepala bagian Tata Usaha) dan sebanyak 3 orang dari unsur fungsional (Tim Penyelenggara Program JKN sebanyak 2 orang dan Ketua Komite Medik 1 orang). Hasil penelitian menunjukkan informan lebih banyak pada kelompok umur 43-52 tahun, yaitu berjumlah 4 orang, selebihnya pada kelompok umur 33–42 sebanyak 2 orang dan 53-60 tahun sebanyak 1 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan lebih banyak S1, yaitu sebanyak 4 orang, dan tingkat pendidikan S2 sebanyak 3 orang.

Berdasarkan masa kerja lebih banyak pada kelompok masa kerja 3-4 tahun ,

yaitu sebanyak 3 orang selebihnya pada kelompok masa kerja 1-2 tahun, sebanyak 2 orang dan 5-6 tahun, sebanyak 1 orang. Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak

perempuan, yaitu sebanyak 4 orang, selebihnya laki-laki sebanyak 3 orang. Distribusi karakteristik informan berdasarkan unit struktural dan fungsional disajikan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Karakteristik Informan Berdasarkan Unsur Struktural dan Fungsional

No Karakteristik Unsur Manajemen Rumah Sakit

Jumlah

1 2 3 4 5 6

1 Umur

33-42 tahun 1 1 2

43-52 tahun 1 1 1 1 4

53-60 tahun 1 1

Total 7

Tabel 4.1. (Lanjutan)

No Karakteristik Unsur Manajemen Rumah Sakit

Jumlah

1 2 3 4 5 6

2 Pendidikan D III

S1 1 1 1 1 4

S2 1 2 3

Total 7

3 Masa kerja

1 – 2 tahun 1 1 2

3 – 4 tahun 1 1 2 4

5 – 6 tahun 1 1

Total 7

4 Jenis kelamin

Laki-laki 1 1 1 3

Perempuan 1 2 1 4

Total 7

Keterangan : 1. Direktur

2. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan 3 Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, 4. Kepala bagian Tata Usaha,

5. Tim Penyelenggara Program JKN 6. Komite Medik

Informan dari unsur pasien rawat inap dan rawat jalan dengan kelompok umur 32-45 tahun sebanyak 2 orang, tingkat pendidikan DIII dan S1 masing-masing sebanyak 1 orang. Jenis kelamin laki laki dan perempuan masing-masing 1 orang.

Distribusi identitas informan berdasarkan unsur pasien disajikan pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2. Karakteristik Informan Berdasarkan Unsur Pasien

No Karakteristik Unsur pasien

Jumlah

1 2

1 Umur (tahun)

32-45 1 1 2

Total 2

2 Pendidikan

D III 1 1

S1 1 1

Total 2

3 Jenis kelamin

Laki-laki 1 1

Perempuan 1 1

Total 2

Keterangan :

1. Pasien rawat inap 2. Pasien rawatjalan

4.3. Komunikasi

Komunikasi dalam penelitian ini meliputi; kejelasan penyampaian informasi, konsistensi informasi dan ketepatan sasaran informasi yang berkaitan dengan program JKN. Hasil penelitian secara rinci sebagai berikut:

a. Mekanisme Sosialisasi Kebijakan Program JKN

Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang mekanisme yang dilakukan manajemen rumah sakit dalam mensosialisasikan kebijakan program JKN di lingkungan RSUD Sultan Sulaiman dapat disimpulkan bahwa; pimpinan rumah sakit duduk bersama dan melibatkan tim JKN membicarakan implementasi program JKN. Sosialisasi JKN terlihat belum merata, sehingga banyak penafsiran diantara petugas medis dan non medis yang

menangani pasien peserta JKN belum sepenuhnya memahami hakikat program JKN.

Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Matrik Jawaban Informan tentang Mekanisme Sosialisasi Kebijakan Program JKN

Informan

Pertanyaan

Bagaimana mekanisme yang dilakukan manajemen rumah sakit dalam mensosialisasikan kebijakan program JKN

dilingkungan RSUD Sultan Sulaiman Jawaban

Kepala Bidang Pelayanan

Medis dan Keperawatan

Sosialisasi kebijakan program JKN secara internal organisasi sudah dilakukan dilingkungan RSUD Sultan Sulaiman dengan cara duduk bersama dipimpin oleh direktur rumah sakit untuk membicarakan program JKN, namun masih ada terjadi ketidaksepahaman profesi.

Kepala Bidang Perencanaan dan

Pengembangan

Sejak 1 Januari 2014 diberlakukannya program JKN, sosialisasi kebijakan program JKN secara internal organisasi sudah dilakukan dilingkungan RSUD Sultan Sulaiman dengan melibatkan tim JKN BPJS, namun masih ada saja yang memiliki persepsi yang berbeda tentang program JKN ini dan berdampak terhadap pelayanan.

Hasil jawaban informan utama kemudian ditriangulasi kepada Direktur RSUD Sultan Sulaiman. Hasil wawancara dengan informan sebagai triangulasi dapat disimpulkan bahwa mekanisme sosialisasi kebijakan program JKN oleh manajemen rumah sakit sebelum diberlakukan JKN awal tahun 2014 sebenarnya sudah diadakan sekedar sosialisasi melibatkan petugas medis dan non medis dengan cara duduk bersama di lingkungan RSUD Sultan Sulaiman bahkan pada bulan Januari 2014 dalam sosialisasi program JKN telah dilibatkan tim JKN dari BPJS. Adapun jawaban informan sebagai triangulasi disajikan pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Matrik Jawaban Informan Triangulasi tentang Mekanisme Sosialisasi Kebijakan Program JKN

Informan

Pertanyaan

Bagaimana mekanisme yang dilakukan manajemen rumah sakit dalam mensosialisasikan kebijakan program JKN

dilingkungan RSUD Sultan Sulaiman Jawaban

Direktur RSUD Sultan Sulaiman

Secara umum sosialisasi tentang program JKN di lingkungan internal rumah sakit pada tahun 2013 sudah dimulai dengan cara duduk bersama, Ya... ada saja penafsiran yang berbeda diantara petugas kesehatan tentang program JKN ini.

Selanjutnya pada awal tahun 2014 saya melibatkan petugas JKN dari BPJS.

b. Media yang Digunakan untuk Memberikan Informasi tentang Program JKN Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang media yang digunakan dalam memberikan informasi tentang program JKN dapat disimpulkan bahwa; media berupa plakat diikuti dengan penjelasan dengan cara duduk bersama. Kemudian pada awal tahun 2014 media yang digunakan semacam buku saku pegangan dengan cara diperbanyak. Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5. Matrik Jawaban Informan tentang Media yang Digunakan Untuk Memberikan Informasi tentang Program JKN

Informan

Pertanyaan

Media apa saja yang digunakan untuk memberikan informasi tentang program JKN

Jawaban Kepala Bidang

Pelayanan

Medis dan Keperawatan

Media yang digunakan dalam sosialisasi program JKN pada awalnya duduk bersama (pertemuan) dengan penjelasan bentuk plakat. Kemudian pada tahun 2014 ada semacam buku saku...

ya hanya itu saja.

Kepala Bidang Perencanaan dan

Pengembangan

Pada awal tahun 2014 sejak diberlakukan program JKN, ya...medianya berupa buku saku dari BPJS, yaitu Buku Pegangan Sosilaisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Hasil jawaban informan utama kemudian ditriangulasi kepada Direktur RSUD Sultan Sulaiman. Hasil wawancara dengan informan sebagai triangulasi dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan berupa plakat, kemudian awal tahun 2014 medianya berupa buku saku dari BPJS. Adapun jawaban informan sebagai triangulasi disajikan pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Matrik Jawaban Informan Triangulasi tentang Media yang Digunakan Untuk Memberikan Informasi tentang Program JKN

Informan

Pertanyaan

Media apa saja yang digunakan untuk memberikan informasi tentang program JKN

Jawaban Direktur RSUD

Sultan Sulaiman

Sewaktu sosialisasi program JKN ini media yang digunakan tahun 2013 semacam plakat, kemudian awal Tahun 2014 menggunakan media buku saku JKN dari BPJS.

c. Penyampaian Informasi tentang Program JKN

Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang kepada siapa saja informasi tentang program JKN dapat disimpulkan bahwa; penyampaian informasi tentang JKN ini sementara difokuskan pada petugas kesehatan, yaitu petugas medis dan non medis dilingkungan rumah sakit. Sosialisasi tentang JKN pada petugas kesehatan belum begitu intens, dan juga pada saat sosialisasi adanya perbedaan persepsi dilapangan, seperti surat edaran ataupun regulasinya. Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7. Matrik Jawaban Informan tentang Penyampaian Informasi Program JKN

Informan

Pertanyaan

Kepada siapa saja informasi tentang program JKN ini di sampaikan

Jawaban Kepala Bidang

Pelayanan Medis dan Keperawatan

Ya... informasi tentang JKN ini disampaikan kepada petugas medis dan non medis.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan

Penyampaian informasi tentang JKN ini sementara difokuskan pada petugas kesehatan dilingkungan rumah sakit, namun belum begitu intens dan juga pada saat sosialisasi adanya perbedaan persepsi dilapangan, seperti surat edaran ataupun regulasinya.

Hasil jawaban informan utama kemudian ditriangulasi kepada Direktur RSUD Sultan Sulaiman. Hasil wawancara dengan informan sebagai triangulasi dapat disimpulkan bahwa penyampaian informasi tentang JKN difokuskan kepada petugas medis dan non medis serta ada juga pada pasien berupa brosur pada saat datang ke rumah sakit dan pulang dari rumah sakit. Penyampaian informasi kepada masyarakat saat ini diharapkan dari tim BPJS. Adapun jawaban informan sebagai triangulasi disajikan pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8. Matrik Jawaban Informan Triangulasi tentang Penyampaian Informasi Program JKN

Informan

Pertanyaan

Kepada siapa saja informasi tentang program JKN ini di sampaikan

Penyampaian informasi tentang JKN ini difokuskan kepada petugas medis dan non medis dilingkungan rumah sakit, dan kepada pasien ada juga disampaikan, yaitu pada waktu datang dan pada waktu pulang……. ya sekedar disampaikan kepada pasien dalam bentuk brosur. Penyampaian informasi JKN kepada masyarakat saat ini diharapkan dari tim BPJS untuk sementara waktu.

d. Isi dari Informasi Kebijakan Program JKN yang Disosialisasikan

Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang isi dari informasi kebijakan program JKN antara informan 1 dan informan 2 berbeda, dimana informan 1 menyatakan isi dari sosialisasi kebijakan program JKN adalah BPJS kesehatan, sedangkan informan 2 menyatakan isi dari soialisasi kebijakan program JKN adalah mengenai JKN. Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.9.

Tabel 4.9. Matrik Jawaban Informan tentang Isi dari Informasi Kebijakan Program JKN yang Disosialisasikan

Informan

Pertanyaan

Apa saja isi dari informasi kebijakan program JKN yang disosialisasikan

Isi dari informasi yang disosialisasikan adalah mengenai BPJS kesehatan, ya... termasuk sistem pembayaran, pelayanan, dan kepersertaan JKN. Teknis DPJP, Hospital by Law

Kepala Bidang Perencanaan dan

Pengembangan

Sewaktu sosialisasi menurut saya...yang penting disosialisasikan adalah isi dari Jaminan Kesehatan Nasional, karena hal ini penting diketahui untuk menambah pengetahuan tentang JKN seperti; bagaimana cara mendaftar jadi peserta, hak dan kewajiban pasien, mekanisme pembayaran iuran serta hak dan kewajiban rumah sakit sebagai provider.

Hasil jawaban informan utama kemudian ditriangulasi kepada Direktur RSUD Sultan Sulaiman. Hasil wawancara dengan informan sebagai triangulasi dapat disimpulkan bahwa; secara umum isi dari informasi kebijakan program JKN yaag disosialisasikan adalah program JKN itu sendiri seperti; bagaimana cara mendaftar jadi peserta, hak dan kewajiban peserta, mekanisme pembayaran iuran serta hak dan kewajiban rumah sakit sebagai provider. Adapun jawaban informan sebagai triangulasi disajikan pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10. Matrik Jawaban Informan Triangulasi tentang Isi dari Informasi Kebijakan Program JKN yang Disosialisasikan

Informan

Pertanyaan

Apa saja isi dari informasi kebijakan program JKN yang disosialisasikan

Secara umum isi dari informasi kebijakan program JKN yang disosialisasikan adalah program JKN itu sendiri seperti; bagaimana cara mendaftar jadi peserta, hak dan kewajiban peserta, mekanisme pembayaran iuran serta hak dan kewajiban rumah sakit sebagai provider.

e. Evaluasi tentang Informasi Program JKN

Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang evaluasi atas informasi program JKN dapat disimpulkan bahwa; secara umum evaluasi tentang informasi program JKN secara internal dilakukan setiap bulan dan berbagai keluhan pasien, tenaga kesehatan, dan pengelola rumah sakit mewarnai pelaksanaan program JKN. Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Matrik Jawaban Informan Evaluasi tentang Informasi Program JKN

Informan

Pertanyaan

Bagaimana evaluasi yang dilakukan terhadap informasi tentang program JKN di RSUD Sultan Sulaiman

Jawaban Kepala Bidang

Pelayanan

Medis dan Keperawatan

Evaluasi tentang informasi program JKN secara internal dilakukan setiap bulan.

Kepala Bidang Perencanaan dan

Pengembangan

Evaluasi tentang informasi program JKN secara internal dilakukan setiap bulan dan berbagai keluhan pasien, tenaga kesehatan, dan pengelola rumah sakit mewarnai pelaksanaan program JKN.

Hasil jawaban informan utama kemudian ditriangulasi kepada Direktur RSUD Sultan Sulaiman. Hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa; selangkah demi selangkah evaluasi atas informasi tentang program JKN ini dapat dipahami dan evaluasi dilakukan setiap bulan, namun bukan hal yang mudah untuk mengkomunikasikan tentang JKN ini terlebih kebijakan JKN ini merupakan kebijakan yang baru dari pemerintah secara nasional yang wajib dilaksanakan rumah sakit. Adapun jawaban informan sebagai triangulasi disajikan pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12. Matrik Jawaban Informan Triangulasi Evaluasi tentang Informasi Program JKN

Informan

Pertanyaan

Bagaimana evaluasi yang dilakukan terhadap informasi tentang program JKN di RSUD Sultan Sulaiman

Jawaban Direktur RSUD

Sultan Sulaiman

Ya…..secara perlahan informasi yang disampaikan terkait atas informasi tentang program JKN dapat dipahami oleh petugas medis dan non medis. Informasi atas program JKN yang disampaikan dievaluasi setiap bulan diikuti dengan duduk bersama atas hambatan yang ditemui dalam pelaksanan JKN. Hal ini dilakukan secara rutin setiap bulan.

Rumah sakit sebagai provider tetap berupaya mengatasi hambatan dalam implementasi program JKN.

4.4. Sumber Daya

Sumber daya dalam penelitian ini meliputi; (a) instrumen kebijakan, (b) alokasi anggaran, (c) SDM, dan (d) ketersediaan fasilitas kesehatan dalam

memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN. Hasil penelitian secara rinci sebagai berikut:

a. Ketersediaan Tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi

Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman dapat disimpulkan bahwa; masalah ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman sudah relevan dengan rumah sakit setara kelas C, namun kendala yang ditemui adalah keberadaan dokter tidak setiap saat ditempat. Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Matrik Jawaban Informan tentang Ketersediaan Tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi

Informan

Pertanyaan

Bagaimana ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan

bagi peserta JKN di RSUD Sultan Sulaiman Jawaban

Kepala Bidang Pelayanan

Medis dan Keperawatan

Ya... secara umum ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman sudah memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN.

Kepala Bidang Perencanaan dan

Pengembangan

Sebelum ada kebijakan program JKN masalah ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman sudah relevan dengan rumah sakit setara kelas C. Jadi sejak 1 Januari 2014 diberlakukannya program JKN, dari sisi ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi sudah siap, namun kendala yang ditemui adalah keberadaan dokter yang tidak setiap saat berada ditempat.

Kepala bagian Tata Usaha

Ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman sudah sesuai mengacu kepada standar rumah sakit kelas C, namun yang dikhawatirkan masalah jam pelayanan dokter yang belum konsisten.

Hasil jawaban informan utama kemudian ditriangulasi kepada Direktur RSUD Sultan Sulaiman. Hasil wawancara dengan informan sebagai triangulasi dapat disimpulkan bahwa; secara umum ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman, sebelum implementasi kebijakan JKN sudah tersedia dengan baik, namun keberadaan dokter setiap jam kerja ketika dibutuhkan belum sepenuhnya terealisasi (tidak on site). Adapun jawaban informan sebagai triangulasi disajikan pada Tabel 4.14.

Tabel 4.14. Matrik Jawaban Informan Triangulasi tentang Ketersediaan Tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi

Informan

Pertanyaan

Bagaimana ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN di RSUD Sultan Sulaiman

Jawaban Direktur RSUD

Sultan Sulaiman

Secara umum ketersediaan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi di RSUD Sultan Sulaiman, sebelum implementasi kebijakan JKN sudah tersedia dengan baik.

Ya... namun kedisiplinan dokter agar setiap saat ada ditempat belum sepenuhnya dapat direalisasikan, hal ini butuh kesadaran dokter tersebut atas pelayanan yang diberikan kepada pasien JKN.

b. Ketersediaan Tenaga Keperawatan

Hasil wawancara dengan informan dari unsur manajemen rumah sakit sebagai informan utama tentang ketersediaan tenaga keperawatan di RSUD Sultan Sulaiman dapat disimpulkan bahwa; jumlah tenaga perawat saat ini masih sesuai dengan jumlah kunjungan pasien, namun dikhawatirkan jika jumlah pasien meningkat pada era JKN

maka jumlah perawat menjadi belum sesuai dalam memberikan pelayanan. Adapun jawaban informan disajikan pada Tabel 4.15.

Tabel 4.15. Matrik Jawaban Informan tentang Ketersediaan Tenaga Keperawatan

Informan

Pertanyaan

Bagaimana ketersediaan tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN di

RSUD Sultan Sulaiman

Ya... secara umum ketersediaan tenaga perawat di RSUD Sultan Sulaiman belum sepenuhnya sesuai ketika kunjungan pasien meningkat. Hal ini terkait dengan rasio jumlah perawat belum sesuai dengan standar.

Kepala Bidang Perencanaan dan

Pengembangan

Sebelum ada kebijakan program JKN jumah kunjungan pasien tidak terlalu banyak, sehingga jumlah perawat terlihat masih sesuai. Jika jumlah kunjungan pasien meningkat pada era JKN

Sebelum ada kebijakan program JKN jumah kunjungan pasien tidak terlalu banyak, sehingga jumlah perawat terlihat masih sesuai. Jika jumlah kunjungan pasien meningkat pada era JKN

Dalam dokumen T E S I S. Oleh NELLY FITRIANI /IKM (Halaman 87-0)

Dokumen terkait