• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Obyek Penelitian

4.1.2. Lokasi Perusahaan

Tempat yang dipakai dalam pelaksanaan penelitian ini adalah

Pabrik Gula Watoetoelis Prambon – Sidoarjo, tepatnya berada di lokasi :

Desa : Temu (daerahnya subur, strategis, dan berpenduduk padat)

Kecamatan : Prambon

Kawedanan : Krian (4 Km sebelah selatan dari Krian)

Kabupaten : Sidoarjo

Propinsi : Jawa Timur

Adapun batas-batas dari PG. Watoetoelis adalah sebagai berikut :

Sebelah utara berbatasan dengan Desa Watoetoelis

Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Wonoplintahan

Sebelah barat berbatasan dengan Desa Bendotretek

Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Simigirang

Lokasi ini sangat penting bagi setiap perusahaan, karena dalam hal

ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup serta perkembangan

dari perusahaan. Sehubungan dengan pemilihan lokasi pabrik gula di

daerah Krian, Sidoarjo adalah relevan sekali, hal ini disesuaikan dengan

faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi

perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Faktor sumber-sumber bahan baku dan bahan pembantu

2. Faktor tenaga kerja

4. Faktor transport

5. Faktor iklim

6. Faktor pemasaran hasil produksi

Pabrik Gula Watoetoelis dalam menentukan lokasi perusahaannya

juga mempertimbangkan keenam faktor diatas yaitu :

1. Faktor sumber-sumber bahan baku dan bahan pembantu

Karena perusahaan ini merupakan perusahaan perkebunan,

maka erat hubungannya dengan daerah pertanian. Daerah Krian

merupakan daerah yang cukup luas dan bisa ditanami tebu dengan baik.

Letaknya yang diluar kota, merupakan daerah yang cukup baik untuk

perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan.

2. Faktor tenaga kerja

Tenaga kerja merupakan salah satu dari faktor produksi yang

memegang peranan penting. Dalam hal ini pabrik Gula Watoetoelis

dibangun didaerah yang dekat dengan kota Surabaya yang merupakan

kawasan industri. Dengan demikian untuk tenaga kerja tidak

mengalami kesulitan.

3. Faktor pembangkit tenaga

Untuk keperluan tenaga listrik, pabrik menggunakan tenaga

sendiri. Sedangkan untuk keperluan air diambil dari air sungai yang

mengalir di dekat pabrik gula.

4. Faktor transportasi

Untuk transportasi di Pabrik Gula Watoetoelis dibedakan

Sarana dan jalur pengangkutan yang dipakai untuk mengangkut

bahan baku dari kebun ke pabrik.

Sarana dan jalur pengangkutan dari pabrik ke pasaran untuk hasil

produksi.

Untuk sarana transportasi di samping menggunakan alat

pengangkutan umum truck dan traktor) juga menggunakan jalan rail

(Lori).

5. Faktor iklim

Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap tanaman tebu yang

ada di Pabrik Gula Watoetoelis antara Lain:

Panas Matahari

Angin

Tekanan udara

Kelembaban Udara

Sinar Matahari

6. Faktor Pemasaran Hasil Produksi

Dalam Pabrik Gula Watoetoelis semua hasil produksi yang

berupa gula menggunakan sistem bagi hasil antara petani dengan

Pabrik Gula itu sendiri. Sedangkan hasil tetes yang diproduksi

Secara struktur organisasi disusun berdasarkan organisasi garis yang

sederhana dan secara keseluruhan diharapkan telah mencakup seluruh

fungsi dari masing-masing jabatan dalam perusahaan. Dengan struktur

organisasi semacam ini diharapkan pembagian tugas, wewenang dan

tanggung jawab yang cukup jelas sehingga proses pengambilan keputusan

dapat dilaksanakan lebih cepat, fleksibel dan sesuai yang dikehendaki.

Sehubungan Dengan hal tersebut, dalam menyusun struktur

organisasi harus sejalan dengan prinsip-prinsip organisasi dan manajemen

yang sehat dan rasional, yang diperlukan dalam menjalankan roda

perusahaan secara efektif dan efesien.

Pada Pabrik Gula Watoetoelis menggunakan sistem organisasi

bentuk lini. Pada organisasi bentuk lini kekuasaan dan tanggung jawab

bercabang dari semua pimpinan. Tiap tiap atasan mempunyai bawahan

tertentu yang bertanggung jawab pada atasan.

Adapun dalam Pabrik Gula Watoetoelis dipimpin ole seorang

Administratur sebagai pimpinan unit pelaksana yang mempunyai tugas dan

fungsi sebagai pengelola operasional. Tugas dari Administratur antara lain:

1. Melaksanakan dan mengamankan program kegiatan secara keseluruhan

yang telah ditetapkan dalam pengelolaan pabrik gula.

2. Memimpin dan mengkoordinir tugas kepala bagian, agar terdapat

kesatuan tindak dalam melaksanakan kegitan operasional yang terpadu

guna mencapai target produksi secara efektif dan efisien.

3. Mengelola serta mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya

manusia, sumber daya alam dan sumber daya keuangan sesuai dengan

Dalam menjalankan tugasnya seorang Administratur dibantu oleh

beberapa kepala bagian yang ditetapkan berdasarkan pada keputusan

Mentan No. 78/1991 yaitu :

1. Kepala Bagian Administratur keuangan dan Umum (Ak & U)

2. Kepala bagian Tanaman

3. Kepala bagian Instalasi

4. Kepala bagian Pengolahan

Kemudian untuk masing – masing tugas, pokoknya adalah sebagai berikut :

1. Kepala Bagian Administratur keuangan dan Umum (Ak & U)

Adapun tugas dari seorang kepala Bagian Administratur

keuangan dan Umum antara lain:

Mengkoordinir penyusunan rencana kerja dan anggaran

perusahaan.

Mengawasi pelaksanaan kerja dan anggaran perusahaan.

Mengawasi semua penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan.

Menyediakan kebutuhan bahan/barang untuk aktivitas perusahaan.

Membuat laporan manajemen ke kantor Direksi.

Bertanggung jawab pada keuangan perusahaan dan pengelolaan

tenaga kerja.

Pada bagian ini membawahi beberapa bagian antara lain :

b. Mengkoordinir seluruh kegiatan yang berhubungan dengan bidang

ketenaga kerjaan dan bertanggung jawab atas kelancaran

pelaksanaan tugas dibebankan pada bawahannya.

c. Melaksanakan seluruh kegiatan pengadaan karyawan mulai dari

penerimaan surat lamaran yang masuk, pemanggilan para pelamar,

pelaksanaan testing sampai penempatan tenaga kerja.

d. Mengurus status karyawan honorair, calon karyawan dan

pengangkatan karyawan penuh.

e. Mengenai masalah-masalah pemberhentian dan juga memproses

masa persiapan pensiunan seorang karyawan yang telah dipandang

cukup menjalani masa kerjanya.

f. Melaksanakan langkah-langkah demi tegaknya ketentuan

perusahaan (pemberian motivasi, penjatuhan sanksi, rehabilitasi,

mencipatakan etos kerja dan sebagainya).

g. Melaksanakan pengembangan karier, pemeliharaan ( gaji, santunan

sosial, jaminan sosial, kompensasi) karyawan.

h. Perencanaan dan Pengawasan

i. Pembukuan

Pada bagian ini tugas daripada pembukuan adalah

melakukan kegiatan administrasi pembukuan.

j. Sekum atau Sekteraris Umum

Adapun tugas dari seorang sekum adalah

menyelenggarakan pekerjaan surat menyurat, kearsipan dan

k. Tata Usaha Hasil

Bertindak sebagai pelaksana dan melakukan pencatatan

mengenai timbulnya hutang cukai gula dan pelunasannya.

2. Kepala Bagian Tanaman

Melakukan Kegiatan diversifikasi tebu, baik itu tanaman tebu

sendiri maupun tebu rakya selaku fungsi pembimbing dalam program

TRI (Tebu Rakyat Intensifikasi) yang mencakup :

Fungsi pimpinan kerja operasional lapangan

Pembimbing Teknis

Pembimbing KUD

Pembimbing bagi petani

Penyediaan bibit pada bagiannya.

Pada bagian tanaman mempunyai bagian – bagian antara lain :

a. SKK historis

b. SKK Penelitian dan Pengembangan

Melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang

tanaman tebu, menghimpun dan menganalisa situasi atau masalah

yang sedang atau mungkin timbul dan cara mengatasi secara

preventif dilakukan bersama dengan urusan agronomi.

c. SKK Pengembangan

d. SKK Tebang Angkut

Yaitu melakukan pengawasan dan pengendalian tebang dan

ditetapkan sehingga dapat menghasilkan tebu yang manis, bersih

dan segar atau bisa disingkat dengan MBS.

3. Kepala bagian Instalasi

Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan pemeliharaan mesin

atau peralatan masa giling dan kelancaran penggunaannya di masa

giling, serta tetap menjaga tersedianya material atau suku cadang pada

waktu dibutuhkan.

Pada bagian ini membawahi beberapa sub bagian yaitu :

a. Stasiun gilingan, stasiun tengah, stasiun listrik

Diluar masa giling mengatur pemeliharaan mesin dan

peralatan sesuai dengan jadwal kegiatan.

Dalam masa giling melakukan dukungan teknis

pengoperasian mesin dan peralatan.

Masinis Ketelan

Diluar masa giling mengatur kegiatan pemeliharaan stasiun ketel sesuai dengan jadwal kegiatan.

Dalam masa giling mengatur pengoperasian dan penggunaan mesin secara efisien.

b. Besali, Garasi, Remise

Masinis besali : memelihara dan memperbaiki peralatan yang rusak termasuk gedung dan tanaman.

Masinis Garasi, traktor dan remise : mengatur penggunaan dan perbaikan kendaraan perusahaan, traktor, loco, dan lori. 4. Kepala bagian Pengolahan

Bertanggung jawab atas kegiatan operasional / proses pengolahan bahan baku (tebu) menjadi gula, antara lain:

Mengadakan kebijaksanaan perusahaan dalam bidang pengolahan Mengolah air tebu (nira) menjadi gula sesuai dengan standar. Bekerjasama dengan bagian teknik dalam memproses nira menjadi gula.

Menyusun RKAP dalam bidang pengolahan yaitu meliputi peralatan bahan keperluan giling, personalia, tempat penimbunan produksi administrasi.

Selain itu pada bagian pengolahan dibantu oleh : a. Chemiker jaga

Melakukan koordinasi, menjaga agar proses pengolahan berlangsung dengan lancar dan efisien untuk tindakan kolektif apabila diperlukan shiftnya.

b. Lab proses

Melakukan monitoring dengan menggunakan analisa kimia

atas proses pengolahan dalam rangka mengendalikan mutu dan

penyusunan laporan produksi.

c. Limbah

d. Timbangan

e. Gudang

Dokumen terkait