OBAT SEMBELIT
7. Makanan tertentu
Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit. Banyak makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh
kental yang sepat juga bisa menyebabkan sembelit. Rasa sepat pada buah atau daun berasal dari komponen tanin yang dalam jumlah banyak bisa menyebabkan konstipasi. Tanin merupakan salah satu komponen utama ekstrak daun jambu biji yang punya khasiat antidiare yang membuat feses lebih padat dan tidak gampang keluar.
Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar akar masalah sembelit berasal dari pola hidup, dan karena itu tentunya masalah ini bisa diselesaikan dengan perubahan pola hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus berkonsultasi ke dokter.
Sekalipun bukan tergolong masalah serius, konstipasi harus segera diatasi. Jika tidak, ia bisa bekembang menjadi wasir (ambien) atau infeksi anus. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, sembelit juga bisa meningkatkan risiko kanker usus besar (kolon).
Agar kita terbebas dari sembelit, tentu saja kita harus menjauhi penyebabnya, dengan cara:
Konsumsi cukup serat
Serat merupakan “nutrisi” penting yang sering terlupakan di dalam gaya hidup modern. Sumber serat terpenting adalah buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi
serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 3–5 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga, seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi.
Jika kita awalnya termasuk orang yang tidak begitu suka makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Sebab, jika kita tiba-tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas berlebihan di dalam usus.
Minum cukup air
Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini juga untuk mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air 1,5–2 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan air yang ada di dalam buah yang kita makan. Minum air hangat pada pagi hari juga bisa mempermudah BAB.
Biasakan aktif bergerak
Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus besar dan menyebabkan sembelit. Sekali lagi, aktivitas fisik antisembelit tak terbatas pada olahraga seperti joging,
bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik yang bisa merangsang gerakan usus.
Biasakan “ke belakang” dengan jadwal rutin
Paling gampang, biasakan BAB di pagi hari. Jangan suka menunda-nunda keinginan BAB. Jika BAB biasa ditunda, ini akan meningkatkan risiko kemungkinan konstipasi.
Sebisa mungkin hindari pencahar
Jangan biasakan menyelesaikan masalah sembelit dengan langsung minum antisembelit yang kini banyak dijual bebas dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi efeknya hanya sesaat. Boleh dipakai tapi hanya sesekali.
Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah sebabnya, obat pencahar sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama.
Jika kita sudah melakukan semua tindakan pencegahan di atas dan masih saja sembelit, kita bisa minta bantuan kepada obat-obatan. Di apotek tersedia beberapa macam obat antisembelit. Sebagian bisa dibeli bebas, sebagian lainnya harus dengan resep dokter.
Penulisan golongan obat di bawah ini berdasarkan urutan dari yang paling aman sampai yang paling banyak efek sampingnya.
Suplemen serat
Ini sebetulnya bukan termasuk obat. Produk ini banyak dijual bebas, bahkan di toko-toko. Ini pilihan paling aman— dibandingkan kelompok obat di bawah. Penggunaan suplemen ini tidak menimbulkan ketergantungan, bisa digunakan berkali-kali.
Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa tidak ada satu pun produk obat dan suplemen yang 100% aman. Suplemen serat memang relatif aman tapi pola penggunaannya tetap harus diperhatikan. Konsumsi serat ini harus disertai dengan banyak minum air putih. Kalau kita minum suplemen serat tapi kurang minum, serat ini justru bisa menimbulkan penyumbatan di usus.
Suplemen ini sebetulnya lebih tepat digunakan untuk pencegahan. Jika kita sudah mengalami sembelit parah
berhari-hari, minum suplemen mungkin tidak sanggup mengatasinya.
Yang tak boleh dilupakan—ini yang paling penting—serat dari buah dan sayur jauh lebih baik daripada serat suplemen. Jika kita mengonsumsi buah dan sayur, kita tak hanya mendapatkan serat tapi juga vitamin, mineral, antioksidan, dan berbagai nutrisi lainnya.
Pelicin dan pelunak
Obat jenis ini bisa menjadi pilihan jika suplemen serat tidak sanggup mengatasinya. Contoh obat golongan ini:
natrium
laurilsulfoasetat, dokusat (dioktil sulfosuksinat), parafin cair,
gliserin, polietilen gilkol (PEG), sorbitol, laktulosa
.a. Natrium lauril sulfoasetat termasuk golongan sabun yang lembut. Larutannya digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam dubur. Masih bersaudara dengan natrium lauril sulfat—bahan dasar sabun cuci yang biasa kita pakai sehari-hari.
Sabun memang memiliki sifat licin. Itu sebabnya sebagian orang kampung zaman dulu menggunakan larutan sabun cuci yang dimasukkan ke dalam anus (Don’t try this at home!) sebagai pertolongan pertama kalau anaknya sulit buang hajat.
b. Parafin cair berfungsi mirip oli alias pelumas yang membuat dinding anus menjadi licin sehingga feses mudah keluar. Parafin adalah minyak mineral yang berbentuk cair. Digunakan dengan cara diminum. Sekalipun relatif aman, golongan minyak pelumas ini tetap tidak dianjurkan dipakai jangka panjang karena minyak ini bisa mengganggu penyerapan vitamin yang larut lemak, seperti A,D, E, dan K.
c. Gliserin punya fungsi yang mirip dengan parafin, yakni membuat feses menjadi lunak. Bahan-bahan di atas relatif aman karena hanya bekerja lokal di anus. Bisa digunakan untuk ibu hamil maupun bayi. Sekalipun relatif aman, obat golongan ini pun tetap tidak dianjurkan digunakan terlalu sering sebab bisa menyebabkan iritasi anus.
d. Sorbitol, laktulosa, PEG, dan garam inggris (garam
magnesium), natrium fosfat termasuk kategori ini.
Contoh merek yang terkenal: Dulcolactol®, yang mengandung laktulosa.
Di usus besar, bahan-bahan yang dalam ilmu farmasi disebut osmotic agent tersebut mengikat air sehingga membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan tersebut bisa merangsang pergerakan usus.
Sebagian obat pelicin dan pelunak digunakan dengan cara diminum, seperti parafin, laktulosa, dan garam inggris. Sebagian lainnya tidak diminum, tapi dimasukkan ke dalam dubur, misalnya natrium lauril sulfoasetat, PEG, dan sorbitol. Bentuknya bisa berupa supositoria padat (seperti torpedo), bisa berupa cairan kental atau gel yang dimasukkan ke dalam dubur. Dalam farmasi, bentuk cairan kental yang dimasukkan ke dalam anus ini disebut enema. Contoh produk enema yang terkenal: Microlax®.
Sekalipun relatif aman untuk pemakaian sesekali, kelompok obat ini tetap tidak boleh digunakan terus-menerus karena bisa menyebabkan efek buruk seperti gangguan keseimbangan elektrolit.
Perangsang gerakan usus (stimulan motilitas usus) Contoh yang paling banyak digunakan di Indonesia:
bisakodil. Merek dagang yang paling terkenal: Dulcolax®.
Obat ini bisa diminum, bisa duga digunakan dengan dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.
Dibandingkan golongan obat lainnya, obat jenis ini paling mudah digunakan. Tinggal minum di malam hari, maka esok paginya kita sudah bisa BAB. Kalau mau lebih cepat BAB, kita bisa memilih supositoria. Begitu torpedo ini dimasukkan
ke dalam dubur, beberapa jam kemudian kita langsung ingin BAB.
Meski begitu, sekali lagi, obat jenis ini tidak disarankan sering-sering dipakai, apalagi secara terus-menerus lebih dari dua minggu karena justru bisa membuat kita mudah mengalami sembelit.
Dari sekian banyak produk di atas, yang paling aman sebetulnya suplemen golongan serat. Namun, suplemen jenis ini mempunyai kelemahan dalam hal efek BAB-nya tidak bisa didapat seketika. Biasanya butuh beberapa hari. Ini berbeda dengan obat golongan perangsang gerakan usus yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam.
Contoh lain obat golongan perangsang usus: antrakunion dan obat tradisional dari daun sena. Ekstrak daun sena dipakai di sebuah merek yang cukup terkenal, bahkan termasuk salah satu peraih Top Brand Award, yaitu Laxing®. Produk ini termasuk salah satu merek laris dan dipersepsi tidak hanya sebagai obat pencahar, tapi juga obat pelangsing.
Persepsi semacam ini mestinya perlu dikoreksi. Menurut beberapa situs rujukan, seperti National Health Service Inggris dan National Institutes of Health Amerika, obat tradisional daun sena sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari dua minggu. Artinya, urusan langsing harusnya dipisahkan dari urusan
sembelit. Obat antisembelit semestinya tidak diperlakukan sebagai obat pelangsing.
Fenolftalin
Di Indonesia, sebagian obat antisembelit mengandung fenolftalin. Buku Informasi Spesialite Obat Indonesia setidaknya masih mencantumkan empat merek obat antisembelit yang mengandung fenolftalin. Di beberapa negara, bahan ini sudah tidak boleh digunakan sebagai obat bebas antisembelit karena diketahui bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan coba.
Memang belum ada data penelitian massal pada manusia, tapi beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Kanada, memutuskan untuk melarang penggunaannya sebagai obat bebas antisembelit. Dari fakta ini saja kita bisa melihat bahwa ketika kita membeli obat antisembelit, kita dihadapkan pada risiko minum obat yang tidak sepenuhnya aman.
Di Indonesia, obat ini secara hukum masih sah beredar sebagai obat bebas karena memang tidak ada larangan dari Badan POM. Meski begitu, demi alasan kesehatan, kita sebaiknya menghindarinya. Toh masih banyak pilihan lain yang lebih aman. Untuk informasi lebih detail, silakan kunjungi situs referensi di
Kelompok Obat Contoh merek dagang
Serat Vegeta®, Mulax®, Fiber®, Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus®
P e le m b a b d a n p e lic in Laktulosa
Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®, Lactugra®, Lactulax®, Lantulos®, Laxadilac®, Opilax®, Pralax®, Solac®
Natrium fosfat Fleet Enema®, Fosen®, Fleet Phosposoda®
Dokusat (dioktil sulfosuksinat)
Laxatab®
Lauril sulfoasetat, sorbitol & PEG
Microlax®, Laxarec® P e ra n g sa n g u su s
Bisakodil Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®, Codylax®, Custodiol®, Laxacod®, Laxana®, Laxamex®, Laxana®, Melaxan®, Prolaxan®, Stolax® Ekstrak sena dan
obat tradisional lain
Laxing®, Maximus®, Eucarbon®
10
SUPLEMEN
Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai namanya, “supplement” adalah pelengkap. Hanya diperlukan dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya bisa aktif setelah minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang mestinya hanya menjadi pelengkap.
Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu berarti kita harus memperbaiki asupan nutrisi dari makanan kita. Suplemen mestinya tidak kita perlukan asalkan kita makan dengan
cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup, serta pola hidup sehat lainnya.
Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut “kondisi khusus” itu?
Hamil, menyusui, atau usia subur
Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen zat besi untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang.
Aktivitas berat
Misalnya pada olahragawan atau pekerja keras. Meskipun multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi), zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh memproduksi energi dari makanan.
Masa pertumbuhan
Pada masa tumbuh kembang, suplemen mungkin diperlukan anak-anak untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya.
Kurang gizi
Contohnya orang yang sakit dalam jangka lama, terutama kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan mengganggu penyerapan vitamin K. Orang seperti ini membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri baik di dalam ususnya.
Kondisi khusus lainnya
Misalnya, petugas kesehatan yang menangani wabah, pekerja yang sedang lembur, atau orang yang harus menjaga daya tahan tubuhnya dalam kondisi tertentu.
Vitamin
Salah satu komponen penting suplemen adalah vitamin. Yang termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Di kemasan suplemen, kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya:
Vitamin Nama lain A Betakaroten B-1 Tiamin B-2 Riboflavin B-3 Niacin
B-6 Piridoksin B-7 Biotin (Vitamin H) B-9 Asam folat B-12 Kobalamin C Asam askorbat D Kalsiferol E Tokoferol
Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama, larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar, timbunan ini malah bisa berbahaya.
Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah.
Golongan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin (kelompok vitamin B kompleks). Karena larut di dalam air, vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses.
Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko
overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C berisiko menyebabkan sakit mag dan batu ginjal.