• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata kering

Dalam dokumen Buku Obat .pdf (Halaman 146-156)

OBAT MATA

1. Mata kering

Biasanya mata kering dapat kita rasakan dari gejala perih dan panas di mata. Gangguan ini bisa terjadi ketika kita:

 Bekerja lama di depan monitor

 Berada di ruangan ber-AC yang udaranya kering

 Berada di kabin pesawat (biasanya AC kabin pesawat cenderung kering)

 Bersepeda atau berada di tempat dengan angin kencang atau matahari yang terik

 Mengalami penurunan produksi air mata akibat usia lanjut, menopause, kekurangan vitamin A dan omega-3, mengalami sakit atau minum obat tertentu

Jika radang disebabkan oleh mata kering, pertolongan pertama yang bisa kita lakukan adalah menetesi mata dengan air mata artifisial. Obat golongan ini termasuk obat bebas, bisa dibeli tanpa resep dokter.

Meski air mata buatan ini aman dan bisa digunakan setiap hari, sebaiknya kita tidak menggunakannya terus-menerus sampai menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan. Sebisa mungkin kita harus mengatasi penyebabnya lebih dulu—jika memang bisa dihilangkan.

Misalnya, jika penyebabnya adalah udara AC yang teralu kering, kita sebaiknya menyetel kelembapannya dan mengatur arah embusan angin AC agar tidak tidak langsung ke wajah kita. Jika penyebabnya adalah angin kencang saat bersepeda, kita bisa menggunakan kacamata pelindung.

Jika kita bekerja di depan komputer, biasakan sering berkedip. Kedipan mata akan menjaga bola mata tetap basah. Atur posisi monitor sehingga tidak terlalu tinggi. Kalau posisi monitor berada di atas jarak nyaman penglihatan, kita akan cenderung membuka mata lebih lebar sehingga menyebabkan air mata cepat menguap.

Jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin A dan omega-3, kita bisa meningkatkan asupan kedua gizi ini dari makanan seperti wortel, brokoli, ikan, dan kacang-kacangan. Intinya, penyebab mata kering harus diatasi lebih dulu agar tidak perlu menggunakan obat mata setiap hari. Sebab, jika sering kering, mata akan mudah mengalami radang dan infeksi.

Bagaimanapun, produk air mata buatan ini tidak bisa sama persis dengan air mata yang diproduksi oleh tubuh manusia. Sebagian produk bahkan sengaja ditambahi pengawet, misalnya benzalkonium klorida, untuk mencegah pertumbuhan kuman.

Karena itu, sebaiknya obat tetes ini tidak digunakan dalam jangka panjang sampai berbulan-bulan. Apalagi obat jenis ini tidak mengobati kondisi sakitnya, hanya melembapkan, melumasi, dan mengurangi gejala sakitnya sesaat.

Kandungan cairan mata artifisial misalnya natrium

klorida, kalium klorida (potasium klorida), dekstran 70, hipermelose (hidroksipropil metilselulose), karmelose (karboksimetilselulose), polivinil alkohol.

Jika memang sakit yang kita alami adalah mata kering saja, hindari penggunaan obat tetes mata selain kelompok pelumas dan pelembap ini, apalagi jika untuk pemakaian lama.

Golongan Contoh merek dagang

Air mata buatan

Insto Moist®, Rohto Tears®, Cendolytreers®, GenTeal®, Sanbe Tears®, Braito Tears®, Isotic Tearin®, Tears Naturale II®, Optifresh®, Liquifilm®, Cenfresh®

2. Debu

Jika radang disebabkan oleh debu, mata harus dibersihkan lebih dulu dengan air bersih yang mengalir atau dengan cairan mata artifisial. Rasa gatal dan tidak nyaman akibat iritasi bisa kita redakan dengan kompres air. Caranya, celupkan kain bersih ke dalam air, peras sedikit, lalu tempelkan di mata yang

tertutup. Untuk meredakan radangnya, kita bisa menggunakan obat-obat bebas yang mengandung dekongestan (pelega) mata.

Fungsi dekongestan mata mirip dengan dekongestan hidung, yaitu melegakan mata. Contoh obat: tetrahidrozolin,

nafazolin, oksimetazolin, silometazolin, fenilefrin.

Obat-obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah yang menyebabkan warna merah di mata. Kadang obat mata golongan ini juga ditambah zat astringen untuk mengurangi iritasi, misalnya seng sulfat.

Golongan Contoh merek dagang

Dekongestan (pelega) mata

Insto®, Visine®, Rohto®, Ailin®, Braito Original®, Isotic Clearin®, Optrine®, Santo®, Visolin®, Visto®, Oculosan®, Vitrasin®

3. Alergi

Pada sebagian orang, debu jalanan tak hanya bisa menyebabkan iritasi biasa, tapi kadang bisa juga menimbulkan alergi. Gejala alergi mata umumnya lebih parah daripada sekadar iritasi biasa. Selain debu jalanan, contoh alergen lain adalah debu tanaman atau debu dari hewan. Biasanya

konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada orang yang memang punya bakat alergi.

Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa menggunakan kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa

menggunakan obat mata yang mengandung

antialergi/antihistamin. Contoh antialergi dalam obat mata:

antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin maleat.

Golongan Contoh merek dagang

Antialergi (antihistamin)

Alegysal®, Chrom-Ophtal®, Albalon-A®, Alegysal®, Flamergigi®, Isotic Azora®, Naphcon-A®, Vasacon-A®, Convers®, Optohist®

Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter perlu meresepkan obat mata yang mengandung

kortikosteroid. Baca juga Bab Kortikosteroid.

Semua obat yang mengandung kortikosteroid termasuk obat keras karena bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek buruk. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep dokter. Contoh kortikosteroid yang biasa digunakan di dalam

obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, dan

hidrokortison. 4. Infeksi

Kita sebagai orang awam mungkin sulit membedakan radang mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana, radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika produksi tahi mata banyak, kadang kotoran ini sampai membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur.

Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala seperti itu, terutama jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga hari.

Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh orang-orang satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja, kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, radang jenis ini harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya bermacam-macam. Contoh antibiotik bisa dilihat di Bab

Antibiotik. Semua antibiotik termasuk kategori obat resep. Sebaiknya jangan menggunakannya secara bebas tanpa konsultasi ke dokter.

Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang tenggorok juga bisa menjadi biang infeksi mata. Jika infeksi mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek atau radang tenggorok, penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang mengandung antibiotik tidak akan berguna karena memang antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa membasmi virus.

Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja ringan untuk mencegah infeksi bakteri.

Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa menggunakan kompres hangat atau obat tetes yang mengandung antihistamin.

Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa melakukan beberapa tip berikut:

 Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan.  Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan

mata seperti sapu tangan dan handuk.

 Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata, juga jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain.

 Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak secara higienis sesuai petunjuk.

 Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu membersihkan kelopak mata, gunakan tisu.

 Sering-sering cuci tangan.

 Jangan berbagi obat mata dengan orang lain sebab ini akan meningkatkan kemungkinan penularan.

 Gunakan kacamata pelindung terutama saat berada di luar rumah.

 Hindari angin kencang karena biasanya aliran udara yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan menyebabkan mata menjadi kering.

 Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu. Setelah lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai lagi.

 Saat menggunakan tetes mata, jangan sentuhkan ujung penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata. Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu.

16

Dalam dokumen Buku Obat .pdf (Halaman 146-156)

Dokumen terkait