• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

B. Makna Simbol

B. Makna Simbol-Simbol Yang Terkandung Dalam Upacara Kenduri Sko

yang diadakan setipa tahun setelah selesai hasil panen padi disawah,diantaranya yaitu,

1. Sekapur Sirih, adapun Simbol sikapur sirih ini yaitu sebagai tanda hormat digunakan pada pembukaan acara Kenduri Sko.

2. Nasi kunyit atau nasi kuning, simbol nasi kuning ini sebagai rasa terimakasih dan rasa hormat yang digunakan ketika upacara kenduri Sko, hal ini sangat berkaitan dengan sejarah nenek moyang masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci, nenek moyang sigindo kuning, ketika menerima tamu raja-raja dari jambi datang, dan Si Gindo Kuning menyambut rajanya tersebut menggunakan nasi kunyit dan bunga yang sembilan macam sebagai tanda kehormatan. Dan simbol nasi kunyit ini tidak boleh diganggu orang lain, selain anak perempuan Lurah Serah Bumi.

Begitupun dengan simbol nasi kunyit sebagai kehormatan bahwa yang memasak nasi oleh anak perempuan Lurah Serah Bumi, harus dalam keadaan Suci, begitupun nasi kuning ini harus dimakan terlebih dahulu oleh Ninik mamak Lurah Serah Bumi.

Hal ini sesuai dengan pendapat bapak, Karaman, mengatakan bahwa:

“ nasi kuning ini merupakan simbol dalam upacara adat Kenduri Sko Di Desa Seleman Kecamatan danau Kerinci, dimana nasi kuning ini memiliki makna sebagai tanda Kehormatan dan syukur terhadap rahmat yang telah diberikan Allah Swt. Nasi kunyit ini dikatakan tanda kehormatan kepada Nenek Moyang Sigindo Kuning, sebab ketika nenek moyang kita dahulu menyambut tamu raja-rajanya menggunakan Nasi kunyit tanda kehormatan terhadap tamunya.”85

Hal ini juga dipertegas oleh bapak afrizal, mengatakan bahwa:

“ nasi kuning ini dulu digunakan oleh nenek moyang kito untuk menyambut raja-raja jambi, jadi nasi kuning ini sebagai simbol

85 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:

SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018

kehormatan. Begitupun dalam acara kenduri Sko, dimana nasi kuning ini akan dimasak oleh anak perempuan lurah serah bumi dan dibawa untuk proses upacara sakral tersbut sebagai rasa tanda kehormatan kepada arwah nenek moyang yang telah mengajarkan tentang bercocok tanam dan rasa syukur kepada Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA atas panen yang telah diberikan dan kebberkahan untuk masa yang akan datang.”86 Tentang hal ini juga dipertegas oleh bapak Abuzar, mengatakan bahwa:

“nasi merupakan simbol utama dalam sebuah kehidupan, dimana makanan pokok masyarakat Seleman adalah Nasi, apalagi yang upacara ini adalah untuk rasa terimakasih terhadap hasil panen padi disawah. Selain itu dikatakan sebuah simbol budaya, dimana ketika munculnya suatu peradaban tentang bercocok tanam ini dibawa oleh nenek Si Gindo Kuning adalah padi. Secara sejarah, dahulunya nenek si gindo kuning ini menggunakan Nasi kuning sebagai simbol kehormatan ketika menyambut tanu raja-raja dari jambi.”87

Dengan demikian, beradsarkan hasil wawancara dan penelitian lapangan, bahwa nasi merupakan suatu makanan pokok masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau kerinci. Pada upacara kenduri Sko ini nasi kunyit sebagai simbol utama dalam upacara sakral yang memiliki makna rasa kehormatan pada arwah nenek moyang yang telah mewariskan peradaban tentang bercocok tanam. Selain nasi kuning ada juga bunga yang menjadi simbol dalam upacara kenduri Sko.

3. Bunga sembilan macam diantaranya ada bunga terasih gunung, bunga terasih hitam88, bunga melur, bunga kuning89, bunga merah atau bunga melati, mawar, dan lainnya sehingga bermacam-macam atau berwarna warni. Dalam menyiapkan bunga sembilan macam ini harus dibawa dan

86 Hasil Wawancara Dengan Bapak Afrizal, Umur: 294Tahun, Pendidikan Terakhir:

Sarjana strata I Hukum, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Stap pemerintah Desa, Interview Pada Tanggal 17 Maret 2018

87 Hasil Wawancara Dengan Bapak Abuzar, Umur: 38 Tahun, Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 18 Maret 2018

88 Hitam melambangkan rakyat banyak yang berarti kekuatan,jadi Depati dan Ninik Mamak memiliki kekuatan karena rakyatnya

89 Kuning melambangkan kekuasaan yang berarti berundang berlembago,jadi Depati dan Ninik Mamak melaksanakan kekuasaan berdasar undang dan lembago.

tidak boleh diganggu orang lain kecuali anak perempuan Lurah Serah Bumi. Bunga melambangkan suatu kesucian dengan menggunakan harum semerbak dari bunga tersebut untuk pelaksanaan upacara sakral. Untuk mengucapkan rasa syukur kepada nenek moyang yang telah mengenalkan suatu peradaban tentang bercocok tanam, hal ini juga pernah dilakukan oleh Nenek Sigindo Kuning dalam menyambut tamu raja-raja jambi sebagai lambang kehormatan dan kesucian.

Hal ini sesuai dengan pendapat bapak Abuzar, mengatakan bahwa;

“bunga merupakan simbol utama dalam acara kenduri Sko ini, dimana bunga disimbol kan sebagai rasa kehormatan dan kesucian, dari harum warna warni bunga tersebut, bunga sembilan macam ini dibawa oleh anak perempuan Lurah Serah Bumi untuk upacar sakral tersebut.”90

Hal ini juga dipertegas oleh Bapak Sumarin, mengatakan bahwa:

“bunga terasi gunung, bunga terasih hitam, kuning, dan bermacam bunga lainnya yang berwarna warni yang digunakan dalam upacara kenduri sko ini dilambang kan sebagai kehormatan dan kesucian untuk para roh nenek moyang yang telah meninggalkan atau mewariskan peradaban tentang bercocok tanam.”91

Berdasarkan hal tersebut, maka selain dari bunga sebagai simbol upacara kenduri Sko, nasi kuning, maka ada juga yang dibawa oleh masyarakat berupa makanan khas yang terbuat dari ketan yang di sebut dengan lemang, serta nasi putih dan gulai yang dibawa untuk acara makan bersama setelah selesai acara Kenduri Sko ini, masyarakat akan berkumpul untuk perjamuan makanan.

4. Lemang adalah masakan khas melayu, terutama rakyat kerinci desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci. Lemang ini makanan khas yang

90 Hasil Wawancara Dengan Bapak Abuzar, Umur: 38 Tahun, Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 18 Maret 2018

91 Hasil Wawancara Dengan Bapak Sumarin, Umur: 29 Tahun, Pendidikan Terakhir:

Sarjana strata I, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 24 Maret 2018

terbuat dari ketan yang dibakar di dalam bambu. Lemang disini juga termasuk makanan sakral yang sering kali dibawa pada saat acara kenduri Sko, dan dimakan secara bersama.

5. Nasi Gulai atau disebut juga dengan nasi putih dan disertai dengan gulai92, yang dibawa oleh masing-masing warga untuk makan bersama-sama, setelah selesai acara Kenduri Sko ini, masyarakat akan berkumpul dan makan bersamapun di mulai.

Hal ini dipertegas oleh bapak Ja’far Kadir, mengatakan bahwa:

“Selain dari nasi kuning atau nasi tumpeng, bunga sembilan warna tersebut ada juga yang dibawa oleh masyarakat berupa lemang, yaitu nasi ketan yang di bakar di dalam bambu, dan masyarakat masing-masing membawa nasi gulai yaitu nasi putih dan gulai yang dibawa untuk acara makan bersama atau perkumpulan untuk perjamuan makanan, ha ini untuk mempererat hubungan silaturrahmi antar sesama.”93

Hal ini juga dipertegas oleh bapak Karaman, mengatakan bahwa:

“ selain dari pada benda yang telah disebutkan ada juga masyarakat yang membawa lemang berupa beras ketan yang dimasukan kedalam bambu, lalu dibakar, makanan ini merupakan makanan khas melayu desa Slman Kecamatan danau Kerinci. Masyarakat juga membawa nasi gulai yaitu nasi putih besrta gulai baik gulai ikan, gulai ayam, gulai daging dan sebagainya, untuk dibawa pada acara makan bersama dengan tujuan untuk mempererat hubungan silaturrahmi antar sesama, hal ini dilakukan setelah upacara adat tadi selesai.”94

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, maka dapat penulis simpulakan bahwa dalam upacara Kenduri Sko ini yang menjadi simbol dalam upacara ini adalah nasi kuning atau beras kunyit, bunga sembilan

92 Gulai adalah sayur berkuah santan dan diberi kunyit serta bumbu khusus (biasanya dicampur dengan ikan, daging kambing, daging sapi, dan sebagainya.

93 Hasil Wawancara Dengan Bapak Ja’far Kadir, Umur: 47 Tahun, Pendidikan terakhir:

SI (Starata I), Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Ketua Adat Sekaligus PLS UPTD Kec. Tanah Kampung, Interview Pada Tanggal 20 Maret 2018

94 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:

SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018

warna, lemang dan nasi gulai yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci.

Dalam upacara Kenduri Sko ini, terdapat nilai-nilai islam95 dalam sistem pelaksanaanya yaitu masyarakat akan menziarahi makam Nenek Sigindo Kuning, membaca yasin dan do’a sesuai dengan ajaran islam. Selain itu mempererat hubungan silaturrahmi96 antar sesama.

95 Nilai-nilai islam merupakan tingkatan Integritas kepribadian yang mencapai tingkat budi (insan kamil).

96 Nabi Muhammad SAW, bersabda: “ Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi” (Muttafaqun’alaihi)

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian tentang” Makna Yang Terkandung Dalam Upacara Kenduri Sko (Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci) “maka peneliti menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Upacara Kenduris Sko merupakan upacara sakral yang dilakukan oleh masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci, sebagai rasa syukur kepada Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah nya terhadap hasil panen padi di sawah. Upacara ini dilaksanakan setiap panen padi di sawah atau setiap tahun. Pada upacara kenduri Sko memiliki tujuan mengucapkan rasa terima kasih kepada Nenek Moyang yaitu Nenek Sigindo Kuning yang dianggap sebagai nenek moyang pembawa peradaban, tentang bercocok tanam, dimana menurut sejarah nenek moyang Si Gindo Kuning pertama kali tinggal di Kerbau Jatuh terus pindah lagi ke Tanjung pagar, tetapi tidak juga mendapatkan tanah yang subur, sehingga beliau pindah ke Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci yang memiliki tanah yang subur sehingga cocok untuk bercocok tanam. Setiap upacara kenduri Sko ini masyarakat akan mengunjungi makam Nenek Sigindo Kuning ini. Selain itu ada juga tujuan dari upacara kenduri Sko yaitu mempererat hubungan silaturrahmi antara sesama, karena masyarakat akan berkumpul.

2. Upacara Kenduri Sko ini dipinpin oleh Lurah Serah Bumi, yang dihadiri oleh para tetua adat, ninik mamak, cerdik panadai dan seluruh warga. Adapun aturan dalam pelaksanaan upacara kenduri Sko ini yaitu nasi kunyit sebagai simbol upacara tersebut harus dimasak oleh anak perempuan Lurah Serah Bumi dalam keadaan suci atau tidak haid dan harus berwudhu’, begitupun dengan bunga smbilan warna harus dibawa oleh anak perempuan serah bumi. Nasi tumpeng atau nasi kuning tersebut tidak boleh diganggu oleh orang lain selain dari pada Lurah Serah Bumi, setelah Lurah Serah Bumi makan nasi tersebut, maka masyarakat boleh memakannya. Untuk pembacaan doa di makam nenek Si Gindo Kuning ini harus dipinpin oleh anak laki-laki Lurah serah Bumi, tidak sembarangan orang yang melakukan. Susunan acara kenduri ini yaitu terlebih dahulu mempersiapkan bahan-bahan yang mau dibawa untuk acara sakral tersebut, seperti nasi kuning, bunga sembilan warna, Lemang dan nasi gulai, setelah itu memasuki upacara adat dan berbalas pantun, setelah itu penaburan bunga dan bahan beras kunyit ke tanah persawahan, setelah selesai, maka selanjutnya berziarah kemakam Nenek Sigindo Kuning membaca doa, setelah itu acara terakhir makan bersama, dimana seluruh warga berkumpul untuk menikmati makanan yang dibawa.

3. Simbol dan makna yang terkandung dalam upacara Kenduri Sko Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci. Adapun makna simbo dari nasi kuning, bunga sembilan warna, lemang dan nasi gulai sebagai rasa kehormatan, kesucian dan rasa syukur kepada nenek moyang yang telah mengajarkan tentang bercocok tanam dan merintis membuka

lahan persawahan untuk bertanam padi sehingga dapat di rasakan oleh anak cucu dari generasi ke generasi seperti yang dirasakan hiingga sekarang. Selain itu, rasa syukur kepada Allah atas rahmat yang telah di Berikan.

B. Rekomendasi

Dari permasalahan yang dikemukakan sebelumnya, maka ada beberapa rekomendasi yang penulis sarankan antara lain:

1. Kepada pihak Provinsi Jambi, untuk ikut andil dalam membudayakan Upacara Kenduri Sko yang banyak memberikan informasi tentang kejadian massa lampau, mengandung pesan-pesan budayayang penuh dengan makna, tepatlah kiranya agar lebih banyak perhatian diberikan masyarakat yang melakukan ritual sakral Upacara Kenduri Sko ini, agar tidak lenyap bersama lajunya waktu.

2. Kepada masyarakat Kerinci, khususnya Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, untuk mempertahankan budaya ini, dan dijadikan sebagai symbol suatu daerah yang memiliki ciri khas budaya tertentu, yang dapat memberitahukan kedunia, baik itu lokal maupun interlokal sebagai icon daerah melalui upacara Kenduri Sko.

C. Kata Penutup

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta hidayah-Nya kepada penulis berupa kesehatan rohani dan jasmani kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Dalam penulisan skripsi ini tentunya banyak sekali terdapat kekurangan-kekurangan dan kesalahan, baik dalam penulisan, pengutipan dan sebagainya serta jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan kerendahan hati penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.

Akhirnya, tidak luput pula penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam menyelesaikan skripsi ini, hanya kepada Allah Swt, penulis memohon semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi yang membaca umumnya, Amin ya robbal‟alamin.

Danau Kerinci Kabupaten Kerinci)

Umur : 47 Tahun

Alamat : Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci

Pekerjaan : Ketua Adat sekaligus PLS UPTD Kecamatan Tanah Kampung 2. Nama : Karaman

Umur : 53 Tahun

Alamat : Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci Pekerjaan : Tani

3. Nama : Abuzar Umur : 38 Tahun

Alamat : Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci Pekerjaan : Tani

4. Nama : Afrizal Umur : 29 Tahun

Alamat : Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci Pekerjaan : Staf Pemerintahan Desa

5. Nama : Sumarin Umur : 29 Tahun

Alamat : Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci Pekejaan : Tani

1. NAMA : Jafar kadir

UMUR : 47 tahun

ALAMAT : Desa seleman Kecamatan danau kerinci

Pekerjaan : ketua adat sekaligus PLS UPTD Kecamatan tanah kampong 2. NAMA : karaman

UMUR :53 tahun

ALAMAT : Desa seleman Kecamatan danau kerinci Pekerjaan : Tani

3. NAMA : Abuzar

UMUR : 38 tahun

ALAMAT : seleman Kecamatan danau kerinci Pekerjaan : tani

4. NAMA : AFRIZAL

UMUR : 29 tahun

ALAMAT : Desa seleman Kecamatan danau kerinci Pekerjaan : STAF PEMERINAHAN

5. NAMA :SUMARLIN

UMUR :29 tahun

ALAMAT :Desa seleman Kecamatan danau kerinci Pekerjaan :TOKOH MASYARAKAT

Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci) Nama Informan : ...

Umur : ...

Alamat Kab/Desa & Dusun : ...

Pendidikan Terakhir : ...

Pekerjaan : ...

Tanggal Wawancara :...

NO TOPIK DAN PERTANYAAN TEHNIK SASARAN

A. Upacara kenduri Sko di masyarakat desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci

1. Apa yang anda ketahui tentang upacara kenduri sko?

2. Apa yang melatar belakangi diadakannya upacara kenduri sko?

3. Mengapa upacara kenduri sko diadakan pada saatt panen

4. Apa tujuan dari upacara kenduri sko?

5. siapa saja yang melakukan ritual pada upacara kenduri sko?

6. Bagaimana proses pelaksanaan upacara Kenduri Sko ?

7. Apa saja bahan atau alat yang dibawa ketika upacara Kenduri Sko

8. Siapa dan apa peran Nenek Sigindo Kuning dalam upacara kenduri Sko

Tokoh budayawan, ketua adat, dalang atau orang yang melakukan ritual,masyarakat, dan alim ulamak

Wawan-cara Mendal-am (indept interview)

B. Makna simbol-simbol yang terkandung dalam upacara Kenduri Sko bagi masyarakat desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci

1. Apa saja makna yang terkandung dalam upacara kenduri sko?

2. Apa saja makna simbol-simbol atau benda-benda yang terkandung dalam upacara kendurisko?

3. Dll

Tokoh budayawan,

ketua adat, dalang atau orang yang melakukan ritual,masyarakat, dan alim ulamak

Wawan-cara Mendal-am (indept interview)

Lokasi Penelitian

Kecamatan Danau Kerinci

1. Data tentang gambaran umum Kabupaten

Dokumentasi

Desa Seleman

3. Data tentang gambaran umum desa Saleman

4. Data tentang Monografi Desa Saleman Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci

5. Data tentang Pemerintahan di Desa Saleman Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci

6. Data tentang Penduduk Desa Saleman Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten kerinci

7. Data tentang Kehidupan Sosial, Pendidikan, dan Keagamaan di Desa Saleman Kecamatan danau kerinci, Kabupaten Kerinci.

8. Data tentang perumahan dan perhubungan Desa Saleman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Dokumentasi Kecamatan Danau Kerinci Dan dokumentasi Desa Seleman

Keterangan

Catatan: bentuk-bentuk pertanyaan yang akan ditanyakan berkaitan dengan pengamatan, pengalaman, perasaan, pengetahuan, pendapat, nilai dan latar belakang informan.

Dokumen terkait