BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
3. Tujuan Upacara Kenduri Sko
tahun, soalnya Sko disini Sko yang berasal dari ibu berupa tanah yang di olah berupa sawah, hasil panen inilah yang disebut Kenduri Sko sedangkan Upacara sakral kenduri Pusako adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat setiap 10 tahunsekali dengan mensucikan benda pusaka.”61
Dengan demikian, upacara Kenduri pusaka dan kenduri Sko memiliki perbedaan pada sistem pelaksanaan dengan jarak waktu yang begitu jauh.
Upacara kenduri Sko setiap tahun, sedangkan Upacara Sakral Kenduri Pusaka setiap 10 tahun sekali.
Setiap suatu upacara memiliki tujuan bagi masyarakat, suatu kebudayaan yang harus diajarkan secara turun-temurun dan menjadi simbol budaya bagi masyarakat itu sendiri
3. Tujuan Upacara Kenduri Sko bagi Masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci
Setiap suatu upacara memiliki tujuan bagi masyarakat, suatu kebudayaan yang harus diajarkan secara turun-temurun dan menjadi simbol budaya bagi masyarakat itu sendiri. Adapun tujuan Upacar Kenduri Sko ini bagi masyarakat Seleman kecamatan Danau kerinci, yaitu sebagai berikut:
a. Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, terhadap hasil panaen padi
Kenduri Sko yang dilakukan oleh masyarakat pada setiap hasil panen padi, yaitu setiap setahun sekali. Upacara Kenduri Sko ini merupakan Ungkapan rasa Syukur Kepada Allah SWT yang telah memberikan hasil panen padi. Pada acara ini masyarakat membawa makanan dan
61 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:
SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018
mengunjungi makam sebagai silaturrahmi yaitu makam nenek sigindo Kuning. Makam ini dipercaya sebagai makam nenek moyang. Hal ini sesuai dengan pendapat Ja’far Kadir, mengatakan bahwa:
“kenduri sko merupakan upacara yang dilakukan oleh masyarakat seleman dalam rangka mensyukuri hasil panen padi yang telah di berikan oleh Allah S.W.T. dan sekaligus berziarah ke makam nenek moyang Sigindo Kuning. Upacara ini dilakukan setiap setahun sekali atau setiap tahun”,62
Hal ini dipertegas oleh bapak Karaman, mengatakan bahwa:
“ Kenduri Sko adalah acara adat yang dilaksanakan oleh adat dan oleh seluruh masyarakat Kerinci, atas dasar mensyukuri hasil panen padi dan kita bermohon kepada Allah SWT, supaya bercocok tanaman atau beternak supaya berkembang atau subur dan sekaligus menolong arwah nenek moyang dengan cara berziarah dan berdoa dimakam nenek moyang sigindo kuning”63
Berkaitan dengan hal ini, juga di pertegas oleh Bapak Abuzar, mengatakan bahwa:
“upacara kenduri Sko ini merupakan upacara yang dilaksanakan setiap tahun, untuk memberikan rasa syukur kepada Allah Swt.
Atas hasil panen yang di terima, pada saat upacara ini berlangsung, kami membawa makanan yang disebut dengan Nasi tumpeng atau nasi kuning dan menziarahi makam nenek Si gindo Kuning yang dipercaya sebagai nenek moyang kami orang saleman”64
Dengan demikian dari hasil wawancara diatas dapat penulis simpulkan bahwa Tujuan dari upacara Kenduri Sko ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, terhadap hasil panen padi yang telah diberikan. Upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Kerinci Desa Seleman, sebagai upacara sakral yang dilaksanakan setiap tahun, pada saat
62 Hasil Wawancara Dengan Bapak Ja’far Kadir, Umur: 47 Tahun, Pendidikan terakhir:
SI (Starata I), Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Ketua Adat Sekaligus PLS UPTD Kec. Tanah Kampung, Interview Pada Tanggal 20 Maret 2018.
63 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:
SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018.
64 Hasil Wawancara Dengan Bapak Abuzar, Umur: 38Tahun, Pendidikan Terakhir:
SMA, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 18 Maret 2018
hasil panen padi dimana masyarakat menziarahi makam nenek sigindo kuning sebagai makam nenek moyang mereka.
b. Berterima kasih kepada Nenek moyang yang telah mengajarkan untuk bercocok tanam
Pada saat upacara Kenduri Sko ini, masyarakat Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, juga mengunjungi makam nenek moyang Si Gindo Kuning. Upacara ini juga memiliki Fungsi sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Nenek moyang yang telah merintis untuk mencari tempat untuk menetap dan membuka lahan untuk pertanian dan persawahan sehingga dapat dipergunakan secara terus menerus sampai ke anak cucu dari generasi ke generasi samapi sekarang.
Dengan demikian, maka masyarakat berterima kasih dengan cara melaksanakan Upacara Kenduri Sko dan mengunjungi atau berziarah ke makam nenek moyang Si Gindo Kuning, dimana masyarakat akan membaca do’a di makam tersebut.
Hal ini sesuai dengan pendapat Bapak Sumarin, mengatakan bahwa:
“adapun fungsi dari pada upacara Kenduri Sko ini yaitu rasa terima kasih kepada Nenek moyang si gindo kuning, yang telah bersusah payah menemukan tempat unuk bercocok tanam, pindah dari tempat satu ketempat lain untuk mencari tanah yang subur untuk bercocok tanam. Pada awalnya nenek sigindo kuning ini tinggal di Kerbau Jatuh dan pindah ke Tanjung Pagar karena tanah di situ tidak cocok untuk bercocok tanam, sehingga dio pindah ke Sleman ini menelusuri Sungai Kerinci dan menetap hingga akhir hayatnya. Hal ini lah yang dikatakan bahwa nenek moyang yang menjadi awal diperkenalkan tentang bercocok tanam. Dan desa sleman kecamatan danau kerinci ini lah yang memiliki tanah yang paling bagus subur untuk bercocok tanam.”65
65 Hasil Wawancara Dengan Bapak Sumarin, Umur: 29 Tahun, Pendidikan Terakhir:
Sarjana strata I, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 24 Maret 2018
Hal ini juga dipertegas oleh bapak Afrizal, mengatakan bahwa:
“ kenapa kita datang ke makam nenek moyang sigindo kuning ini pada saat upacara kenduri sko, hal ini dikarenakan rasa terima kasih kepada Nenek moyang yang telah mengajarkan tentang bercocok tanam, selain ini merekalah yang pertama kali merintis lokasi untuk menentukan tanah mana yang paling bagus untuk bercocok tanam, susah payah mereka pindah dari tempat satu ketempat yang lainnya seperti, pada awalnya nenek si gindo kuning ini tinggal di Kerbau Jatuh dan pindah lagi ke tanjung pagar, karena tanahnya penuh bebatuan, maka nenek sigindo kuning ini mencari lagi lokasi yang ssuai untuk bercocok tanam, hingga menemukan tanah Seleman kecamatan danau kerinci yang cocok untuk bercocok tanam, sehingga pada saat upacara kenduri ini kami menziarahi makam nenek sigindo Kuning untuk berdoa dan berzikir di makam beliau.66
Hal ini juga dipertegas oleh bapak Karaman, mengatakan bahwa:
“ selain dari bersyukur kepada Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya terhadap hasil panen padi.
Maka ada juga rasa terima kasih kepada Nenek moyang yang telah bersusah payah menentukan lokasi untuk bercocok tanam, pindah dari tempat yang satu ketempat yang lain, seperti beliau pertama kali menetap di Kerbau Jatuh, pindah lagi ke Tanjung pagar karena tanh nya tidak bagus untuk bercocokk tanam, tanah yang bebatuan, akhirnya beliau pergi lagi mencari tempat yang bagus, sehingga menemukan desa Sleman yang tanahnya subur dan sangat bagus untuk bercocok tanam, hingga dirasakan oleh anak cucu pada saat ini atau generasi ke generasi, dari itulah kita pada saat upaca berlangsung menziarahi makam nenek Sigindo Kuning ini”67
Dengan demikian, berdasarkan hasil wawancara diatas dapat penulis simpulkan bahwa Upacara Kenduri ini, selain rasa berterima kasih kepada Allah Swt. Upacara sakral ini juga di peruntukan untuk nenek moyang atas jasanya yang telah bersusah payah menentukan lokasi peratanian untuk bercocok tanam.
66 Hasil Wawancara Dengan Bapak Afrizal, Umur: 294Tahun, Pendidikan Terakhir:
Sarjana strata I Hukum, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Stap pemerintah Desa, Interview Pada Tanggal 17 Maret 2018
67 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:
SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018.
c. Mempererat Hubungan Silaturrahmi anatara Keluarga yang satu dengan yang lainnya.
Kenduri Sko yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci memiliki fungsi sebagai mempererat hubungan silaturrahmi, dimana masyarakat akan datang secara beramai-ramai untuk mengunjungi makam nenek Sigindo Kuning. Semua masyarakat berkumpul untuk melaksanakan upacara sakral tersebut. Dengan demikian, maka antara keluarga satu dengan keluarga yang lainnya dapat berkumpul dan bertatap muka, mungkin sebelumnya tidak pernah bertemu atau jarang bertemu dan berkumpul karena sibuk kerja, dengan adanya upacara sakral ini, maka semua warga dapat berkumpul dan bertemu dengan sanak saudara.
Hal ini di pertegas oleh bapak Afrizal, mengatakan bahwa:
“acara kenduri Sko ini memiliki fungsi yaitu mempererat hubungan silaturrahmi antar keluarga atau dengan sanak saudara, mungkin sebelumnya jarang bertemu dan berkumpul, karena sibuk kerja, maka dengan adanya upacara sakral ini, kita dapat bertemu dengan sanak saudara, karena pada acara ini semua warga berkumpul, sama-sama berdoa dan berziarah ke makam nenek Sigindo Kuning, sebagai nenek moyang”. 68 Hal ini juga dipertegas oleh bapak Karaman, mengatakan bahwa:
“upacara sakral ini untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara sesama, karena ketika tidak ada upacara sakral ini, jarang sekali kita bisa berkumpul bersama, baik antar keluarga satu dengan keluarga yang lain maupun antar sanak saudara, karena pada sibuk bekerja, sehingga kurang adanya waktu untuk berkumpul. Tetapi dengan adanya upacara sakral ini, maka semua warga berkumpul untuk melaksanakan upacara ini, pada hari ini tidak ada yang bekerja, kita smua
68 Hasil Wawancara Dengan Bapak Afrizal, Umur: 294Tahun, Pendidikan Terakhir:
Sarjana strata I Hukum, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Stap pemerintah Desa, Interview Pada Tanggal 17 Maret 2018
berkumpul untuk berdoa dan kita juga akan mengunjungi makam nenek moyang kita, nenek Si Gindo Kuning. 69
Dengan demikian, dapat penulis simpulkan bahwa upara Sakral Kenduri Sko memiliki fungsi bagi masyarakat, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidahnya, sehingga memberikan hasil panen padi, dan untuk yang akan datang supaya diberikan kesuburan tanaman dan panen yang berlimpah.
Selain itu untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Nenek moyang yang telah merintis menemukan tanah yang subur untuk bercocok tanam, sehingga dapat dirasakan oleh anak cucu dari generasi ke generasi hingga pada saat ini. Dan upacara Sakral ini, mengandung fungsi sebagai mempererat hubungan silaturrahmi antar keluarga atau dengan sanak saudara, karena pada saat upacara berlangsung semua warga berkumpul untuk berdoa atas hasil panen yang telah diberikan Allah SWT, serta berziarah ke makam nenek Sigindo Kuning, sebagai Nenek moyang masyarakat Desa Sleman.
4. Proses Upacara Kenduri Sko Masyarakat Desa Seleman Kecamatan