PENERAPAN PRINSIP KEBERLANJUTAN DALAM SIKLUS PROYEK
MANAGEMENT APPROACH
Praktik Pengadaan Procurement Practices
Signifikansi Significance [103-1]
Pendekatan Manajemen Management Approach [103-2]
Evaluasi dan Kinerja Evaluation and Performance [103-3]
Keberadaan TRIPATRA secara langsung maupun tidak langsung diharapkan oleh pemangku kepentingan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Perusahaan yaitu memperhatikan aspek pengadaan dari pemasok lokal. Selain itu, praktik pengadaan juga material bagi TRIPATRA karena kualitas pekerjaan juga ditentukan oleh kapabilitas vendor.
TRIPATRA berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah memperkuat perekonomian lokal dan nasional dengan mematuhi persyaratan Tingkat Kom-ponen Dalam Negeri (TKDN).
Sesuai aturan Pemerintah Indonesia, TRIPATRA mendukung upaya pengurangan ketergantungan terhadap produk-produk impor melalui penguatan komponen dalam negeri dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal di dalam setiap proyeknya.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan Tripatra untuk terus mengoptimalisasi penggunaan komponen produksi dalam negeri yakni dengan menerapkan standar khusus dalam penyerapan TKDN di setiap proyek Tripatra, mendorong para vendor untuk berkomitmen pada aturan-aturan TKDN yang berlaku, mewajibkan setiap vendor untuk menyampaikan laporan pencapaian TKDN secara berkala, serta mewajibkan para calon vendor yang akan bekerja sama dengan TRIPATRA untuk menyampaikan komitmen TKDN pada saat proses tendering.
TRIPATRA mematuhi persyaratan minimal kandungan lokal seperti yang diregu-lasikan pemerintah maupun klien.
Proyek-proyek yang ditangani TRIPATRA rata-rata memiliki penyerapan TKDN mencapai 35%. Persentase ini terdiri dari dua komponen, yakni barang dan jasa.
TRIPATRA is committed to support government programs to strengthen the local and national economy by complying with the requirements for the Domestic Component Level (TKDN) that has been regulated by the Indonesian government.
TRIPATRA has supported various efforts, such as reducing dependence on imported products through strengthening domestic components and creating job opportuni-ties for local communiopportuni-ties in Indonesia for each of its projects.
Efforts taken by TRIPATRA to continually optimize the use of domestically produced components are applying special standards in TKDN absorption in every project, encouraging vendors to commit to applicable TKDN rules, requiring each vendor to submit progress reports of TKDN on a regular basis, as well as requiring prospective vendors who will cooperate with TRIPATRA to submit TKDN commitments during the tendering process.
TRIPATRA complies with minimum local content requirements as regulated by the government and clients.
The projects handled by TRIPATRA have an average TKDN absorption of 35%. This percentage consists of two components, namely goods and services.
The existence of TRIPATRA is expected by stakeholders to open up economic opportunities for the community. One of the efforts taken by the Company is observing procurement aspects from local suppliers.
In addition, the procurement practices is also materials for TRIPATRA since the work quality is also determined by the vendor capability.
Energi Energy
Signifikansi Significance [103-1]
Pendekatan Manajemen Management Approach [103-2]
Evaluasi dan Kinerja Evaluation and Performance [103-3]
Pelaksanaan kegiatan engineering dan konstruksi membutuhkan energi yang cukup besar. Pemanfaatan energi saat ini masih fokus pada penggunaan sumber energi fosil. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab sosial, tentu TRIPATRA memperhatikan hal tersebut dan berupaya melakukan pengelolaan energi.
Perusahaan berusaha melakukan pengelolaan energi sebaik mungkin dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan dan melakukan upaya-upa-ya penghematan energi secara maksimal. Program penghematan energi telah diterapkan di kantor pusat dan area proyek, melalui berbagai program, antara lain kampanye penghematan energi, penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi alat. TRIPATRA juga melakukan perawatan peralatan sehingga dapat beroperasi dengan optimum dan mematikan lampu di waktu istirahat (Turn off Power Program).
Pemantauan dan pengukuran keberhasilan program dilakukan bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Departemen SHE dan Corporate Services atau Field Support.
Perusahaan memonitor kinerja pengelolaan energi melalui perekaman dan pen-gukuran penggunaan energi listrik dan bahan bakar, seperti solar dan bensin.
The company has tried to maintain energy efficiency by observing the impact on the environment and making optimal efforts to save the energy. Energy saving pro-grams have been implemented at the Head Office and project areas, through various programs, including energy saving campaigns, using fuel according to equipment specifications. TRIPATRA has also performed equipment maintenance so that it can operate optimally, and turned the lights off during breaks (Turn-off Power Program).
Monitoring and measuring the success of the program is collectively conducted by the Department of SHE and Corporate Services or Field Support.
The Company monitors energy management performance through recording and measures the use of electrical energy and fuels, such as diesel and gasoline.
The implementation of engineering and construction activities requires considerable energy. Energy utilization is still focusing on the use of fossil fuel resources. As a socially responsible company, TRIPATRA is surely aware of this and always strives to mantain the energy efficiency.
Limbah Padat Waste
Signifikansi Significance [103-1]
Pendekatan Manajemen Management Approach [103-2]
Evaluasi dan Kinerja Evaluation and Performance [103-3]
Proses engineering dan konstruksi di wilayah proyek menghasilkan limbah padat yang cukup besar. Oleh sebab itu, Perusahaan merasa perlu mengelola limbah padat sesuai dengan standar terbaik di industri sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
Perusahaan telah menerapkan internasional standar untuk sistem manajemen lingkungan dan tersertifikasi ISO 14001:2015
TRIPATRA senantiasa memastikan bahwa pengelolaan limbah padat dilakukan semaksimal mungkin dengan memastikan penaatan terhadap peraturan yang berlaku.
Perusahaan juga melakukan identifikasi timbulan limbah sejak sebelum kegiatan dimulai, dan menetapkan tata cara pengelolaannya dengan memperhatikan aspek lingkungan, serta memastikan penataan terhadap peraturan dan per-undangan yang berlaku. Pengelolaan hal tersebut di atas juga termasuk AMDAL dan izin-izin yang terkait. Untuk memastikan pengelolaan berjalan dengan baik, maka dilakukan pemantauan dan pengukuran berkala terhadap kriteria pengelo-laan limbah padat.
Perusahaan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dengan memper-hatikan persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam peraturan perundangan, AMDAL, perizinan yang berlaku serta ketentuan proyek.
Perusahaan memantau pengelolaan limbah padat guna memastikan kriteria terpenuhi dan dokumen pendukung pengelolaan limbah telah dilengkapi dan dilaksanakan. Hal tersebut sepanjang periode pelaporan telah dilaksanakan dengan baik.
Perusahaan telah mengelola limbah padat sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik untuk limbah B3 ataupun limbah non-B3.
The company has implemented international standards for environmental manage-ment systems and has been certified ISO 14001: 2015.
Besides, TRIPATRA always ensures that effluent management, both liquid and solid waste are carried out to the maximum extent possible by ensuring compliance with applicable regulations. The Company also identifies waste generation prior to the activites and establishes procedures for its management by considering environ-mental aspects, as well as ensuring the compliance with prevailing legislations. The waste management includes AMDAL and related licenses. In order to ensure proper management, the Company has conducted periodic monitoring and measurement of solid waste management criteria, measurement of effluent quality and waste centre.
The Company monitors and evaluates the effluent quality on a regular basis by referring to the requirements stated in the prevailing legislations, AMDAL, applicable licenses and project provisions.
The Company also monitors the implementation of solid waste management in order to ensure that the criteria and supporting documents have been completed and implemented. The target for effluent management is ensuring that all measurement parameters of liquid waste have met the quality standards specified at each point of arrangement in each monitoring period. During the reporting period, this has been perfectly carried out.
The Company has also managed solid waste in accordance with the prevailing legis-lations, both for hazardous and non-hazardous waste..
The engineering and construction processes in the project area generate solid waste.
Therefore, the Company needs to manage the waste according to the best standards in the industry as part of social responsibilities.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Occupational Health and Safety (OHS)
Signifikansi Significance [103-1]
Pendekatan Manajemen Management Approach [103-2]
Evaluasi dan Kinerja Evaluation and Performance [103-3]
Pekerjaan engineering dan konstruksi memliki risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang perlu dikelola dengan baik. Jika terjadi insiden kecelakaan, hal terse-but dapat berisiko pada kinerja dan reputasi Perusahaan
Manajemen perusahaan berkomitmen menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi semua karyawan maupun komunitas disekitar perusahaan dengan men-jalankan manajemen K3.
Untuk memastikan program K3 berjalan dengan efektif dan efisien, maka sistem manajemen K3 dibuat dan sesuai dengan standar ISO 45001:2018 dan ISO 14001:2015, serta SMK3 PP 50 tahun 2012.
Sistem Manajemen K3 yang dijalankan mencakup: kebijakan K3, target K3, program K3 terkait promosi dan perlindungan K3, pemantauan kinerja, evaluasi dan lain-lain. Fokus utama program K3 meliputi aspek promosi dan pemeliharaan kapasitas kerja dan kesehatan karyawan, perbaikan lingkungan kerja, serta pengembangan budaya dan organisasi kerja untuk mendukung kesehatan dan ke-selamatan kerja. TRIPATRA juga melakukan promosi iklim sosial yang positif yang mendorong kelancaran operasi serta meningkatkan produktifitas organisasi.
Untuk memastikan penerapan dan fungsi Sistem Manajemen K3 yang efektif, TRIPATRA melakukan evaluasi kinerja guna memberikan umpan balik tentang kemajuan dan status saat ini dalam rangka memenuhi Kebijakan dan Tujuan SHE.
TRIPATRA menerapkan program pemantauan dan pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada pencapaian tujuan kinerja akhir, tetapi juga menilai efektivi-tas proses sistematis yang ada untuk mencapai tujuan kinerja dan berdasarkan pada Indikator Kinerja Utama (KPI) yang diidentifikasi yang ditetapkan dalam Sasaran dan Target K3.
Sistem, proses, dan program pemantauan dan pengukuran harus ditetapkan berdasarkan hasil penilaian signifikansi dan persyaratan hukum dan kewajiban lainnya yang terkait. Tujuan keseluruhan dari pemantauan dan pelaporan adalah untuk mengukur dan menunjukkan kemajuan menuju tujuan dan target yang teridentifikasi dalam operasi yang sedang berlangsung. Pemantauan, pelaporan, dan evaluasi Kinerja K3L secara berkala merupakan bagian integral dari proses perbaikan berkelanjutan.
Pencapaian secara keseluruhan SHE Performance Objective tahun 2020 tercapai ketika tidak ada kasus Fatality maupun LTI, dan TRI Rate target (Actual : 0.05 / Target : < 0.14).
The Company management is committed to providing a safe work environment for all employees and the community around the Company by carrying out OHS management.
To ensure the OHS program runs effectively and efficiently, an OHS management system is created and in accordance with ISO 45001:2018 and ISO 14001:2015 standards, as well as SMK3 PP 50 in 2012.
The OHS Management System implemented includes: OHS policies, OHS targets, OHS programs related to promotion and protection of OHS, performance monitoring, evaluation and others.
The main focuses of the OHS program include: promotion and maintenance of work capacity and employees health; improvement of the work environment; and devel-opment of work culture and organization to support occupational health and safety.
TRIPATRA has also conducted promotions of a positive social climate which support operational activities and improvement in organizational productivity.
Engineering and construction work has occupational health and safety risks that need to be properly managed. If an accident occurs, it can put the Company's perfor-mance and reputation at risk.
Pelatihan dan Pendidikan Training and Education
Signifikansi Significance [103-1]
Pendekatan Manajemen Management Approach [103-2]
Evaluasi dan Kinerja Evaluation and Performance [103-3]
Kapabilitas sumber daya manusia merupakan salah satu elemen penting yang menunjang kinerja perusahaan serta memenangkan persaingan di industri.
Oleh sebab itu, Perusahaan melihat bahwa sumber daya manusia perlu men-dapatkan pendidikan dan pelatihan agar terus meningkat kapabilitasnya.
Pengembangan Karyawan dilakukan oleh Unit Kerja Organization & Talent Management (OTM) dengan mengelola program pengembangan Soft Skill untuk seluruh Karyawan dan technical/hard skills untuk Karyawan tertentu sesuai dengan kebutuhan pengembangan Karyawan tersebut untuk menunjang kinerjanya berdasarkan Tripatra Competency Framework.
Unit kerja Organization & Talent Management (OTM) melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan setiap Karyawan mendapatkan dan melakukan program pengembangan atau training. Setiap aktivitas pengembangan keterampilan akan direkam pada sistem.
Employee development is conducted by the Organization & Talent Management (OTM) unit by managing Soft Skill improvement programs for all employees and technical/hard skills for certain employees in accordance with the needs of these employees to support their performance based on Tripatra Competency Framework.
To ensure the effective implementation and function of the OHS Management Sys-tem, TRIPATRA has conducted a performance evaluation in order to provide feedback on its progress and current status in meeting its performance against the SHE Policy and Objectives.
TRIPATRA implements a performance monitoring and measurement program that not only focuses on achieving final performance goals, but also assesses the effectiveness of existing systematic processes to achieve performance goals and is based on the Key Performance Indicators (KPI) identified as set out in the OHS Goals and Targets.
Monitoring and measurement systems, processes and programs should be established based on the results of the significance assessment and related legal requirements and other obligations. The overall objective of monitoring and reporting is to measure and demonstrate progress towards the goals and targets identified in ongoing operations. Monitoring, reporting, and evaluating HSE performance on a regular basis is an integral part of sustainable improvement process.
The overall achievement of the SHE Performance Objective in 2020 was achieved when there were no cases of Fatality or LTI, and the TRI Rate met the target (Actual : 0.05 / Target : < 0.14).
The Organization & Talent Management (OTM) work unit conducts monitoring and evaluation to ensure that every employee receives and conducts development or training programs. Every skill improvement activity will be recorded in the system.
The capability of human resources is one of the important elements that support the Company's performance and win the competition in the industry. Therefore, the Company sees that human resources need to receive education and training in order to continuously improve their capabilities.
Komunitas Lokal Local Community
Signifikansi Significance [103-1]
Pendekatan Manajemen Management Approach [103-2]
Evaluasi dan Kinerja Evaluation and Performance [103-3]
Wilayah operasi TRIPATRA seringkali berdampingan dengan masyarakat. Oleh sebab itu, Perusahaan berupaya menjalin relasi yang baik dengan masyarakat dengan mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungannya. Hal tersebut dilakukan antara lain dengan melakukan pemberdayaan dan membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam rantai nilai Perusahaan.
Manajemen melakukan pemetaan sosial dan manajemen pemangku kepentingan lokal di setiap area operasionalnya. Hal tersebut menjadi landasan pemberdaya-an dpemberdaya-an keterlibatpemberdaya-an masyarakat lokal merupakpemberdaya-an inisiatif ypemberdaya-ang selalu dilakukpemberdaya-an dalam rangka pengelolaan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
TRIPATRA berupaya memantau dan mengukur dampak yang diakibatkan dari proses operasi serta melakukan kegiatan CSR secara berkala.
Selain itu, Perusahaan juga mengutamakan kandungan lokal dalam proses rantai pengadaan pada proyek-proyeknya.
The management conducts social mapping and local stakeholder management in each of its operation areas. This has become the basis of empowerment and involve-ment of local communities, an initiative that is always conducted in the context of managing social, economic and environmental impacts.
TRIPATRA strives to monitor and measure impacts resulting from the operational process and execute CSR activities on a regular basis.
In addition, the Company prioritizes local content in the procurement chain process in its projects.
TRIPATRA's operation areas often coexists with the community. Therefore, the Company seeks to establish good relations with the community by managing its economic, social and environmental impacts. It is possible to be implemented by em-powering and opening up opportunities for community involvement in the Company's value chain.
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Proses mengidentifikasi pemangku kepentingan di TRIPATRA dilakukan berdasarkan relevansi dan signifikansinya terha-dap kebijakan dan kegiatan usaha Perusahaan. Kriteria yang digunakan dalam menentukan pemangku kepentingan antara lain yaitu: [102-42]
• Adanya hubungan tanggung jawab formal antara TRIPATRA dengan pihak lain, contohnya yaitu karyawan yang memiliki perjanjian kerja dengan Perusahaan
• Adanya dampak yang ditimbulkan dari kebijakan atau aktivitas perusahaan terhadap pihak lain, seperti dampak terhadap masyarakat lokal
• Adanya pengaruh yang dimiliki oleh pihak lain terhadap kegiatan usaha TRIPATRA, seperti investor, pemegang saham, dan penyandang dana
Stakeholders Engagement
The Stakeholder identification process at TRIPATRA is based on their relevance and significance to the Company's policies and business activities.
The criteria used in determining stakeholders include:
[102-42]
• There is a formal responsibility relationship between TRIPATRA and other parties, e.g. employees who have work agreements with the Company.
• There are impacts arising from company policies or activ-ities on other parties, such as impacts on local communi-ties.
• The influence of other parties on TRIPATRA's business activities, such as investors, shareholders and funders.
Pemangku Kepentingan Stakeholders
[102-40]
Pemangku Kepentingan Stakeholders
[102-40]
Topik Kunci dan Perhatian Pemangku Kepentingan Key Topics and Stakeholder Focus [102-44]
Topik Kunci dan Perhatian Pemangku Kepentingan Key Topics and Stakeholder Focus [102-44]
Pendekatan Approach
Pendekatan Approach Topik Topic
Topik Topic Frekuensi Frequency
Frekuensi Frequency
Pemegang Saham
Karyawan
Kinerja bisnis, pencapaian target finansial dan operasional, efisiensi perusahaan termasuk dalam penggunaan sumber daya seperti energi
Praktik ketenagakerjaan, area kerja yang sehat dan aman, kesejahteraan karyawan, pengembangan kompetensi dan peningkatan karir
Hubungan formal melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Konsultasi dan Komunikasi
• Menjamin pemenuhan hak-hak normatif sesuai peraturan dan perundang- undangan Ketenagakerjaan.
• Menjamin kebebasan berserikat dan hak menyatakan pendapat.
• Menyusun dan membuat kesepakatan kerja bersama.
Peningkatan nilai usaha sesuai harapan pemegang saham.
Pemenuhan hak- hak karyawan, dan hubungan manajemen dan karyawan.
RUPST dilakukan sekali setahun. RUPSLB diakukan tidak terbatas, tergantung permintaan dari pemegang saham
Praktik konsultasi dan komunikasi dengan karyawan dilakukan secara berkala setiap kuartal.
Business performance, achievement of financial and operational targets, company efficiency including the use of resources such as energy achievement of financial
Employment practices, healthy and safe working areas, employee welfare, competen-cy development and career advancement
RUPST is conducted once a year. RUPSLB is conducted indefinitely, depending on shareholders’ request.
Consultation and communication practices with employees are conducted periodi-cally every quarter.
Formal relationship through the Annual General Meeting of Shareholders (RUPST) and Extraordinary General Meeting of Shareholders (RUPSLB)
Consultation and Communication
• Ensure the fulfllment of normative rights in accordance with labor laws and regulations.
• Ensure the freedom of association and the right to express opinions.
• Develop and make collective work
Increased business value as expected by the shareholders.
Fulfllment of employees’ rights, and the relationship between the management and the employees.
Shareholders
Employees
Pengelolaan Pemangku Kepentingan Perusahaan Company Stakeholders Management [102-43]
Pemangku Kepentingan Stakeholders
[102-40]
Pemangku Kepentingan Stakeholders
[102-40]
Topik Kunci dan Perhatian Pemangku Kepentingan Key Topics and Stakeholder Focus [102-44]
Pendekatan Approach
Topik Topic
Frekuensi Frequency
Pemerintah dan Regulator
Pelanggan/Pengguna Jasa
Praktik etika bisnis, pengelolaan dampak sosial dan lingkungan, termasuk dalam hal pengelolaan limbah
Kolaborasi, Konsultasi dan Komunikasi:
• Melakukan komunikasi dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
• Meminta dan/atau menerima masukan berbagai lembaga pemerintah terhadap aspek-aspek operasi Perusahaan.
• Kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
• Tata kelola Perusahaan yang Baik.
Kegiatan kolaborasi, konsultasi, dan komunikasi dengan Pemerintah dan Regula-tor dilakukan secara berkala dan setiap jika ada perubahan atau informasi terkini terkait kebijakan atau regulasi, minimal 1 tahun sekali.
Business ethics practices, management of social and environmental impacts, including in terms of waste management
Collaboration, Consultation, and Communication activities with the Government and Regulators are conducted periodically and when there are any changes or latest updates on the policies or regulations, for at least once a year.
Collaboration, Consultation, and Communication
• Communicate and comply all the applicable regulations.
• Ask for and/or receive feedback from various government institutions regarding the Company’s operational aspects.
• Compliance to all applicable regulations.
• Good Corporate governance.
Topik Kunci dan Perhatian Pemangku Kepentingan Key Topics and Stakeholder Focus [102-44]
Pendekatan Approach
Topik Topic
Frekuensi
Frekuensi